NovelToon NovelToon
Jodoh Wasiat Suami

Jodoh Wasiat Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: el nurmala

"Aku mau menjadi istrimu, hanya karena itu permintaan terakhir suamiku."
-Anna-

"Akupun mau menikahimu dan mengambil tanggung jawab atas anak itu hanya karena permintaan adikku."
-Niko-

Anna, wanita tunanetra berparas cantik yang sederhana mendapatkan donor mata dari suaminya yang meninggal saat usia pernikahan mereka baru beberapa minggu saja. Sebelum meninggal, suami Anna berwasiat agar Anna bersedia menikah dengan kakaknya, Niko.

Niko adalah pria tampan berhati dingin. Ia memiliki seorang kekasih, namun tidak ada niat untuk segera menikah.

Bagaimana kisah Anna dan Niko dalam menjalani kehidupan rumah tangganya?

Ada peristiwa apa di balik trauma yang di alami oleh Anna?

------------
Cerita ini hanya fiksi, jika ada nama, tempat dan kejadian yang sama, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenangan Niko (bagian 2)

Part ini terdapat adegan 21+, nggak terlalu vulgar tapi buat kalian yang merasa risih, di lewat aja ya.

Selain itu juga, kita akan lanjut flashbacknya Niko.

Happy reading...

Bagian bawah baju wanita itu yang tersingkap hingga lututnya seketika menambah gairah Niko yang memang sudah memuncak. Betis mulus itu terlihat begitu menggoda dalam keremangan. Dan entah set*n apa yang merasukinya, Niko menyingkap paksa baju wanita itu.

Niko tak banyak mengingat kejadian itu. Namun kesadarannya masih tersisa saat wanita itu terkejut dengan kehadirannya.

"Si, siapa?" ucapnya tergagap.

"Lepaskan!" Serunya saat Niko menarik paksa tubuh wanita itu dalam dekapannya.

"Anda siapa? To.." Niko membungkam mulut itu dengan bibirnya.

Perlawanan yang dilakukan wanita itu tak berarti apa-apa bagi Niko yang dengan mudah mengunci setiap pergerakannya. Niko meraup bibir yang dirasanya tipis juga manis itu dan mel*matnya dengan sangat rakus.

Niko menarik-narik kasar setiap bagian bibir wanita itu dan sesekali menghisapnya. Lidahnya yang bermain dalam rongga mulut itu tak ubahnya ular yang mencari mangsa.

Saat b*rahi sudah di puncak kepalanya, Niko menghempaskan tubuh wanita itu dan melepas paksa pakaiannya.

"Kumohon, Tuan. Lepaskan aku, jangan lakukan ini padaku, hiks, hiks." Isaknya sambil meronta.

Lagi-lagi usaha wanita itu sia-sia, karena Niko berhasil melepas paksa dress panjang yang di kenakannya.

Brakk!

Lampu tidur yang berada di atas nakas terjatuh oleh tangan wanita yang sedang meronta itu. Gelap, kamar itu sangat gelap. Hanya lampu di luar yang terlihat dari ventilasi yang sangat kecil.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Niko menahan tubuh wanita itu dalam kungkungannya.

"Jangan, Tuan! Kumohon, jangan," suaranya mulai terdengar melemah. Nampaknya wanita itu sudah mulai kehabisan tenaga.

Niko mulai menindihnya dalam keadaan yang sudah tidak mengenakan apa-apa. Ia masih bisa merasakan pukulan tak berarti wanita itu mengenai dirinya. Kedua tangan Niko sudah menahan tangan wanita itu. Ia juga menautkan bibir mereka dengan paksa.

Gejolak b*rahi yang sudah tak terbendung membuat Niko kesulitan mengarahkan 'senjata'nya. Dan dengan sedikit usaha, bless...

"Sialan!" umpat Niko dalam hati.

Karena bersamaan dengan 'senjata'nya yang tepat sasaran, wanita itu menggigit bibirnya dengan sangat kuat. Hangat, itu yang di rasa bagian bawahnya.

Perih, bibirnya yang terluka karena gigitan wanita itu mulai terasa perih. Seolah ingin membalas perlakuan wanita dalam kungkungannya, Niko dengan kasar dan tiba-tiba menghentakkan pinggulnya.

Kali ini Niko benar-benar menutup telinga. Ia tidak perduli dengan suara ringisan bercampur isak tangis yang keluar dari sela bibir wanita yang sedang digagahinya.

Niko memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat kasar. Dan saat merasa sesuatu akan keluar, Dia memompanya dengan sangat brutal.

"Hufth." Niko membuang kasar nafasnya. Dengan kelelahan yang dirasa tubuhnya, Niko ambruk kehabisan tenaga.

Cicitan burung yang saling bersahutan pertanda pagi sudah datang. Niko mengerjapkan matanya yang dirasa silau karena cahaya mentari yang mengintip dari ventilasi.

Pria itu merasakan tubuhnya sangat lemas. Dan saat menyadari tubuhnya polos tidak mengenakan apa-apa, ia terlonjak dari tidurnya.

Niko berusaha mengingat kejadian semalam. Namun sekeras apapun ia mencoba, sulit sekali untuk mengingatnya.

"Aarrgh, ini benar-benar gila!" Umpatnya.

Dengan raut wajah frustasi dan kedua tangan yang tak henti mengacak kasar rambutnya, Niko teringat akan adiknya.

"Riko. Apa semalam Riko datang?" gumamnya.

Dalam keadaan yang masih polos, Niko menuruni tempat tidurnya menuju jendela.

"Mobilnya tidak ada. Itu artinya dia tidak pulang semalam." Gumamnya lagi.

Niko teringat pada ponsel yang ia letakkan dalam saku celananya. Ia bergegas mencarinya untuk menelepon adiknya itu. Sekilas Niko melihat dress panjang milik si wanita tadi malam yang tergeletak di lantai.

Ia mulai bertanya-tanya siapa wanita itu. Dan kenapa wanita itu meninggalkannya begitu saja? Niko meraba kedua saku celananya. Ia melihat isi dompetnya. Utuh, tidak berkurang selain untuk membayar taksi tadi malam. Dan saat tangan satunya memegang ponsel, ia pun menelepon adiknya.

Beberapa kali sambungan telepon di matikan oleh Riko. Menghadirkan tanda tanya besar dalam benak Niko. Karena tak kunjung di angkat, Niko pun akhirnya mengirim pesan singkat pada Riko.

📨 Lagi dimana?

Tak menunggu lama, Riko membalas pesannya.

📩 Di hotel.

Niko menyunggingkan senyum tipis di bibirnya sambil berkata, "Dasar pasangan yang lagi kasmaran. Ada tempat yang gratis, eh malah cari yang bayar."

Menurut pemikiran Niko, berarti semalam Riko dan teman wanitanya tidak pulang. Mungkin saja mereka berniat jalan-jalan dan saat pulang terjebak macet. Akhirnya memutuskan untuk menginap di hotel.

Niko memunguti sisa pakaiannya yang masih tergeletak di lantai. Mau tidak mau ia harus mengenakannya lagi. Koper yang dibawanya masih di mobil teman Bima yang menjemputnya di bandara.

Saat Niko memungut bajunya, sekilas ia melihat sesuatu berwarna hijau tidak jauh dari sudut tempat tidur. Namun ia tidak mengacuhkannya, dan berlalu ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi, tatapan Niko kembali tertuju pada benda itu. Dan akhirnya, Niko memungutnya.

Gelang giok berwarna hijau itu sepertinya milik wanita tadi malam. Bisa saja benda itu terlepas saat ia membuka baju si wanita dengan paksa. Tunggu, dengan paksa? Apakah itu artinya ia sudah memperk*sa wanita itu?

"Shit! Apa-apaan ini? Apakah aku sebejat itu? Semalam aku hanya mabuk, tapi kenapa bisa sebuas itu?" Niko merutuki kelakuannya.

Niko memasukkan gelang tadi ke saku celananya. Mungkin saja wanita itu suatu saat akan mencarinya.

Deg.

"Darah?" gumam Niko saat sekilas ia melihat bercak darah pada sprei kuning yang membungkus kasur yang menjadi saksi bisu aksi bejatnya semalam.

"Aargh!" pekik Niko, lalu bergegas meninggalkan villa itu dan mencari taksi menuju villa Bima.

Karena kejadian malam itu, Niko hanya menginap semalam di rumah orang tuanya. Dan selama ia disana, ia tidak bertemu Riko, adiknya. Dan menurut Mama Viona, Riko membawa teman wanitanya berlibur tahun baru ke sekitar tempat wisata di Puncak.

Flashback off

"Jika malam itu Riko tidak pulang ke villa dan menginap di hotel, lalu apa maksud surat ini?" gumam Niko.

"Kata-kata dalam surat ini menunjukkan Riko tahu kejadiannya. Dia menitipkan pemilik gelang ini, itu artinya wanita itu adalah Anna? Apa itu sebabnya ia ingin aku menikahi Anna. Dan anak yang di kandungnya, apakah itu anakku?" Niko bermonolog.

Niko berkali-kali membuang kasar nafasnya. Ia sungguh tidak menyangka wanita yang suaranya selama ini menggangu tidurnya, ternyata ada di dekatnya.

"Apakah Anna tahu aku pria yang merenggut kesuciannya? Tapi saat itu keadaannya masih buta. Dan aku yakin Riko tidak memberi tahunya. Tapi Mama, apa Mama tahu perbuatanku?"

Rentetan pertanyaan yang hadir memenuhi pikirannya membuat Niko merasa sangat frustasi.

 

Hai readers...

Happy weekend😊

1
Dheyan💞💞💞
udah baca beberapa kali ttp gak pernah bosen sllu menarik sllu banjir air mata the best pokok nya.
Rahmaniar
bagus banget ceritanya,mampu memainkan emosi pembacanya,,ada sedih,duka, kehilangan dan akhirnya bahagia, sukses banget ceritanya 👍👍👍
juwita
ini kaya ngirim ke kandang singa
juwita
ko di biarka ke amrik sm niko udh tau niko angkuh sombong. trs di Amerika jg niko mau di jodohkan sm cwek lain. kasihan anna sendirian mn dia blm tau dunia luar lg
juwita
harusnya si niko yg meninggal jhn riko. kasihan anna
juwita
mampir
Endang Sulistia
bagus....
Endang Sulistia
papa Rian Ama mama viona majikan tapi perlakuan kayak keluarga ..
Endang Sulistia
bisa aja si ana
Endang Sulistia
ana korban ,trauma berat cuma Riko yg dampingi..Riko udah g ada, mentalnya kembali drop...
Duwie Sartika
walah baik nya km Riko, syng ga panjang umur kisah mu disini
Sri Ariyanti
ok
Ridwan
Luar biasa
Maizaton Othman
Saya sukaaaaaaaaaaaa
snow Dzero
good
Sofi Saja
sedih banget, begitu besarnya cinta Niko../Cry/
Sofi Saja
sedih banget ngebayangin Riko../Cry/
Dyah Shinta
lumayan
Dyah Shinta
lama2 sebel juga sama Ana
Nanina_
Please nangis bangettt 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!