NovelToon NovelToon
A Mafia'S Love For A Muslimah

A Mafia'S Love For A Muslimah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi
Popularitas:846.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurliah Ummu Tasqi

Seorang mafia kelas kakap, Maxwell Powell nyaris terbunuh karena penghianatan kolega sekaligus sahabatnya. Namun taqdir mempertemukannya dengan seorang muslimah bercadar penuh kharisma, Ayesha, yang tak sengaja menolongnya. Mereka kemudian dipersatukan oleh Allah dalam sebuah ikatan pernikahan gantung karena Ayesha tak ingin gegabah menerima lamaran Maxwell terhadapnya. Kehidupan seorang muallaf dengan latar belakang kehidupan gelap seorang mafia mengharuskan sang gadis muslimah yang nyaris sempurna ini harus menguji dulu seberapa mungkin mereka kelak bisa membangun rumah tangga Islami yang seutuhnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurliah Ummu Tasqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Romantisme di Kebun Bunga

"Garrin kembali bersemangat. Sugesti dalam dirinya bahwa ia akan sembuh semakin besar dan bertumbuh dengan subur. Sel-sel kanker yang bersemayam dalam tubuhnya lama kelamaan kalah oleh energi positif sugesti tersebut. Apalagi menurut penelitian, terapi mendengarkan bacaan quran juga mampu membunuh sel-sel jahat kanker dalam tubuh.

Dan yang jelas, memang sudah tertulis sebelumnya, remaja itu belum saatnya wafat."

"Tertulis dalam kitab yang honey sebutkan tadi?"

"Ya. Semua kita taqdirnya sudah ada di sana"

"Jadi kita hanya menjalankan taqdir saja?"

"Ya. Tapi sebagian taqdir bisa juga diubah"

"Bisa diubah? Tapi kita hanya tinggal menjalankannya sesuai kehendak Tuhan...membingungkan..."

"Ada saat Allah menyuruh kita mengubah keadaan kita sendiri. Jika Garrin awalnya mungkin tidak mau berusaha maka ia hanya pasrah tergeletak di rumahnya ditemani orang tuanya. Tapi selanjutnya dengan kegigihan dan kesungguhan ikhtiar orang tuanya dan juga Garrin sendiri, akhirnya ia lepas dari siksaan penyakit yang dideritanya. Begitu juga dengan dirimu hubby..."

"Aku?"

"Ya. Jika bukan karena usaha dan kesungguhanmu untuk sembuh dari luka dan racun itu, juga usaha dan kesungguhanmu untuk berislam dan mengejar diriku, tentu kita tidak akan menikah dan bisa jalan-jalan pagi ini", Ayesha senyum dikulum sambil melirik ke samping kanan, tempat sang suami berada.

"Benar sekali. Dan aku sangat bahagia memilikimu, sayang."

"Aku hanyalah milik Rabb-ku. Tuhan pencipta langit dan bumi. Hubby juga sama. Hubby milik Allah, Rabb semesta alam. Manusia tidak ada yang bisa saling memiliki"

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana, hubby. Tidak ada yang kekal.

Ada masanya perpisahan dengan dunia ini."

"Tidak. Aku tidak akan ijinkan kau pergi dari sisiku"

"Maka berusahalah. Berdoalah. Agar kita senantiasa bisa bersama hingga menua"

"Berarti taqdir bisa diubah dengan usaha dan doa. Begitukah?"

"Benar. Sebahagian."

Maxwell tersenyum. Ia melihat istrinya dengan tatapan penuh cinta. Tak terasa kini mereka sampai di sebuah tempat yang sangat mengagumkan. Mulut Maxwell berdecak kagum. Sejauh mata memandang hanya ada kebun bunga beraneka ragam dan warna yang sebagian besar sedang berbunga. Semuanya tertata rapi, dalam barisan tanaman yang sama sesuai dengan jenisnya. Harum semerbaknya segera memanjakan indra penciuman siapa saja yang berada di sana. Sangat menyegarkan dan menyenangkan hati siapapun tentunya.

"Kebun bunga?"

"Ya. Hubby ingin turun?"

"Tentu saja. Aku ingin menyentuh dan memetiknya. Bolehkah?"

"Tentu saja."

Ayesha pun turun dari kudanya dan membantu Maxwell. Setelah itu Maxwell kini berjalan di depan Ayesha menyusuri barisan bunga berwarna pink yang mekar. Ketika sudah berkeliling sebentar menghampiri beberapa jenis bunga, Maxwell memetik setangkai mewar merah dan kemudian mendekati istrinya. Lalu tiba-tiba ia berlutut di depannya dengan mengangkat setangkai mawar yang baru dipetiknya tadi dengan ke dua tangan mengulur ke arah wajah sang istri

"Honey, kutahu aku bukan sosok suami yang baik untukmu. Engkau terlalu sempurna dibandingkan denganku. Namun bolehkah aku egois memintamu untuk selalu menemaniku dalam suka maupun duka?"

Ayesha seketika tertawa geli dengan posisi Maxwell tersebut. Gerakan Maxwell nampak kaku dan ekspresinya juga demikian. Dalam pikiran Ayesha langsung teringat dengan masa lalu suaminya yang dingin pada siapa saja apalagi wanita. Jauh di relung hatinya ada rasa syukur. Ternyata suaminya memang jujur. Dia tidak terbiasa bersikap romantis seperti kebanyakan lelaki hidung belang di luar sana.

"Tentu saja my hubby. Aku mau"

Ayesha meraih mawar yang diberikan sang suami dan menciumnya penuh penghayatan hingga matanya terpejam. Dan tiba-tiba ia sudah merasakan sesuatu yang dingin dan lembut menyentuh pipinya yang disibakkan dari cadarnya. Cadarnya sudah terbuka ke samping. Kedua tangan sudah melingkar sempurna di pinggangnya. Spontan dibukanya matanya dan mendapati Maxwell yang tengah menciumnya dengan lembut dengan mata terpejam. Blush. Ayesha merona.

"I love you. Thank you for standing beside me and accepting me with all my weakness", lirik Maxwell.

Ayesha tersenyum dan turut memejamkan matanya. Perasaannya dipenuhi kebahagiaan. Dia tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya dengan lawan jenis dan kini ia mulai merasakannya. Aku akan berusaha membahagiakanmu suamiku dengan cintaku. Jadilah suami yang selalu penuh cinta dan romantis seperti ini, desahnya dalam hati. Kondisi romantis keduanya berjalan cukup lama hingga...

"Ehhmmmm...."

Keduanya tersentak. Suara deheman membuyarkan keromantisan singkat yang baru saja tercipta.

"Elena?", Ayesha sontak menoleh ke sumber suara dan langsung mengenalnya. Ia pun langsung menjabat tangannya dan memeluk sahabat kecilnya tersebut.

"Sorry ya sudah merusak romantisme pengantin baru", Elena mengedipkan matanya sambil tersenyum menggoda ke arah Ayesha setelah melepas pelukannya.

"Ah itu hanya... emmm...by the way kenapa tidak hadir di pernikahan kami"

"Karena undangannya tak sampai"

"Bukankah Ali langsung ke rumahmu?"

"Ya, tapi aku sedang menginap ke rumah Yovanna dan pesan Ali baru ku baca esok paginya. Ketika aku baru saja sampai, dr Anne sudah ada di dalam kamarku dan tidur dengan seenaknya saja"

"Jadi dr Anne tidur sendirian?"

"Ya. Karena dia tidak enak mengganggu pengantin baru"

"Apaan sih. Masih ada kamar kosong di rumah kenapa malah menyendiri"

"Sudahlah, jangan merasa tidak nyaman. Sebenarnya dia ada webinar, seminar kesehatan nasional di malam pernikahan kalian dan dia salah seorang key note speakernya. Jadi dia cuma beralasan saja hendak ke rumah bertemu denganku karena ia tidak enak membatalkan undangan panitia yang sudah jauh-jauh hari menyusul acara tersebut. Sedangkan pernikahan kalian itu mendadak sekali bukan?", Elena pura -pura memasang wajah cemberutnya.

"Oh...Maafkan aku. Nanti kuceritakan semuanya my best friend. ok?", seketika Ayesha teringat Maxwell suaminya dan langsung menoleh padanya. Yang dipandang hanya memperhatikan mereka dengan pandangan datar.

"Ohya perkenalkan ini suamiku. Hubby, ini Elena teman masa kecilku sekaligus pemilik kebun bunga ini. Rumahnya tak jauh dari sini dah sebenarnya aku mau bawa hubby ke kediamannya untuk membicarkan sesuatu tentang bisnis"

"Aku Elena. Selamat datang di dunia bunga Tuan Maxwell", Elena tersenyum seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Walau gadis berambut pirang dan berkaca mata itu bukan muslim tapi ia turut menghormati Ayesha. Ia sangat tahu bagaimana sahabatnya itu bersikap terhadap lawan jenis sehingga jika bersamanya, dia akan bersikap sama.

"Aku Maxwell Powell, suami Ayesha. Terima kasih", Maxwell nampak datar tanpa ekspresi sedikit pun.

Ayesha merasakan jiwa arrogant dan dingin sang suami telah kembali. Walau ia merasa tidak nyaman pada sahabatnya, tpi di sudut hatinya yang lain ia bisa mengambil kesimpulan bahwa suaminya hanya cair pada satu wanita dan beku pada wanita lainnya. Ayesha tersenyum sendiri mengingat tutur kata Maxwell padanya jika sedang berdua.

"Bagaimana kalau kita berbicara di rumah saja? Suamimu sedang pemulihan bukan? Jangan sampai terlalu lelah dan di sini sebentar lagi panas. Belum ada pohon bunga besar untuk berteduh."

"Ah ya kau benar Elena. Aku juga ingin bicara serius tentang proyek kita yang lalu. Mari hubby...", Ayesha pun menarik tangan suaminya dan membantunya kembali naik ke punggung kuda.

Sementara Elena terlihat juga mendekati kuda hitamnya yang ditambatkan tidak jauh dari mereka. Mereka kini berjalan santai menuju ke suatu tempat.

1
Nurliah Kisarani Lia
hehehe..maaf ya kk..

/Pray//Pray//Pray/
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kk
Eliadorrʕ •ᴥ•ʔゝ☆
lnjt kkk plisss
Yuli Budi
ya Allah Thor lama amat 3 thn, wis kedarung lupa jln critane
Nurliah Kisarani Lia: maafin ya..../Pray//Pray//Pray//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Rudiyan
Cerita yg sangat menarik untuk di baca dan membuat kita ingin tahu apa episode berikutnya
Nurliah Kisarani Lia: tq rudi...smg bermanfaat
total 1 replies
Nurliah Kisarani Lia
semangattttsss
@
bagus bngt Thor crita nya God 👍🏻
Samsuna
Mark ketika jatuh cinta lucu sekali 😂🤭
Samsuna
tegang akuuu
Samsuna
aku sedih Peter meninggal 😭😭😭😭
s
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
lupa nama?
yukk bisa yuukk thor up lagi..bismillah.
lupa nama?
nona grace kka sepupu/ adik sepupunya maxwell dong..bukan bibi dong kan anak dari pamannya
Nurliah Kisarani Lia: keduanya sis. sepupu kandung dari Abraham krn anaknya, juga bibi karena adik dari cristine yg juga ibunya maxwel (ibu susu)
total 1 replies
lupa nama?
Dari karya ini banyak pembelajaran yg dapat diambil bagaimana menjadi muslim yg taat kepada Rabb-NYA
Nafid Fajarina
waah.. samaan kaya aku mak otor. baby nya udah berpa bukan nih?
Ibunya Alzam Zaky
di tunggu up nya lagi kak... setia menunggu
Ibunya Alzam Zaky
😭😭😭😭😭
Ibunya Alzam Zaky
ky di pelem Thor
Ibunya Alzam Zaky
mark kamu sana grace sono
Asih Suhermanto
seneng dech di up lagi ini cerita... semangat yaa kak di tunggu kela jutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!