NovelToon NovelToon
Cantika Si Gadis Tangguh

Cantika Si Gadis Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..

Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran Bu Sukma

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤

Sore hari, di hari Selasa, hujan baru berhenti. Di dapur, Ibu Sukma masak sayur asem kesukaan Cantika. Tapi tangan nya gemetar karena memikirkan apa yang dia dengar di keluarga Wiratama bahkan panci yang dia pegang pun hampir jatuh.

Cantika dan Bianca baru saja pulang sekolah, mereka berdua langsung menghampiri ibu Sukma dan mencium tangan Ibu Sukma.

"Ibu, wangi banget! Cantika lapar!" Ucap Cantika.

" Iya Tante, wangi banget ini... " Sahut Bianca.

" Ibu masak sayur kesukaan mu Cantika... Sana ganti baju dulu nanti kita makan bareng. " Ujar Bu Sukma. " Oh iya Bia, ibu dan ayah mu sedang keluar kota, mengantar kakak mu mengurus kuliah nya di sana. Jadi kamu di sini sama Tante dan kakak mu ini. " Lanjut Bu Sukma.

" Iya tante, tadi ibu udah kirim pesan juga kok.. Ngasih tahu aku. " Jawab Bianca.

Cantika dan Bianca pun pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri.

Ibu Sukma menatap Cantika yang sudah pergi ke kamar nya, putri yang sudah ia besarkan selama 16 tahun itu. Cantika mirip sekali dengan almarhum suami nya? Tentu tidak. Cantika terlalu cantik. Kulit nya putih bersih, mata nya coklat terang, padahal Ibu Sukma dan suami nya kulit sawo matang, mata hitam.

" Huftt... Aku harus siap!!! Ini sudah waktu nya. " Ucap Bu Sukma pelan.

Sudah waktu nya Ibu Sukma untuk jujur, dia sudah janji sama diri nya sendiri, kalau Cantika sudah berusia 17 tahun, ia harus jujur. Ya, Bu Sukma menemukan Cantika saat dia berusia sekitar satu tahunan.

*****

"Cantika... Sini duduk dulu nak. Ibu mau cerita." Panggil Bu Sukma seusai Cantika dan Bianca makan. Cantika pun duduk dan masih tersenyum, sementara Bianca pergi ke kamar nya.. Dia mengerti mungkin ada hal penting yang akan di bicarakan oleh tante nya itu pada Cantika.

"Cantika, kamu ingat gak, kalau dulu kamu selalu tanya kenapa kamu nggak punya foto waktu bayi? Kenapa cuma ada foto dari umur 1 tahun?" Ucap Bu Sukma.

"Iya, Ibu bilang foto bayi nya kebanjiran saat kita di desa dulu..." Jawab Cantika.

Ibu Sukma menghela nafas panjang, mata nya berkaca-kaca.

"Ibu bohong, nak. Maafkan Ibu." Ucap Bu Sukma.

Suasana jadi hening seketika, hanya terdengar suara bising kendaraan dari luar rumah.

"Cantika... Ibu akan jujur sama kamu... Maaf kalau ibu baru bisa bicara jujur sekarang. " Ucap Bu Sukma.

" Maksud ibu jujur tentang apa? " Tanya Cantika bingung.

" Kamu bukan anak kandung Ibu." Jawab Ibu Sukma.

Deg//

Cantika terdiam, senyum nya yang tadi terlihat indah kini tiba-tiba hilang.

"16 tahun lalu, tanggal 14 Oktober. Hujan deras kayak tadi. Bapak mu belum meninggal saat itu, dia pulang dari sawah lewat jembatan bambu di ujung desa. Jembatan yang sekarang sudah jadi jembatan beton itu." Ucap Bu Sukma. "Ibu ikut Bapak karena khawatir. Sampai di bawah jembatan, kami berniat untuk berteduh sebentar namun tiba-tiba kami mendengar suara tangisan. Bukan suara kucing. Tapi suara tangisan bayi." Lanjut Bu Sukma.

"Bapak turun, senter nya redup. Di sana, di atas kardus mie yang sudah basah, ada kamu. Sedang duduk sambil menangis dan wajah mu sudah biru kedinginan. Saat itu kamu memakai pakaian pesta seperti gaun namun memakai sweeter kecil berbulu. " Ucap Bu Sukma.

Cantika mulai gemetar, air mata nya jatuh tanpa suara mendengar cerita Bu Sukma.

"Kami bawa kamu ke bidan desa. Bidan bilang kamu kena hipotermia karena kelamaan di luar dengan cuaca hujan, tapi kamu kuat. Kami lapor ke pak Lurah, kami tunggu berhari-hari siapa tau ada yang cari. Tapi tidak ada. Tidak ada yang datang sama sekali. " Lanjut Bu Sukma.

"Akhirnya Ibu dan Bapak memutuskan merawat kamu. Karena Ibu sudah 10 tahun menikah tidak punya anak. Kamu adalah jawaban doa Ibu, Cantika. Walau bukan dari rahim Ibu." Sambung Bu Sukma.

Ibu Sukma berdiri, membuka lemari kayu yang ada di kamar nya yang terkunci. Dari dalam nya ia keluarkan sebuah tas kecil yang warna nya sudah memudar.

Di dalam tas itu ada pakaian bayi berusia satu tahun yang masih bagus, yang dulu di pakai Cantika saat di temukan dan sebuah kaling berliontin.

Liontin perak kecil, bentuk nya Love namun sebelah, di tengah nya ada batu biru kecil. Di belakang nya ada Huruf yang sudah agak pudar: *"WR"*.

"Ini... ini yang ada di leher mu waktu kami temukan kamu, nak. Kamu memakai nya. Lalu saat ibu merawat mu, ibu menyimpan kalung ini agar tidak hilang. Ibu tidak pernah berani menjual nya, Ibu simpan. Ibu pikir... mungkin ini satu-satu nya petunjuk tentang keluarga kandung mu." Ucap Bu Sukma.

Ibu Sukma memasangkan liontin itu ke leher Cantika dengan tangan gemetar.

"Ibu takut, Cantika. Ibu takut setelah Ibu jujur begini, kamu akan benci Ibu. Kamu akan pergi cari orang tua asli kamu dan ninggalin Ibu sendirian di sini. Tapi Ibu sudah janji sama Bapak sebelum Bapak meninggal, kalau Cantika sudah besar, Cantika berhak tau siapa diri nya." Ucap Bu Sukma.

Cantika melihat liontin di leher nya. Dingin. Lalu ia melihat Ibu Sukma, perempuan yang merawat nya, mengajarkan nya bicara, yang menyuapi nya saat demam, yang menunggu nya pulang hujan-hujan di teras.

Cantika tidak pergi. Ia justru berlutut, memeluk kaki Ibu Sukma erat-erat, menangis keras.

"Ibu... Ibu ini apa sih! Kenapa baru bilang sekarang! Aku takut, Bu!" Ucap Cantika menangis.

"Maaf, nak, maaf..." Sahut Bu Sukma ikut menangis.

"Ibu jahat! Ibu kira aku bakal ninggalin Ibu cuma karena aku bukan anak kandung?! Ibu yang nemu aku di bawah jembatan, Ibu yang kasih aku nama Cantika! Ibu yang begadang waktu aku panas! Kalau bukan anak Ibu, terus aku anak siapa?!" Ujar Cantika.

"Aku anak Ibu! Cuma anak Ibu! Ibu kandung aku yang di bawah jembatan itu mungkin udah buang aku, tapi Ibu yang pungut aku! Jadi aku milik Ibu!" Lanjut Cantika.

Ibu Sukma memeluk Cantika. Dua perempuan itu menangis di atas tempat tidur di kamar Bu Sukma.

Malam itu Cantika tidur dengan liontin Love sebelah itu masih di leher nya. Tapi ia tidur di pangkuan Ibu Sukma, seperti waktu kecil.

Liontin itu bukan lagi tanda bahwa ia di buang tapi tanda bahwa ia pernah di temukan, dan di pilih untuk di cintai oleh keluarga kecil Bu Sukma dan Pak Yandi, keluarga angkat yang sangat menyayangi nya dengan tulus.

*******

Sejak Paramita pindah ke SMAN WIRATAMA dan tinggal dengan nenek nya di kota, HP-nya tidak pernah sepi. Selalu tiap hari ada notif pesan masuk dari satu nama.

*Romi, mantan kekasih nya. *

> *Romi:* _Mit, udah tidur?_

> *Romi:* _Mit, hari ini di balai desa ada karang taruna. Dulu kan kita janji mau ikut bareng._

> *Romi:* _Mit, maaf ya._

> *Romi:* _Mit, gue kangen._

Awal nya Paramita baca semua. Lama-lama cuma di-read. Lama-lama di arsipkan.

Paramita kecewa bukan karena Romi selingkuh atau kasar. Kecewa nya lebih dalam dari itu, kecewa karena romi dengan tega sudah merusak masa depan nya.

Saat ini Paramita lagi ngerjain tugas, HP nya getar lagi.

*Romi:* _Mit, foto ini masih ada di dompet gue. Foto kita waktu panen jagung. Lo inget nggak lo jatuh ke lumpur terus ngomel-ngomel?_

*Romi:* _Gue nyesel, Mit. Sumpah nyesel. Harus nya hari itu gue gak ngelakuin hal kotor itu sama lo.. Harus nya gue bisa kontrol diri gue sendiri. _

*Romi:* _Sejak lo pindah, warung kopi tempat biasa kita nongkrong sepi. Ibu warung sampai nanya, "Paramita mana?" Gue bingung jawab apa. Gue bilang, "Dia kecewa sama saya, Bu."_

Paramita naruh HP. Napas nya berat. Dulu setiap pesan Romi bikin jantung nya deg-degan. Sekarang bikin capek.

Dia akhirnya balas. Pertama kali nya setelah 2 minggu dia mengabaikan pesan Romi.

*Paramita:* _Rom, udah ya._

*Paramita:* _Aku nggak benci kamu. Tapi aku capek kalau tiap malam harus inget lagi kejadian di waktu itu._

*Paramita:* _Kamu nyesel, aku hargai. Tapi penyesalan kamu jangan jadi beban aku lagi. Kalau kamu beneran nyesel, buktiin ke diri kamu sendiri, bukan ke aku._

Di balas 1 menit kemudian oleh Romi.

*Romi:* _Jadi gue nggak boleh nge-chat lo lagi?_

*Paramita:* _Boleh. Tapi jangan minta balasan. Dan jangan jam 11 malam terus. Aku lagi belajar sembuh, Rom. Sembuh itu butuh sepi._

*Romi:* _Ngerti, Mit. Maaf._

********

Happy Reading Guys. 🥰🤗

1
Icha Arlita
cerita nya ringan sat set ga bertele tele aku suka 👍
Icha Arlita
aku mampir siapa tau menarik 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!