YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨
PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻
Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.
Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.
Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.
Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.
Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.
Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.
Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.
Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 CMDWM
Niko menekan pedal gas lebih dalam hingga mobil melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan Jakarta. Dengan gesit ia menyalip kendaraan demi kendaraan di depannya.
Hanya satu hal yang ada di pikirannya saat ini, secepat mungkin mengantar Restu ke tempat tujuan.
Tak lama kemudian, mobil itu memasuki halaman sebuah rumah mewah bergaya klasik modern. Begitu mobil berhenti sempurna, Restu langsung membuka pintu dan keluar tanpa menunggu lebih lama.
Langkahnya tergesa saat memasuki rumah.
Rumah itu merupakan salah satu kediaman keluarga Wicaksono di Jakarta. Meski hanya dijadikan tempat singgah ketika ada urusan bisnis, kemegahannya tetap terlihat jelas. Halaman luas, pilar-pilar tinggi, serta interior bernuansa elegan membuat rumah itu terasa berkelas tanpa terlihat berlebihan.
Namun, bagi keluarga Wicaksono, rumah itu masih belum sebanding dengan rumah utama mereka di Surabaya, tempat seluruh keluarga besar berkumpul.
Nama Wicaksono sendiri sudah lama dikenal masyarakat luas.
Semua bermula dari Tuan Aedriz Wicaksono, opa kandung Restu sekaligus sosok yang membesarkan kerajaan bisnis keluarga mereka.
Aedriz bukanlah pria Indonesia asli. Pada masa mudanya, ia pernah mengalami kecelakaan saat berada di Indonesia hingga kehilangan ingatan. Dalam kondisi itu, ia ditemukan dan ditolong oleh Tuan Besar Wicaksono, ayah Oma Dania.
Karena iba, Tuan Besar Wicaksono membawa Aedriz tinggal bersama keluarganya dan memperlakukannya seperti anak sendiri.
Di sanalah Aedriz tumbuh bersama Oma Dania.
Awalnya, hubungan mereka tak lebih dari keluarga biasa. Namun, seiring waktu, perasaan itu berubah menjadi cinta.
Setelah ingatannya kembali, Aedriz sempat kembali ke Tiongkok untuk menemui keluarga kandungnya. Tetapi setahun kemudian, ia datang lagi ke Indonesia dengan tujuan berbeda.
Ia melamar Oma Dania.
Pernikahan mereka kemudian menjadi awal berkembangnya nama besar keluarga Wicaksono.
Di bawah kepemimpinan Aedriz, bisnis keluarga berkembang pesat dari sekadar usaha perhotelan menjadi jaringan perusahaan besar yang mencakup properti hingga restoran ternama.
Dan yang paling penting, dari Opa Aedriz lah Restu mewarisi wajah tampannya.
Sayangnya, Aedriz meninggal dunia di usia lima puluh lima tahun akibat penyakit jantung.
Meski begitu, nilai dan didikannya tetap melekat kuat pada keluarga Wicaksono hingga sekarang. Mereka dikenal sebagai keluarga terpandang yang tetap rendah hati di mata masyarakat.
>>>
Restu berlari kecil menuju rumah. Tanpa basa-basi, ia langsung menanyakan pada kepala pelayan. Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat hatinya semakin gelisah, tidak ada tamu yang datang, apalagi Oma Dania.
Restu meraup wajahnya dengan kasar, kecemasan jelas menjalar di setiap sudut pikirannya.
"Oma... Oma ke mana? Kenapa harus nyusulin Restu segala, sih..." gumamnya lirih, merasa frustasi.
"Nik, kerahkan semua bodyguard! Cari Oma sekarang juga! Saya tidak peduli bagaimana caranya, pokoknya Oma harus segera ditemukan!" perintah Restu dengan tegas, mata menyala penuh kekhawatiran.
"Baik, Pak," jawab Niko singkat, lalu bergegas menjalankan perintah.
...🕊️🕊️🕊️...
Setelah sempat berdebat, Qiana akhirnya mengajak nenek masuk ke rumah untuk sarapan.
Selesai makan, Bu Heni dan Qiana mengajak nenek duduk bersama di ruang keluarga, mencoba berbicara dengan lembut.
"Bu... apakah Ibu ingat siapa nama Ibu?" tanya Bu Heni hati-hati. Kemarin beliau sudah bertanya, tapi nenek mengaku lupa.
Wanita tua itu mengernyit, seolah berusaha menggali ingatannya. "Seingatku... namaku ada nia-nia nya... sebentar..."
Qiana dan Bu Heni saling pandang.
"Sonia, mungkin, Nek?" tebak Qiana.
"Ngawur!" balas sang nenek mengibaskan tangan sambil memutar kedua bola matanya.
Beberapa detik kemudian, ia menepuk tangan. "Ah! Namaku Dania. Iya, sepertinya sih Dania!" ucapnya mantap.
Qiana dan Bu Heni mengangguk bersamaan.
"Lalu, coba pelan-pelan Ibu ingat... Ibu mau ke mana? Kenapa sendirian?" Bu Heni kembali bertanya dengan sabar.
Wanita tua itu menghela napas sebentar, lalu menjawab, "Seingatku, aku mau mencari cucuku. Rumahku memang jauh... aku pergi kesini sendiri, tapi pas sampai di sini malah kecopetan. Sial!"
Qiana membola mendengar nenek tua itu mengumpat begitu saja. "Eh, nenek! Tidak boleh mengumpat, ya!"
"Eh, maaf!" Oma Dania nyengir, menutup mulutnya dengan tangan.
Qiana menggeleng kan kepala, lalu kembali bertanya dengan hati-hati. "Nama cucu Nenek siapa, nenek ingat tidak? Nyerempet dikit deh coba..."
Tapi, Oma Dania hanya menggeleng pelan, membuat Qiana menghela napas panjang.
"Yasudah, nanti biar Min-min coba bantu carikan cucunya ya, Bu, pelan-pelan. Selama Ibu belum ketemu, tinggal dulu di sini tidak apa-apa. Tadi Mbak Ani juga sudah mengizinkan, kok," ujar Bu Heni menenangkan.
Oma Dania tersenyum tulus. "Terima kasih banyak, kalian orang-orang baik. Saya beruntung dipertemukan dengan kalian. Hanya Tuhan yang bisa membalasnya."
"Iya Bu. Sama-sama, bukankah sesama manusia kita sudah seharusnya saling tolong menolong?" Kata Bu Heni, memandang Qiana dengan tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Akankah Niko segera bisa menemukan Oma Dania yang sedang bersama Min-min? Ikuti terus ya ceritanya 😘
oh ah oh eh oh uh...
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
gk mau kalah sama Angga
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga