NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Suasana ruang rapat masih dipenuhi ketegangan setelah tindakan Lolitta yang menampilkan bukti tentang Tuan Mo dan Tuan Lang. Kedua investor itu kini duduk dengan wajah kaku, sementara para investor lain memilih diam, tidak ingin terlibat lebih jauh.

Namun Carmen Hong yang sejak tadi menahan diri akhirnya kembali membuka suara.

Ia duduk dengan sikap elegan, seolah masih mencoba mengendalikan situasi yang mulai lepas dari rencananya.

"Direktur," kata Carmen dengan nada lembut namun serius, "mungkin masalah ini harus dipertimbangkan lagi."

Beberapa investor menoleh ke arahnya.

Carmen melanjutkan dengan ekspresi profesional.

"Karena berita ini melibatkan masa depan perusahaan."

Lolitta yang masih berdiri di dekat kursinya perlahan menoleh ke arah Carmen. Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Nona Hong," katanya santai, "kalau begitu apakah mereka juga harus angkat kaki dari sini?"Ia melirik sekilas ke arah Tuan Mo dan Tuan Lang.

Pertanyaan itu membuat beberapa investor kembali saling berpandangan.

Namun Carmen segera menjawab.

"Nona Fang," ujarnya dengan tenang, "berita yang tersebar adalah beritamu. Bukan mereka."

Lolitta tertawa kecil.

"Benar. Tapi kenapa hanya aku?"

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

"Lagi pula… semua orang di ruangan ini memiliki jejak masa lalu yang tidak bersih."

Beberapa investor langsung terlihat tidak nyaman.

Lolitta melanjutkan dengan tenang.

"Namun kenapa hanya aku yang dipermasalahkan?"

Ia menatap Carmen seolah menantangnya.

"Karena pelakunya sengaja ingin membuatku dipecat. Dan menjadikanku bahan hujatan publik. Aku tidak ragu untuk mengklarifikasi masalah ini di media. Aku rasa mereka masih ingat kejadian itu."

Carmen sedikit menyipitkan matanya sebelum kembali berbicara.

"Nona Fang," katanya dengan nada lebih dingin, "tidak ada gunanya mencari pembelaan. Apakah kau ingin nama baik perusahaan tercemar karenamu?"

Lolitta justru tersenyum tipis.

"Semua orang memiliki masa lalu, Nona Hong. Aku yakin kau juga memiliki masa lalu… yang tidak ingin diketahui orang."

Kalimat itu membuat Carmen langsung terdiam.

Senyumnya yang sebelumnya terlihat anggun kini sedikit membeku.

Dev yang sejak tadi mengamati akhirnya berdiri dari kursinya.

Gerakannya tegas, membuat semua orang langsung menoleh kepadanya.

"Sudahlah," kata Dev dengan suara dingin namun penuh wibawa.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

"Keputusanku sudah tidak bisa diubah. Lolitta Fang akan tetap menjadi manager perusahaan ini."

Beberapa investor terlihat ingin berbicara, namun Dev langsung melanjutkan.

"Mengenai masa lalunya… itu bukan kesalahannya."

Ia menambahkan dengan nada final.

"Jadi tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Jika konsumen atau media kembali mengungkitnya… Aku sebagai pemilik perusahaan yang akan tampil di depan media."

Ruangan kembali sunyi.

Dev kemudian menutup rapat itu dengan singkat. "Rapat selesai."

Tanpa menunggu tanggapan siapa pun, Dev langsung melangkah keluar dari ruang rapat.

Beberapa detik kemudian—

Lolitta juga berdiri dari kursinya.

Ia tidak mengucapkan apa pun kepada para investor yang masih duduk di sana.

Tanpa pamit, ia berjalan keluar dari ruangan dengan langkah tenang.

Lolitta berjalan dengan langkah tenang menuju lift, wajahnya tetap datar seolah perdebatan sengit di ruang rapat tadi hanyalah hal kecil.

Namun tiba-tiba—

sebuah tangan menarik pergelangan tangannya.

Sebelum Lolitta sempat bereaksi, tubuhnya sudah ditarik masuk ke dalam sebuah ruangan kosong di dekat koridor. Pintu langsung ditutup dari dalam.

Lolitta sedikit terkejut dan menoleh.

Pria di hadapannya adalah Dev.

Ia berdiri di depan pintu, menatap Lolitta dengan ekspresi serius.

"Dev, apa yang kau lakukan?" tanya Lolitta sambil menarik tangannya kembali. "Bagaimana kalau mereka melihat kita?"

Dev tidak langsung menjawab. Tatapannya justru semakin dalam, seolah ingin membaca sesuatu dari wajah wanita itu.

"Sejak kapan kau menyelidiki mereka berdua?" tanya Dev akhirnya.

Lolitta menghela napas pelan lalu menyandarkan tubuhnya ke meja di ruangan itu. "Sejak berita itu tersebar," jawabnya tenang. "Aku sebenarnya tidak keberatan."

Ia kemudian menatap Dev dengan tatapan tajam."Hanya saja ada seseorang yang sengaja ingin menendangku keluar dari perusahaan."

Dev mengerutkan kening.

"Oleh karena itu kau sudah mengetahui bahwa dalam rapat tadi mereka yang paling keras ingin mengusirmu?" tanyanya lagi.

Lolitta menggeleng pelan.

"Aku tidak tahu siapa. Tapi demi melindungi diriku sendiri, aku harus mencari tahu tentang mereka semua."

Lolitta melanjutkan dengan nada santai.

"Karena Tuan Mo dan Tuan Lang yang paling keras bersuara… maka aku menyerang mereka saja. Sebelum berperang, bukankah kita harus membuat persiapan?"

Dev terdiam beberapa saat, lalu bertanya dengan nada lebih rendah.

"Jadi kau tidak percaya padaku… bahwa aku akan melindungimu apa pun yang terjadi?"

Lolitta menatapnya tanpa ragu.

"Aku lebih memilih percaya pada diriku sendiri."

Jawaban itu membuat Dev terdiam sejenak.

"Lolitta," katanya pelan, "aku pernah mengatakan bahwa kau bisa percaya padaku dan bergantung padaku."

Ia menatap wanita itu dengan serius.

"Bagimu… apakah aku tidak memiliki kemampuan itu?"

Lolitta tersenyum tipis.

"Dev, kau tentu mampu melakukan apa saja. Tapi aku bukan wanita lemah. Aku ingin bergantung pada diriku sendiri. Aku tidak terbiasa bergantung pada siapa pun. Sejak kecil aku tidak pernah bergantung pada orang tua angkatku. Setelah dewasa… aku bahkan dikhianati oleh orang tua kandungku. Jadi aku sudah terbiasa melindungi diriku sendiri."

Dev memanggilnya pelan.

"Lolitta…"

Namun Lolitta menggeleng.

"Dev, aku bukan berniat melawanmu."

Ia berkata dengan nada lebih lembut.

"Aku hanya… belum membutuhkan bantuanmu."

Lolitta tersenyum kecil.

"Kau tahu aku orang yang terbiasa mandiri. Dan satu lagi. Aku akan mencari tahu siapa orang yang sengaja menyebarkan berita masa laluku."

Nada suaranya berubah lebih dingin.

"Jika aku menemukan siapa pelakunya… aku tidak akan ragu menghajarnya."

Ia lalu menatap Dev dengan tajam.

"Kalau saat itu terjadi… apakah kau akan membelaku?"

Dev menjawab tanpa ragu sedikit pun.

"Aku akan selalu membelamu."

Lolitta menatap Dev dengan mata yang lebih dalam.

"Kalau kau tahu orang itu adalah mantanmu. Apakah kau masih akan membelaku? Setelah aku mendapatkan buktinya… aku akan menunjukkannya padamu. Aku juga penasaran… apakah kau benar-benar pria yang bisa aku harapkan," batin Lolitta.

1
awesome moment
oon dipiara
awesome moment
baobei kah nama utk lollita dri carmen?
awesome moment
koq malah terasa nyeri kemandirian lollita.
awesome moment
👍👍👍s7 dgn lollita.
Helen Nirawan
apa gk bs dikasi jodoh yg laen yg lebih3x dr dev ( cowo lemah ) , gk bs apa2 , payah /Sleep/
Helen Nirawan
lolita pergi lah sejauh jauh ny , ganti nama , klo perlu operasi plastik , hidup br di tmpt laen
Helen Nirawan
kan br di blg , pret , cowo lembek , jauh2 sono ah , rusuh
Helen Nirawan
cinta apa ny ? pacar lu mo di kmn in ? omongan lu gk bs di percaya , preett , janji sana sini , gembel , issshh
Helen Nirawan
tdk seramah dulu , tdk seramah dulu , apaan seh , gaje lu , trus mau ny dia ramah terus gt , dodol , guna nya apa hah gw tanya , dah tau dia dipenjara di hajar2 narapidana laen , yg bikin dia jd tangguh , tdk lemah , lu kepo , lu tunangan jg bkn lu yg mau krn di suruh kakek lu tau , lu berharap lolita muja2 lu , sapa elu , bodo amir /Smug/
Mei TResna Rahmatika
gak ada bonus chapternya kak?🤭
sukensri hardiati
baobei itu kamu lolitaaa...
evi carolin
kebanyakan ngeles si jeny jd nya pinter banget jawabnya gitu tuh org ga mau kalah dan disalahkan sama sekali , lupa ya Bu ama masa lalu nya ,terbang tinggi nya kelamaan akhirnya sakit jg jatuhnya
evi carolin
nah kalo ga dari sumbernya ga faham faham jg kita 🤭
evi carolin
diotaknya penuh strategi ,amati masalahnya, otaknya langsung melemparkan rencana yg diluar dugaan ,tenang ... tp menghancurkan
evi carolin
haduh malah ngajak keluarga yg salah tuk jadi sasaran tembak nih , kasian banget malah kalian yg bakal dihabisi ama lolita
evi carolin
Fu...fu...fu... habis la kau di babat ama loli...gemana klo kena geprek tu kepalanya spt si Carmen 😁
Rosita Tumbelaka
Tapi author tdk menjelaskan sedetail tentang tubuh dan penampilan dan apakah Lollita cantik ramping manis dll
Liana Simon
seru ceritanya
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
lee zha
bagus.....authorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!