A twins sebutan mereka di keluarga, kembar nakal salah satu gelar yang mereka dapat dari banyak nya tingkah laku kebersamaan mereka sedari kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmida Yuliyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.
...Hallo Selamat datang di Queen house, aku mau ngucapin terima kasih karna kalian udah mampir dan menjadi pembaca setia aku. Aku gak tau harus say thank u kaya gimana lagi yang jelas berkat kalian aku ada di sini di novel terbaru aku dan semoga aku selalu mendapat ide-ide baru biar bisa selalu update....
...Oh ya, sebelum itu apakah kalian udah baca semua cerita aku?...
...1. Kesayangan Tuan Muda Mafia...
...2. Arcella Queenzie...
...3. The Little Devils...
...4. Geral Kane...
...5. Xaviora Kenanya...
...6. Askylla Rain...
...7. Aluna, Gadis Gila Yang Kejam...
...dan kalian di sini ⬇️...
...➡️8. The Evil Twins⬅️...
...Kalau belum kalian bisa baca juga sembari menunggu aku update, terutama cerita yang no.1 itu karna itu cerita pertama aku dan karna itu yang pertama banyak sekalii typo dan ya bisa di bilang baku banget bahasanya....
^^^Buat kalian jangan lupa Favorite kan, Like dan Komen jika ada kritik maupun saran atau ide-ide kalian buat cerita ini kedepannya bisa langsung komen atau mau chat pribadi bisa chat ke instagram nya ( @arcellaqueenzieg ) cari aja pasti ada dan aku bakal jawab hehe.^^^
...Terima kasih dan selamat membaca...
...****************...
...****************...
Manager golf yang mendengar keributan langsung ke lapangan, mengajak ke tempat lebih nyaman untuk membicarakan lebih lanjut tetang hal ini.
"aku mau pulang" ucapan itu langsung di turuti oleh daddy.
Sepanjang jalan Alka yang memang baru saja melihat video itu langsung menghubungi Thea, daddy nya dan bodyguard namun tak ada yang menjawab panggilan atau chat dari Alka.
Sampai saat Alka menghubungi Nando dkk barulah mendapat jawaban, mereka memberitahu apa yang terjadi karna memang mereka berada di tempat yang sama saat itu.
"rambut kamu kusut, nanti sama mami ke salon ya?"
"daddy jangan ajak Thea ngomong!"
"okey, daddy diam"
"oke makasih"
Hening sepanjang jalan menuju ke rumah.
Setiba di rumah, mami sedang olahraga yoga di ruang tengah sembari menonton tv, menyadari suami dan putrinya pulang dia menyudahi olahraganya.
"loh?" kaget mami kala melihat penampilan Thea yang acak-acak an.
"kenapa putri aku kaya gini? Perasaan berangkat cantik banget"
"abis ngehajar l0nt3" jujur Thea.
"what?" mami tersedak dan kaget mendengar ucapan putrinya.
"tau ah! Thea mau tidur" Thea merasa energinya sangat-sangat terkuras habis menghadapi orang gila di lapangan golf.
"Keifer!"
"bukan kaya gitu sayang" daddy tak suka dan takut kalau istrinya ini memanggilnya dengan nama seakan dia sudah tak di sayang lagi
"apa?"
"aku pernah cerita kan kalau ada cewek minta no aku? Tapi yang aku kasih malah no kamu karna aku risih? Ingat kan kan kan?" mami mengangguk.
"tu cewek makin gila, tadi waktu Thea di toilet mereka ngomong-ngomong gitu ngatai kamu katanya penyakitan karna gak pernah aku bawa ke sini padahal kamu sehat bugar gak pernah ikut karna aku gak bolehin kamu panas-panasan nanti cape ya kan makanya Alka yang selalu nemenin aku kan"
"trus ada lagi gak?"
"ada sayang"
"apa?"
"trus dia sama teman-temannya taruhan kalo bisa cium pipi aku dapet 8jt, abis itu mereka kan balik ke lapangan lagi tuh nah Princess datengin aku cek hp nanya-nanya punya hp berapa aku bilang aja 2 karna memang 2, 1 buat kerjaan 1buat keluarga tapi yang kerjaan juga sekalian keluarga juga makanya aku bawa satu aja"
"dia tanya pernah ada cewek chat gak pokoknya aku di interogasi putri kita tadi nah tiba-tiba tuh caddy tadi ngedeket ngasih tau giliran aku yang main karna aku lagi fokus sama Thea mungkin inisiatif dia tapi inisiatif dengan niat terselubung, akting pusing dia nya untung Thea udah tau jadi aku di tarik Thea putri kita. Aku agak kaget trus lagi kaget-kagetnya putri kita jambak tu caddy"
"kamu biarin aja?"
"enggak lah"
"kamu ngapain kalo gitu? Anak aku sampai kusut rambutnya kaya gitu!"
"sabar sayang ceritanya belum abis"
"oke lanjut"
"jadi marah-marah tuh putri kita, semua binatang dia sebut kan ya trus dia bilang lo gak secantik Meishaquella jangan harap bokap gue kecatol ama lo katanya trus ada lagi, lo di kasih 8jt buat cium pipi bokap gue, jilat sepatu gue coba gue kasih 50jt lo! Taruhan cuman 8juta gila banget"
"gitu sayang kaya anak kita, trus manager nya dateng kita mediasi awalnya di ruangan gitu cuman karna Thea lagi betmut mungkin minta pulang aku sih seneng kalo pulang cepat karna bisa ketemu kamu"
daddy menjelaskan dengan sejelas-jelasnya ke istrinya, mami memijit pelipisnya.
Andai tidak ada Thea mungkin perempuan itu sudah menyentuh pipi suaminya, mami sedikit merasa kesal perkara dirinya tak pernah menemani suaminya golf malah di kira dia penyakitan.
"sudah aku minta mereka yang urus, kamu tenang saja" ucap daddy.
"aku kesal" jujur mami.
"anak kita sudah memberi perhitungan ke dia, kamu tenang saja sayang aku juga gak tertarik dengan perempuan itu. Di hatiku cuman ada kamu seorang"
"huek" Alka yang baru saja tiba mendengar gombalan daddy nya sedikit geli mendengarnya.
"gak sopan nguping pembicaraan orang tua" tegur daddy
"gak nguping cuman gak sengaja dengar aja"
"sama aja nguping" ucap daddy lagi
"gak mau debat, bye" Alka memilih ke kamar adeknya.
Alka juga sudah meminta anak buahnya ke lokasi golf memastikan semuanya sudah di tangani adeknya.
Beberapa kali Alka mengetuk pintu kamar adeknya namun tak ada jawaban, karna tak ada jawaban Alka pun ke kamarnya.
mungkin nanti dia mengecek keadaan adeknya, baru berapa hari tidak ketemu ada aja tingkah Thea yang membuat Alka kepikiran makanya dia memilih untuk pulang.
Alka percaya Thea bisa menjaga diri apalagi ada beberapa bodyguard bersamanya jika di luar rumah, tapi tetap saja Alka merasa khawatir ke adeknya ini.
"Theaa" Alka kembali mengetuk pintu kamar Thea.
"Alethea"
"maaf den, nona Thea tadi minta jangan di ganggu" mba memberitahu ke Alka.
"yauda makasih" Alka kembali ke kamarnya.
Di kamarnya Alka mengirimkan chat ke Thea, menawarkan berbagai hal entah jalan-jalan atau belanja atau jajan agar mood adeknya baik namun tetap tak ada balasan mungkin Thea benar tidur.
"Alka" panggil daddy sembari mengetuk pintu.
"ya"
Alka membuka pintu kamarnya,
"bisa kita bicara, Alkhaztara" Alka menelan ludahnya gugup.
Tumben sekali daddy nya memanggil nama depannya dengan lengkap, Alka benar-benar khawatir dengan dirinya. Bagaimana tidak khawatir andai jualan dia ketahuan bisa-bisa dia di usir dari rumah.
Walau di usir Alka masih bisa beli rumah sendiri tapi tetap saja dia tak mungkin seperti itu, di otak Alka sudah memikirkan hal buruk akan terjadi.
"ya dad"
"ke ruang kerja daddy"
"oke, Alka ke toilet dulu" daddy mengangguk