NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantor Polisi

"Aku sudah siap, Pak Gavin. Ayo kita berangkat," ucap Aruna dengan nada formalnya agar Ibu Salma dan Ibu Lala tidak meledek panggilannya yang berubah pada Gavin.

"Kami ikut," ucap Ibu Salma dan Ibu Lala secara bersamaan.

Aruna memilih pulang lebih awal karena pekerjaannya sudah selesai dan sudah ada janji dengan Gavin. Beruntung Pak Arifin mengijinkan atas persetujuan CEO. Tadi Aruna ingin pergi sendiri menggunakan taksi, tapi Gavin mengabari untuk mereka berangkat bersama saja karena kebetulan jalan lewat rumah perempuan itu. Untuk mempersingkat waktu, akhirnya Aruna menyetujui. Namun ternyata Gavin datang bersama Ibu Lala.

Ibu Salma dan Ibu Lala ingin ikut ke kantor polisi. Ibu Salma ingin melihat kondisi anaknya sekalian membawa makanan dan pakaian ganti. Sedangkan Ibu Lala ingin tahu wajah dari laki-laki yang sudah melakukan KDRT dan tidak bertanggungjawab itu. Sedangkan Nasya bingung akan ikut atau tidak. Pasalnya dia takut jika bertemu dengan Kafka. Dia takut kalau Kafka nanti akan melakukan hal yang sama kepada Aruna.

"Di rumah saja, Ibu-Ibu. Biar Aruna dan Pak Gavin yang ke kantor polisi. Ini juga hanya laporan dan penyerahan bukti," ucap Aruna memberikan pengertian.

"Ibu mau mengantarkan makanan dan pakaian untuk Kafka, Aruna. Jadi nanti biar Ibu saja yang bertemu dengan Kafka, jangan kamu." ucap Ibu Salma mengatakan tujuannya.

"Tanpa Aruna bertemu dengan Mas Kafka juga bisa kok, Bu. Nanti dititipkan sama polisi yang jaga," ucap Aruna yang tak mau Ibunya kecapekan. Apalagi pergulatan batin Ibu Salma ini membuat Aruna sedikit was-was. Sudah tua tapi harus memikirkan tentang anaknya.

"Udah nggak papa, Ibu hanya ingin melihat Kafka sekarang bagaimana. Apakah dia udah sadar atau belum," ucap Ibu Salma kekeh dengan keinginannya.

"Nasya mau ikut atau di rumah saja? Kalau tidak ikut, nanti biar Ibu antar ke tempat mengaji dulu. Nasya dititipkan di sana sampai Ibu pulang," tanya Aruna yang tak ingin memaksa Nasya untuk ikut.

"Nasya ikut saja, Bu." jawab Nasya dengan yakin.

Lagi pula nanti dia tidak akan ikut masuk untuk menemui Kafka. Biar lah nanti dia berada di luar dengan Ibu Lala. Akhirnya Aruna hanya bisa pasrah saja jika Ibu Salma ingin ikut. Mungkin juga Ibu Salma kangen dengan Kafka. Yang penting nanti tidak ada keributan di sana. Semua pun masuk ke dalam mobil Gavin. Beberapa tetangga yang melihat, tampak penasaran dengan sosok Gavin dan Ibu Lala. Sudah dua hari ini mereka sering melihat keduanya di rumah Aruna. Hal itu menimbulkan bahan gosip baru setelah Kafka ditangkap polisi.

"Itu sebenarnya siapa sih? Apa jangan-jangan itu calonnya Aruna lagi," ucap Ibu Nina dengan cepat menyimpulkan sesuatu.

"Jangan bicara asal, Bu Nina. Nanti kalau tidak benar, jatuhnya fitnah lho. Lagian itu ada Ibu Salma dan Nasya juga," ucap Ibu Fia menegur walaupun dia sendiri juga ingin ikut berkomentar.

"Ya kan mencurigakan, Bu Fia. Suaminya di kantor polisi, eh rumahnya ada tamu laki-laki. Padahal sebelumnya nggak pernah lho ada tamu laki-laki di rumah Aruna selain tetangga," ucap Ibu Nina mengatakan alasannya.

"Dari pakaiannya, kaya orang berduit itu. Mungkin pengacara atau teman kantornya. Sekarang kan Aruna kerja kantoran lagi," ucap Ibu Fia membuat beberapa tetangga terkejut.

"Kata siapa, Bu?" tanya Ibu Nina lagi.

"Saya melihat sendiri Aruna memakai pakaian rapi," jawab Ibu Fia dengan yakin.

Alhasil mereka pun hanya bisa berasumsi saja mengenai hal ini. Apalagi selama ini memang terdengar selentingan tentang hubungan rumah tangga Aruna dan Kafka yang kurang harmonis. Bahkan Aruna sering kekurangan terutama listrik dan makanan. Berbeda dengan Kafka yang terlihat menggunakan mobil mewah dan memakai pakaian rapi. Namun setiap kali Aruna dan Ibu Salma ditanya, mereka tak pernah mau menjawab. Sekarang saat ketahuan KDRT begini, muncul orang baru yang datang ke rumah. Tentu mereka langsung berpikiran negatif.

***

"Kafka, kamu sudah sadar belum? Kalau belum, menginap lah seterusnya di sini." ucap Ibu Salma dengan ketus.

"Bu, Kafka itu nggak salah lho. Ini semua karena Ibu tidak adil dalam membagi harta. Nanti kalau Kafka berpisah dengan Aruna, har..."

"Kalau kalian berpisah, itu artinya Nasya yang akan menjadi alih waris dari Ibu. Ingat bahwa kamu itu masih mempunyai Nasya, Kafka. Anakmu itu jauh lebih membutuhkan untuk masa depannya kelak," sela Ibu Salma dengan tegas.

"Bu, tapi kalau Kafka menikah lagi masa anakku yang lain nggak dapat apa-apa. Masa cuma Nasya aja," seru Kafka dengan protesnya.

"Kamu mau menikah lagi sama siapa? Si Silvy yang matre itu? Dia tahu kamu masuk penjara, mungkin langsung cari laki-laki lain." ucap Ibu Salma mengingatkan Kafka.

Kafka yang mendengar itu langsung mengacak rambutnya kasar. Ibu Salma memang hanya sendiri menemui Kafka. Ibu Lala menjaga Nasya dan Aruna bersama Gavin mengurus pelaporan kepada polisi. Ibu Salma kesal sekali karena ternyata Kafka belum berubah. Padahal jika sudah berubah, Ibu Salma mungkin hanya akan membujuk Aruna untuk mencabut laporan polisi saja. Sedangkan untuk perceraian, masih tetap lanjut.

"Kamu dibilangin sama orangtua, ngeyel. Kamu nggak ingat apa waktu Silvy menghinamu miskin dan langsung meninggalkanmu," ucapnya lagi mencoba membuka mata dan hati Kafka.

"Silvy sudah berubah, Bu." ucap Kafka membela Silvy.

Prettt...

"Kalau dia perempuan baik, tidak akan menggoda laki-laki yang sudah punya istri. Kamu pikir Aruna selama ini diam tidak tahu tentang perselingkuhanmu? Dia tahu, hanya saja memilih diam dan menyerah." ucap Ibu Salma dengan raut wajah meledek.

"Jadi Aruna sudah tahu?" gumam Kafka sambil menghela nafasnya pelan. Pantas saja Aruna beberapa kali menyindirnya tentang kekasih gelap.

Ibu Salma hanya mengedikkan bahunya acuh. Tak peduli dengan raut wajah shock dan pucat dari anaknya. Biar tahu rasa itu Kafka kalau selama ini tak cukup pintar dalam menyembunyikan perselingkuhannya. Sedangkan kini Silvy belum tahu tentang tertangkapnya Kafka karena kasus KDRT. Entah bagaimana reaksi Silvy saat mengetahui kalau Kafka ditangkap polisi.

"Permisi... Saudari Aruna akan bertemu dengan Saudara Kafka," ucap seorang polisi yang berjaga. Aruna pun masuk dalam sebuah ruangan untuk menemui Kafka ditemani oleh Gavin.

"Itu pengacara terkenal yang baru saja memenangkan dan mengungkap kasus korupsi di sebuah perusahaan kan?" gumam Kafka saat melihat Gavin masuk. Tatapannya sangat datar hingga Kafka terpaku dibuatnya. Bahkan Kafka sangat fokus dengan Gavin, bukan Aruna lagi.

"Perkenalkan saya Gavin Sanjaya, pengacara dari Ibu Aruna." ucap Gavin memperkenalkan diri.

Apa?

Kamu dapat duit darimana untuk membayar pengacara, Aruna?

Bukan urusanmu,

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!