NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Cinta

Tiba-Tiba Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:885k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rasti yulia

Pertemuan kembali dua sahabat lama yang kini telah sama-sama memiliki anak. Mereka berniat menjodohkan kedua anak mereka untuk lebih mempererat hubungan pertemanan yang telah lama terjalin.

Namun siapa sangka jika sebelum pertemuan dua sahabat lama itu, anak-anak mereka justru lebih dulu dipertemukan oleh takdir melalui kejadian-kejadian yang tidak pernah mereka duga sama sekali.

Arumi Nasha Razeta dan Arsyad Dzaki Mahendra, akan memulai kisah mereka di sini.

Apakah cinta dalam perjodohan itu benar adanya? Apakah pepatah Jawa yang mengatakan Witing Tresno Jalaran Soko Kulino itu akan berlaku di kehidupan keduanya? Dan akankah kehidupan mereka dipenuhi dengan kebahagiaan ataukah justru sebaliknya?

Jangan lupakan juga kehidupan kedua kakak mereka yang pastinya akan menambah bumbu sedap cerita ini..

WARNING:

Sisi lain cerita cinta dalam perjodohan. Tidak ada unsur penyiksaan maupun kekerasan terhadap pasangan. Cerita ringan dan semoga bisa menghibur para pembaca semua...

UPDATE

SELASA, KAMIS & SABTU


Happy reading semua, salam love, love, love😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27. Sepertinya Sudah Saling Jatuh Cinta

Arsyad dan Arum tiba di kediaman keluarga Mahendra tepat pukul lima sore. Setelah mengalami perdebatan panjang, akhirnya Arumi mengalah untuk singgah di rumah Arsyad terlebih dahulu sebelum pulang.

Arumi mendengus, rasanya ingin sekali ia bisa segera sampai rumah untuk beristirahat namun apalah daya, ia harus menuruti kemauan Arsyad yang katanya masih ada sesuatu yang ingin ia selesaikan, dan mengharuskan Arumi ikut dengannya.

"Sayang, kamu ke sini?!", ucap ibu Risma sambil memeluk calon menantunya itu. "Mama kangen banget, tau?!", sambungnya pula.

Arum tersenyum tipis mendapat sambutan hangat dari calon mama mertuanya. "Hehehe iya tante, maaf ya, Arumi jarang main ke sini".

Ibu Risma merenggangkan pelukannya. "Sayang, mulai sekarang jangan panggil tante dong, tapi MAMA", pinta ibu Risma penuh penekanan pada kata mama.

Arum terkekeh pelan. "Hehe iya, Ma!".

Wajah ibu Risma terlihat berseri. "Nah, gitu baru benar". Ibu Risma kemudian mengedarkan pandangannya ke arah Arsyad. Dan ia sedikit terkejut melihat penampilan Arsyad yang seperti itu.

"Sayang, kamu kenapa?", tanyanya. "Ini lagi, kenapa celana mu basah gini sih?", sambungnya pula.

Arsyad sedikit mendengus, jika teringat serbuk laknat itu, rasa-rasanya tekanan darahnya naik jadi 150/100, yang mungkin bisa langsung menimbulkan serangan stroke mendadak. "Ceritanya panjang, Ma".

Ibu Risma hanya memandang wajah anak bungsunya itu penuh tanda tanya. Ia kemudian kembali menatap Arumi, mencoba untuk mencari jawaban. "Ada apa sih, sayang?".

Arum sedikit mengulas senyum. "Mas Arsyad habis berendam di sungai, Ma".

"Berendam di sungai?, kenapa tidak di kolam renang saja sih?".

Arum terkekeh. "Mas Arsyad ingin cari sesuatu yang beda dari biasanya Ma, jadi Arum ajak ke sungai".

Ibu Risma masih menunjukkan wajah penuh ingin taunya. "Maksudnya gima_____".

"Ma, ceritanya di sambung di dalam saja ya, ini kenapa jadi di depan pintu gini sih!", ucap Arsyad memangkas pertanyaan sang mama.

"Oh iya, mama kok jadi lupa. Ayo sayang masuk, kita ngobrol di dalam yuk. Kebetulan papa, Ais, sama Afif juga sedang berkumpul di ruang tengah", ucapnya sambil menggandeng lengan Arum untuk menuju ruang tengah.

***

Arumi beserta keluarga Mahendra terlihat berkumpul di ruang tengah. Arum dan Arsyad juga nampak lebih fresh setelah sama-sama membersihkan diri. Dan lihatlah, saat ini Arum terlihat lebih cantik dengan tunik panjang dan legging nya. Siapa lagi yang membelikan baju itu jika bukan Arsyad. Rasanya ini sudah kali kedua Arsyad membelikan baju baru untuknya tanpa sepengetahuannya. Ia berpikir, kenapa calon suaminya itu bisa tahu dengan tepat ukuran bajunya. Baju-baju yang dibelikan oleh Arsyad terlihat begitu pas di badannya.

"Bu guru cantik bobok di sini kan?", tanya Ais sambil menggelayut manja di pangkuan Arum.

Arum mengusap kepala Ais dengan lembut. "Tidak sayang, bu guru belum bisa bobok di sini".

"Terus, bu guru cantik kapan mau bobok di sini?".

Arum tersenyum gemas. "Besok kalau bu_____".

"Besok kalau bu guru cantik sudah menikah sama om Arsyad, sayang!", timpal Arsyad.

Kedua bola mata Ais membulat. "Menikah itu apa om?".

"Eh?", Arsyad kebingungan menjelaskan kata menikah di hadapan keponakannya. "Menikah itu, saat om Arsyad sama bu guru cantik pakai pakaian layaknya seorang raja dan ratu", sambungnya asal.

Ais mengernyit. "Ais tidak paham om".

Arum menggelengkan kepalanya, penjelasan macam apa yang diucapkan Arsyad itu. "Sudah sayang ucapan om Arsyad tidak usah didengar ya. Sekarang mending Ais istirahat di kamar, biar besok tidak terlambat ke sekolah".

Ais mengangguk. Ia turun dari pangkuan Arum dan tak lama setelahnya, bik Inah menghampiri Ais untuk menemaninya di kamar untuk beristirahat.

"Mau ditemenin, sayang?", ucap Afif menawarkan.

Aisya menggeleng. "Tidak pa, kata bu guru cantik, Ais harus belajar bobok sendiri".

Afif tersenyum. "Ya sudah, sekarang bobok, jangan lupa gosok gigi dulu ya".

"Iya, pa".

Ais bersama bik Inah melangkahkan kaki menuju kamar. Jarum jam baru menunjukkan pukul tujuh malam. Sebenarnya Arum ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk beristirahat namun ternyata keluarga Arsyad masih menahannya di sini.

"Gimana pekerjaanmu, sayang?", tanya pak Hendra sambil memasukkan pisang goreng ke dalam mulutnya.

"Alhamdulillah lancar semua, Pa".

"Ais kalau di sekolah bagaimana sayang?, apa dia nakal atau apa gitu?".

Arum menggeleng. "Tidak Pa, Aisya anak yang baik juga pintar, namun________".

Arum tidak melanjutkan ucapannya. Ia takut jika apa yang akan dikatakannya nanti, membuat keluarga ini khawatir.

Afif mengernyit. "Namun apa mbak?".

Pandangan Arum mengedar ke sekelilingnya memperhatikan wajah orang-orang di ruangan ini yang seolah menunggu jawaban darinya.

Terakhir Arum menatap Arsyad. Arsyad mengangguk pelan pertanda tidak mengapa jika ia menyampaikan apa yang ia tahu.

Arum menghela nafas dalam. "Ais terkadang sering terlihat murung di sekolah, Kak".

Akhirnya Arum memanggil Afif dengan panggilan 'kak'. Ia memposisikan Afif sama seperti Haki yang merupakan kakaknya. Panggilan ini pastinya juga tidak akan membuat Arsyad kesal kan?.

Afif mengangguk, ia tahu betul alasan apa yang membuat Aisya sering murung di sekolah. Pandangannya terlihat kosong. "Ya, aku paham itu. Bagaimanapun juga ia sangat merindukan kasih sayang seorang ibu, tapi aku bisa apa?".

"Kenapa selama ini kakak tidak berusaha mencari kak Alya saja sih, agar menemukan titik temu dari keadaan ini?", timpal Arsyad.

Afif menggeleng. "Tepat di hari ketiga setelah ia melahirkan Ais, ia pergi meninggalkan kakak. Apalagi alasan seorang wanita meninggalkan suami dan anaknya yang masih bayi jika bukan karena ada laki-laki lain?".

Arsyad tersentak. "Jadi kakak berpikir jika kak Alya punya pria idaman lain, lalu tega meninggalkan kalian?".

Afif mengendikkan bahunya. "Hanya alasan itu yang terlihat masuk akal, Syad".

Pak Hendra dan ibu Risma terlihat begitu antusias mendengar ucapan anak sulung mereka. Selama ini mereka tidak melakukan sesuatu karena Afif memang meminta untuk tidak lagi membahas semua hal yang berhubungan dengan wanita yang merupakan ibu dari Aisya itu.

Namun kini, setelah keadaan menjadi seperti ini rasa-rasanya ucapan Arsyad tidak ada salahnya. Karena bagaimanapun juga Afif juga Alya belum resmi berpisah.

"Benar apa kata adik kamu Fif, kenapa kamu tidak berusaha mencari Alya, agar kalian bisa segera menyelesaikan masalah ini?", sela pak Hendra.

Ibu Risma juga terlihat sependapat. Selama Alya menjadi menantunya, ia merasa jika Alya adalah seorang wanita yang baik, sehingga rasanya tidak mungkin jika ia memiliki pria idaman lain.

"Iya sayang, dengan kamu mencari Alya setidaknya kamu mengetahui alasan apa yang membuat Alya meninggalkanmu dan setidaknya memberikan hak kepada Ais untuk bisa bertemu dengan ibunya".

Afif menggeleng. Sungguh dadanya terasa bergemuruh. Ia masih sangat mencintai Alya namun yang ia lakukan dengan meninggalkannya juga Aisya tanpa alasan, teramat membuat luka yang begitu menganga. "Entahlah Ma".

Arum hanya memandang ekspresi orang-orang di depannya ini dengan tatapan penuh rasa iba. Sebagai seorang wanita, Arum menyimpulkan pasti ada alasan tersendiri hingga ibu Ais tega meninggalkan keluarganya. Dan alasan itu tidak selamanya berhubungan dengan adanya pria idaman lain.

"Oh iya, setelah ini kalian akan pergi kemana, Nak?", tanya pak Hendra kepada Arumi, berusaha mencairkan suasana yang sedikit lenggang setelah pembahasan mereka mengenai Alya.

Arum tersenyum kikuk. Ia sendiri juga tidak tahu, Arsyad akan membawanya kemana. "Arum juga tidak tahu, Pa. Mas Arsyad tidak bicara apapun".

"Arsyad mau ngajak Arumi bertemu dengan wanita si pembuat onar, Pa".

Mereka saling memandang, tidak paham dengan maksud yang diucapkan oleh Arsyad. Berbeda dengan keluarga Arsyad, Arum nampak paham kemana arah pembicaraan Arsyad itu.

"Wanita si pembuat onar?, siapa sih Syad?", sambung pak Hendra pula.

Arsyad menghembuskan nafas kasar. "Gara-gara wanita itu nuangin serbuk laknat ke minuman________"

"Serbuk laknat apa maksudmu, Syad. Jangan biang kamu sampai basah seperti tadi karena kamu sama Arum habis________"

"Apaan sih kak main potong aja", timpal Arsyad memangkas ucapan Afif yang sudah berprasangka buruk terhadapnya. Ia kembali menghela nafas panjang. "Arumi memang membantu Arsyad, tapi tidak dengan cara seperti itu".

Afif mencoba memindai ekspresi wajah Arsyad, barangkali saat ini ia sedang berbohong. Karena menurutnya akan sangat mustahil seorang laki-laki bisa menahan hasratnya setelah minum serbuk itu.

Pandangan Afif mengedar ke Arum. "Benarkah apa yang dikatakan Arsyad, mbak?".

Arum mengangguk. "Iya benar kak, mas Arsyad tidak sampai melakukan hal itu".

Mendengar jawaban dari Arum, Afif sedikit lega karena Arum sepertinya bukan tipe wanita yang sering berkata dusta. "Syukurlah".

Pak Hendra dan ibu Risma hanya saling melirik. Mereka masih tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh anak-anak mereka itu.

"Kalian itu pada ngomongin apa sih. Papa sama mama kok jadi kayak orang yang tidak tahu apa-apa!", protes pak Hendra sedikit kepo.

"Hahahaha, mending papa tidak perlu tahu. Ini urusan anak muda, takutnya malah bikin tekanan darah papa naik", jawab Arsyad sembari terbahak.

Mata ibu Risma membulat. "Arsyad!!".

Arsyad tersenyum kikuk. "Hihihihihi maaf ya Pa. Mending nanti papa tanya sama kak Afif saja ya. Arsyad sama Arum mau keluar sebentar, keburu malam".

Pak Hendra melirik ke arah Afif. "Fif, kamu hutang penjelasan ke papa lho ya".

"Iya, nanti Afif ceritain ke papa semuanya".

"Pa, Ma, Arum sekalian pamit ya. Setelah menemani mas Arsyad, Arum langsung pulang", ucap Arum.

Ibu Risma memeluk tubuh Arum sambil diusapnya punggung calon menantunya itu. "Hati-hati ya sayang. Sering-sering main ke sini ya".

Arum mengangguk. "Inshaallah ya Ma".

"Sampaikan pula salam mama untuk mama kamu ya sayang. Semisal ada waktu luang, mama akan berkunjung ke rumah kamu".

"Iya Ma, nanti Arum sampaikan".

Arsyad dan Arum beranjak meninggalkan ruangan ini. Ibu Risma memandang punggung mereka dengan sorot mata yang berbinar. Ada sebuah kelegaan di hati ibu Risma melihat bahwa Arum lah yang akan menjadi istri anak bungsunya.

"Menurut kalian, apakah Arsyad dan Arumi sudah saling mencintai?", tanya ibu Risma kepada suami dan anaknya.

Afif dan pak Hendra saling memandang. Pak Hendra mengendikkan bahunya pertanda tidak tahu. Sedangkan Afif hanya tersenyum tipis.

"Afif rasa mereka sudah saling mencintai satu sama lain Ma, hanya saja mereka masih belum mau menunjukkannya".

Ibu Risma tersenyum sumringah. "Mama rasa juga seperti itu, sayang".

.

.

. bersambung....

Hai-hai para pembaca tersayang. Maaf ya baru sempat up🙏... setelah ini Arsyad dan Arumi akan bertemu dengan Nina nih, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Arsyad ya?, hehehe tunggu episode selanjutnya yah...

Terima kasih banyak untuk yang sudah setia menantikan kelanjutan novel ini. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like juga komentar di setiap episodenya yah.. dan bagi yang punya kelebihan poin, bolehlah kalau mau disumbangin ke author dengan klik vote. Hehe happy reading kakak....

Salam love, love, love💗💗💗

1
ika
yg ini jg udah ak baca
bagus critanya
ika
Alya istri Afif?
ika
cafe moon light di cerita apa ya?
sprtinya prnh baca tp lupa
ika
bagus
Siti Setiyowati
ngakak
Yeni Nur aini
👍
Nunung R
salah sendiri bang gengsi di gedein...
Nunung R
angkuh nya kebangetan
Ummi Alfa
Hm ...kenapa ndak diungkapin depan Arum Syad,. kata2 cintanya.
Ummi Alfa
Pas Ilham mencuri pandang ke Arumi aku berpikir jangan sampai ada pebinor si rumah tangga Arsyad dan Arum rasanya Ndak rela.
Ummi Alfa
Hm....so sweet banget sih, bikin kita pada iri aja deh!
Iya lah anggap aja gang lain ngontrak.
Ummi Alfa
Hm.....keliatannya Arsyad dah mulai bucin nih!
Ummi Alfa
Akhirnya yang seharusnya terjadi, terjadi juga.
Sekarang Arumi sudah menjadi istri yang seutuhnya.
Smoga aja Arsyad sudah mantap hatinya dan mencintai Arumi.
Ummi Alfa
Lucu sama kelakuan si Arsyad ini, lagian Arumi kan udah halal ini dah hak.kamu juga mau ngapain jangan gengsi aja digedein, giliran orangnya tidur Ndak mau diem kamu.
Kalau minta baik2 pun pasti Arumi kasih koq karena dia juga mengharapkan lebih dari perbuatan kamu tadi.
Ummi Alfa
Aku berharap nanti kamu bucin abis sama Arum ya Syad..
Ummi Alfa
Dasar kamu ya Syad ...merindukan tapi gengsi.
Ummi Alfa
Smoga aja abis ini Arsyad tidak terpisah lagi tidurnya.
Ummi Alfa
Aneh kamu mah Syad, gimana bisa menyakinkan perasaan kamu kalau kamunya sendiri malah menjauh.
Emang sikap kamu manis sama Arum, tapi aku agak kecewa aja yang sepertinya kamu menghindari sesuatu.
Ummi Alfa
Smoga di tempat yang baru tidur mereka tidak terpisah lagi.
Aku pikir .mulai ada rasa di hati Arsyad tapi liat dia memilih tidur di lantai rasanya koq sedih ya......
Ummi Alfa
Smoga aja seiring berjalannya waktu segera tumbuh benih2 cinta di antara mereka berdua.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!