[Di sarankan membaca Transmigrasi Istri Pemburu Season 1 terlebih dahulu]
↓↓
Sesama Reinkarnasi yang mencari misteri kisah kehidupan masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jalan yang sulit
Hari demi hari berlalu tanpa terasa sudah tiga hari Yuwen dan Yue berjalan, mengikuti arahan Ze menyusuri hutan berkabut putih yang mencekam, penuh serangan siluman dan hewan mutasi.
Yue dan Yuwen sudah berganti pakaian dengan bantuan Ze, dengan kekuatannya dia bisa memberikan baju ganti dan aneka macam makanan layak makan.
"Apa kita harus masuk gua aneh ini?." Lirih Yue celingukan.
"Sepertinya ini pintu keluar dari hutan terlarang." Ucap Yuwen.
"Begitu kah? terlihat menakutkan sekali." Yue merinding.
"Tidak apa-apa, aku akan melindungi mu jadi percayalah padaku." Ucap Yuwen.
"Baiklah." Yue mengangguk takut-takut.
Yuwen masuk lebih dulu di ikuti Yue, Yue tidak berani membuka matanya. Dia berpegangan erat pada Hanfu Yuwen, mendengar suara aneh dan tebasan pedang Yuwen. Bau anyir dan bau aneh tercium membuat Yue mual, Yue ingin cepat-cepat keluar dari gua menyeramkan ini.
"Yue apa kau takut?." Yuwen mengajak bicara.
"Ya." Cicit Yue.
"Tidak apa-apa, berpegangan saja yang erat. Sebentar lagi kita akan sampai di ujung." Ucap Yuwen.
"Ya, hati-hati lah." Ucap Yue.
"Bisakah kau meminta pada hewan kotrakmu sebuah panah dan busur?." Tanya Yuwen.
"Tentu." Yue meminta pada Ze.
Busur dan panah sudah di tangan, Yuwen mengembalikan Pedang pada sarungnya. Lalu menggunakan busur dan panah sebagai serangan jarak jauh, suara tikaman panah membuat Yue berdebar tak karuan.
tap
dugh
"ukh."
Yuwen tiba-tiba menghentikan langkahnya, Yue menubruk dada bidang Yuwen hingga hidungnya terasa sakit. Merasa penasaran Yue pun membuka matanya sedikit untuk mengintip, dia melihat ada cahaya matahari masuk.
"Cahaya matahari?." Yue merasa senang.
"Benar, tapi ini persimpangan lorong gua. Kemana kita harus pergi?." Tanya Yuwen.
Yue menghubungi Ze lewat telepati, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Yue mulai merasa panik, dia memeluk Yuwen dari belakang dengan erat. Entah kenapa firasatnya sangat buruk saat ini.
"Yuwen.." Lirih Yue.
"Halusinasi ya." Yuwen langsung mengerti.
Yuwen berbalik menatap Yue, dia harus tetap tenang dan fokus. Sepertinya ada siluman atau hewan roh yang memiliki sihir halusinasi, karena terburu-buru Yuwen tanpa sadar masuk ke dalam jebakan ilusinya.
"Yue, tutup matamu rapat-rapat." Ucap Yuwen menatap Yue.
"Ada apa?." Yue merasa takut.
"Tidak ada apa-apa, tutup matamu Yue." Pinta Yuwen tetap tenang.
Yuwen tau jika Yue sedang panik, Yuwen membungkukan badannya dan mencium Yue dengan lembut. Merasakan sentuhan bibir dingin Yuwen di bibirnya, Yue reflek menutup matanya dan membalas ciuman itu.
Cup
Jleb
KHIIKKKKKKK
Yue melotot terkejut saat mendengar suara tusukan dan teriakan aneh, dia hendak melepaskan ciuman dan menoleh untuk melihat. Tapi Yuwen menahan kepala Yue, dia buru-buru memperdalam ciuman, lalu tangan kanannya menarik pedang dan menebas sesuatu.
Puahhh
Akhirnya ciuman terlepas, Yue melirik sedikit lalu meringis ngeri, dia bisa melihat ada darah hitam dimana-mana. Lalu ada ekor ular bersisik hijau, tapi ada tangan manusia yang tegeletak juga.
"Apa itu Medusa?." Batin Yue.
"Jangan di lihat, ayo pergi." Yuwen menutup pandangan Yue.
"Apa kita sudah terbebas dari ilusi?." Tanya Yue.
"Mungkin." Yuwen nampak tenang.
"Ze!! apa kau mendengarku?!." Yue menghubungi Ze lagi.
"Ya, syukurlah kau baik-baik saja nona. Bergegas pergi menuju selatan, sampai di ujung gua kalian harus segera naik Naga dan melewati lembah keputusasaan. Jangan berani melirik ke dalam lembah atau kau akan tertarik." Ucap Ze.
"Apa maksudmu tertarik?." Heran Yue.
"Semacam sihir ilusi tingkat tinggi, kau akan terhipnotis tanpa sadar dan masuk ke dalam lembah dan tidak akan pernah bisa kembali." Ucap Ze.
"Itu mengerikan, tutup saja pandanganku." Pinta Yue.
"Itu tidak mempan, kau harus berusaha sendiri." Ujar Ze.
Yue hanya bisa mendengus sinis, tinggal melewati satu rintangan lagi dan dia akan tiba di tempat telur Phoenix berada. Tapi kenapa harus ada masalah lagi? bagaimana jika dirinya dan Yuwen tanpa sadar masuk sihir ilusi dan tidak bisa kembali? kisah mereka langsung tamat bahkan sebelum episode satu dimulai.
"Ada apa? ala hewan kontrakmu masih belum menjawab?." Tanya Yuwen.
"Dia menjawab, kita harus berjalan terus ke selatan. Di ujung gua, kita akan naik Naga dan terbang melewati lembah keputusasaan, tapi kita di larang melirik ataupun melihat ke dalam lembah, karena kita bisa terkena halusinasi tanpa sadar." Ucap Yue jujur.
"Merepotkan sekali ya, semoga saja semuanya lancar." Yuwen juga merasa kesal.
Yuwen dan Yue berjalan terus ke arah selatan, pintu gua sudah terlihat dan Yuwen memanggil Naga emas hitam datang. Yue gemetaran dan ketakutan melihat naga yang sangat besar, bahkan sangat menakutkan lebih mengerikan dari Ze.
"Tenanglah dia tidak akan memakanmu." Yuwen menahan tawanya.
"Akhhh aku benci sekali hewan melata." Yue merinding.
"Kita hanya perlu menaikinya sampai ujung sana, bertahanlah." Yuwen menyemangati.
"Yuwen, apa kita tidak perlu menutup mata?." Yue merasa ragu.
"Yue, sebenarnya yang perlu di tutup itu bukan mata melainkan hati dan keserakahan. Jika kau merasa hatimu tenang pasti kau tidak akan melirik atau pun tertarik menatap lembah itu, jadi percayakan pada hatimu." Ucap Yuwen.
"Bicara saja gampang." Kesal Yue.
Yuwen hanya bisa menghela nafas, sepertinya menasihati Yue memang sulit. Yuwen dan Yue naik ke atas naga, Yue paling depan dengan Yuwen yang menjaga di belakangnya.
Drrkkkkk
Whooshhh
Naga melesat terbang ke atas, Yue merasa perutnya sangat geli dan tenaganya hilang. Dia merasa lemas seperti naik kora-kora, dia sendiri bahkan bingung bagaimana bisa naga tanpa sayap bisa terbang?.
Yue pikir naga emas hitam itu memiliki sayap, tapi ternyata hanya memiliki kaki seperti naga susu bear brand. Yue memejamkan mata karena merasa geli dan mual, dia berusaha mengatur nafasnya.
Deg.
tak
whunnggg
Yue tersentak kaget saat tiba-tiba Yuwen menegang, dia tiba-tiba melempar busur dan anak panah ke bawah sana. Yue nyaris menoleh ke bawah, tapi untunglah dia cepat sadar dan langsung mendongak dengan jantung berdebar.
"Apa yang kau lakukan Yuwen?!!." Yue memekik panik.
Jleb
"YUWEN!!!!." Pekik Yue, saat melihat Yuwen menusuk bahu kirinya sendiri dengan belati.
Yue berpikir Yuwen terkena halusinasi, Yue mulai merasa panik dan nyaris menangis. Kenapa justru Yuwen yang terkena? padahal dirinya yang hatinya paling tidak tentram.
"Tenanglah, aku tidak apa-apa." Yuwen bersuara.
"Lalu kenapa kau tadi? apa yang kau lakukan tiba-tiba?!." Yue sudah menangis.
"Siluman ular tadi menempelkan sihir di busur panahku. Nyaris saja aku terkena sihir ilusi, aku tersadar saat merasa tubuhku nyaris jatuh. Aku berhasil menahan diri dan melempar busur dan anak panah itu ke bawah. Tapi anehnya tangan kiriku terasa tertarik ke bawah dan membuatku kesulitan menahan keseimbangan, aku menusuknya agar rasa sakit menyadarkan ku." Ucap Yuwen jujur.
"Lalu bagiamana sekarang?." Yue masih panik.
"Aku baik-baik saja, sepertinya siluman ular tadi berasal dari lembah keputusasaan." Ucap Yuwen.
"Tapi tanganmu berdarah dan terluka." Ucap Yue takut Yuwen kehabisan darah.
"Tenanglah, lihat ke depan sebentar lagi kita sampai di wilayah hutan kematian." Ucap Yuwen.
Yue menoleh ke depan, dia bisa melihat sebuah pulau yang di penuhi tumbuhan rimbun tapi tertutup kabut hitam. Berbeda dengan hutan terlarang yang di penuhi kabut putih, Hutan kematian di selimuti kabut hitam pekat yang jauh lebih menakutkan.
"Apa lagi sekarang?." Yue merasa frustasi.
kira² apa ya yg mau disampaikan yuwen dewasa 🤔🤔
pinter juga yue jadi bisa me time terus 🤣🤣🤣😁😁😁😆😆