NovelToon NovelToon
Mama Kembali: Kehidupan Kedua

Mama Kembali: Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Wanita perkasa / Mengubah Takdir
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Tere Nusa

Tio Yong Ing menghabiskan seluruh hidupnya untuk keluarga.

Ia bekerja tanpa henti, menelan setiap hinaan, dan menyerahkan setiap rupiah yang ia punya — semua demi anak-anaknya. Hasilnya? Di usia 70 tahun, ia terbaring sendirian di panti jompo. Suaminya sudah tiada. Keenam anaknya tak pernah menjenguk. Keponakannya bunuh diri karena tak ada yang melindunginya.

Lalu Yong Ing meninggal.

Dan terbangun lagi — di usia 50 tahun, dengan semua ingatan tentang masa depan yang belum terjadi.

Kali ini, ia tahu siapa yang akan berkhianat. Siapa yang akan menderita. Dan kapan semuanya akan runtuh.

Kali ini, Ibu tidak akan mengalah lagi.

Langkah pertama? Merampas kembali seluruh keuangan keluarga. Langkah kedua? Menyelamatkan menantunya yang sedang sekarat melahirkan — karena di kehidupan sebelumnya, ia terlambat. Langkah ketiga? Membongkar pengkhianatan suami saudara iparnya sebelum terlambat.

Dan itu baru tiga hari pertama.

Di keluarga besar Tionghoa-Indonesia di Semarang, di mana nama keluarga adalah segalanya dan rahasia bisa membunuh — Yong Ing akan membangun kembali segalanya dari nol. Dengan sandal jepit di tangan kanan dan buku tabungan di tangan kiri, ia akan mengubah keluarganya dari pedagang kecil di Pecinan menjadi nama yang disegani di seluruh kota.

Tapi mengubah nasib enam anak yang sudah dewasa ternyata lebih sulit dari yang ia bayangkan. Terutama ketika mereka semua mulai curiga: *sejak kapan Mama jadi setajam ini?*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tere Nusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Bab 027: Warisan Pekerjaan untuk Natalie

Margaret bekerja di toko kue itu hampir dua puluh tahun.

Toko kecil di dekat pasar itu tidak mewah. Lantainya selalu sedikit lengket karena gula. Pagi hari bau mentega, pandan, dan kelapa parut memenuhi udara. Margaret dulu datang sebelum matahari tinggi, mengangkat loyang, membungkus kue, menghitung uang kecil, lalu pulang dengan kaki pegal dan baju berbau oven.

Dulu, pekerjaan itu adalah tali yang menahan rumah Lim agar tidak jatuh.

Sekarang, tali itu harus diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Pemilik toko sudah tua dan mengenal Margaret lama. Ketika Margaret berkata ingin pensiun lebih cepat dan meminta Natalie menggantikannya, pemilik toko hanya menghela napas.

"Anakmu bisa kerja?"

"Bisa. Dia teliti. Tangannya juga ringan."

"Punya bayi kembar, kuat?"

"Justru karena punya bayi kembar, dia butuh kerja yang jelas."

Pemilik toko melihat wajah Margaret lama, lalu mengangguk.

"Kalau kamu yang jamin, coba satu bulan."

Margaret pulang dengan keputusan di tangan.

Sorenya, ia dan Daniel pergi ke rumah Natalie di Ungaran. Rumah itu lebih rapi daripada terakhir kali, tetapi tetap sederhana. Popok bayi dijemur di belakang. Ethan tidur di ayunan kain. Mia menendang-nendang kaki kecilnya sambil mengeluarkan suara seperti anak kucing.

Natalie terlihat lebih sehat. Pipinya sudah tidak sepucat setelah melahirkan, tetapi tubuhnya masih lebih kurus dari seharusnya.

"Mama datang kenapa tidak bilang dulu?" Natalie panik ingin membuat teh.

"Duduk."

Natalie langsung duduk.

Michael yang baru pulang dari kerja ikut duduk dengan wajah tegang. Kalau Margaret datang dengan nada seperti itu, biasanya ada urusan besar.

Margaret tidak berputar-putar.

"Mama pensiun dari toko kue. Mulai bulan depan, kamu yang masuk menggantikan."

Natalie membeku.

"Aku?"

"Iya."

"Tapi bayiku..."

"Jam kerja pagi sampai sore. Michael bisa atur dengan keluarganya untuk bantu jaga, atau kalian cari tetangga yang bisa dipercaya. Gajinya tidak besar, tapi tetap. Kamu perlu uang sendiri."

Mata Natalie langsung merah.

Ia pernah hampir mati karena tidak punya pilihan. Setelah selamat, hidupnya masih terus menunggu orang lain memberi. Uang suami, bantuan Mama, kiriman kecil. Sekarang ibunya memberinya bukan sekadar uang, tetapi pintu.

"Mama," suaranya pecah, "kenapa untukku?"

"Karena kamu butuh."

Michael berdiri, lalu membungkuk dalam-dalam.

"Mama, saya tidak tahu harus bilang apa."

"Jangan bilang banyak. Jaga anak-anak kalau Natalie kerja."

"Saya jaga."

Kabar itu sampai ke rumah Lim lebih cepat daripada Margaret pulang.

Adrian tidak langsung protes, tetapi wajahnya berubah. Vanessa lebih jujur.

"Mama, kerja toko kue itu kan lumayan. Kenapa tidak untuk rumah kami? Aku juga bisa bantu."

Margaret sedang melepas sandal.

"Natalie hampir mati. Kalian pernah hampir mati?"

Ruang tengah langsung sunyi.

Vanessa membuka mulut, lalu menutupnya lagi.

Adrian menunduk. Ia tidak marah terang-terangan, tetapi Margaret melihat hitungan bergerak di matanya. Anak sulungnya selalu bisa menerima keputusan kalau angka di dalam kepalanya masuk akal. Kali ini, ia belum ikhlas.

Margaret membiarkannya.

Tidak semua ketidakpuasan harus dipadamkan hari itu juga. Ada yang perlu dibiarkan terlihat supaya nanti bisa ditangani.

Beberapa hari kemudian, Margaret menemani Natalie hari pertama ke toko kue. Natalie memakai blus sederhana, rambut diikat, wajah gugup tetapi matanya hidup. Saat ia menerima uang pertama dari pembeli dan memberi kembalian dengan tepat, Margaret tahu keputusan itu benar.

Pemilik toko sengaja memberinya pekerjaan ringan dulu: membungkus kue lapis, menata lemper, mencatat pesanan kecil. Natalie melakukan semuanya pelan, tetapi rapi. Ia tidak banyak bicara, hanya sesekali bertanya dengan suara hati-hati.

"Kalau pelanggan pesan dua kotak tapi ambil sore, ditulis di buku mana?"

Margaret menunjuk buku pesanan. "Di sini. Jangan percaya ingatan kalau sudah urusan uang."

Natalie mengangguk serius.

Menjelang siang, seorang pembeli lama mengenali Margaret dan bertanya, "Ini anakmu?"

"Iya. Mulai sekarang dia yang jaga."

Pembeli itu tersenyum pada Natalie. "Kalau begitu, bungkusnya jangan kalah rapi dari mamamu."

Natalie tersipu, tetapi tangannya tidak berhenti bekerja.

Saat toko agak sepi, ia berbisik, "Mama, aku takut mengecewakan."

"Takut boleh. Tapi tangan tetap jalan."

Natalie menarik napas, lalu kembali melipat kertas minyak.

Dalam perjalanan pulang, Margaret melewati pasar.

Di sudut dekat toko beras, seorang pedagang menurunkan karung-karung sembako. Ada beras, gula, minyak goreng, sabun, kopi, dan tepung. Harganya ditulis murah karena pemiliknya ingin cepat mengosongkan gudang.

Margaret berhenti.

Barang kebutuhan tidak pernah sepi pembeli. Kalau dibeli banyak, dipecah kecil, lalu dijual ke kampung-kampung dan warung, uang bisa berputar cepat.

Ia berdiri cukup lama sampai pedagang itu melirik curiga.

"Mau beli, Ci?"

"Belum."

Margaret melihat karung beras, jeriken minyak, dan kardus sabun. Barang seperti ini tidak perlu dibujuk dengan kata manis. Orang membelinya karena rumah harus makan, baju harus dicuci, dapur harus menyala.

Setiap hari, tanpa libur panjang.

Di kepalanya, wajah Jason, Marco, dan Toby muncul.

Margaret tersenyum pelan.

"Grosir sembako," gumamnya. "Ini bisa jalan."

1
🌸nofa🌸
keren banget kak, nambah pengetahuan tentang pengelolaan keuangan keluarga. makasih dah rutin update🙏
Fauziah Daud
mantap.. trusemangattt
Fauziah Daud
karen
Ida Kurniasari
lanjut thor😍
Dewiendahsetiowati
crazy up thor
Dewiendahsetiowati
wah Margaret asetnya sudah berkembang banyak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ini waktu up nya ngga salah liat kan ya/Shy/
Dewiendahsetiowati
mantab Margaret
Dewiendahsetiowati
belum mulai sudah tekor duluan,tapi tetap semangat Jason
Dewiendahsetiowati
Jason mulai bangkit lagi bersama Marco dan Toby
Dewiendahsetiowati
Margaret suka bener deh ngomongya🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kasihan Jason
Dewiendahsetiowati
Ama the best deh aktingnya,Jason jadi bodyguard jadi tenaganya kayak Hulk dibutuhkan.Vanesa dan Margaret mulutnya bon cabe level 100.kelyarga kocak dan kompak🤣🤣
Dewiendahsetiowati
Oscar bikin ngakak 🤣🤣
Dewiendahsetiowati
ada main nih sama kakak iparnya
Dewiendahsetiowati
semua sudah berjalan kearah yang benar tinggal buang benalu yang ada dirumah👍👍
Dewiendahsetiowati
othornya taruh bawangnya kebanyakan,nyesek baca part Sophie😭😭😭
Dewiendahsetiowati
bagus Margaret tegas sama orang2 toxic
Dewiendahsetiowati
hadir thor
cinnamon
kapan up nya thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!