NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Lumpuh

Istri Kontrak CEO Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Panti asuhan "Lentera Kasih" akhirnya menjadi satu-satunya tempat yang bersedia menerimanya. Di sana, di antara keterbatasan dan hidangan seadanya, Kirana tumbuh menjadi gadis yang kuat dan sangat cerdas. Buku-buku tua di perpustakaan panti menjadi teman setianya. Kirana belajar dengan giat, menyerap ilmu pengetahuan dengan ketajaman berpikir yang mengagumkan. Ia tahu, hanya dengan pendidikan ia bisa mengubah takdirnya.

​Namun, kecerdasannya saja tidak cukup untuk membayar biaya masuk universitas. Mimpinya untuk berkuliah di jurusan Kedokteran—cita-cita yang terinspirasi dari keinginan menyembuhkan luka dan menyelamatkan nyawa—membentur dinding tebal bernama biaya. Malam ini, dengan sisa-sisa keberanian yang ia kumpulkan selama berminggu-minggu, Kirana memutuskan untuk mendatangi rumah masa kecil ayahnya. Ia tidak meminta warisan atau kemewahan; ia hanya berharap ada sedikit keajaiban dan rasa iba di hati sang nenek agar mau membiayai pendidikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Sang Matriark

​"Aku tidak perlu memberitahu kalian semua tentang kehidupan pribadiku. Aku hanya memberitahu Eyang," ucap Rian dengan suara bariton yang dingin, tajam, dan mutlak memenuhi seluruh penjuru ruangan.

​Pria itu mendongak, menatap Shinta sekilas sebelum menyapu pandangan ke seluruh anggota keluarga besar yang duduk terpaku di ruang tamu. Suasananya mendadak senyap; tidak ada yang berani memotong ucapan sang kepala keluarga muda Wijaya Group itu.

​Dengan sebelah tangan yang kokoh, Rian meraih pergelangan tangan Kirana dan menarik gadis itu berdiri sedikit lebih dekat ke sisi kursi rodanya, memberikan gestur perlindungan yang amat jelas.

​"Semuanya, perkenalkan... ini Kirana, istri sah saya," ucap Rian penuh penekanan, menegaskan status wanita di sampingnya tanpa celah untuk dibantah.

​Shinta menyipitkan matanya, senyuman tipis di bibirnya tampak kaku. Ia tidak menyangka Rian akan bersikap begitu frontal dan melindungi gadis asing yang entah dari mana asal-usulnya itu. Beberapa sepupu Rian mulai berbisik-bisik, melontarkan tatapan meremehkan ke arah busana sederhana namun elegan yang dikenakan Kirana.

​Sebelum ketegangan itu merembet lebih jauh, sebuah suara serak namun berwibawa terdengar dari arah tangga utama di ujung ruangan.

​"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali di bawah?"

​Semua kepala langsung menoleh serempak ke arah sumber suara. Di sana, seorang wanita lanjut usia berambut perak dengan balutan kebaya klasik berwarna hitam tengah melangkah turun dengan bantuan tongkat dan seorang perawat pribadi. Dialah Eyang—matriark keluarga besar Wijaya yang disegani sekaligus ditakuti oleh seluruh keturunannya.

​Melihat kedatangan sang nenek buyut, raut wajah Rian yang tadinya dingin seketika melembut. Ia mengisyaratkan kepada Kirana untuk mengikutinya menyambut wanita sepuh tersebut. Di balik sorot mata tajam Eyang yang mengawasi setiap langkah mereka, Kirana menarik napas dalam-dalam, bersiap menghadapi ujian terbesar dalam hidupnya malam ini.

​Suasana di aula utama yang tadinya tegang seketika menjadi hening total. Seluruh anggota keluarga Wijaya yang sebelumnya riuh berbisik-bisik kini berdiri tegak, memancarkan rasa hormat dan sedikit ketakutan saat melihat sosok wanita sepuh itu melangkah turun.

​Eyang berjalan perlahan namun pasti. Meskipun tubuhnya tampak renta dan ditopang oleh tongkat kayu ukir berhulu perak, aura kepemimpinan dan wibawanya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi keluarga besar Wijaya tidak berkurang sedikit pun. Mata senjanya yang tajam menyapu sekeliling ruangan, membuat Shinta dan para sepupu Rian langsung terdiam dan menundukkan kepala.

​Rian memutar kursi rodanya mendekati kaki tangga, dan Kirana melangkah anggun di sampingnya. Begitu Eyang menapaki anak tangga terakhir, Rian menyapa dengan suara lembut yang penuh penghormatan.

​"Eyang..."

​Langkah Eyang terhenti di hadapan Rian. Pandangannya yang tadinya dingin dan tegas saat menatap anak cucunya yang lain, seketika melunak saat menatap cucu kesayangannya itu. Namun, pandangan Eyang tidak bertahan lama di wajah Rian—matanya yang menyimpan sejuta pengalaman hidup itu langsung beralih dan terkunci rapat pada sosok Kirana yang berdiri di samping kursi roda Rian.

​Eyang mengamati Kirana dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kirana yang merasa diawasi oleh sosok paling disegani di kediaman ini menahan napasnya sejenak. Jantungnya berdetak kencang, tetapi ia mengingat pesan Rian: tetaplah berada di sisiku. Kirana mengangkat wajahnya sedikit, menatap balik Eyang dengan sorot mata yang jernih, santun, dan sama sekali tidak menyimpankan kebohongan atau ketamakan.

​Eyang mengetukkan tongkat kayunya sekali ke lantai marmer, menciptakan gema tipis di dalam ruangan yang sunyi.

​"Jadi..." suara Eyang mengalun rendah namun berwibawa, memecah keheningan yang mencekat, "...ini gadis yang sudah resmi menjadi istrimu, Rian?"

​Rian mendongak mantap. "Benar, Eyang. Ini Kirana, istri sah Rian."

​Eyang melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Seluruh anggota keluarga di belakang mereka menahan napas, menunggu respons atau amukan dari sang matriark yang terkenal sangat selektif dan tidak mudah menerima orang asing di dalam klan Wijaya.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Rian and Kirana
Ariany Sudjana
ah ga seru, masak orang sekaliber Rian, ga bisa mengungkap keterlibatan Shinta juga?
Iffanaya 😽
kamu jg harus hati² jg sama Shinta ya Rian
Ryuu
baguuus
Ryuu
Semangat nulis nya sayang😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!