Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Gelang Misterius
Zhao Yun membawa Su Ying menjauh dari lembah. Begitu tiba di sebuah tempat yang sunyi dan tersembunyi, Zhao Yun mengeluarkan sebuah benda dari balik jubah hitamnya. Benda itu adalah sepotong gelang giok kuno yang patah, menyisakan wujudnya yang tinggal setengah.
"Apakah kau pernah melihat benda seperti ini sebelumnya?" tanya Zhao Yun.
Su Ying melirik ke arah benda di telapak tangan Zhao Yun. Detik berikutnya, ia tersentak. Sepasang matanya membelalak menatap pecahan gelang hijau yang sangat familier itu. "Aku sering melihatnya di pergelangan tangan ayahku. Bagaimana bisa...bagaimana bisa gelangmu sama persis dengan miliknya?"
"Jika setengah bagian dari gelang ini berhasil di temukan, aku bisa mendapatkan pisau surgawi yang agung itu," Zhao Yun menarik napas dalam-dalam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya. "Bukan hanya itu, benda ini juga akan mengungkap banyak rahasia besar yang selama ini terkubur."
Zhao Yun termenung sesaat, menatap lekat-lekat ke arah Su Ying. Tanpa di duga, ia berbalik dan mulai menjauhinya.
"Kau tunggulah di lembah ini. Ada sesuatu yang harus kuperiksa terlebih dahulu," ucap Zhao Yun tanpa menoleh kembali. "Jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai terluka. Sebab, jiwamu kini sudah menjadi milik iblis."
Ia menutup kalimatnya dengan seulas senyuman misterius yang tersembunyi dari pandangan Su Ying, membiarkan jubah hitamnya menyatu dengan kabut yang mulai turun.
"Tunggu!" Su Ying berusaha mengejar Zhao Yun, namun pemuda itu secepat kilat telah menghilang dari tempat itu. "Kau pergi...lalu bagaimana denganku? Bagaimana caraku kembali ke lembah?."
"Nona Su Ying," sebuah suara datar tiba-tiba menyahut dari balik sebatang pohon tua. Sosok Guan Xiaofeng perlahan muncul dari kegelapan kabut. Sepertinya, ia telah mengikuti Zhao Yun dan Su Ying sejak tadi.
"Kau...kau siapa?" tanya Su Ying dengan raut wajah waspada.
"Tenanglah, nona. Aku adalah Guan Xiaofeng, anak angkat Guan Haoran." Ia mendekati Su Ying dengan sangat perlahan, memastikan gerakannya tidak memicu kepanikan. "Apakah nona memiliki hubungan yang dekat dengan pemuda berjubah hitam itu?"
"Teman dekat?" sahut Su Ying. Ia menunduk sejenak, meremas ujung lengan bajunya, lalu kembali mengangkat kepalanya. "Dia bukan temanku. Dia hanyalah orang yang telah menyelamatkan nyawaku."
Guan Xiaofeng menghentikan langkahnya tepat tiga tindak di hadapan Su Ying. Matanya menatap tajam ke arah Su Ying, mencoba untuk mencari tahu kebenaran tentang perkataannya.
"Menyelamatkanmu?" Xiaofeng mengulang kata-kata itu dengan nada sangsi. Seringai tipis yang dingin terukir di sudut bibirnya. "Seorang iblis yang membawa manusia ke neraka...kini beralih profesi menjadi seorang penyelamat? Sungguh sebuah lelucon yang menarik, nona Su."
Su Ying tidak menanggapi apa yang di katakan oleh Guan Xiaofeng. Ia sibuk melirik ke arah jalan untuk mencari rute menuju ke dalam lembah. "Apakah kau bisa menunjukkan jalan kembali menuju lembah?"
Guan Xiaofeng hanya termangu sesaat, lalu ia mengangkat jari telunjuknya, menunjuk ke sebuah jalan setapak yang samar di balik semak belukar. "kau bisa berjalan duluan, nona."
Su Ying mengangguk ragu, lalu mulai melangkah menyusuri jalan setapak yang di tunjuk Guan Xiaofeng. Baru beberapa langkah, terdengar suara ranting patah yang keras dari belakang.
"Krak"
"Aduh!" Guan Xiaofeng mengaduh pelan sambil menggosok lututnya yang membentur akar pohon. "Jalan ini sepertinya sengaja di pasang untuk mencelakakan ketampananku. Nona Su, berjalanlah lebih hati-hati. Tanah di sini lebih licin daripada rayuan pendekar mabuk di kedai arak."
Su Ying spontan menoleh, hampir saja kelepasan tersenyum melihat putra angkat sang master lembah yang tadinya kelihatan begitu berwibawa, kini malah sibuk membersihkan daun kering dari jubah abu-abunya.
"Tuan muda Guan, kau tidak apa-apa?" tanya Su Ying.
"Hanya luka kecil, tenang saja ranting seperti ini tidak akan melukai tubuh bajaku," gurau Xiaofeng sambil menyusul langkah Su Ying hingga kini mereka berjalan berdampingan. "Dan tolong, jangan panggil 'Tuan muda' kedengarannya seolah aku ini pria tua berjanggut panjang yang kaku. Panggil saja Xiaofeng."
Su Ying menoleh ke arah Xiaofeng. Ia tidak membalas dengan kata-kata, melainkan dengan seulas senyuman kecil yang terukir di sudut bibirnya.
Bagi Xiaofeng, senyuman itu terasa jauh lebih indah daripada sekumpulan bunga lembah yang sedang mekar serentak. Sebuah senyuman sederhana yang seketika memicu debaran hebat di dalam dadanya—meninggalkan getaran rasa suka yang terpaksa ia simpan rapat-rapat di balik candanya.
...****************...