karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.
Fiuh..
"Eh eh.. kak Adit ngagetin aja."katanya terlonjak kaget seraya mengusap pelan dadanya ketika merasakan tiupan lembut dari laki-laki yang berada disampingnya.
"Kamu kenapa? Kok diajak ngobrol malah melamun?"tukasnya lembut.
"Tidak apa-apa kok kak, hanya kepikiran sesuatu!"jawabnya sendu.
"Tidak usah terlalu dipikirkan, karena semua itu akan membuat hari-hari yang kamu lalui tak tenang. Lebih baik di isi dengan kegiatan yang bermanfaat, atau kegiatan dimana kamu bahagia ketika melakukannya."nasehat Adit seraya menatap dalam ke manik matanya Laras.
HHHH..
"Bagaimana tidak dipikirkan kak, jika hal tersebutlah yang akan memecahkan teka-teki tentang kehidupan ku."adu nya tanpa sadar.
Seketika Adit pun menatap bingung namun tersirat rasa penasaran. Lantas berucap dengan halus.
"Tentang kehidupan kamu! Maksudnya gimana rara?"tandasnya tak faham.
"Hah!! Rara??"beo Laras seketika menoleh ke samping yang langsung bersibobok dengan iris coklat madu didepannya.
"Iya, boleh enggak kalau aku panggil kamu Rara! Kayaknya lebih simpel deh dari pada Laras."tukasnya meminta persetujuan prihal nama panggilan khusus untuk dirinya.
"Emm,, iya kak namanya Bagus kok, simpel, aku juga suka."ujarnya menyetujui dengan tersenyum manis.
Degg.
( Oh Tuhan ku, kenapa dia terlihat menggemaskan. Boleh kah sekedar melabuhkan kecupan sayang untuk mengobati perasaannya yang nano nano) Bathin Adit dengan mengusap pelan dada bidangnya.
"Terimakasih kalau kamu setuju. Tapi jangan perbolehkan orang lain untuk memanggil nama pemberian dariku! Rara."tegasnya mengingatkan.
"Iya kak, insyaallah."balasnya mangguk mangguk.
"OH ya, tadi maksud omongan kamu apa ra! Aku kurang faham."ucapnya penasaran.
"Hh.. lain kali aja ya kak, karena jika membahas hal tersebut hanya akan membuat jiwa dan raga ku tersiksa. Tetapi aku sungguh penasaran ingin mengetahui segalanya. huh.. entahlah kak!! Rasa rasanya begitu miris dan tragis takdir kehidupan yang aku lewati."katanya mengeluh dengan wajahnya yang terlihat sedih.
"Iya aku ngerti kok,"balas Adit tersenyum tipis dan tanpa sadar tangannya mengelus lembut rambutnya Laras seraya menatap dalam ke iris biru laut didepannya
Degg
Serr..
Seketika aliran darah Laras berdesir hangat ketika tangan besar Adit membelai lembut rambutnya. Suatu perlakuan yang baru pertama kali Laras merasakan nya.
Kenapa begitu nyaman ketika tangan tersebut menyentuh rambutnya. Begitu juga dengan Adit, entah keberanian dari mana tiba-tiba dia ingin sekali mengelus barang sekejap rambut indah sang gadis impiannya. Laras pun mengangkat wajahnya yang langsung bertemu pandang dengan iris coklat dihadapannya. Keduanya pun saling menatap dalam pandangan yang berbeda. Jika Adit memancarkan sebuah rasa cinta yang besar untuk Laras. namun jika Laras memancarkan sebuah kerinduan akan kasih sayang dari sang keluarga. Karena menelisik akan identitas dirinya yang tak memiliki keluarga. Membuat Laras selalu merindukan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, terutama kedua orangtuanya. "LARAS... "ADIT... Panggil seseorang dengan berteriak kencang pada nama keduanya. Hingga membuyarkan Adit dan Laras yang tengah beradu pandang. "Ibu." "Kakak." Beo keduanya bersamaan ketika melihat kedatangan ibu Laila dan kakak sulung dari Adit yang sedang berjalan kearahnya. Seketika Adit dan Laras pun salah tingkah seraya tersenyum kikuk setelah tersadar dari pandang memandangnya. "Ya ampun Adit! Dari tadi kakak telpon kamu kok diangkat angkat si! Kamu itu sengaja atau HP kamu yang lowbat? Atau kamu sengaja menonaktifkan HP kamu biar enggak terganggu gitu,heh?"cerocos Yumna dengan bersungut-sungut. "Hehe.. maaf kak, ternyata Hpnya aku silent. Jadinya enggak tahu kalau kakak telpon. Soalnya enggak kerasa ada getaran atau nada dering."terangnya seraya tersenyum malu-malu. "Halah alasan!!"katanya dengan mendengus kasar. "Ayuk segera pulang, mas Kenzo udah pulang kerja dan sekarang lagi nunggu kakak dirumah, Kata mas kenzo periksa sama kamu kelamaan! Iya, Kelamaan nyari kamu kemana mana enggak ketemu. Apa gunanya bawa HP?! Haiss."Omel Yumna bertubi-tubi dengan kebiasaan sang adik bungsu yang selalu menghilang ketika mengantarkan dirinya maupun sang mami. "Iya kakak iya,, maaf enggak sengaja kak."ujarnya meminta maaf. "Yaudah Ayuk kak, pulang sekarang kan?" Lanjutnya memastikan. Dan Yumna pun membalasnya dengan mengangguk kan kepalanya. Seraya menyapa Bu Laila dan Laras dengan tersenyum tipis dan mengangguk kan kepala. "Rara aku duluan yah, mari Bu.."katanya berpamitan dengan Laras dan Bu Laila dan setelahnya pergi meninggalkan taman rumah sakit bersama sang kakak. "Temen sekolah kamu ras?"tanya Bu Laila ketika Adit dan Yumna pergi meninggalkan taman rumah sakit. "Bukan Bu, tapi aku kenal baik karena dia itu kakak kelas aku disekolah."terangnya memberi tahu. "Oh, yasudah Ayuk ras, kita pulang sekarang. Kata dokter kondisi kamu sudah membaik dan diperbolehkan untuk pulang ke rumah."katanya dengan tersenyum tipis. "Benarkah Bu!? Alhamdulillah! Soalnya aku enggak Beta berlama-lama di rumah sakit. Enggak kuat dengan bau obat-obatan yang membuat perut ku enek."ujar Laras dengan mimik wajahnya yang ceria. Dan Gegas Bu Laila dan Laras pun kembali ke kamar perawatan guna membereskan barang-barang bawaannya yang akan dibawa pulang. Sambil menunggu jemputan mobil yang disewa oleh Bu Laila untuk mengantarkan ke panti asuhan. Sekaligus menunggu kedatangan dokter yang akan kembali memeriksa keadaan Laras yang benar-benar dinyatakan sehat termasuk juga keadaan mereka calon para buah hatinya. Dan setelah dokter datang langsung memeriksa keadaan Laras beserta para janin dalam kandungannya. Dan sang dokter pun mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. namun jika masih merasakan muntah-muntah yang berlebihan itu sudah biasa terjadi oleh wanita yang tengah hamil kembar. tapi ada juga yang tidak mengalami muntah sama sekali. Dan Semua itu tergantung keinginan sang cabang bayi. Dan setelahnya Laras dan Bu Laila pun pergi meninggalkan rumah sakit. "Laras ibu sudah memberi kabar pada keluarga ibu di Surabaya terkait kamu yang akan tinggal di sana, dan Alhamdulillah mereka semua menyambut baik kedatangan kamu. Untuk itulah lebih baik kamu segera bereskan barang-barang yang akan kamu bawa ke Surabaya. Tidak usah terlalu banyak. Insyaallah keluarga ibu orangnya baik-baik dia pasti akan memberikan apa yang kamu butuhkan."jelas Bu Laila ketika menyiapkan makan malam untuk adik adiknya. "Apa harus sekarang Bu? Lalu sekolah aku gimana? Padahal beberapa bulan lagi mendekati ujian kenaikan kelas."tanggap Laras sedikit sendu. "Hhh.. kalau ibu terserah kamu ras, jika kamu tak keberatan dengan kondisi kamu yang sedang mengandung. Ya, silahkan! Kamu boleh tetap tinggal disini sampai kamu melahirkan anak anak kamu. Justru ibu malah senang dan tak memiliki pikiran yang tidak tidak tentang kamu. Karena hidup kita yang berjauhan."sambut Bu Laila tak semangat. "Bu, Tapi kan usia kandungan ku masih satu bulan dan belum terlihat jelas jika aku sedang mengandung. Aku inginnya setelah mengikuti ujian akhir semester baru pindah ke Surabaya. Bagaimana Bu?"katanya meminta pendapat. "Itu berlaku jika kamu mengandung satu bayi, mungkin sampai usia kehamilan menginjak sembilan bulan pun tak kan terlihat jika kamu sedang mengandung. Karena perawakan tubuh kamu yang tinggi besar akan menyamarkan kondisi kamu yang sesungguhnya. Tapi Laras, yang kamu kandung lebih dari satu bayi. Percayalah jika usia kehamilan kamu menginjak empat atau lima bulan, perut kamu akan terlihat lebih besar dari kehamilan orang-orang pada umumnya. Kenapa? Karena kamu mengandung empat bayi sekaligus. Dan bagaimana tanggapan kamu! Ketika mereka membicarakan hal-hal yang tidak baik tentang kamu?Dan sudah dipastikan nama panti asuhan yang kita tinggali akan tercemar buruk lantaran kamu yang hamil tanpa suami. Jika seperti itu adik adik kamulah yang akan terkena dampaknya. Dan bagaimana jika mereka para warga disekitar sini mengusir kita karana kondisi kamu yang tengah hamil? Apa yang harus kita lakukan?Jika kita mengatakan yang sejujurnya tentang kamu yang diperkosa! Apa mereka langsung percaya begitu saja? Tidak segampang itu ras, lebih baik kamu turuti saja apa yang ibu pinta. ini demi kebaikan bersama."nasehat ibu Laila panjang lebar untuk kebaikan Laras juga kebaikan panti asuhan. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Duh duh sepertinya Laras tengah bingung dan bimbang mana yang harus dia prioritaskan. Sekolahnya atau janin dalam kandungan nya? Terus baca ya jangan bosan-bosan ok 👍👍☺️ Jangan lupa like dan coment nya. Terimakasih love you all salam dunia halu ☺️☺️😘🤩😍😍🤓