Gadis cantik dan hebat itu bernama Laras,hidupnya harus jungkir balik.
Dari serba ada menjadi tidak punya apa-apa,
Diumurnya yang masih sangat muda,
duduk di bangku SMA,ia terpaksa harus bisa hidup mandiri.
ia pribadi yang tangguh,cerdas dan berbakat.
Unsur action,petualangannya dalam meraih apa yang diinginkannya dan kisah percintaannya menjadi bumbu menarik dalam kisah ini.
Siapakah Jodohku???
apakah ia yang selama ini selalu bersamaku ataukah orang lain?
Banyak pria yang mencintai Laras,
siapakah yang pada akhirnya akan selalu bersamanya,menerima segala kekurangannya mengingat kini dia bukan lagi berasal dari keluarga yang kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni istiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Sebagai Suami Istri
Tak Ada Yang Bisa Memisahkan Kebahagiaan Dari sepasang Pengantin Baru..
Ketika Yang Haram Berubah Menjadi Halal.
Yang Tadinya Tidak Boleh Menjadi Sangat Boleh...
Yang Tadinya Belum Seutuhnya Memiliki Kini Menjadi Sepenuhnya Miliknya..
Yang Tadinya Gue Menjadi Kita..
Yang Tadinya Tidur Sendiri Menjadi Tidur Berdua..
Mungkin Suatu Saat Bisa Jadi Bertiga..
Berempat...Berlima???
Entah dari mana datangnya,
tiba-tiba terlintas difikiran Raka akan memiliki beberapa anak dari Laras.
hehehehe Raka terkekeh dengan pemikirannya sendiri.
Bangun dari tidurnya Raka langsung melihat wajah istrinya yang cantik masih terlelap membuat pikirannya berkelana.
Lamunannya buyar ketika Hpnya berbunyi
telfon dari KOMBES
"Hallo pagi pak.."
Jawab Raka dengan suara masih agak serak karena saat itu masih pukul 04.00 WITA
Raka baru terjaga dari tidurnya yang lelap semalam.
"Maaf saya mengganggu Raka,
apa ini saya tidak salah baca mengenai surat pengunduran diri kamu?
apa hal ini sudah kami fikir baik-baik??
saya perlu tau alasan spesifiknya kamu mengundurkan diri dari kepolisian?
besok kamu menghadap ruangan saya untuk memberikan alasan yang masuk akal kepada saya!!
dan harus kamu ingat,
kamu masih harus menyelesaikan satu kasus bandar narkoba yang masih Buron sampai saat ini."
"Siap pak laksanakan!!."
"Baik!!!segitu saja maaf mengganggu waktu istirahatmu selamat pagi!!."
"Selamat pagi juga pak!."
Setelah telfon itu berakhir Raka mengecek beberapa pesan yang masuk
dan ada pesan masuk dari sahabatnya yang menangani kasus penculikan Laras,
ternyata hasil pengembangan kasus penculikan Laras murni hanya melibatkan 3 pelaku saja dan Jasson tidak ikut ambil andil didalamnya.
"Mohon lu bisa hadir besok Raka,
buat tanda tangan pengalihan berkas biar segera kasus ini bisa di proses,
status Jasson sejauh ini masih sebagai saksi kemaren dia udah memenuhi panggilan kita dan menjawab semua pertanyaan kita."
Mmmm....Mmmmmm...
Laras menggeliatkan tubuhnya saat terbangun dari tidurnya.
"Pagi sayang..."
Sapa Raka kepada istri tercintanya itu sambil absen wajah istrinya itu,
Dikecupnya kening,kedua pipinya,kedua kelopak matanya yang masih tertutup lalu bibir mungil istrinya itu.
"mmm..pagi juga sayang hoaaamm..
jam berapa ini sayang?
udah adzan shubuh belum?."
Tanya Laras kepada suaminya yang paling ia cintai itu.
"Belum sayang masih 15menit lagi baru adzan,
dengarkan aku sayang,
hari ini sayang balik ke S*l* sama ayah,ibu,gio dan Justin ya.
Nanti aku bakal menyusul di penerbangan selanjutnya,
aku harus ke kantor polisi dulu mengurus permasalahan yang kemaren."
"Tapi ga lama kan sayang??."
Tanya Laras khawatir.
"Gak kog sayang,tinggal tanda tangan beberapa berkas saja agar pelakunya bisa segera di proses ."
Kembali Raka mengecup kening belahan jiwanya itu.
Mereka berdua segera beranjak dari tempat tidurnya dan melakukan shalat berjamaah.
Sementara itu diruang tengah ibu sudah sibuk membereskan beberapa pakaian gio dan ayah Adinata kekoper.
"Pagi Bu.."sapa Laras kepada ibunya sambil mencium dan memeluk ibunya itu.
"Pagi nak...ayo segera siapkan sarapan untuk semuanya terutama untuk suamimu,
ibu masih tak percaya putri kecil ibu ini sudah menikah."
Ucap Tyas seraya mencium kening anak perempuannya itu.
" iya Bu,sekarang Laras sudah punya tanggung jawab baru,
tapi Laras juga tidak akan lupa tanggung jawab Laras pada ayah dan ibu,
Oia Bu Justin udah bangun Bu??."
"Sudah dari tadi nak,
seperti kemaren sehabis shalat bersama,
nak Justin langsung pergi olahraga keluar,
dari kemaren Justin terus yang ditanyain dia kan sudah besar nak ga perlu terlalu di khawatirkan,
kamu urus saja suamimu dengan baik nak,
itu tugas utamamu sekarang."
"iya Bu."jawab Laras singkat.
Ibu tidak mengetahui jika Justin lebih dulu pernah menyukainya,
wajar jika ibu berbicara seperti itu.
Laras hanya khawatir saja, takut Justin terluka dengan pernikahannya yang begitu cepat.
Dalam waktu singkat semua makanan sudah siap di meja makan.
Laras mengajak seluruh orang yang disayanginya dirumah itu untuk sarapan bersama,
karena sebentar lagi mereka akan berangkat agar tidak tertinggal penerbangan.
Semuanya begitu menikmati sarapan yang dibuat Laras,
tapi tidak dengan Justin ia lebih memilih hanya minum susu saat itu.
Entah mengapa Laras merasa ada yang berbeda dari sikap Justin,
kini dia lebih banyak diam pada Laras.
ia menyadari mungkin sikap Justin seperti ini karena untuk menghormati ia saja sebagai istri kakaknya.
Kak Raka telah selesai sarapan dan langsung berpamitan menuju kantor polisi,
begitu juga dengan rombongan kami yang langsung berangkat menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.
Disepanjang perjalanan di mobil tidak ada yang membuka suara satupun,
tidak ada percakapan apapun hingga akhirnya
Ayah Martin menyalakan radio mobil hanya untuk pengisi suara di mobil mungkin maksudnya Ayah,
tapi saat itu yang muncul adalah lagu
PUPUS yang dinyanyikan Hanin.
***Aku tak mengerti apa yang ku rasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Hingga akhirnya kau pun mau
Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku
Seluruh hatiku***
"Bisa dimatikan ga yah,Musik radionya!!!."
Celetuk Justin dengan nada ketusnya.
Semua hanya saling pandang lalu ayah segera mematikan radio musik itu.
hmmm....
sejauh gue mengenal Justin baru kali ni dia jutek begitu,
kini keheningan menguasai seluruh isi mobil.
Tak terasa kita sudah menempuh 1jam perjalanan,akhirnya kita sampai di Bandar Udara International Ngurah Rai.
Bandara ini sangat bersih dan ada beberapa ornamen dan patung khas Bali dibeberapa sudutnya.
Sungguh indah mengingat ini pertama kalinya gue menginjakkan kaki di bandara ini kesan pertama yang gue dapat adalah bersih,nyaman dan indah dari beberapa hiasan khas Bali tersebut.
Kami melakukan pengecekan tiket dan pengecekan tas,setelah itu kami masuk keruang tunggu menunggu pesawat siap berangkat.
Sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada ibu tentang kebenaran jika Allex adalah kakak gue,
tapi ku urungkan niat itu mengingat ada banyak pasang telinga yang akan mendengarkan pembicaraan ini.
"Nih hp lu,
udah gua charger,
ada banyak pesan masuk!,
woles aja ga ada yang gue buka satupun."
Ucap Justin sambil memberikan hpku di bangku sebelahku yang kosong.
Ya Tuhan..
dengan berstatus menjadi kakak iparnya,
gue malah dapet sikap dia yang dingin seperti es batu sekarang.
ya sudahlah mungkin dia memang butuh untuk menyesuaikan bagaimana ia harus bersikap.
Gue lirik Hp yang baru saja dia kasih,
benar saja ada begitu banyak pesan masuk
kak Allex,Nita,Intan dan beberapa guru.
Mengingat hasil OSN kemaren medali emas yang telah ia sumbangkan,
sehingga menjadi ada beberapa kegiatan lagi yang harus ia lakukan disekolah.
Project OSI target selanjutnya dan yang paling mendesak saat ini adalah sudah dekatnya Ujian Nasional.
Laras mencoba membalas pesan itu satu per satu ,hingga akhirnya dikejutkannya ia oleh suara seseorang yang menyapanya.
"Hai Laras!!!
Apa Kabar???."
Sosok Jasson ku lihat didepanku
sambil ia mengulurkan tangannya.
"Kabarnya baik!!."
Jawab Justin sambil menampik uluran tangan jasson padaku.
"Salamannya sama gue aja,
jangan sama Laras bukan mukhrim ga baik."
Ucap Justin ketus.
Semua mata kini tertuju pada Jasson dan Justin.
Ayah Martin yang menyadari kecanggungan itu langsung mencoba mencairkan suasana.
"Hai nak Jasson sudah lama kita tidak berjumpa,
bagaimana kabarmu??
kemaren baru saja ayah saling lempar kabar dengan ayahmu via telfon."
"Kabarku baik om,
gimana kabarnya om?."
"Kabar om baik juga,
Jasson ada rencana mau kemana ini?
kebetulan sekali kita bertemu disini."
"iya om."
...****************...
Hingga akhirnya dua pria itu sibuk berbincang-bincang sendiri,
dan seperti biasa Justin diam kembali di tempat duduknya.
Waktu pun berlalu hingga akhirnya kami masuk ke dalam pesawat.
Kejutan pun berlanjut,
ternyata penumpang yang duduk di kursi sebelahku adalah kursi Jasson.
"Memang jika jodoh tak lari kemana ya."
ucap Jasson sambil menaruh tasnya dikabin.
"hmmm...kak Jasson bisa kita tukeran tempat duduk?
biar kak Jasson duduk dengan Ayah.
Masih banyak hal yang ingin Ayah bicarakan katanya."
Bujuk Justin agar Laras tak duduk berdekatan dengan Jasson.
"mmm tidak Justin, saya sudah nyaman duduk disini bersama Laras." Tolak Jasson.
"Kalo gitu lu aja yang pindah ras,lu duduk sama ayah cepet!."
berusaha membujuk Jasson agar bisa bertukar tempat duduk ditolak membuat Justin agak sedikit naik pitam.
"iya gue juga mau pindah ."jawab Laras datar.
"Stop !!! Stop!!
emang bisa ya tukar-tukar tempat duduk seenak udelnya.
Kak pramugari kesini sebentar saya mauo bicara!!."
"Permisi tuan apa ada yang bisa saya bantu??."
Tanya pramugari itu ramah.
"ini mereka mau bertukar tempat duduk,
apa boleh begitu saja bertukar?."
"Jika yang diminta bertukar masih satu rombongan,atau mungkin orang yang diajak bertukar mau diajak bertukar tidak apa-apa tuan kami tidak akan permasalahkan."
Bukannya dukungan yang ia dapat malah menjadi Boomerang sendiri akhirnya Jasson mengalah.
"gagal ya Jasson rencana lu buat duduk sama Laras?
gue udah tau sedari awal rencana lu,
gak mungkin Laras dengan gak sengaja ketemu sama lu,
selama ini gue berusaha sopan karena lu lebih tua dari gue dan lu temen kak Raka,
jadi jangan berharap lebih!!
Bukannya keluarga lu punya pesawat pribadi kenapa ga lu pake aja?
ngapain lu buang-buang waktu dengan naik pesawat umum gini!!
dengarkan baik-baik Jasson,
Laras itu tunangan kak Raka!!!
dia milik kak Raka!!!
jadi saya minta dengan hormat jangan lagi ganggu dia!!
tidak semua didunia ini bisa lu rebut dan lu usik Jasson."
Tidak ada jawaban dari Jasson,
ia malah berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Justin.
Drama itu telah berakhir hingga akhirnya mereka berdua diam dalam keheningan.
perjalanan selama 1jam 25menit akhirnya kita semua mendarat dengan selamat.
Supir pribadi Ayah Martin sudah siap menunggu sedari tadi.
"Selamat Siang tuan."
sapa pak Anton.
"Siang juga pak Anton,
segera antar kita ke rumah Raka yang berada di Vasaka Lounge
"Baik tuan."
"Martin turunkan Kita dirumah Istri saya saja,biar kita tinggal disana sementara."
Ucap ayah saat itu.
"Sorry bro,
Raka pesan sama gue biar kalian tinggal di rumah yang sudah dia persiapkan,
dan sementara Laras tinggal bersama kalian dulu ga papa,
biar Raka nanti yang menjemput Laras jika dia sudah datang nanti,
kapan lu siap kita mulai berbisnis bersama lagi,
kita juga harus segera mempersiapkan masa pensiun biar anak-anak kita nanti yang memimpin perusahaan."
Kata ayah Martin sambil melirik Justin.
Tapi percuma yang dilirik sangat tidak peka
ia sedang sibuk dengan Hp nya entah chat dengan siapa.
Finally kita telah sampai di perumahan Vasaka Lounge,
Oh Tuhan sebenarnya siapakah suamiku ini,
kenapa di usianya yang masih muda dia bisa mempunyai property disana dan disini,
Rumah yang akan kita tempati jauh dari perkiraan ku,
rumah ini begitu mewah dengan desain modern,
di awal kita sampai kita melewati gerbang penjagaan,
hingga tiba di rumah yang diberikan kak Raka
terbentang taman rumput yang luas setelah pagar rumah yang mengitarinya,
setiap sudut selalu ada tanaman yang menghiasinya,
membuat seakan rumah ini begitu asri dan indah,
begitu luas begitu megah jika dibandingkan dengan rumah kami dulu semasa Ayah masih berjaya.
"Martin apa Raka tidak terlalu berlebihan kepada kami??."
ucap ayah sambil menetes air matanya,
serasa Tuhan dengan mudahnya menolak balikkan hidup kami.
Ibupun tak kalah sedihnya namun ia hanya diam sedari tadi.
"Come on Adinata...
Raka juga udah jadi anak lu sekarang,
apa salahnya dia memberi sedikit kerja kerasnya,
kita semua harus bersama bangkit adinata,
ga boleh kita berlama-lama terpuruk.
Bantu gapai keinginan gue saat ini Adinata."
Ayah Martin membisikan sesuatu kepada Ayah Adinata,
setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Bhhahahaahahahaha."
Aneh tapi nyata,jika gue ikut tertawa gue bingung apanya yang lucu hmm..
setelah itu Ayah Martin pamit dan Justin hanya melambaikan tangannya dari mobil tentu saja bukan ke arahku
tapi ke arah gio,ibu dan ayah.
Entah mengapa gue merasa begitu lelah dengan perjalanan yang hanya sebentar ini ,
tidak seperti biasanya gue,yang tahan banting mau kemana aja.
"Bu..Laras istirahat dulu ya,
sementara Laras pake kamar yang dibawah dulu aja sekalian nunggu kak Raka Dateng."
" Iya nak,
kog kamu keliatan pucet gitu apa kamu sakit??"
Tanya ibu memastikan.
"ga Bu,Laras cuma ngantuk aja pengen tidur."
Ayah Adinata,gio dan Laras langsung tepar dikamarnya masing-masing,
sementara ibu sibuk mengecek bagian-bagian rumah dan membereskan baju-baju kedalam lemari.
...****************...
Di lain tempat Raka yang baru saja menyelesaikan urusannya dikantor polisi membaca pesan banyak dari orang yang mengawal Laras dan Justin.
perasaannya berkecamuk ketika melihat Jasson dengan terang-terangan mencoba mendekati istrinya,
"oke baik!!!
sepertinya kamu yang sudah lebih dulu membuat gong genderang perang berbunyi Jasson."
Ucap Raka sambil mengepalkan tangannya.
Buat teman-teman yang sudah mampir ke karya ini,
jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak biar q juga bisa mampir ke karya kalian,
selalu
Like,
Vote,
Favorite,
And Comment di setiap episodenya yah..
and boleh follow juga
IG aku
Nama IG: yistiyanti
q pasti follback
bye...bye...
Terima kasih..
☺️☺️☺️🙏🙏🙏🙏
Salken ya..
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
Makasih🙏😍
😁
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
nungguin si Ramadhan SM Khansa Up
coba baca yg lain,mksihhh