NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Berbaikan / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadisti

Amelia menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya, namun laki-laki tersebut justru sangat membencinya, setiap hari Amelia selalu di perlakukan kasar, bahkan ia sering di tuduh sebagai pembunuh kekasih suaminya.

Adrian Aditama laki-laki tampan yang tak lain adalah suami Amelia, ia sangat membenci gadis itu, dan ia selalu menyalahkan Amelia sebagai pembunuh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka? simak terus ceritanya, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di bawah, dan berikan dukungan kalian ya dengan cara vote sebanyak_banyaknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelekaan

Happy Reading

Amelia yang mendengar teriakan Adrian, tidak menghiraukannya sama sekali, rasa sakit dalam hatinya begitu dalam, sehingga Amelia memutuskan untuk pergi ke rumah mama mertuanya agar perceraiannya dengan Adrian segera di laksanakan.

Drttt... Drtt....

Ponsel Amelia berbunyi, dengan cepat Amelia pun meraih ponsel yang berada di dalam tas kecil miliknya.

Dilihatnya layar ponsel tersebut, dan ternyata Vino lah yang menghubunginya, Amelia tersenyum, kemudian Amelia menggeser tombol yang berwarna hijau.

"Ada apa Vin?" Tanya Amelia mencoba untuk tidak memperlihatkan kesedihannya.

"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu Amel, ada apa denganmu?" Terdengar suara Vino yang begitu khawatir.

"Aku, aku tidak apa_apa Vino, kenapa menelpon ku?" Berusaha untuk menormalkan suaranya.

"Amel, jangan membohongiku aku selalu tau apa yang terjadi denganmu."

"Memangnya kamu cenayang."

"Aku serius Amel."

"Amelia kembali." Teriak Adrian dengan tiba_tiba sehingga membuat Amelia terkejut dan berlari dengan cepat.

"Vino aku tutup dulu ya bye." Ujar Amelia dengan buru_buru, sehingga ia lupa untuk memutuskan sambungannya.

Setelah itu Amelia pun langsung menaruh kembali ponselnya ke dalam tas dan terus mempercepat kakinya untuk berlari, sementara Adrian semakin mendekat, langkah kaki panjangnya hampir mendekati Amelia yang kini tengah berlari ke jalan raya.

"Ah sial, kenapa dia cepat sekali mengejar ku, aku harus segera menyeberang, atau aku akan di tangkapnya." Gumam Amelia sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.

"Amelia berhenti, kamu mau pergi kemana, ayo ikut aku kembali." Ujar Adrian yang sudah tiba di belakang Amelia, sehingga membuat Amelia semakin ketakutan dan berjalan ke tengah jalan raya.

"Aku tidak mau, lepaskan aku Adrian." Amelia mencoba untuk melepaskan suaminya yang sudah memeluk tubuhnya, namun sayang sekali tenaga Adrian jauh lebih kuat di bandingkan dengan dirinya.

"Tidak akan, aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkanku." Ujar Adrian tanpa melepaskan pelukannya, tanpa Adrian sadari ada sebuah mobil yang melaju ke arah mereka dengan sangat cepat, Amelia yang menyadarinya pun langsung mendorong tubuh Adrian dengan sekuat tenaga, sehingga membuat dirinya lah yang tertabrak mobil tersebut, dan terpental lumayan jauh.

Bruuuuk....

Suara tersebut mampu membuat tubuh Adrian lemas tak berdaya, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa mobil tersebut menabrak istrinya dengan sangat kencang, sehingga membuat tubuh Amelia terpental.

"Tidak, Ameliaaaaaaaaa." Histeris Adrian sambil berlari ke arah tubuh istrinya yang tergeletak tak berdaya, darah di kepalanya keluar dengan sangat banyak, mata Amelia terpejam, tubuhnya lemas, nafasnya pun sangat rendah, sehingga menambah kekhawatiran suaminya tersebut.

"Tidak, Amelia bangun, aku mohon bangunlah." Adrian berucap dengan air mata yang mulai jatuh secara perlahan, rasa bersalah dan juga rasa takut menyelimuti dirinya, tangannya bergetar memeluk tubuh Amelia yang kini tidak berdaya.

"Mas mari kita bawa istri mas ke rumah sakit." Ujar salah satu pengendara mobil yang datang menghampirinya, Adrian hanya mengangguk dengan pelan, kemudian ia menggendong tubuh Amelia, dan membawanya masuk ke dalam mobil si pengendara tadi.

"Pak tolong cepat pak." Ujar Adrian penuh kepanikan.

"Iya mas."

"Amelia, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku janji, aku akan menebus semua kesalahanku padamu, aku minta maaf Amel, sadarlah." Ucap Adrian dalam hati, air matanya masih setia menemani kesedihannya, perasaan bersalahnya semakin bertambah ketika mengingat kejadian_kejadian yang di alaminya selama ia memperlakukan Amelia dengan buruk.

"Gadis bodoh kenapa kamu malah mengorbankan nyawamu demi menyelamatkan laki_laki brengsek sepertiku, aku tidak pantas menerima semua ini Amelia, aku yang seharusnya celaka bukan kamu." Adrian bergumam dengan pelan, ia sungguh sangat_sangat menyesali perbuatannya selama ini.

Perasaan hancur, rasa sakit di dalam hatinya membuat Adrian tidak bisa menghentikan air matanya yang terjatuh seperti air hujan.

Penyesalan memang selalu datang terlambat, dan itulah yang di alami oleh Adrian saat ini.

***

Rumah sakit.

Dengan cepat Adrian membawa Amelia masuk ke dalam rumah sakit, raut wajahnya yang panik sangat terlihat begitu jelas.

"Dokter tolong istri saya secepatnya." Ujar Adrian sambil menaruh Amelia di atas brankar.

"Bapak tunggu disini, bapak tidak boleh masuk ke dalam." Ucap dokter tersebut, sambil menyuruh suster_suster yang berada di situ untuk membawa Amelia masuk ke dalam UGD, sementara Adrian langsung terduduk di lantai.

Tubuhnya bergetar, matanya yang sedari tadi mengeluarkan kristal bening pun terlihat merah dan sedikit bengkak, sementara itu, ponsel yang berada di saku celananya pun terus berdering.

Tanpa melihat siapa yang tengah menghubunginya, Adrian pun langsung menggeser tombol yang berwarna hijau.

"Adrian, mama dari tadi menghubungimu, kenapa baru mengangkatnya sekarang." Tanya seorang perempuan yang tak lain, adalah Laras mama Adrian.

"Aku lagi di rumah sakit mah, Amel ,, Amel tertabrak mobil." Adrian berkata dengan nada yang begitu rendah, sementara di tempat lain Laras sangat terkejut mendengar ucapan anaknya tersebut.

"Ya Tuhan Amelia, Mama akan segera ke sana kamu kirimkan alamat rumah sakitnya." Ujar Mama Laras dengan panik, lalu setelah itu, mama Laras pun mengakhiri panggilannya, sementara Adrian langsung mengirimkan alamat rumah sakit dimana Amelia di rawat.

"Amelia aku mohon jangan tinggalkan aku, aku bersumpah, aku akan menebus semua kesalahanku, aku bersumpah, aku akan membuatmu bahagia, Amelia maafkan aku, maafkan aku Amelia." Adrian kembali bergumam dengan pelan, air matanya pun kembali terjatuh membasahi pipinya.

Beberapa saat kemudian, mama Laras pun telah tiba di rumah sakit, ia segera menghampiri anaknya yang terlihat sangat menyedihkan.

"Adrian bagaimana keadaan istrimu?" Tanya mama Laras dengan nada khawatirnya, Adrian yang mendengar mamanya berbicara pun langsung memeluknya dengan erat.

"Mah, ini semua salahku mah, salahku." Lirih Adrian di iringi dengan tangisan kecilnya, Laras yang mendengar ucapan anaknya pun langsung menenangkannya.

"Sudahlah sayang, lebih baik kita berdoa, semoga istrimu baik_baik saja." Ujar mama Laras sambil menitihkan air matanya.

Adrian melepaskan pelukannya, kedua tangannya berada di wajahnya, baju yang terlihat kotor dan penuh darah pun tidak ia hiraukan.

"Sayang ganti dulu pakaianmu." Mama Laras kembali berkata dengan nada lembutnya.

"Tidak mah, aku ingin disini saja menunggu Amelia sadar."

"Lihatlah dirimu, bajumu kotor dan banyak noda darah di sana, pergilah ganti dulu bajumu."

"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu mah, titip Amelia, jika dia sudah sadar segera hubungi aku mah."

"Iya sayang, mama pasti akan segera menghubungimu, pergilah."

Setelah itu, dengan berat hati Adrian pun meninggalkan rumah sakit, sementara mama Laras setia menunggu menantunya yang kini masih dalam perawatan di ruang UGD.

***

Di tempat lain, Vino yang mendengar suara teriakan Adrian pun langsung panik, pasalnya, sejak Amelia lupa untuk memutuskan sambungannya, Vino masih setia menempelkan ponselnya di telinga kanannya, ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Amelia.

Vino yang mendengar perdebatan antara Amelia dan Adrian pun langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, amarah dalam dirinya pun tiba_tiba muncul, ia sangat ingin pergi langsung ke tempat dimana Amelia berada dan menghajar Adrian di sana.

Namun ketika mendengar teriakan Adrian yang memanggil nama Amelia, rasa marah yang ada dalam dirinya pun berubah menjadi kekhawatiran yang mendalam, sehingga membuat tubuh Vino lemas dan langsung mengakhiri panggilannya, lalu ia menghubungi asisten sekaligus sahabatnya untuk mencari tau keadaan Amelia.

Setelah mendapat kabar, dengan cepat Vino pun langsung menuju rumah sakit dimana Amelia di rawat, kekhawatirannya semakin bertambah besar setelah ia mendengar bahwa Amelia kecelakaan.

"Amel, kamu harus baik_baik saja, aku tidak ingin kehilanganmu Amel, aku mohon." Gumam Vino sambil melajukan kendaraannya ke rumah sakit.

***

Di rumah sakit, mama Laras yang setia menunggu menantunya pun langsung menghampiri dokter yang sudah keluar dari ruang UGD, dengan rasa cemas dan juga perasaan khawatirnya, mama Laras pun bertanya.

"Bagaimana keadaan menantu saya dok?"

Dokter itu terlihat menghela nafasnya dengan berat, kemudian ia menatap mama Laras lalu berkata." Keadaan menantu ibu sangat berbahaya, mungkin jika telat lima menit saja, nyawanya tidak akan tertolong, tapi untung saja anak ibu membawanya tepat waktu."

Adrian yang sudah kembali pun langsung menghampiri mama dan juga dokter tersebut, kekhawatirannya sangat terlihat jelas dari raut wajahnya.

"Dok bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Adrian dengan khawatir.

"Istri anda sekarang dalam keadaan koma akibat benturan yang cukup keras di kepalanya."

Mendengar ucapan dokter tersebut membuat tubuh Adrian kembali melemas, air matanya kembali terjatuh, ia sungguh tidak bisa percaya dengan keadaannya sekarang, sementara disisi lain, Vino yang sudah berada tidak jauh dari mereka pun mendengar semua apa yang dokter itu bicarakan, Vino tidak bisa menahan air matanya, hatinya hancur bagaikan tersayat_sayat oleh pisau belati yang tajam, ketika mendengar perempuan yang sangat ia cintai itu koma.

"Sayang kamu yang sabar nak, lebih baik kita melihat istrimu dulu."

Adrian hanya mengangguk dengan pelan, sementara dokter yang menangani Amelia sudah berlalu pergi.

"Adrian, ini semua gara_gara lo, kalau saja lo tidak bertengkar dengan Amel, semua ini pasti tidak akan terjadi, Amel aku akan membawamu pergi, aku bersumpah Amel, aku akan membawamu pergi jauh dari laki_laki brengsek itu." Gumam Vino dengan pelan sambil menatap Adrian yang memasuki ruang Amelia.

Adrian langsung menghampiri Amelia yang kini terbaring lemah tak berdaya, tangannya yang lebar menggenggam erat tangan Amelia, tatapan matanya begitu mendalam.

"Amelia buka lah matamu, aku mohon Amel, maafkan aku, kalau bukan gara_gara aku kamu tidak akan seperti ini, Amel bangunlah buka matamu." Lirih Adrian sambil menciumi tangan istrinya tersebut, sementara mama Laras yang melihatnya pun sangat bersedih.

"Sayang, sudah kamu jangan menyalahkan dirimu terus, ini sudah takdir Tuhan sayang, lebih baik kita berdoa supaya Amelia cepat sadar dari komanya." Ujar mama Laras sambil berdiri di samping anaknya.

"Mah, ini semua memang salah aku, aku yang sudah menyebabkan Amelia seperti ini, maafkan Adrian mah, karena Adrian tidak pernah mendengarkan ucapan mama, Adrian salah mah."

"Sudah lah sayang, jangan menangis lagi, penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi kita manusia hanya bisa menebusnya dan memperbaiki kesalahan kita, sebaiknya kita berdoa agar Amelia segera sadar dari komanya."

Mendengar ucapan mamanya, Adrian hanya terdiam, memang benar apa yang di ucapkan oleh mamanya tersebut, penyesalan memang selalu datang terlambat, dan sekarang, Adrian benar_benar sangat menyesali perbuatannya dulu.

Andai saja dia memperlakukan Amelia dengan baik, andai saja dia tidak pernah menyakiti hati dan juga fisik Amelia, andai saja tadi dia tidak bertengkar dengan Amelia, mungkin sekarang semuanya baik_baik saja, tapi apa boleh buat, waktu tidak bisa di putar kembali, hanya penyesalanlah yang menyelimuti dirinya saat ini.

Bersambung.

1
Abdulazisfadli Fadli
benci jadi obsesi😄
ayu cantik
suka
Jumiah
ardian sfh membuat amellia menderita .
buat ap kembali sma ardian...
Jumiah
amel sma arga padahal punya ms lalu yg manis ,masa kecil nya ko gk dilanjut kan
kan lebih seru...
Jumiah
mellllll sdh di selingkuhi masih mau balikan...jd gereget aq...
Mesri Sihaloho
judulnya juga sudah mengejar cinta mantan,,ia wajarlah salah satu pria yg mencintai Amel harus pergi selamanya .selamat jalan vino cinte pertam amel
Mesri Sihaloho
aku merasa Amelia itu bodoh sudah disiksa tetap aja mau tinggal sama Adrian,,pergi jauh kenapa masa GK ada kepikiran kenapa setiap pergi Adrian tau..ah pusing thor jangan kelamaan buat si Amelia bodoh
Mesri Sihaloho
ameli kabur ngapa?sakit thor hati ini
Mesri Sihaloho
jangan jadi wanita lemah dong Amelia,,harus bisa melawan jangan karena cinta kamu jadi bodoh seperti kata adrian
Mesri Sihaloho
jangan lama thor Adrian menyiiksa Amelia,,
Jumiah
amellia ingat janjimu ucapan mu ..
jangan sampai kmu balikan lg sma sikeparat mantan suami ...
Fitri Yani
Adrian ngeri psikopat
Fitri Yani
rasain lu Adrian
Fitri Yani
Adrian ini berkepribadian ganda sepertinya, mengerikan
Jumiah: klo ardian berkeperibadian ganda ,
gk punya pendirian ...
gk bisa di jd kan teman hidup..
mengerikan ...
total 1 replies
Fitri Yani
pergi gblk, ihhhh sebel aku lama2 darah tinggi baca novel ini 😭😭😭😭
Fitri Yani
gwoblooookkk banget sih Amelia, ngapain juga masih cinta hadeh, gregetan aku sm karakter Amelia😡😡😡
Jumiah: amelia harga dri mu ..kmu sendiri yg bisa menjagax ...
jd berenti merendahkan dri mu ..
jangan jd orang bodoh ...
pertahan kan cinta yg gk berarti bagi suami mu...
total 1 replies
Komang Diani
Luar biasa
Epijaya
jadikan mrk suami iatri
falea sezi
akhirnya cerai jg
Ninik Ningsih
aduh Amel bodoh atau befo...gregetbbangetb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!