Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍
Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Pertama (Bagian 3)
Rose dan Danny masih diposisi yang sama, jantung mereka berdua sama-sama berdebar. Mata mereka berdua saling bertatapan, entah mengapa perasaan takut Rose ada kontak fisik dengan laki-laki jadi hilang, dia merasakan perasaan yang nyaman dan nggak ingin perasaan itu segera berakhir.
"Ehemmm... Maaf mas mbak.. Udah bisa mulai??" sih bapak menbuyarkan tatapan mereka berdua. Cepat-cepat Danny dan Rose berjauhan dan duduk diatas perahu.
"Iya pak, silahkan." ucap Danny yang cukup salah tingkah
Disamping Danny, Rose duduk sambil melihat kepemandangan disampingnya agar nggak tampak wajahnya yang memerah karna malu. Dia memegang pipinya sambil sedikit menunduk.
"Jadi disini aman yah pak, nggak ada buaya?" tanya Danny membuka percakapan
"Ohh aman sekali mas, populasi buaya yang hidup dihutan mangrove ada sih, tapi jauh dari lokasi kita. Yah paling-paling kalo kebablasan cuma satu dua ekor yang berhasil menyelinap.." jawab sih bapak dengan suara penuh percaya diri
Degh!!! Jantung Rose dan Danny bergemuruh hebat karna kaget dengan ucapan bapak barusan
"Bapak serius??" Tanya Danny
Mata Rose memelototi bapak tadi.
"Iyaa, tapi itu juga belum pernah kejadian kok. Cuma sekedar opini saya sajaaa.." jawab sih bapak santai
"Tapi kemungkinan mereka bisa kesini ada kan pak??" tanya Rose dengan nada bicara menekan
"Yahh kan kalo kebablasan neng, lagian kita kan diatas perahu. Aman, kecuali buayanya jumbo.."
Dan kedua penumpangnya kembali ngos-ngosan karna kesal dan takut, jawaban sih bapak benar-benar membuat olah raga jantung. Entah dia bercanda atau tidak, tapi itu benar-benar nggak lucu untuk dua orang yang dia bawah.
Pikiran Rose kembali mengingat film yang dia tonton, speedboat yang ditumpangi sepasang kekasih dan adiknya disambar buaya sampai terbalik. Saat itulah awal mula teror horor dari buaya mulai memangsa sepasang kekasih itu.
"Pulangin saya bapaakkkk!!!!" desak Rose "Saya nggak mau jadi makanan buaya.."
"Rose, tenang, kita aman diperahu.." bujuk Danny
"Duhh, speedboat yang gede aja bisa disambar buaya sampe terbalik, apalagi perahu kayu kayak gini. Pulangiiiinnn..." perintah Rose mulai panik
"Nggak neng, saya bercanda aja neng.. tenang, nggak ada buaya.. maksud saya buayanya yahh saya sama sih masnyaa.." seru sih bapak
"Hahhh???" Danny memelototi sih bapak
Rose berhenti panik lalu melihat sih bapak dengan pandangan nggak percaya "Bapaakk ihhh.."
Bapak senyum-senyum salah tingkah "Yah maaf neng, biasanya penumpang diperahu saya mah tertawa dengar guyonan saya. Kaliam berdua tuh penumpang pertama yang bereaksi takut." ucapnya lalu terkekeh geli "Takut yah??"
"Nggak.." sergah Danny gengsi
"Ngaku aja mas, kalo nggak takut kenapa daritadi megangin tangan saya?"
Danny melihat tangan kanannya yang memang benar sedang mencengkram lengan sih bapak "Hiiii..." serunya lalu melepas tangan sih bapak.
Rose melirik heran sekaligus lucu kearah Danny, melihat pandangan Rose kearahnya buru-buru Danny mengelak.
"Ahh nggak pak, saya megang tangan bapak biar nggak jatuh, sekalian megangin pacar saya.." ucapnya lalu buru-buru dibungkam mulutnya sendiri
"Pacar?" tanya Rose sambil mencoba melihat mata Danny yang melirik kearah lain karna malu. Senyum mengembang dibibir Rose.
"Masih jauh nggak pak?" tanya Danny mengalihkan perhatian
"Baru aja setengah perjalanan.." jawab sih bapak dengan entengnya
Rose duduk disebelah Danny sambil mencoba melihat wajah Danny yang berpaling karna malu, Danny berpura-pura melihat kearah berlawanan agar Rose nggak bisa melihat wajahnya.
"Kita pacaran yah??" serang Rose lagi sambil terus melongok memaksa mau melihat wajah Danny
"Cepetan pak, saya mau ketoilet.." suruh Danny lagi sambil terus menghindari pandangan Rose
Si4lan, baru sekarang saya kehabisan akal.. bathin Danny
"Kamu marah yah?" Tanya Rose memancing perhatian Danny
"Hah?" spontan Danny melihat kearah Rose
Secepat kilat Rose mencengkram kedua pipi Danny, dia benar-benar jadi berani, rasa takutnya kontak fisik dengan pria mendadak menghilang.
"Emang kita pacaran??" tanya Rose sambil menatap mata Danny
Danny menelan ludah, dia benar-benar speechless, mata Rose terlihat bersinar. Sementara itu Rose nggak merasa sungkan lagi dekat dengan Danny, gemetar ditangannya seakan menghilang. Dia jadi merasa relaks seakan nggak ada lagi rasa takut yang selama ini menghantuinya.
"Nggak yah?" tanya Danny ragu-ragu
"Hmmm, bukannya kamu udah pernah nanyain waktu itu ditelfon yah? Dan aku udah jawab." jawab Rose lalu melepas tangannya dari pipi Danny
Buru-buru Danny menahan tangan Rose agar nggak dilepas "Jadi kita beneran pacaran??" tanya Danny berbinar-binar
"Menurut kamu?"
Senyum lebar mengembang dibibir Danny, dia lalu memeluk Rose sangking senangnya. Tangan Rose mendadak kaku, jantungnya berdebar cepat, dia bingung harus membalas pelukan Danny atau tidak.
"Dan.."
"Yah.."
"Kayaknya kita harus perlahan aja deh.." ucap Rose
Danny lalu melepas pelukannya "Maaf, aku terlalu senang."
Senyum mengembang dibibir Rose "Iya nggak apa-apa."
"Ehmmm... berasa jadi obat nyamuk nih saya.." bapak berdehem memecah suasana romantis Rose dan Danny
Hahh sih bapak ngerusak suasana aja, lama-lama gue tendang keair.. rutuk Danny dalam hati
"Jangan bikin saya cemburu mass, mbak.. Istri saya jauhh, bikin irih aja anak mudah jaman sekarang." celetuk sih bapak sambil mengkayuh perahunya
"Yah itu sih derita sih bapak.." ejek Danny
"Yeee nyindirin saya, saya kasih makan buaya baru tau.."
"Masa iya buaya makan buaya.." balas Danny mengingat candaan sih bapak tadi
"Ehh, dendam dia.."
Nggak terasa mereka sampai didermaga kecil khusus untuk pengunjung, Danny dan Rose naik keatas.
"Rajin-rajin jalan-jalan kesini yaahh.." Seru sih bapak sambil menciumi uang 300 ribu yang diserahkan Danny "Alhamdulillah, sepuluh penumpang ngelebihin 50 rebuu gini aja udah ada 500 ribu sehari.."
Danny dan Rose berjalan pelan sambil sesekali teraenyum melihat pemandangan.
"Rose.."
"Yahh."
"Jangan takut lagi yah.." ucap Danny penuh harap
Mereka berdua menghentikan langkah mereka, Danny mengambil lembut tangan Rose lalu menatap matanya penuh keyakinan.
"Kasih aku kesempatan buat buktikan, nggak semua laki-laki harus kamu takuti. Aku akan buktikan kalo cinta aku sama kamu itu tulus."
"Jangan berjanji Dan, buktikan aja. Aku nggak butuh janji, kata janji itu hanya sekedar ucapan, cukup tunjukkan dengan perlakuan kamu ke aku aja udah cukup. Aku juga sedang mencoba membuka hati aku, aku sadar, hidup dalam kegelapan masa lalu nggak baik. Selain itu, aku juga pengen bisa ngejalanin hidup normal kayak cewek lainnya."
"Iya Rose, kita sama-sama jalani hubungan ini. Jangan pernah biarkan rasa takut kamu menguasai kamu lagi."
Rose mengangguk setuju, Danny kembali memeluk Rose. Kali ini perasaannya benar-benar nyaman, hatinya terasa tenang. Hari itu, Rose benar-benar menyerahkan hatinya untuk Danny, dia sendiri bingung kedekatan mereka benar-benar cepat. Tapi, yang namanya cinta nggak perlu logika, hanya perlu dijalani dengan hati yang tulus.
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy