saya jadi pemuas banyak wanita setelah penghianatan yang dilakukan Matan istri saya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan Lama
Waktu berjalan begitu cepat , sekarang sudah enam bulan sejak kepergian Linda.
Hardi sudah kembali ke jakarta untuk melanjutkan hidupnya. kepergian linda benar benar merubah segalanya. Hardi berubah menjadi orang yang lebih pendiam, dingin dan tanpa belas kasihan .
Walaupun masih bekerja dengan pak Bambang dan sudah jadi orang kepercayaan di perusahaan pak bambang , Hardi kembali terjerumus ke dunia hitam . sekarang dia terkenal sebagai laki laki bayaran untuk kalangan Elite, tentunya karena bantuan Bu Dian yang selalu merekomendasikannya kepada teman temannya.
" Mas Hardi malam ini kosong tidak? " kata bu Dian lewat pesan singkat
" kosong bu , tapi saya sedang tidak mood bu " balas hardi.
" jutsru itu Mas, teman saya ini suka sekali dengan tipikal orang yang dingin tapi bisa memuaskan " jawab Bu dian Lagi.
" bagaimana ya bu.? "
" Sudah jangan banyak mikir mas , bayarannya lumayan " balas bu Dian lagi.
" baiklah bu , kirimkan saja alamatnya " jawab Hardi.
Perjalanan Hardi berhenti di sebuah Hotel Mewah bintang lima yang ada di jakarta .
Dia bertanya tanya sekaya apa pelanggan dia kali ini, karena ini pertama kalinya dia diajak ke hotel semewah ini.
Tok tok tok Hardi beberapa kali mengetuk pintu kamar tidak lama dari balik pintu hardi di sambut oleh perempuan cantik kisaran umur tiga puluh tahun.
" Silahkan masuk mas " kata perempuan itu sambil tersenyum .
" Iya terima kasih mbak " jawab Hardi lalu masuk mengikuti langkah perempuan itu.
" Silahkan duduk mas " kata perempuan itu sambil memberi kode dengan tangannya untuk duduk di sampingnya .
Tanpa mengatakan apa apa Hardi duduk di sampingnya dengan wajah datar.
" saya Alia mas " kata Alia setelah hardi duduk di sampingnya.
" Saya Hardi " jawab hardi masih dengan wajah datarnya.
Obrolan berikutnya antara Hardi dan Alia tidak jauh dari sekitar perkenalan diri agar lebih akrab sebelum memulai pertempuran.
" Mbak Alia umur berapa.? Sepertinya masih muda.? " tanya hardi penasaran.
" saya tiga puluh tahun mas , Kenapa.? " tanya Alia.
" Oh enggak saya cuma penasaran saja mbak," jawab hardi.
" jangan panggil mbak dong , panggil nama saja, kan masih tuaan mas " kata Alia sambil tersenyum manis.
Hardi tidak bisa menyembunyikan rasa malunya ketika beberapa kalai kepergok Alia sedang menatapnya. Apalagi waktu alia tersenyum Hardi merasakan hal yang sedikit berbeda di hatinya.
" Oh iya Alia " jawab hardi sambil tersenyum malu.
Sudah leih dari satu jam mereka asik ngobrol sampai mereka lupa tujuan awal mereka datang ke hotel untuk apa.
Hardi baru pertama kali juga mendapat pelanggan yang nyambung di ajak ngobrol.
" Alia maaf ini kita mau ngobrol aja.? " tanya hardi.
" Mas hardi gak sabaran banget " jawab Alia sambil tersenyum
" Bukan begitu Al , saya kan cuma tanya kalau mau ngobrol lagi juga gak apa apa " jawab hardi tidak bisa menyembunyikan malu karena sudah bertanya demikian.
" kalau boleh jujur sebenarnya ini pertama kalinya saya seperti ini mas " kata alia jujur.
" maksudnya Al.? " tanya Hardi masih belum mengerti.
" Iya mas ini pertama kalinya saya saya bayar orang lain untuk memuaskan nafsu saya" jawan alua sambil menundukkan kepala.
" ko bia Al.?"
" Iya mas , jadi saya butuh waktu untuk pendekatan dulu " jawab Alia.
Mendengar pengakuan dari Alia ,Hardi inisiatif mendekatkan tubuhnya dan memegang kedua tangan Alia.
" Kamu tenang Al , saya akan memperlakukan kamu As a Girlfriend . " kata Hardi dengan kata kata lembut.
Tanpa meminta persetujuan dari Alia , Hardi mulai melakukan tugasnya . Hardi benar benar memperlakukan Alia dengan lembut untuk memberikan kenyamanan kepada Alia. Dan ternyata usahanya berhasil karena tidak butuh waktu lama Alia mulai bisa menikmati permainan Hardi dan mulai mengimbanginya.
" Kamu sudah siap Al.? tanya hardi di tengah tengah permainan.
Alia tidak menjawab pertanyaan Hardi, dia hanya tersenyum seolah mengisyaratkan kalau Alia sudah siap dengan semua yang diberikan Hardi.
permainan Hardi dan Alia benar benar terjadi seperti layaknya sepasang kekasih , mereka saling memberikan rasa terbaik mereka.
Sampai Akhirnya Mereka mencapai puncak kenikmatan dalam waktu yang bersamaan. Ini baru pertama kali Aliq merasa seperti ini jiwanya seperti melayang karena rasa nikmat yang diberikan Hardi.
Begitu juga dengan hardi, baru kali ini dia merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak hardi dapat. seingat hardi terkahir kali dua merasa seperti ini saat melakukannya dengan Vina.
" kamu tidak apa apa kan Al.? " tanya Hardi kepada Alia yang dati tadi hanya diam dengan nafas yang masih belum beraturan..
" Aku lebih dari sekedar baik mas " Jawab Alia sambil tersipu malu.
" Syukurlah , maa takut permainan mas melukai kamu" jawab Hardi lagi.
Hardi kembali mendekatkan tubuhnya kepada Alia dan mulai melakukan serangan lagi . Kali ini yang jadi sasaran pertamanya Bibir Alia.
Alia sempat menghindar dari serangan Hardi tapi apalah dayanya tubuhnya terlalu kecil untuk bisa menghindar dari Serangan Hardi.
Dan Untuk kedua kalinya mereka kembali bermain malam ini . Mereka hampir tidak peduli dengan status diantara keduanya. Yang ada dalam pikiran Hardi dan Alia adalah mereka sama sama ingin pergi ke puncak kenikmatan lagi.
Benar saja tidak membutuhkan waktu yang lama mereka kembali merasakan Nikmatnya puncak surga dunia. Alia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya tapi hardi mencoba untuk tetap tetap tenang.
" Mas terima kasih sudah menepati janji " kata Alia sambil menatap wajah Hardi setelah dirinya mulai bisa dikendalikan.
" Janji apa maksud kamu Al? " tanya Hardi yang merasa bingung dengan perkataan Alia.
" Janji Untuk memperlakukan aku dengan baik " kata Alia dengan wajah merahnya.
" iya Al sama sama " jawab hardi singkat.
" kalau mas Sudah mau pulang silahkan, Ini bayarannya mas " kata Alia sambil memberikan Satu ikat uang kepada Hardi.
Hardi sempat diam tidak merespon perkataan Alia tidak juga mengambil uang yang ada di tangan Alia.
" Mas kenapa bengong , bayarannya kurang mas.? tanya Alia bingung.
" Enggak Al sebenarnya kalau saya tidak di bayar untuk kali ini juga tidak apa Al ,Mas juga merasakan kepuasan yang sama dengan kamu " kata Hardi dengan menatap wajah Alia dan mendorong tangan Alia yang sedang memegang uang.
" Loh mas Gak bisa begitu dong , saya tetap bayar mas sesuai janji ." kata Alia menegaskan.
" baiklah Mas tidak bisa memaksa , tapi mas ada satu permintaan " kata Hardi dengan suara pelan.
" Apa mas.? " tanya Alia.
" Mas tidak ingin pulang malam ini, bolehkan mas tidur di sini sama kamu.? tanya Hardi lagi.
Sambil menahan tertawa karena lucu melihat ekspresi Hardi, Alia mengiyakan permintaan Hardi untuk tidur dengannya malam ini.
Akhirnya mereka tidur bersama dengan posisi Alia berada di pelukan Hardi.