Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Kedatangan Kevin
Ketenangan resmi kembali memeluk Yogyakarta setelah badai kecemasan selama dua minggu akibat pergerakan ugal-ugalan Saka akhirnya mereda. Langkah taktis Mahendra yang berhasil mengecoh Saka di koridor Rumah Sakit Ibu dan Anak kemarin sore telah memaksa pria dari Jakarta itu menyerah, memutar langkahnya kembali ke ibu kota dengan perasaan kalah telak.
Dengan situasi kota Jogja yang sudah dinyatakan kondusif dan aman, Kevin Bramantya, pengacara pribadi Arunika, akhirnya mendarat di Yogyakarta setelah memastikan kabar dari Pak Baskoro bahwa Saka telah resmi dikunci di Jakarta untuk menghadapi komite audit dewan direksi.
Sebelum melangkahkan kaki menuju kawasan Sleman, dimana rumah Ibu Sandra berada, Kevin memilih untuk mendatangi kantor pusat perusahaan logistik raksasa di pusat Yogyakarta. Pengacara muda yang cerdas itu melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi pimpinan tertinggi gedung tersebut. Di balik meja kerja jati hitam besar, Mahendra sudah berdiri menyambut kedatangannya. Mereka berdua adalah saudara sepupu kandung, terikat dari garis darah ayah Mahendra dan ibu Kevin.
"Aksi pasang badanmu di koridor rumah sakit kemarin... benar-benar nekat, Mahen," goda Kevin dengan senyum tipis, sambil meletakkan tasnya di atas meja.
Sebagai teman SMA Saka, Kevin murni hanya berteman tanpa memiliki hubungan keluarga dengan dinasti Daniswara, membuat loyalitas hukumnya sepenuhnya tertuju pada marwah keselamatan kliennya, Arunika. "Saka benar-benar pias memandangi perut buncit Arunika. Gertakanmu sebagai 'suami' sukses membuatnya pulang ke Jakarta pagi ini."
Mahendra tidak membalas godaan sepupunya dengan senyuman. Pria irit bicara itu hanya membetulkan letak kacamatanya, menatap Kevin dengan ketegasan. "Saka sedang linglung, dan dia harus menerima konsekuensi atas kelalaian tugasnya di Jakarta. Bagaimana dengan berkas wasiat Om Raditya?"
Kevin menghela napas panjang, sorot matanya melembut menatap sepupu kandungnya. Di luar urusan hukum, ada alasan pribadi yang membuat Kevin bergerak sangat optimal dan militan dalam mengawal seluruh kasus perceraian hingga warisan Arunika. Kevin sudah lama tahu tentang perasaan cinta yang dipendam Mahendra terhadap Arunika sejak dulu, yang membuat saudara sepupunya meninggalkan Jakarta demi kewarasannya. Sebagai seorang sepupu yang cukup dekat dengan Mahendra, Kevin ingin melihat Mahendra akhirnya bisa mendapatkan kebahagiaan hidupnya setelah bertahun-tahun memilih mengunci diri dalam kesunyian di Jogja.
Itulah mengapa, Kevin menyusun tameng hukum ini dengan sangat presisi, bahkan ikut merekomendasikan Mahendra untuk menyuntikkan modal segar ke Daniswara Group guna mengunci ruang gerak Saka di Jakarta.
"Semua sudah siap. Aku akan bergerak ke rumah Ibu Sandra di Sleman sekarang, menyerahkan amplop yang berisi surat pribadi Om Raditya untuk Arunika secara langsung ke tangannya," jawab Kevin, menjeda ucapannya sejenak lalu kembali bicara. "Tidak ada yang tahu apa yang di tulis Om Raditya di setiap surat yang dia siapkan untuk keluarganya, termasuk Pak Baskoro. Tapi... sepertinya ada rahasia yang disampaikan Om Raditya pada keluarganya yang tidak ingin pihak luar mengetahuinya."
Mahendra menyatukan alisnya mendengar penjelasan Kevin. Namun sebelum Mahendra mengajukan pertanyaan, Kevin mengalihkan pembicaraan dengan wajah yang kembali formal. "Suntikan dana logistikmu sudah resmi masuk menggantikan investor asing yang menarik modal di Daniswara. Sekarang, Arunika harus mengambil langkah taktisnya hari ini."
Kevin bangkit dan berpamitan pada Mahendra, tanpa memberikan kesempatan pada saudara sepupunya itu bertanya mengenai wasiat Raditya lebih jauh. Mahendra mengamankan jalan Kevin menuju Sleman dari mata-mata Jakarta. Seperti informasi yang Mahendra terima dari intelijennya, ada pihak lain selain Saka yang mencari keberadaan Arunika di Jogja.
Sore harinya, atmosfer ruang tengah rumah bergaya Jawa klasik di kawasan Sleman begitu khidmat. Sinar matahari senja yang hangat menerobos masuk dari celah jendela, menyinari meja kayu tempat Arunika, Ibu Sandra, Anggita, dan mas Anggoro berkumpul.
Ketukan di pintu depan memecah keheningan, dan sesaat kemudian, Mas Anggoro mempersilakan Pak Kevin untuk melangkah masuk ke dalam ruang tengah. Tepat saat langkah kaki Kevin memasuki ruangan, sepasang mata pengacara muda itu tidak sengaja bertubrukan dengan pandangan mata Anggita yang sedang berdiri merapikan cangkir teh hangat di atas meja. Detik itu juga, sebuah getaran aneh yang tidak biasa mendadak terusik oleh tatapan mata polos milik adik sepersusuan Arunika tersebut.
Bagi Kevin, dua tahun ini hidupnya hanya didedikasikan untuk mengurus firma hukum dan putri kecilnya yang kini baru menginjak usia tiga tahun. Dia mengira hatinya telah mati rasa, namun kehadiran Anggita memberikan riak kecil yang ganjil.
Anggita pun sempat terpaku selama satu detik menatap ketampanan matang dan wibawa hukum yang terpancar dari sosok Kevin, sebelum akhirnya ia menunduk santun mengundurkan diri ke sudut ruangan di samping Ibu Sandra.
Pertemuan pertama yang teramat singkat itu diam-diam menanam benih takdir baru yang manis di antara mereka. Kevin segera menguasai profesionalitasnya, meletakkan map dokumen resmi bersama sebuah amplop putih yang bersegel, amplop ke empat peninggalan almarhum Raditya Daniswara.
Arunika menarik napas dalam-dalam. Dengan jemari yang gemetar pelan, dia mengeluarkan selembar kertas tebal yang berisikan tulisan tangan tapi dari almarhum papa mertuanya. Dalam kesunyian batinnya, di balik hijab pastelnya, Arunika mulai membaca baris demi baris kalimat dari Raditya yang ditulis jauh sebelum beliau wafat.
Untuk Arunika. Keponakan Papa satu-satunya, keturunan Wiranata dan Daniswara yang paling Papa sayangi... Jika surat ini sudah berada di tanganmu, itu artinya jalan sunyi yang Papa bangun bersama almarhum ayahmu, Mas Bagus Wiranata, telah menemui ujung takdirnya. Pernikahan kamu dan Saka telah resmi berakhir di pengadilan. Dan Papa menulis surat ini dengan rasa penyesalan serta rasa bersalah yang teramat besar kepadamu, Nak.
Maafkan keputusan Papa yang nekat merancang perjodohanmu dengan Saka. Rencana ini sebenarnya sudah Papa dan ayahmu lakukan sejak kalian masih anak-anak, karena Papa sudah lama tahu bahwa kamu adalah keponakan kandung Papa sendiri. Di dalam hukum Islam, pernikahan antara sepupu seperti kamu dan Saka adalah hal yang diperbolehkan. Jauh di lubuk hati Papa, Papa ingin menyatukan kalian agar kamu kelak bisa bersanding memimpin dinasti ini sebagai bagian dari keluarga.
Namum, di tengah perjalanan waktu, rahasia kelam mengenai status Saka yang bukan darah daging Papa akhirnya terungkap. Bukti medis menyatakan Papa mandul akibat cedera masa muda, dan Saka terlahir dari penghianatan ibunya bersama pria lain. Kenyataan pahit itu justru membuat Papa semakin yakin dan kuat untuk menjodohkanmu dengan Saka. Papa mengira, dengan pernikahan kalian, Papa bisa mengembalikan seluruh takhta ayahmu kepadamu secara alami tanpa perlu membuka aib Lina ke publik dan menutup masa lalu Kakek Agung yang menelantarkan nenek dan ayah kamu.
Papa sudah membicarakan rencana perjodohan ini dengan Lina, namun ibunya Saka menolak mentah-mentah karena kesombongannya. Papa tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Papa tiada, namun Papa sudah mengunci klausul warisan ini secara permanen. Maafkan Papa, Nak... Seluruh aset delapan puluh lima persen saham kendali mayoritas Daniswara Group dan rumah mewah di perumahan elite Jakarta Pusat ini adalah milikmu yang sesungguhnya.
Air mata Arunika perlahan luruh membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa, menyadari keluhuran jiwa paman kandungnya yang selama ini dia kira dingin.
Melihat kliennya terdiam, Pak Kevin perlahan menghela napas panjang untuk memberikan penjelasan hukum tambahan. "Ibu Arunika, ada satun hal lagi yang tertulis di dalam catatan komunikasi terakhir antara almarhum Bapak Bagus Wiranata dengan Pak Baskoro sebelum ayah Anda wafat. "Rencana awal Almarhum Tuan Raditya ingin menikahkan Anda setelah lulus kuliah Sarjana, agar Anda pantas bersanding memimpin perusahaan. Namun sepeninggal Tuan Raditya, kondisi kesehatan ayah Anda kian memburuk akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Karena tahu umurnya tidak lama lagi, Tuan Bagus terpaksa mempercepat pernikahan itu, menikahkan Anda tepat setelah tamat sekolah, demi memastikan Anda berada di bawah tameng hukum perlindungan warisan Raditya sebelum beliau wafat."
Mendengar penjelasan Pak Kevin, isak tangis Arunika mereda, digantikan oleh sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat kokoh, tajam, dan memancarkan wibawa pimpinan dinasti yang sesungguhnya. Dia teringat pesan terakhir ayahnya di kamar lamanya dulu, dan kini seluruh kepingan puzzle itu telah menyatu sempurna.
"Ibu Arunika," Pak Kevin kembali menyela dengan nada suara yang teramat santun. "Di Jakarta, RUPS Luar Biasa telah selesai dilaksanakan. Jabatan Saka sebagai CEO telah digoyang oleh dewan direksi akibat hancurnya nilai saham karena kelalaiannya menghilang dua minggu ke Jogja. Namun Sak tidak langsung dipecat hari ini demi menghindari kekosongan kekuasaan. Dia disandera untuk menyelesaikan tumpukan dokumen yang tertunda. Berdasarkan hak voting suara delapan puluh lima persen saham yang kini Anda pegang, dewan direksi secara resmi mengajukan nama Anda, Arunika Wiranata untuk mengambil alih pimpinan Daniswara Group secepatnya."
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
sorryyyy yeee.....😛😛😛
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔