Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpesona
Rey menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya, perasaan nya benar-benar kacau saat ini
Setibanya di rumah , Rey memarkirkan mobilnya dengan kasar dan membanting pintu mobil dengan sangat keras dan masuk ke dalam rumah
"Rey sudah pulang nak?" tanya Mamah nya yang sedang membaca majalah di ruang tengah dan Radit yang sedang asik memainkan ponselnya
Tapi Rey hanya berlalu masuk tidak ke dalam kamar dengan membanting pintu sangat keras hingga membuat Radit dan Mamahnya terperanjak
"Radit kenapa dengan Kakakmu?" tanya Mamah khawatir
"Gak tau mah , mamah tunggu ya biar Radit yang lihat" ucap Radit karna melihat ibu nya khawatir
"Aaarrggghhh... " teriak Rey sambil membanting barang-barang yang ada di dekatnya
Radit yang mendengar itu pun langsung mengetok pintu dengan keras agar Rey segera membukanya
Tookk.. toookkk... toookkk..
"Kak buka pintu nya Kak .. Ada apa cepat buka pintu nya!" teriak Radit
"Kak Rey ini aku kak buka pintu nya" teriak Radit lagi tapi Rey masih tidak membukanya
Radit tetap menunggu di depan kamar Rey beberapa lama tapi sudah tidak ada suara dan Rey juga tidak membukanya
"Kak aku akan kembali ke kamar , panggil aku jika kau perlu sesuatu" ucap Radit lalu pergi ke kamarnya di samping kamar Rey
Sedangkan Rey di dalam kamar nya terlihay sedang menunduk frustasi di atas sebuah sofa sambil memegang kepalanya
"Ra.. " gumam Rey sambil memejamkan matanya
****
Sementara itu Ken dan Rara di sepanjang jalan saling terdiam satu sama lain , Rara sesekali melirik ke arah Ken yang sedang fokus menyetir
"Kau tidak papa" tanya Ken tiba-tiba memecah keheningan
"Hah.. Mm tidak tidak papa" jawab Rara kaget mendengar pertanyaan Ken
"Eemm.. Dokter Ken boleh aku bertanya sesuatu" ucap Rara ragu
"Apa?" tanya Ken balik
"Kenapa tadi kau mengatakan aku calon istri mu di depan semua orang dan kau terlihat sangat marah tadi?" tanya Rara
"Kenapa memang nya kau tidak suka? Kau takut menyakiti perasaaan Rey?" Tanya Ken
"Bu.. bukan" ucap Rara
"Aku mengatakan kau calon istri ku ya karna kau memang calon istri ku dan cepat atau lambat Rey juga akan tau" ucap Ken ketus
"Bukan itu maksudku, aku tidak peduli dengan Kak Rey atau semua orang tau kalau kita akan menikah. Tapi apa tidak masalah bagimu kalau semua orang tau kalau kau akan menikah dengan seseorang seperti aku?" ucap Rara
"Orang seperti kau?" tanya Ken mengerenyit kan kening nya
"Maksudku , aku hanya orang biasa dan keluarga kita sangat jauh berbeda bahkan aku bisa kuliah di kedokteran hanya karna beasiswa" ucap Rara pelan
Ken lalu menghentikan mobilnya tiba-tiba lalu mengarahkan pandangannya ke samping menatap Rara tajam
"Kau dengar baik-baik ini, Papa ku memilih mu sebagai calon istriku bukan semata-mata karna kau pernah menyelamatkannya. Dia tau kau orang yang berharga dan keluarga mu keluarga baik-baik dan juga kau jangan merendahkan dirimu sendiri lagi di hadapan siapapun seperti itu, mahasiswa kedokteran dari beasiswa? Memangnya kenapa? Bukannya seharusnya kau bangga dengan itu, itu membuktikan bahwa kau benar-benar orang yang cerdas" ucapan Ken seakan menekan
Sedangkan Rara hanya terdiam nanar mendengar perkataan Ken barusan
"Dan satu lagi , mulai sekarang jangan hanya diam saja jika ada orang lain yang merendah kan atau melukaimu. Kau bukan orang yang pantas di perlakukan seperti itu" ucap Ken meneruskan ucapanya tadi
Rara hanya diam dengan mata berkaca-kaca mendengar kata-kata Ken yang membuatnya merasa berharga, lalu Ken melajukan kembali mobilnya menuju butik
Setelah menempuh perjalanan 25 menit Ken dan Rara sampai di butik langganan Tante Siska, mereka pun berdua masuk beriringan di sambut oleh karyawan butik lalu di antar menuju ruang tunggu
Sudah ada dua orang wanita yang sedang berbincang di ruang tunggu
"Tante.. " ucap Ken yang sudah masuk ruang tunggu di ikuti Rara di belakang
"Hay Ken" sapa Tante Siska lalu berdiribdan langsung memeluk Ken
"Hallo Tante" ucap Rara sambil mencium tangan Tante Siska
"Hallo Sayang?" sapa Tante Rara dan langsung memeluknya
Lalu Tante Siska pun memperkenalkan seorang wanita yang tadi duduk bersamanya
"Ken.. Ra.. kenalkan ini Tante Louise di designer dan pemilik butik ini" Tante Siska memperkenalkan
Lalu mereka berjabat tangan saling memperkenalkan diri masing-masing
"Kenapa Tante bisa ada di sini, aku kira aku hanya berdua dengan Kak Ken" ucap Rara
"Iya tadi nya begitu tapi Ken tiba-tiba menelfon minta tolong tante bantu kamu untuk pilih gaun yang cocok" jelas Tante Siska
"Maaf ya tante merepotkan" ucap Rara
"Enggak kok sayang mana mungkin buat calon menantu kesayangan Tante ini di bilang merepotkan, tante malah senang" ucap Tante Siska sambil mengusap lembut pipi Rara
"Ehem.. ehem.." Ken berdehem
"Sepertinya ada yang cemburu" ucap Tante Siska membuat Rara dan Louise terkekeh
"Yasudah ayo saya akan tunjukan beberapa design gaun-gaun pengantin ekslusif saya pada kalian" ucap Louise pada Siska dan Rara
"Ken kamu tunggu sini dulu ya kalau mau sesuatu bilang saja sama para karyawan Tante Louise" ucap Tante Siska dan Ken hanya manggut-manggut lalu duduk di sofa
Rara, Siska dan Louise pun berjalan menuju ruang yang berisi beberapa gaun pengantin yang sudah terpajang cantik
Rara pun melihat lihat setiap gaun yang ada di sana
"Gimana Ra ada yang kamu suka sayang?" tanya Tante Siska beberapa saat setelah Rara melihat lihat
"Mm.. Aku bingung Tante cantik semuanya" jawab Rara sambil tersenyum manis
"Semua gaun-gaun di sini gaun eksklusif yang hanya ada satu design saja sayang , Saya yakin semuanya akan cocok di kamu karna kamu saja sudah sangat cantik" jelas Tante Louise yang juga memuji kecantikan Rara
"Iya dong calon menantuku ini asli nya saja sudah cantik banget pasti pakai gaun yang mana pun akan terlihat bagus" ucap Tante Siska menyombong pada Louise yang hanya tersenyum
"Kalau gaun ini menurut kamu gimana Ra?" tanya Siska sambil menujuk sebuah gaun putih panjang menjuntai dengan bagian lengan nya beraksen renda brukat berlangan pendek dan juga sedikit belahan berbentuk V di bagian punggung nya
"Cantik , Simpel dan Elegan Tan" jawab Rara
"Itu salah satu gaun yang paling aku suka loh Sis aku mendesign nya dengan penuh cinta, memang terlihat simpel dan sederhana tapi ini benar-benar elegan. Apa kamu mau coba Rara?" tanya Louise sambil memjelaskan panjang lebar
"Baiklah Rara akan coba gaun ini" ucap Rara
Louise pun menyuruh salah satu karyawannya untuk melepaskan gaun nya dari patung dan membatu Rara untuk memakai gaunnya
"Mata mu selalu jeli ya Sis tau saja yang terbaik" ucap Louise tersenyum bangga
"Tentu dong , aku kan terbaik kalau urusan begini" ucap Siska sambil tertawa
Rara pun keluar ruang gaun dan berjalan menuju ruang ganti yang ada di depan ruang tunggu di iringi Siska, Louise dan satu karyawan
"Sis aku bantu Rara pasang gaunnya ya kamu dan Ken tunggu sini" ucap Louise dan Siska hanya mengangguk
Butuh waktu sekitar lima menit Louise dan karyawannya membantu Rara mengenakan gaunnya, setelah itu Louise dan karyawannya keluar ruang ganti lebih dulu
"Mana calon menantu ku" tanya Siska tidak sabar
"Sabar dong , calon pengantin kan keluarnya harus dengan cantik" ucap Louise tersenyum
Ken hanya anteng duduk di sofa sambil memainkan ponselnya
"Ken ayo liat sini calon pengantin nya akan keluar" ucap Louise membuat Ken lalu meletakan ponselnya lalu melihat ke tirai hitam di depan
Siska pun yang duduk di samping Ken sudah tidak sabar ingin segera melihat Rara sedang kan Ken masih dengan tatapan santai nya ke depan
Rara sudah berdiri di depan tirai dengan gaun yang sangat cantik dan hiasan rambut yang sedikit tertata
"1..2..3.." hitung Louise lalu menarik tirai hitam sisi sama sisi dengan satu karyawannya tadi
Rara berdiri dengan canggung tapi tetap terlihat sangat cantik menghadap ke Ken dan Siska membuat kedua orang itu terpana melihat tampilan Rara yang sangat cantik
"Bagaimana cantikan?" tanya Louise pada mereka berdua yang terpaku
"Luar biasa cantik" ucap Siska kagum
"Bagaimana Ken cantik tidak?" tanya Louise pada Ken yang masih terpana melihat Rara
"Ken.. Ken.. " panggil Siska beberapa kali sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ken
"Eh iya Tan" jawab Ken tersadar
"Segitu terpesona nya melihat calon istri sampai tidak berkedip" ledek Siska sambil tertawa yang juga membuat Louise dan karyawannya tertawa sedangkan Rara tampak kikuk melihat Ken memandangnya seperti tadi
"Bagaimana cantik tidak?" tanya Siska lagi
"Cantik" jawab Ken mengalihkan pandangan nya ke segala arah
"Gaun nya bagaimana cocok tidak di Rara" tanya Siska lagi
"Bagus" jawab Ken singkat masih mengalihkan pandangannya
"Bagaimana Ra kamu suka dan nyaman tidak?" tanya Siska sambil menghampiri Rara
"Iya Tan Rara suka gaun ini dan juga terasa nyaman" jawab Rara tersenyum
"Yasudah kalau gaun wanita nya sudah cocok sekarang tinggal cari jas untuk pria nya" ucap Louise
"Ayo Ken kita cari jas yang cocok buat kamu" ajak Tante Siska
Ken pun langsung berdiri dari duduknya malah lututnya terpentok meja sofa
"Aaww.." ringis Ken
"Hati-hati Ken , pulihkan pandangan mu segitu terpesona nya apa lihat Rara" ledek Tante Siska lagi membuat yang lain tertawa
Ken pun mendengus kesal dengan candaan Tanteb Siska sedangkan Rara tampak kikuk dan malu
Ken pun berjalan mengikuti Tante Siska ke ruang baju dengan menggerutu dalam hati
"Kenapa malah terlihat seperti orang bodoh Ken" batin nya kesal
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf banget baru up lagi ya
Ini harusnya 2 episode cuma aku gabungin langsung
Jangan lupa like dan coment nya sebagai semangat hehehe
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂