NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, bagian 2 : raja yang menghilang) hukuman theta

"K-kau ini.." ucap zeta tak percaya.

Jenderal angkatan darat yang biasanya berdiri tegap berwibawa itu kini bener-bener hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sekujur tubuh zirahnya tak bergeming, dirundung oleh gelombang rasa penyesalan terdalam yang teramat sangat menyesakkan batinnya.

"Mohon maafkan aku... Zeta... Aku... Aku bener-bener telah bertindak lalai dan mengecewakan seisi faksi kepercayaanmu malam ini..." Ucap Theta lirih dengan nada suara yang teramat serak dan pasrah.

Tanpa sebilah pun kalimat kebohongan palsu, Theta perlahan mulai membuka mulutnya murni untuk membeberkan kronologi seluruh rentetan peristiwa yang terjadi di medan barat tadi siang. Di depan wajah Zeta, dia secara ksatria mengakui mutlak segala draf kesalahan fatalnya yang telah mengabaikan peringatan darurat dari radio HT magis Miko.

"Bisa-bisanya kau meluncurkan tindakan konyol seperti itu, hah...?! Kau... Kamu berani-beraninya bertindak ekstrem membantah perintah langsung dari mulut Rajamu sendiri, Theta...! Setahu ingatanku dulu, kau adalah sosok ksatria yang teramat sangat patuh dan disiplin tingkat tinggi saat faksi kita masih hidup bersama di kompleks desa Elf, bukan...? Kenapa sekarang kau berubah jadi se-idiot ini, anjirrr...!" Ucap Zeta lirih, suaranya bergetar menahan luapan rasa kesal yang bercampur baur oleh rasa kecewa mendalam.

"Maaf... Ini murni merupakan kelalaian terbesarku... Ini 100% kesalahan mutlak dari draf keputusan pribadiku..." Jawab Theta pasrah menerima caci maki rekan sejawatnya.

Zeta menghela napas pendek yang teramat berat, mencoba menstabilkan sirkulasi emosi ketertiban hukum di dalam dadanya. Ia menegakkan punggungnya, menatap lurus menusuk ke dalam manik mata Theta dengan tatapan dingin Polisi Militer.

"Huhh... Angkat kepalamu, Theta! Jangan pernah berani menyimpan dendam pribadi padaku setelah malam ini... Karena detik ini, aku bergerak murni hanya demi menjalankan fungsi misi prioritasku...!" Zeta memajukan langkah kakinya, memancarkan wibawa hukum yang absolut. "THETA...! Dengan ini, atas nama Keadilan Tertinggi Hukum Militer, AKU selaku Panglima Komandan Tertinggi Korps Polisi Militer secara sah menegaskan bahwa kau resmi DITAHAN DETIK INI JUGA atas jeratan pasal berlapis...! Pasal pembangkangan darurat komando raja, pasal perencanaan pembunuhan rekan peleton secara tidak langsung, serta pasal penghilangan total faksi kepercayaan Raja...! Secara hukum mutlak, kau bener-bener sudah terjerat oleh vonis Hukuman Mati...!!!"

Zeta menarik napas sejenak, mengunci pandangan taktisnya.

"NAMUNNN...! Dikarenakan tatanan regulasi konstitusi Kerajaan Shadow Aethelgard memiliki aturan sakral bahwa untuk mengeksekusi mati seorang pejabat negara harus mengantongi draf persetujuan tertulis dari mulut Raja sendiri...! Maka dari itu, posisi pangkatmu resmi kucabut, dan kau secara legal akan ku-tahan kurung di dalam sel sampai Sang Raja berhasil pulang kembali ke takhta ini! Ketahuilah, jika dalam kurun waktu kurasi lima bulan ke depan Sang Raja terbukti tidak kunjung kembali ke tanah ini... Maka kau secara mutlak akan langsung di-eksekusi mati di atas panggung Alun-Alun Utama kota istana...!!!" Tegas Zeta meluncurkan keputusan hukum berlapis.

"Baik... Sumpah hukuman ini kuterima..." Jawab Theta pasrah tanpa meluncurkan sebilah pun bantahan palsu belaka.

KLIKKK... TRAKKK...!

Tanpa membuang-buang waktu birokrasi lagi, Jenderal Zeta langsung bergerak sat-set memborgol erat kedua belah pergelangan tangan Theta menggunakan belenggu besi besi penahan mana murni. Dengan pengawalan ketat, Zeta memapah langkah kaki Theta keluar melangkah meninggalkan tenda komando tersebut, lalu menaikkan tubuhnya ke atas bak kendaraan militer taktis dungeon murni untuk dibawa berjalan pulang menuju ke ibukota Aethelgard. Theta secara resmi bakal didekam disekap di dalam sel tahanan bawah tanah khusus milik pasukan Polisi Militer istana.

Sementara itu, di bawah kepungan perimeter langit malam yang kian mendingin sejuk...

Jenderal Delta yang memegang takhta tertinggi angkatan udara baru saja berhasil mengamankan jalur langit sektor utara dan mendaratkan armada pesawat tempurnya dengan selamat di pangkalan luar perbatasan barat. Delta membuka pintu kokpit kabin, melangkah melompat turun keluar dari badan pesawat supersoniknya dengan langkah kasual nan nyantai.

Begitu sepasang matanya menangkap siluet keindahan sosok Alpha yang sedang berdiri meratap sendirian di tengah kegelapan malam perimeter perbatasan, Delta dengan sifat dasarnya yang teramat ucul nan menggoda langsung merayap senyap dari arah belakang, lalu secara mendadak meluncurkan pelukan erat yang hangat tepat di balik bidang punggung Alpha.

"Ngapain sendirian aja di tempat sepi begini, Sayangku~?" Ucap Delta berbisik manja menggoda Alpha, berniat menghibur batin asisten utama yang tampak sedang murung tersebut.

Namun, bukannya mendapatkan respon ucul kasual seperti biasanya, tubuh Alpha justru bener-bener terasa kaku nan dingin.

"Delta... Maafkan kelalaian faksi kami ya... Tuanku Miko... Tuan Miko detik ini bener-bener telah resmi ditangkap disekap oleh faksi musuh..." Ucap Alpha berbisik lirih penuh dengan cucuran air mata kesedihan yang kembali mengalir membasahi pipi cantiknya.

"He? Seriusan lu?! Gak mungkin parah..." Delta seketika melepaskan pelukannya, tersentak kaget setengah mati dengan sepasang mata yang terbelalak tak percaya. Namun, sebagai seorang perwira elit bermental baja, Delta segera menepis rasa syoknya, menghela napas panjang untuk menstabilkan sirkulasi taktisnya.

"Huhh... Pantas saja... Pantas saja atmosfer dungeon kita rasanya mendadak berubah menjadi sepi dan hampa sekali sejak sore tadi... Tapi dengar aku baik-baik, Alpha! Aku bener-bener sangat meyakini 100% kalau Tuan Miko dipastikan bakal segera pulang kembali ke takhta ini dengan selamat secepat yang beliau bisa...!" Ucap Delta lantang meluncurkan penyemangat murni untuk memulihkan batin Alpha.

"Emm... Iya, Delta... Aku bener-bener percaya penuh terhadap kebenaran kata-kata kalimat penyemangatmu itu... Persis seperti kejadian rentetan peristiwa pertempuran maut di medan tempur bagian Timur tempo hari lalu..." Jawab Alpha menganggukkan kepalanya perlahan, mencoba menyeka sisa air matanya.

"Tenang saja, Alpha... Jangan cemas... Detik ini masih ada eksistensi diriku di sisimu... Aku bersumpah akan membagikan dan menyelimuti tubuhmu dengan kehangatanku agar kau tidak lagi dirundung rasa kesepian yang mendalam, Alphaaa~..." Ucap Delta memeluknya kembali, menghibur tulus asisten tercantik kerajaan tersebut.

Sembari meresapi kehangatan perlindungannya, Alpha perlahan mulai menceritakan secara mendalam mengenai ancestral pengorbanan Miko kepada Delta tanpa ada sebilah pun informasi logistik yang dikurangi sedikit pun. Mulai dari aksi nekat Miko melahap bom teleportasi massal demi melindungi Elizabeth, hingga draf tindakan tegas penangkapan penahanan berdarah dingin terhadap Theta oleh Polisi Militer malam ini pun turut dibeberkan secara rinci.

Alpha juga menegaskan bahwa sebagai penggali komando darurat, untuk sementara waktu kendali perintah angkatan darat di perbatasan barat secara legal resmi diserahkan ke atas pundak takhta Jenderal Zeta.

"Ctih... Dasar Jenderal idiot kau, Theta... Bener-bener bikin malu faksi militer saja...!" Ucap Delta mendengus sinis dengan sorot mata yang mendingin pekat menahan geram.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!