NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latar Belakang Keluarga Valencia

Keluarga Valencia adalah salah satu keluarga yang sangat terpandang dan masuk dalam jajaran 10 keluarga terkaya di negeri ini. Kekayaan dan nama besar yang mereka miliki berasal dari bisnis perusahaan transportasi skala nasional yang sangat besar dan maju. Namun, ada satu fakta penting yang tidak banyak orang ketahui: sebenarnya perusahaan raksasa itu serta seluruh aset kekayaan utama adalah milik sepenuhnya dari mendiang Ibunda Valencia, bukan dari Ayahnya. Perusahaan itu adalah Warisan turun temurun dari keluarga sang mama, sang mama adalah anak tunggal dan yatim piatu,

Ayah Valencia, Tuan Damar, sebelum menikah dengan Ibunya, ternyata sudah memiliki masa lalu rumah tangga. Dulu ia pernah menikah dengan wanita lain dan dari pernikahan pertamanya itu, ia telah dikaruniai dua orang anak perempuan. Saat itu usia anak pertamanya baru menginjak 4 tahun, dan anak keduanya masih sangat kecil, baru berusia 1 tahun. Namun, pernikahan itu kandas dan berakhir dengan perceraian.

Setelah berpisah dari istri pertamanya, Tuan Damar kemudian berkenalan dan menjalin hubungan asmara dengan mendiang Ibunda Valencia, seorang gadis cantik, cerdas, kaya raya, dan berhati lembut. Hubungan mereka berjalan lancar dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Setahun setelah pernikahan itu berlangsung, lahirlah Valencia, satu-satunya putri dari pernikahan mereka dan menjadi kebahagiaan terbesar bagi kedua orang tuanya. Jadi jarak usia Valencia dengan anak kedua sang ayah hanya terpaut 2 tahun.

Kehidupan rumah tangga mereka terlihat sangat bahagia dan sempurna selama bertahun-tahun. Namun, takdir berkata lain. Saat Valencia menginjak usia 12 tahun, cobaan berat menimpa keluarga itu. Ibunda Valencia jatuh sakit parah. Selama dua tahun lamanya, keluarga itu berjuang bersama, membawa sang Ibu berobat ke mana saja, mencoba segala cara agar kesembuhan datang. Namun kuasa Tuhan berbeda, setelah berjuang melawan penyakitnya selama dua tahun, akhirnya Ibunda Valencia menghembuskan napas terakhir dan pergi untuk selamanya meninggalkan suami serta putri semata wayangnya yang masih berusia belia itu.

Kehidupan Valencia berubah drastis sejak kepergian ibunya. Kesedihan masih mendalam di hatinya, namun cobaan lain belum berakhir. Tepat saat Valencia menginjak usia 15 tahun, sang Ayah pulang ke rumah itu bersama seorang wanita dan dua orang anak perempuan remaja. Wanita itu ternyata adalah mantan istri pertamanya, dan kedua anak itu adalah saudara tirinya yang dulu ditinggalkan. Tanpa memberi banyak penjelasan atau mempedulikan perasaan Valencia, hanya dalam waktu seminggu setelah kedatangan mereka, Ayahnya langsung melangsungkan pernikahan sederhana dan menjadikan wanita itu sebagai istri barunya serta ibu tiri bagi Valencia. Awalnya sang ayah ingin memberikan Valencia seorang ibu untuk menggantikan sang mama.

Sejak saat itu, kehidupan Valencia di rumahnya sendiri berubah menjadi neraka. Kasih sayang dan perhatian sang Ayah yang dulu selalu ia dapatkan perlahan namun pasti terkikis habis. Perhatian Ayahnya kini terbagi bahkan cenderung sepenuhnya tertuju pada istri barunya dan kedua anak tirinya. Valencia mulai merasa asing di rumah yang dulunya adalah tempat paling nyaman baginya. Ia merasa seperti orang asing atau bahkan tamu yang tidak diinginkan di kediamannya sendiri.

Belum lagi, kedua kakak tirinya itu ternyata memiliki sifat yang buruk. Mereka selalu mencari kesalahan Valencia, sering menindasnya, meremehkannya, dan berusaha membuat hidup gadis itu sulit dan menderita. Lambat lain sang ayah seolah menutup mata dan telinga, ia tidak pernah membela Valencia atau menegur kedua anak tirinya itu, seolah keberadaan Valencia tidak lagi penting baginya.

Suasana itu berlangsung bertahun-tahun hingga akhirnya saat Valencia masuk ke perguruan tinggi, ia mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan memilih hidup mandiri dengan kekuatan kakinya sendiri. Ia tidak sanggup lagi tinggal di lingkungan yang membuat hatinya terluka dan sakit setiap harinya. Sejak saat itu, Valencia mulai bekerja keras demi dirinya sendiri. Ia mengerjakan berbagai pekerjaan sampingan, mengembangkan bakatnya di bidang arsitektur, dan perlahan membangun namanya sendiri.

Memang kadang-kadang Ayahnya masih mengirimkan uang bulanan, namun jumlahnya sangat sedikit, sekadarnya saja dan tidak sebanding dengan kekayaan yang mereka miliki. Namun Valencia sama sekali tidak pernah menuntut lebih atau meminta tambahan. Ia dengan tegas menahan dirinya, berjanji pada hatinya sendiri bahwa ia tidak mau bergantung pada mereka. Ia tidak ingin hidupnya di masa depan harus terbebani rasa hutang budi atau merasa berhutang jasa pada ayah dan keluarga barunya itu. Ia memilih hidup sederhana namun mulia, bekerja keras hingga akhirnya bisa mendirikan perusahaan arsitektur miliknya sendiri seperti sekarang.

Namun, ada satu fakta besar dan penting yang sampai saat ini belum diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh Valencia sendiri maupun Ayahnya. Sebelum meninggal dunia, Ibunda Valencia yang sangat cerdas dan berpandangan jauh ke depan telah menyiapkan segalanya. Ia telah membuat surat wasiat resmi yang disimpan dengan aman di notaris terpercaya. Di dalam surat itu tertulis jelas dan tegas: seluruh harta kekayaan, aset perusahaan transportasi besar, rumah kediaman, serta segala nama dan aset yang selama ini dimiliki dan dibangun olehnya, akan sepenuhnya beralih hak milik dan diserahkan kepada Valencia, namun dengan satu syarat mutlak, yaitu saat Valencia sudah resmi menikah.

Selama ini, setelah kepergian Ibunya, Ayah Valencia terlalu sibuk mengurusnya di awal-awal masa berkabung, lalu kemudian terlalu sibuk memikirkan istri dan anak-anak dari pernikahan pertamanya yang ia bawa pulang. Ia mengira dan menganggap bahwa seluruh harta serta perusahaan itu sudah otomatis menjadi miliknya dan sepenuhnya ada di bawah namanya karena ia adalah suami yang ditinggalkan. Ia tidak tahu-menahu mengenai adanya surat wasiat itu, dan mengira ia berkuasa penuh atas segalanya. Padahal sejatinya, ia hanyalah pengelola sementara, dan pemilik sah yang sesungguhnya adalah Valencia. Semua itu akan menjadi milik mutlak Valencia sepenuhnya saat gadis itu melangsungkan pernikahannya nanti.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!