NovelToon NovelToon
Lintang Sang Baga

Lintang Sang Baga

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:107.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

"Mencintaimu adalah keputusan, tetap bersamamu adalah janji yang tak akan pernah patah. Yang pergi hanya raga mu, tapi tidak dengan rasa cinta ku. Aku akan tetap mencintaimu meski sinarmu telah redup, doa ku akan selalu menyertai mu, Star.."


_________


Kalian akan dibuat tertawa sampai berderai air mata di sini. Ga percaya? Silahkan baca aja kisah Lintang sang Baga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emang somplak dari sononya

Akhirnya Baga tertidur juga, bukan pingsan. Lintang bisa tahu dari deru nafas yang teratur. Lintang memberanikan diri untuk mengecek suhu tubuh Baga dengan menempelkan punggung tangannya ke kening Baga.

"Huuuft masih panas, tapi udah mayan turun senamnya."

Ada tisu di meja agak jauh dari tempat Baga berbaring, Lintang mengambil tisu itu dan menyeka titik-titik keringat di kening Baga. Dia melihat keringat juga bertebaran di leher dan jakun lelaki itu tapi Lintang nggak berani gratilan sampai sana sana. Biarin aja Baga banjir keringat kayak gitu, kan penampakannya jadi makin seksi.

Lintang mengabari bapak dan emaknya jika dia ada di rumah sakit untuk menemani Baga yang sedang dirawat di sana. Bukannya panik, bapak Den malah nanya, anaknya itu mau dibawain berapa koper buat tempat baju-bajunya. Kesannya malah disuruh minggat sekalian ya?

"Bapak ai emang kebangetan, tapi nggak apa-apa masih ada mami ai yang lebih nggak manusiawi lagi." Tujuannya ngomong gitu apa?

Sedang berbalas pesan dengan emak bapaknya, tiba-tiba pintu terbuka. Memunculkan sosok cantik dan gagah yang nggak luntur tergerus usia. Mereka adalah emak bapaknya Baga. Bapak Abhi dan emak Deepika.

"Astaghfirullah.. Tu kan mas, anak kita itu sakit. Udah tak bilangin dari pagi juga gelagatnya aneh, tapi mas masih santai-santai aja! Lihat itu anak kita jadi terkapar kayak gitu!" ngomel lah emak Deepika pada suaminya. Padahal pak Abhi juga nggak nyumbang apa-apa atas tumbangnya sang anak. Kok ya tetep kena omel lho.

"Laki sakit itu biasa, Deep." jawab pak Abhi sambil berjalan santai di belakang emak Deepika yang udah ada di dekat Baga.

"Lho, ini Lintang kan ya? Anaknya Den?" pak Abhi menyadari ada makhluk lain di ruangan itu.

"Eh, iya.. Ya Allah.. Maaf ya dek. Tante nggak lihat kamu tadi." emak Deepika nggak enak hati. Dia dekati Lintang lalu bercipika-cipiki.

Drama salam-salaman terjadi. Lintang salim ke emak Deepika dan bapak Abhi. Lintang ingin ngomong apa, dia nggak enak. Apa dia jujur aja tentang dirinya yang ngasih obat pereda nyeri haid pada Baga ya? Tapi, kalau emaknya Baga ngamuk gimana?

"Makasih ya dek, udah ngajak kakak ke sini. Dia ini emang workaholic kayak papanya. Sakit juga nggak dirasa sama dia." emak Deepika vibesnya adem, sejuk, bijak. Beda sama emak kandungnya sendiri yang badas luar biasa. Kalau ngomong suka nusuk sampai empedu rasanya.

"Iya Tante." mendadak Lintang jadi cewek kalem.

Bapak Abhi duduk santai di sofa yang berseberangan dengan Lintang. Beliau udah tahu seluk beluk kejadian sebelum Baga dibawa ke rumah sakit, beliau tahu semua! Bahkan insiden Baga nenggak obat pereda nyeri haid pun dia tahu. Tapi dari pada bikin suasana jadi makin canggung, beliau memilih diam. Menyibukkan diri dengan ponselnya.

Mereka sempat ngobrol bersama, bapak Abhi nggak sekaku itu kok. Dia tahu waktunya berbaur dengan manusia lain dan sibuk sama perkejaannya. Setengah jam berbasa-basi dengan segala kejlimetan yang Lintang miliki, Lintang akhirnya pamit pulang. Ya kali mau nginep di sana, capek lah! Kan udah ada emak bapaknya Baga. Dia juga butuh istirahat.

"Lintang lucu ya mas. Ngomongnya suka typo. Apa namanya ya, belibet?" emak Deepika tersenyum mengingat semua obrolan dengan Lintang yang menurutnya lucu.

"Abis ini tolong anter mas ke psikiater ya, Deep."

"Lho kenapa mas?" pekik emak Deepika cemas. Anaknya sakit, suaminya minta anter ke psikiater.. Gimana nggak tratapan.

"Kayaknya mas ada gangguan otak. Bisa-bisanya mas nyambung ngomong sama pacar anakmu itu."

"Dia anak mas juga hih! Eh apa apa.. Pacar? Lintang sama Baga pacaran? Lho.. Masa sih mas?"

"Tuh, kamu aja nggak sadar hubungan anakmu sama anak Den. Masa aku bisa nebak segampang ini. Ayo, Deep.. Jangan lama-lama ke psikiater nya. Mas takut beneran jadi bodoh kalau kayak gini. Masih banyak kerjaan yang membutuhkan kecerdasan mas soalnya."

"Hiiiih apa sih mas, serius lah! Masa anak kita udah punya pacar mas.. Astaghfirullah.. Ini gimana mas?"

"Kamu lebih khawatir anakmu punya pacar dari pada suami mu kena gangguan mental, sayaaaang?"

"Soalnya kan dulu kan mas nikah sama aku umur tiga satu.. Baga baru dua dua lho mas!"

"Mungkin nurun kamu, kamu kan pacaran sama mantan mu dari es'em'ah. Siapa ya namanya, Mas lupa.."

Emak Deepika langsung bergerak ke arah suaminya lalu memukul bahu bapak Abhi kesal. Ditambah cubitan maut di pinggang bapak Abhi yang makin mengukuhkan jika emak Deepika hanya covernya aja yang santun tapi aslinya tetap barbar. Saking sibuknya nyubitin suaminya, emak Deepika sampai jatuh ke pelukan bapak Abhi. Ya kesempatan itu nggak disia-siakan bapak Abhi dong, sigap banget tangan bapak Abhi mengunci pergerakan emak Deepika lalu mengarahkan wajahnya lebih dekat, makin dekat lalu...

"Bisa nggak kalian pulang aja? Lanjutin apa yang mau kalian lakukan di rumah." kena tegur Baga kan mereka.

Nggak tahu sejak kapan Baga bangun dari tidurnya, tapi yang jelas sekarang Baga lagi sibuk dengan ponselnya.

"Lho.. Kakak udah bangun, aduuh.. Iya nih kak, papa mu emang suka ngajak gelud. Kesel mama jadinya." eleh modus membela diri, salahin aja terus itu suaminya. Bapak Abhi juga nggak akan protes juga.

"Hmmm.." Baga mode males ngomong.

Ketika Baga ada di rumah sakit ditemani orang tuanya, ada Lintang yang sampai rumah dengan wajah seperti prajurit kalah perang. Lemah, letih, lesu, nggak ada keceriaan yang biasanya selalu ngintilin dirinya.

"Lho kok udah pulang, Ntang," tanya emak Tisya nggak jelas maksudnya gimana.

"Ai pulang jam setengah sembilan malam lho mi, tapi mami katak biasa aja. Makin curiga ai ini bukan anak kandung kemih kalian!" Lintang berjalan malas ke lantai dua malas berdebat dengan emak bapaknya.

"Kok bawa-bawa kandung kemih sih itu bocah, ada masalah apa dia sama kandung kemih?" emak Tisya garuk-garuk kepala yang nggak ada ketombenya.

"Den kok kamu diam aja sih, itu lho si Lintang makin aneh. Apa nggak sebaiknya kita masukin dia ke kelas bahasa Indonesia yang baik dan benar? Aku kadang bingung dia ngomong apa lho Den." khawatir mu kayaknya telat deh mak..

"Besok tak suruh dia buat download aplikasi KBBI."

"Itu bukan solusi!"

"Kamu aja yang ajarin dia, aku bagian di salah-salahin aja. Ikhlas kok."

"Deeeeen! Lucu ya kamu, sianida mu belum mok minum ya? Kesel dengernya."

"Nanti minumnya bareng kamu. Kamu separo, aku bagian buang botolnya."

Seketika bantal di sofa melayang kena muka muka bapak Den. "Nah kan, salah lagi.. Perasaan salah mulu aku jadi manusia."

"Di kehidupan mendatang kamu jadi cacing kremi aja! Jadi nggak ngeselin gini!" emak Tisya berjalan menuju kamar meninggalkan suaminya yang sibuk dengan laptop di pangkuan.

"Nggak sekalian jadi amoeba aja? Aku yang jantan, dia betinanya."

"AKU DENGER YA DEEEEN!" teriak emak Tisya dari kejauhan.

"Hahaha.. Love you too, Sya."

Jadi paham kan, bibit kerandomanan Lintang dan Baga emang udah ada sebelum mereka diproduksi oleh kedua orang tua mereka.

1
𝓔𝓶𝓲𝓪𝓐𝓹𝓾𝓵𝓲𝓼𝓪 𓋜𝐓⭑𝐒
sukses untuk karya baru nya Thor
Chusnul Chotimah
sedih klo baca novel sad ending gini,,,keren Thor karyamu,bikin sakit perut guling guling diawal dan nangis Bombay di last nya.kasihan mas Baga😭😭😭😭😭
PαᏇᏕιƚιʋҽ VιႦҽʂ Oɳʅყ 🌼
walau tak ku pungkiri sakitnya buat hancur sekali, bagaimana bisa tuhan persatukan lalu di pisahkan, untuk apa cinta tapi akhirnya luka .....
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
berpisah belum tentu melupakan.. Baga melanjutkan hidupnya dengan tetap mengukir nama bintang di dalam hatinya...☺️💗
Hnɐſnɐu🎐ᵇᵃˢᵉ
karena terlalu merindukan lintang,Baga terbawa ke alam bawah sadarnya
Rita Ariani
awal awal ceritanya bikin ngakak
akhir ceritanya banyak bawang bombay nya
bisa diambil pelajaran positif nya ya, karya yg luar binasa eehhhhhh luar biasa hihihihi
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
terimakasih Thor utk sebuah karya yg menemani kami disini-meski harus berderai airmata😌
sukses terus buatmu, smoga tetap sehat-dan aku tunggu karyamu selanjutnya yg happy² (kapanpun itu)
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
ahhhhh kupikir dunia paralel itu adalah tem0at terakhir mereka utk tetap bersama
ternyata memang cinta tak selalu harus bersama, bersatu dlm dunia yg sama
sad sad sad, tapi begitulah takdir yg tertulis atas mereka
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Takdir tdk pernah bertanya apa prsn kita..
apakah kita bahagia, apakah kita tdk suka..
takdir bahkan basa-basi menyapa pun tdk..
tdk peduli.. karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi kata Tere Liye😐
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
thanks Thor nyesek nek bacaan sad ending ngene
Arin
/Heart/
𝐙⃝🦜eRo
terus maju dan bahagia baga💪💪💪
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
serahmu ae lah Thor, seraaaaaaahhhhhh 🤧🤧🤧
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
nyaris tengah malam dan mesti ngelapin ingus?!
bersoda kamu Thor, bulan puasa gini bikin org mewek😤
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
kamu teror aja otornya Ga, dia suka kebiasaan bikin mewek banyak pasang mata😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
mending balik ke setelan awal mreka ketemu aja, gpp jadi tom and Jerry.. drpd saling bucin tapi mesti kek gini😤
𝐙⃝🦜eRo
kirain baga beneran nyusul lintang,, ternyata bokongggggg
Arin
Kirain kemarin itu cuman bohongan kalau Lintang bener-bener meninggalkan Baga. Biasa kalau peran utama berakhir bahagia. Ini kok malah 😭😭😭😭
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
hmm wae wes tak 🥺
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
apa kamu lg otewe nyusul dia ga?
hati2 di jalan, jgn nyasar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!