NovelToon NovelToon
Jejak Kaki Di Kotaku

Jejak Kaki Di Kotaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Menelusuri lorong kota itu setelah sekian lama meninggalkannya mengusik ingatanku.

Beberapa tempat yang tak berubah, mengingatkan sebagian kisah masa laluku yang menempaku menjadi seperti sekarang .... Laki-laki yang masih tetap menjadi dirinya sendiri.

Aku bisa selembut kapas dan berubah sekeras batu padas seiring kedewasaan hidupku yang dikelilingi kepalsuan dan intrik penumpang gelap di sekitarku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Dunia Bergambar

Candu yang paling meracuniku adalah buku. Setelah Aku lancar membaca di kelas tiga SD tahun 1980, semua keingintahuanku terlampiaskan dengan rangkaian huruf yang tersusun terstruktur dalam wujud buku.

Aku bisa diam seharian mencari tahu jawaban suatu persoalan lewat buku-buku yang berhasil kutemukan di mana saja.

Parahnya semakin hari dosisnya semakin meningkat, ... tak dapat kukendalikan seiring hasrat keingintahuanku yang terus membuncah.

Pikiranku kini tak dapat mudah menerima logika cerita-cerita yang ada di majalah Bobo atau Donal Bebek yang sudah lama beralih tertumpuk di rak buku adikku Christ.

"Nih Pras Bapak bawakan komik baru." Suatu saat Bapak membawakan oleh-oleh sepulang dari luar kota.

Komik itulah yang membawa candu membaca ke tubuhku.

Sejak mengenal Tin Tin, cerita bergambar tentang petualangan laki-laki muda berjambul karya Herge yang selalu ditemani anjingnya, akalku lebih dapat menerima tingkah Snowy nama anjing itu menggonggong memanggil Tin Tin tuan-nya dalam cerita petualangan yang meracuniku.

Cerita petualangan yang selalu membuat kepalaku panas berpikir tentang suatu sebab di awal cerita, dan menjadi dingin setelah tahu akhir cerita itu.

Ada kepuasan selesai membacanya.

Seperti kepuasanku ketika Aku berhasil memaksa mesin ketik Bapak bekerja keras menuliskan semua yang ada di kepalaku tanpa ada satupun kesalahan tulis sampai papan tuts terakhir yang kupukul.

Runtut dari awal sampai akhir dengan jeda spasi dan tanda baca yang tegas menghilangkan keterengahan mengartikan suatu makna kata yang tertulis.

***

Aku lupa merek mesin ketik Bapak yang kusinggung di atas. Yang jelas mesin ketik itu kelak selalu menemaniku sampai Aku kuliah di Jogja tahun 90-an.

Aku lanjutkan dulu hubunganku dengan mesin ketik itu ketika Aku kemudian berkenalan dengannya saat Bapak menyuruhku ikut les mengetik 10 jari buta berirama di tempat kursus Rapi yang ada di sekitaran jalan Masjid dekat alun-alun.

Mendengar suara ketukan dan diakhiri suara kring di tepi kertas menjadi santapanku setiap kali tanganku memukul papan tuts qwerty yang sudah kuhapal di kepalaku tanpa harus memindahkan pandangan dari tulisan kertas yang kusalin.

Kesenanganku membaca memudahkanku untuk menyusun tulisan setiap pelajaran Bahasa Indonesia di kelas tiga.

Jika saat kelas satu dan dua Aku masih memakai pensil untuk menulis, sekarang Aku sudah memakai pena dan mesin ketik Bapak untuk menulis.

Lewat mesin ketik itulah Aku selalu merencanakan apa yang akan kutulis besok di sekolah jika ada tugas mengarang.

Jika Aku cukup cepat dan rapi menulis dengan mesin ketik, tulisan tanganku tidak terlalu bagus, tetapi masih bisa dibaca pak guru Selo setiap dia memeriksa hasil karanganku di setiap pelajaran mengarang.

Itulah sebabnya Aku selalu mengetik ulang dulu apa yang akan kutulis besok, memudahkanku mengerti setelah membacanya berulang-ulang.

"Karanganmu bagus Pras. Coba kirimkan ke majalah Kuncung, jika dimuat kamu bisa dapat uang loh."

Beberapa kali mendapat nilai sepuluh untuk pelajaran mengarang rupanya diperhatikan pak guru Selo.

"Ya pak, nanti saya coba kirim," jawabku malu-malu mendengar pujiannya.

Pak guru Selo selain galaknya minta ampun juga lucu dan sangat memperhatikan kami.

Dia jago menggambar di papan tulis setiap kali menjelaskan pelajaran yang sedang disampaikannya.

Detail goresan kapurnya di papan tulis sangat hidup sesuai apa yang sedang dijelaskannya. Semua yang memperhatikan pasti semakin cepat mengerti apa yang dimaksud dan dikehendakinya.

Seperti mengikuti komik petualangan Tin Tin, kisah-kisah tokoh yang keluar dari mulut pak guru Selo semakin tertanam dalam pikiranku lewat coretannya di papan tulis.

Apalagi ketika dia menceritakan perang 10 November di Surabaya, ketika menjelaskan hari Pahlawan. Kami semua takjub mendengarkan kisah itu. Semua murid seperti terbawa suasana medan perang yang digambarnya di papan tulis.

Aku semakin mengenal dunia tidak hanya dari kata-kata dan tulisan saja, kini duniaku juga bergambar.

Masalahnya, ... tinggal cara apa yang akan dipakai untuk menjelaskan setiap detail suatu kisah yang ada di kepala.

Dan menurutku, majalah Kuncung yang disebutkan pak guru Selo tadi, sangat pintar menarik siapapun untuk membacanya setelah terpancing gambar di sampulnya yang sangat detail merangkum kisah cerita di dalam majalah itu.

***

Sialnya, di pertengahan kelas tiga itu, Aku duduk sebangku lagi dengan Erwin.

Bocah itu tetap tak bisa diam saat duduk di kelas, membuatku kadang melupakan dunia bergambarku.

Ada saja yang tingkahnya yang menyebalkan dan membuat pak guru Selo marah yang kadang juga ikut menyeretku dalam kekacauan kelas.

Sebelum duduk denganku, Erwin masih duduk bareng Gani di pojok belakang kelas.

Lalu suatu saat ketika pak guru Selo mulai menyuruh kami menulis karangan tentang hewan peliharaan, kelas berubah menjadi menakutkan dengan bentakan pak guru Selo ke arah Erwin.

"Kowe bocah angel !" Bentak pak Selo.

Kami semula tak tahu apa yang terjadi saat tangan pak guru Selo menjewer telinga Erwin dan menyeretnya ke luar kelas.

Saat keduanya ada di luar kelas, Aku tak tahu apa yang dilakukan pak guru Selo kepada Erwin, selain suara tangisan Erwin yang terdengar keras.

Yang Aku tahu, saat Erwin berjalan ke depan kelas mengumpulkan tulisannya ke meja pak guru Selo, tangannya mulai berulah dengan menepuk punggung Bogi yang duduk di depan meja pak guru Selo.

Entah apa yang ada di otak bocah jabrik itu ketika dia menempelkan selembar sobekan kertas di punggung Bogi.

Yang tak dipikirkan Erwin, ... pak guru Selo memperhatikan ulahnya yang membuat pak guru Selo marah besar.

"Teng... teng ... teng ! "

Cukup lama pak guru Selo meneruskan kegusarannya di kelas sampai kemudian lonceng tanda istirahat menghentikan omelannya.

"Kita lihat Erwin yuk," Aku bergegas mengajak Bogi ke arah ruang guru yang ada di dekat kelas.

Entah harus terenyuh atau malah geli, Aku sempat tak tahu harus berbuat apa begitu melihat Erwin masih menangis sesengukan di-setrap berdiri di sudut ruang guru.

Dan Aku baru tahu apa yang membuat pak guru Selo marah besar .... Ternyata tulisan yang ditempelkan bocah jabrik itu di punggung Bogi tadi bertuliskan .... MALING AYAM .... Dan tulisan itu kini berbalik ke arahnya karena dikalungkan di lehernya oleh pak guru Selo sampai sekolah usai.

Aku tak bisa membayangkan hancurnya perasaan Erwin seharian berdiri di situ berkalung tulisan MALING AYAM dengan setiap guru dan anak-anak mentertawakan dirinya ketika melewatinya.

Jika dia bukan teman kecilku, Aku belum tentu mau menemaninya berdiri di jam istirahat sekolah, dan memberikannya minum saat dia kehabisan air mata saat menangis.

Mungkin itulah yang membuat Erwin akhirnya dipisahkan duduknya dengan Gani. Karena kata Erwin, Gani-lah otak licik yang sebenarnya menyuruhnya untuk menempelkan tulisan itu ....

***

*Kowe bocah angel : kamu anak yang gak bisa diam dalam bahasa jawa.

*Di-setrap \= dihukum dalam bahasa jawa berasal dari serapan bahasa belanda straf

1
Dhatu Lukita
🌹 untukmu 🤭💪
Dhatu Lukita
kemekel aku bacanya 😄
Wawan: Tengs .... semoga jadi inspirasi buatmu Thor 🤭👍
total 2 replies
Dhatu Lukita
banjir rob itu apaan ya kak
Wawan: Banjir sebab amblasnya tanah dan naiknya permukaan air laut .... Semarang dan Jakarta jadi contoh terkini banjir rob parah ... tengs atensinya
total 1 replies
SANG
Iklan lagi untukmu thor 👍💪
SANG
Lanjut thor👍💪
SANG
Semangat ya thor 👍💪
ginevra
salam juga pras
Aya Ansyar
Semangat terus berkarya Author 👍🏻
SenandikaMaret
percaya diri itu emang harus 🤣
Wawan: Nah kan .... 🤭🤭🤭😍
total 1 replies
asepnya bikin korong jadi irenk🤣
waktu kecil sering gogoh ikan di sawah, dapet seplastik, tapi malah sering lupa dibawa pulang, kerna keasikan maen ... pas diliat lagi dah jadi bangke🤣
ikan melem itu yang kayak apa kak?
jadi inget pas masih angon wedus pas jelas 3 SD🤭
ini cerita authornya kah🤭
Wawan: Hahaha ....simpulkan 🤣
total 1 replies
bjir, raup tayi🤣
kena pecut ekornya
temannya kek nama kakakku bjir🤣
enak tuh daging biawak, kek ayam
kalo anjingku dulu pas SD namanya Bopi, terus pas jalan" ke pameran ada ibu yang manggil bayinya Bopi, kakakku langsung cekikikan🤭
biasanya abis cari ular🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!