NovelToon NovelToon
Bacause it's first time

Bacause it's first time

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Arella atau sering dipanggil Arel adalah siswi tercantik disekolahnya. Banyak sekali cowok tampan yang berbaris ingin menjadi kekasihnya. Namun, entah seperti apa tipe cowok yang disukai oleh Arel. Sejauh ini Arel tidak tertarik pada cowok manapun.

Bahkan Rey saja yang gantengnya luar biasa dan menjadi pangerannya para siswi disekolahnya, ia tolak begitu saja. Selama ini Arel tidak pernah jatuh cinta pada cowok. Entahlah, tidak ada cowok yang menarik perhatiannya sejauh ini.

Sehingga suatu hari, disekolahnya kedatangan siswa transfer dan kebetulan satu kelas dengannya. Awalnya ia biasa saja pada siswa pindahan itu. Namun, semakin Arel sering bertemu dan berbicara dengannya hatinya mulai tergerak dan luluh.

Apakah siswa baru itu adalah tipe yang Arel suka?
Memangnya seperti apa sih tipe cowok yang disukai oleh Arel?

penasaran? Yuk, mampir! Kali aja minat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecupan yang hangat

Arel tiba di taman dengan nafas yang tersengal-sengal. Terlihat sosok gadis yang ia kenal tengah duduk di kursi dengan raut wajah datar dan tatapan mata yang kosong.

"Devina?" panggil Arel dengan nafas yang memburu.

Devina menoleh dan bangkit dari duduk. Arel mendekat dan membiarkan senyum mengembang di raut wajahnya yang terlihat begitu lelah.

"Devina aku senang, kamu mau bicara padaku," ucap Arel. "Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu. Aku..." lanjut Arel hendak saja akan menjelaskan segalanya pada Devina, tetapi Devina menyela ucapannya itu.

"Arel! Jangan salah paham! Aku mengajakmu bertemu untuk ini!" seru Devina menyodorkan sebuah boneka beruang yang pernah Arel berikan untuk tanda persahabatan mereka untuk pertama kalinya.

"Apa maksudnya ini, Dev?" tanya Arel bingung tanpa menerima boneka itu dari tangan Devina.

Devina menatap dingin Arel dan menjatuhkan boneka itu ketanah. Lalu, menginjak nya dan melindasnya dengan kakinya. Arel terkejut sekali dengan apa yang dilakukan oleh Devina terhadap boneka persahabatan nya itu.

"Aku, memutuskan hubungan pertemanan kita. Mulai sekarang, kau bukan temanku. Jadi, aku tidak akan mengalah padamu. Satrya, dia hanya milikku. Aku tidak memberikan dia semudah itu padamu. Kau tahu, aku sangat menyukainya. Tapi kau, kau malah menusukku dan menghianatiku seperti ini.

"Kau tahu apa yang lebih menyakitiku? Karena kau adalah temanku. Ku pikir, kau teman yang baik. Tapi aku salah. Kau sama saja seperti temanku yang dulu. Tidak ada bedanya. Dasar munafik!" ujar Devina mengiris hati Arel disetiap kata yang dilontarkannya.

Mendengar hal itu, membuat Arel merasa begitu buruk dan sangat tersakiti. Air mata yang tidak bisa lagi ia tahan terus mengalir membanjiri pipinya.

"Devina, kau salah paham. Aku bisa jelaskan!" sahut Arel menarik tangan Devina. Namun, segera Devina tepis dengan kasar.

"Sudahlah Arel. Kau sok jual mahal. Sok setia kawan. Tapi nyatanya kau itu hanya seorang yang munafik! Dan aku membenci orang munafik!" tandas Devina. Lalu melengos pergi meninggalkan Arel.

Sungguh Arel tidak menginginkan semua ini terjadi. Kenapa harus menjadi seperti ini? Ia begitu terguncang dengan apa yang Devina katakan. Lututnya melemas dan ia terjatuh duduk di tanah dengan tangis yang kini pecah di keheningan malam. Ia menangis sejadi-jadinya. Masa bodoh, dengan perkataan orang yang lewat dan melihatnya.

Arel menatap boneka itu, dan perlahan ia merangkak dan mengambilnya. Ia memeluk erat boneka itu. Begitu kotor dan dekil karena injakan dari Devina.

Apa yang harus dilakukan sekarang? Bagaimana cara memperbaikinya? Pikir Arel.

🍂🍂🍂

Melihat situasi yang sudah aman. Satrya dan Yoga segera pergi dari rumah tua itu. Yoga tidak bisa berjalan sendiri dengan kondisinya saat ini, sehingga Satrya harus membantunya dan memapahnya. Tiba disebuah pangkalan ojek, Satrya dan Yoga langsung saja meminta bantuan mereka untuk di antarkan ke rumah sakit terdekat dan menjelaskan apa yang terjadi.

Yoga semakin merasa lemah karena darah yang mengucur dari perutnya tidak kunjung berhenti juga. Tidak lama mereka sampai di sebuah rumah sakit. Segera Yoga di bawa menuju ke IGD.

"Satrya? Pulanglah setelah kedua orang tuaku datang kesini," ujar Yoga sebelum ia masuk ke ruang IGD.

"Baiklah."

"Terimakasih,"

Satrya terduduk diluar dan merenungkan apa yang akan terjadi selanjutnya? Ia berpikir bahwa dirinya hanya membawa bahaya bagi orang lain. Lalu, bagaimana dengan Arella? Jika sampai orang-orang (para Mafia yang mengejar Satrya) itu tahu, kalau Satrya mencintai Arel. Itu akan sangat membahayakan Arel.

Untuk sejenak Satrya berpikir, apakah lebih baik baginya untuk menghindari Arel untuk sementara? Tapi, jika mendadak seperti itu, bukankah akan sangat menyakiti Arel? Pikir Satrya.

Tidak lama ibunya Yoga datang dengan raut wajah yang sangat panik dan cemas. Satrya bangkit saat pandangannya mendapati sosok itu tengah berjalan dengan gelisah menuju ke arahnya.

"Hallo, tante!" sapa Satrya.

"Apa kamu temannya Yoga?" tanya wanita yang terlihat berada diusia 30-an.

"Iyah, tante. Yoga ada didalam. Dia hanya perlu mendapat jahitan, karena jahitannya terbuka lagi. Jadi, dia akan baik-baik saja, tan," terang Satrya.

"Begitu yah? Syukurlah."

"Kalau begitu saya izin pamit, tante. Saya harus pulang," sahut Satrya meminta diri.

"Baiklah. Terimakasih yah."

"Sama-sama tante."

Satrya pun segera pergi dan melangkah dengan cepat. Satrya baru saja keluar dari gedung rumah sakit. Dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Tidak Satrya pedulikan. Ia terus berjalan pulang hujan-hujanan. Langkah nya ia perlambat dan kini pikirannya kembali melayang memikirkan Arel.

"Sebenarnya, apa yang harus kulakukan agar aku bisa mendapatkan kembali brangkas milik ayah dari mereka?" gumam Satrya.

Sepanjang jalan ia terus berpikir dan merenung. Hingga langkah Satrya sampai disebuah taman tempat Arel dan Devina janjian untuk bertemu.

Ia mendapati sebuah tangisan keras disana. Sontak ia terkejut dan mencari sosok dari suara tangisnya. Tidak lama mencari, ia mendapati gadis yang tengah duduk dikursi dengan kaki yang diangkat keatas dan memeluknya dengan erat.

"Hei, kenapa kamu menangis ditengah hujan seperti ini? Apalagi ini sudah malam, kau menakuti orang-orang yang lewat," ujar Satrya.

Tangisnya terhenti mendengar suara itu. Ia mengenal suaranya. Perlahan ia mendongak keatas untuk memastikan bahwa suara yang didengarnya bukanlah hayalan atau imajinasinya saja.

"Satrya?" ucap Arel.

Satrya terbelalak kaget saat tahu gadis yang tengah menangis itu adalah Arella. "Arella? Kamu kenapa?" tanyanya tampak sangat cemas dan duduk disebelahnya.

"Satrya.." ucap Arel lagi dengan lirih dan kembali menangis.

"Hei, sudah jangan menangis! Ada apa?" sahut Satrya menarik kepala Arel pelan agar sampai di dadanya yang bidang dan bersandar.

"Devina Sat, Devina... Dia memutuskan hubungannya denganku," jawab Arel begitu lirih, suara tangisnya terdengar sangat menyakitkan baginya.

"Kenapa? Bagaimana bisa?" tanya Satrya lagi.

"Dia menyukaimu, Sat. Dan dia mengira, kalau aku juga menyukaimu. Dia marah karena itu. Dia pikir aku sudah mengkhianatinya. Aku mencoba menjelaskan padanya, kalau dia hanya salah paham. Aku tidak menyukaimu," terang Arel menjelaskan dengan sedikit kebohongan yang melukai hati Satrya.

Ia menyangkal perasaanya sendiri. Dan hal itu ternyata lebih menyakitinya dan menambah luka dihatinya. Tapi, tidak ada cara lain bagi Arel. Dia harus terlihat sangat menyakinkan dihadapan Satrya maupun dihadapan Devina, bahwa ia tidak mencintai Satrya.

Satrya sejenak terdiam kecewa mendengar hal itu. Mungkinkah ini yang dimaksud oleh Yoga? Pikir Satrya.

"Kau yakin?" tanya Satrya.

"Apa?"

"Tentang perasaanmu? Kau tidak menyukaiku?"

Sejenak Arel terdiam dan tidak bisa menjawab. Dalam hati ia ingin sekali mengatakan kalau ia mencintai Satrya, bukan lagi menyukainya.

"Rel, itu bagus. Jangan suka padaku. Dan mulailah menjauhiku. Itu akan lebih baik untukmu juga untukku," lanjut Satrya menambah beban dan luka bagi Arel. Kenapa ia harus berkata seperti itu? Apa maksudnya?

Apakah, kebohongan ini akan lebih menyakitkan bagi Arel? Kenapa mendengar hal itu dari Satrya malah semakin menyanyat luka dalam hatinya?

"Tapi, maaf Rel. Devina hanya temanku. Dan aku tidak bisa mencintainya."

"Kenapa?"

"Karena aku menyukai gadis lain."

"Siapa?"

Arel menatap lekat Satrya dengan matanya yang semakin membengkak sebab tangisnya. Satrya tidak menjawab dan malah menatap Arel kembali dengan tatapan sedih dan kecewa. Mendadak Satrya mengecup kening Arel dengan hangat melawan dinginnya malam yang didukung dengan turunnya hujan.

Sontak Arel terbelalak kaget dengan tindakan Satrya. Apa maksud dari kecupannya itu? Arel tidak melawan, ia menerima kecupan itu dengan tenang dan damai. Seolah kecupan itu menyembuhkan beberapa luka dalam hatinya.

Kisah cinta pertama yang ia lalui tidak berjalan dengan sesuai harapannya. Ternyata ini lebih sulit dari yang ia duga dan bayangkan.

"Kau harus pulang, atau kamu akan sakit. Akan ku antar kamu pulang. Setelah ini, jauhilah aku. Pura-puralah kamu tidak mengenalku dan abaikan aku jika bertemu dimanapun. Kau harus melakukan itu," ujar Satrya lagi.

Sengaja Satrya mengatakan hal menyakitkan itu, bukan karena Devina. Tapi untuk melindungi Arel. Ia takut, Arel akan dalam bahaya jika terus bersamanya. Namun, Arel mengartikan hal lain dari kalimat yang Satrya lontarkan itu.

Arek pikir Satrya membencinya, karena telah mengatakan kalau ia tidak menyukainya. Ia berpikir Satrya marah padanya, sebab itu Satrya menyuruhnya agar menjauhinya. Dan hal itu ternyata sangat sulit Arel terima.

1
Afnal
Bagus! Tamatnya kecepetan...! Tapi, ceritanya seru! Aku suka!😊😊
Dharsha Alfysya
cepet banget tamat nya....

by the way..... thank you so much thor.....
😍😍😍😍😘😘😘😘😘
Rustina Mulyawati: Makasih juga udah mampir😊😊
total 1 replies
Dharsha Alfysya
ternyata arell saudara se ayah nya rey
Rena Noviana
terimakasih thor ceritanya menarik, bikin tegang dan tidak norak, kalo bisa buat kelanjutan ceritanya dong, kayaknya akan lebih seru lagi kalo 4 sahabat itu menikah dan mempunyai anak
Rustina Mulyawati: Makasih udah mampir... 😊😊
total 1 replies
AtinyRyesa24
sudah ku boom like sama ku bintang lima
intan laksmi dwipayanti
hay aku mampir ☺
Rustina Mulyawati: iyah makasih yah udah mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!