Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia, lalu Satu Malam di tahun Baru, terlebih dahulu. Supaya alurnya nyambung.
Daniella Katherina tidak pernah menyangka kalau dia hanyalah anak kandung seorang pembantu yang bekerja di kediaman orang tua angkatnya. Orang tua angkat yang selama ini Daniella anggap sebagai orang tua kandungnya.
Daniella merasa tidak pantas menikah dengan sang kekasih yang notabenenya adalah salah satu pewaris Gultom group. Daniella memutuskan pertunangan mereka dan pergi keluar negeri meninggalkan sejuta luka di hati Prince Ocean Arnold. Putra pertama Karina Fransiska Arnold.
Bertahun-tahun berpisah membuat api dendam tumbuh membara di hati Sean. Hingga pertemuan pertama mereka di acara reunian kampus membuat Sean tanpa berperasaan mempermalukan Daniella hingga menjadi bahan olok-olokan banyak orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Sekembalinya dari lokasi proyek, Daniella lebih sering tinggal di kamar ketimbang keluar hotel menikmati keindahan kota Seoul.
"Dimana Daniella?" tanya Sean kepada Harry yang baru saja datang ke restoran hotel.
"Nona Daniella sedang tidak enak badan, Tuan." jawab Harry duduk di seberang Sean.
Tak beberapa lama Charles datang sembari membawa plastik putih.
"Kau habis dari mana?" tanya Harry dengan wajah penasaran. Sebelum turun ke restoran, Harry berulang kali mengetuk pintu kamar pria itu. Namun, tak ada sahutan dari dalam kamar yang ditempati Charles.
"Aku habis membeli obat demam dan bubur untuk Nona Daniella." jawab Charles dengan jujur.
Sean menatap plastik itu beberapa saat sebelum berdiri dari duduknya. "Biarkan aku yang mengantarkannya ke kamar Daniella." kata Sean tiba-tiba membuat Harry dan Charles terkejut.
"Tidak perlu, Tuan. Saya tidak ingin merepotkan Anda." jawab Charles tersenyum canggung.
Harry dengan cepat memberikan kode kepada Charles melalui matanya.
"Berikan saja!" itulah arti tatapan itu.
"Kalau begitu silahkan, Tuan. Maaf merepotkan Anda." kata Charles tiba-tiba menyerahkan plastik bening yang ada di genggamnya.
Sean langsung berlalu dari sana setelah menerima plastik berisi obat dan bubur untuk Daniella.
"Tuan, mengapa Anda meminta saya memberikan obat dan bubur itu kepada Tuan muda. Saya takut Nona Daniella dimarahi." cicit Charles dengan wajah khawatir.
"Apa kau tidak menyadari tatapan keduanya selama berada di Korea? Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling merindukan pelukan masing-masing." celetuk Harry tersenyum lebar.
"Apa mereka diam-diam pacaran? Bukankah Nona Daniella sudah menikah dan memiliki 2 orang anak? Bagaimana mungkin--"
Harry dengan cepat membungkam mulut Charles dengan telapak tangannya.
"Hanya dugaan saja." ujar Harry menyantap makan malam yang baru saja disajikan oleh pelayan restoran.
#
#
#
Di lantai 40. Sean mengetuk pintu kamar Daniella beberapa kali. Namun, Daniella tak kunjung membuka pintu kamarnya.
Dengan wajah panik Sean menghampiri seorang staf perempuan yang baru keluar dari salah satu kamar tamu hotel sembari mendorong troli makanan.
"Permisi, bisakah Anda membuka pintu kamar ini. Kekasih saya sedang sakit dan saya ingin mengantarkan obat dan bubur ini untuknya. Saya sudah mengetuk pintu kamarnya beberapa kali. Namun, kekasih saya tidak kunjung membukanya. Saya takut kekasih Saya kenapa-kenapa di dalam." kata Sean dengan wajah panik.
"Tunggu, Tuan. Saya akan meminta staf lain meminta card cadangan kepada resepsionis yang berada di lantai satu." kata staf itu dengan cepat menekan interkom yang terpasang di telinganya meminta bantuan.
Tak beberapa lama seorang staf laki-laki menghampiri Sean dan staf perempuan itu.
"Kim, Tamu hotel sedang terjebak di dalam kamar dalam keadaan sakit. Tolong buka kamar ini secepatnya." kata staf perempuan itu dengan bahasa Korea.
Pria yang dipanggil Kim itu dengan cepat membuka pintu dan mereka melihat Daniella sudah terbaring di atas lantai.
"Cepat panggil dokter!" teriak Sean dengan suara bergetar mengangkat tubuh Daniella ke atas tempat tidur.
Kim bergegas menghubungi dokter agar segera datang ke hotel.
Sean menyentuh dahi Daniella. Ia merasa tubuh Daniella benar-benar panas.
"Bukankah sudah kubilang jangan bermain salju terlalu lama. Tapi kau tidak mendengarkan perkataan ku." kata Sean sempat-sempatnya mengomeli Daniella.
10 menit kemudian seorang pria paruh baya datang sembari menenteng tas kerjanya. Ia memasukkan termometer ke dalam mulut Daniella untuk mengecek suhu tubuh Daniella.
Beberapa menit kemudian, dokter itu mengeluarkan termometer dari mulut Daniella.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Sean menghampiri dokter itu.
"Pasien hanya mengalami demam. Anda tidak usah khawatir. Setelah istirahat dan minum obat keadaan pasien akan membaik." kata dokter itu tersenyum tipis.
Sean menghela napas lega mendengar perkataan dokter itu.
"Kalau begitu saya permisi." kata dokter itu sebelum keluar dari kamar Daniella.
Sean mengantarkan dokter itu hingga depan pintu hotel.
"Terima kasih, Dokter." kata Sean tersenyum tipis.
Sean kembali masuk ke dalam kamar setelah dokter itu pergi. Ia merapikan anak-anak rambut yang menempel di dahi Daniella.
"Ella, makan dulu." ujar Sean membangunkan Daniella.
Dengan wajah merah Daniella membuka kedua matanya dan menerima suapan Sean. Daniella menghabiskan bubur yang dibeli Charles hingga ludes.
"Minum obat." kata Sean lagi dengan wajah datar.
"Pahit." lirih Daniella dengan wajah memelas.
"Biar cepat sembuh." ujar Sean meminta Daniella menelan obat yang sudah masuk ke dalam mulutnya dengan air putih.
Sean lalu menyerahkan segelas jus jeruk kepada Daniella.
"Minum jus dulu agar rasa pahit obat itu berkurang."
Daniella menurut saja karena belum sanggup berdebat dengan Sean.
"Istirahatlah." kata Sean menyelimuti tubuh Daniella.
Sean duduk di samping Daniella hingga Ia mulai lelah dan merasa lapar.
Tak beberapa lama sebuah pesan masuk ke ponsel Sean. Dengan wajah panik Sean keluar dari kamar hotel dan mengetuk kamar Harry dengan kencang.
TOK
TOK
TOK
andreas kapan tobat?
sukses dan sehat selalu Thor