NovelToon NovelToon
Sang Nyonya Mafia

Sang Nyonya Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Dark Romance / Tamat
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: alessisalazar

Dikhianati di hari pernikahannya sendiri, Gala Lombardi memilih mengubur gadis lugu yang dulu ia banggakan. Tiga tahun berlalu, dan pewaris imperium tekstil itu kini menjelma menjadi wanita bisnis yang dingin, tajam, dan tak tersentuh—sampai sang adik yang merebut segalanya darinya memperkenalkan seorang tunangan baru: Damon Hardy.

Tampan, kaya raya, dan menyimpan aura kekuasaan yang berbahaya, Damon menatap Gala seolah dialah satu-satunya wanita di dunia. Gala pun menyusun rencana: merebut tunangan sang adik, tepat seperti yang pernah dilakukan padanya. Sebuah permainan berbahaya demi balas dendam.

Tapi Gala tak tahu satu hal—Damon bukan sekadar pengusaha. Di balik jas mahal dan senyum memikat itu tersembunyi pemimpin mafia paling ditakuti, sang serigala abu-abu yang berdiri di puncak dunia hitam. Dan begitu ia jatuh ke dalam pelukannya, Gala bukan lagi sekadar wanita yang terluka. Ia akan menjadi Sang Nyonya Mafia.

Dari ruang rapat mewah hingga baku tembak berdarah, dari cinta yang membakar hingga pengkhianatan yang menghancurkan—Gala harus belajar bahwa di dunia ini, yang lemah akan dimangsa dan yang setia diuji sampai mati. Ketika musuh lama datang menuntut balas dan rahasia kelam terkuak satu per satu, seberapa jauh seorang wanita rela melangkah demi melindungi cinta, keluarga, dan takhta yang telah menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alessisalazar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBLIS KECILKU

Ribuan emosi berkecamuk dalam diri Damon, membakar kulitnya lebih hebat daripada luka yang tengah menyembuh di tubuhnya.

Melihat Gala mengamuk dan mengacungkan senjata ke semua orang, alih-alih membuatnya kesal, justru memenuhi dadanya dengan rasa bangga. Mendengar Gala bicara mewakili mereka berdua dan tak lari dari rumah membuatnya terpesona. Mengetahui siapa yang menyerangnya memenuhi dirinya dengan amarah—dan melihat istrinya menangis saat ia menyentuh pipinya yang bengkak, meledakkan sesuatu dalam dadanya.

"Aku tadi bertanya. Cerbero, siapa yang menyentuh istriku? Siapa keparat yang berani menyentuh istriku!" bentak Damon.

"Tuan, saya tidak meninggalkan Nyonya sendirian, maksud saya—" Cerbero terbata.

"Damon, dia tak ada hubungannya. Turunkan pisau itu. Cerbero selalu menjagaku, tapi aku memaksa pergi bicara dengan Papa," potong Gala. "Tolong, keluarlah semua, biarkan aku berdua saja dengan suamiku."

"Kau tadi mau membeberkanku? Tatap aku, sialan. Kau mau menceritakan semuanya pada ayahmu? Permainan apa yang sedang kaumainkan?" hardik Damon.

"Kau pergi bersimpuh memohon ampun pada papimu, sambil menjebloskanku! Kau munafik dan pengecut.

"Kenapa kau menatapku begitu?"

"Karena kau membuatku stres. Aku frustrasi kau bisa begitu tolol, dan aku suka betapa kau berubah jadi binatang saat membelaku. Kalau saja aku tak begitu menyukai apa yang ada di antara kedua kakimu, sudah lama kau kukebiri," balas Gala.

"Aku tak berniat membeberkanmu, dasar idiot, tidak dulu maupun nanti. Aku tak akan pernah menyakitimu, tak akan bisa… Apa yang kukatakan waktu itu, aku memang bodoh, dan kau juga.

"Aku ingin bersamamu, di sisimu, di jalan sesengsara apa pun. Dan berbanggalah, karena kau satu-satunya pria yang bisa membuatku berlutut."

Sebut aku gila, aku tak peduli. Dia, hanya dia, dan seperti katanya—hanya kami. Aku merasa berkuasa, hebat, dan mendambanya… Kulihat pandangannya terkejut dan matanya menggelap oleh gairah saat aku berlutut, menurunkan celananya, mengeluarkan, menyentuh, dan mengecap kemaluannya yang seketika mengeras. Mencicipinya dan mendengarnya mengerang penuh nikmat membuatku liar.

Aku merasa tercekik—miliknya besar, tebal, dan sempurna. Aku suka melihatnya kehilangan kendali karena aku. Ia mengatupkan gigi dan memejamkan mata, menengadahkan kepala ke belakang, dan kulihat urat-uratnya menegang. Ia mencengkeram rambutku kuat-kuat untuk keluar-masuk sesuka hatinya, air mata jatuh dari mataku, tapi siapa peduli, aku menikmatinya.

Kurasakan pancarannya yang hangat memenuhi tenggorokanku, dan mendengar geramannya memuaskanku. Untuk kali pertama, kurasa aku melakukannya dengan sangat baik.

"Semua baik-baik saja, Tuanku?" tanya Gala.

"Sial! Itu luar biasa, kau sudah gila… Sudah kubilang, aku selalu tahu, kau ini iblis, iblis kecilku. Milikku, hanya milikku," desah Damon. "Kemarilah."

Wanita ini benar-benar belahan jiwaku. Ia sama gilanya, sama bergairahnya, dan sama liarnya denganku… Aku menyukainya, ia membuatku gila, dan ia ingin berada di sisiku, tetap menjadi milikku.

Ini kenikmatan terbesar yang pernah kurasakan. Kuangkat tubuhnya dan kubelitkan padaku, dan ia terkejut oleh kekuatan yang kutumpahkan padanya. Kudengar ia memintaku menurunkannya, bahwa lukaku masih baru, tapi aku tak peduli—yang kuinginkan hanyalah merasakannya.

Lukaku terasa perih, tapi merasakan ini setimpal dengan setiap detiknya. Kurobek celana dalamnya dan langsung kubenamkan diriku ke dalamnya. Ia masih memintaku memikirkan lukaku, tapi di saat yang sama menjerit nikmat pada setiap hentakan yang kuberikan. Kutahan rasa sakit terkutuk itu, yang tak sebanding dengan ekstase yang kami capai saat kami selesai membuktikan cinta kami—dengan cara kami, dengan gaya kami, dan sesuka kami.

"Sialan, aku mencintaimu, kau seluruh hidupku, iblis kecilku. Katakan kau akan berada di sisiku, bahwa kita akan menghancurkan siapa pun yang ingin menyakiti kita. Katakan," desah Damon.

"Aku mencintaimu. Kita akan melakukan apa pun agar bisa selamat bersama… Aku mencintaimu, iblisku," jawab Gala.

"Aku sudah tahu, sebagai istrimu aku harus tampil di hadapan Rantai yang kalian sebut-sebut itu. Aku ingin tahu segalanya—apa yang harus kulakukan, apa yang harus kukatakan."

"Gala, menjadi istriku menjadikanmu Nyonya Mafia atas seluruh mafia yang mendukung kita dan memandang kita sebagai pemimpin mereka," jelas Damon.

"Satu-satunya yang masih menolak adalah mafia Italia, dengan para pemimpin pengecut yang hidup dalam anonimitas. Tapi di dunia hitam, semua orang tahu siapa aku—karena itu mereka harus tahu siapa istriku, wanita paling berkuasa dalam Rantai, dan orang kedua terpenting di dunia itu setelah aku.

"Meski dalam hidupku, kaulah yang utama."

"Aku ingin melakukannya. Kau harus menjelaskan segalanya padaku, melatihku, dan menjadikanku yang terbaik. Aku ingin bangga pada diriku sendiri, dan ingin kau bangga juga," ujar Gala.

"Setelah melihat bagaimana kau memperlakukan si malang Dominick, aku sudah lebih dari bangga, percayalah, haha. Kau ternyata benar-benar perempuan jahat," canda Damon.

"Lebih baik jadi perempuan jahat daripada jadi pengecut seumur hidup," balas Gala.

"Silvia tahu hal-hal yang seharusnya tak dia ketahui. Keluarga Bianchi menyerang kita. Kita harus mencari cara menyelundupkan senjata tanpa merugikan Grup Lombardi—dan bukan cuma demi Papa… tapi karena itu imperium yang kubangun bersama mendiang ibuku.

"Dan kita harus memeriksa lukamu, dasar ceroboh sialan."

"Kau tak bilang begitu waktu aku sedang menghunjammu tadi, cantik. Sudah, tak usah banyak bicara… Ayo kita mulai, nyonyaku yang cantik," sahut Damon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!