Si gadis imut yang dicintai banyak orang
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jennie cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Tujuh.
Pagi hari di kediaman Davidson begitu rusuh, dikarenakan si bungsu yang berlarian kesana kemari mencari barang barang untuk dibawa ke sekolah.
"Mommy kaus kaki Abel mana ya?" Abel berkeliling mencari kaus kakinya di dalam kamarnya.
By the way, Abel udah punya kamar sendiri ya. Kamar yang disiapkan oleh Axel untuk putri kesayangannya.
"Kaus kaki Abel hilang Mommy, huaaa" Ujarnya panik.
"Mommy jangan diam aja. Bantu cariin kaus kaki Abel. Kaus kaki, kamu dimana? Abel mo sekolah loh ini" Ujarnya.
Aluna hanya bisa mengelus dada sabar, padahal kaus kaki yang Abel cari sedang dia pegang.
"Coba Abel liat di tangannya Abel ada apa?" Ujar Aluna.
Abel yang sedang berlarian langsung berhenti. Matanya menoleh pada tangannya.
"Lho, kok kaus kakinya ada disini Mommy? Kaus kaki kamu bisa terbang ya?" Ujarnya lugu.
Aluna menggeleng pelan.
"Sini rambutnya Mommy kuncir" Ujar Aluna.
"Tunggu Mommy, Abel mo pake sepatu dulu" Abel memakaikan sepatu pada kakinya yang sudah terbalut kaus kaki.
Setelah itu ia berjalan mendekati sang Mommy. Aluna mulai menyisir rambut putrinya. Ia akan menguncir dua rambut Abel. Axel memakai kemeja putih yang melekat di tubuh atletisnya.
"Udah selesai. Anak Mommy gemesin banget sih" Ujar Aluna setelah selesai menguncir rambut Abel.
"Anak Daddy juga dong" Axel berdiri di depan pintu kamar Abel.
"Daddy" Seru Abel.
"Peluk Daddy dong" Axel merentangkan tangannya. Dan Abel langsung berlari ke dalam pelukan hangat Daddynya.
"Daddy, liat Abel udah cantik kan?" Tanyanya.
"Anak Daddy selalu cantik, seperti Mommynya" Ujar Axel sembari mengecupi seluruh wajah Abel.
Pipi Aluna merona mendengarnya. Astaga, suaminya selalu bisa membuatnya blushing.
"Abel, liat pipi Mommy merah" Tunjuknya pada Aluna dengan senyuman menggodanya.
"OMG, Mommy sakit? Daddy ayo kita bawa Mommy ke rumah sakit. Abel ngak mo Mommy sakit" Ujar Abel yang panik melihat wajah memerah Aluna.
"Mommy ngak sakit sayang, Mommy cuma malu" Ujar Alexander tertawa melihat tingkah putrinya.
Aluna memutar kedua matanya malas.
"Dasar udah tua juga, masih aja genit" Ujar Aluna ketus.
Mata Axel melotot kala di sebut tua oleh istrinya.
"Sayang aku itu ngak tua. Aku pria matang. Hot Daddy lagi" Bantahnya.
"Daddynya Abel paling tampan" Seru Abel dengan semangat.
Axel tersenyum lebar. Ia mengecup puncak kepala Abel.
"Good girl" Ujarnya.
Aluna hanya mendengus melihatnya.
"Ayo, sekarang kita turun, yang lain pasti udah nungguin" Ujar Aluna.
"Ayo. Sini biar Daddy gendong Abel" Ujarnya lalu membawa sang putri ke gendongannya. Abel menyandarkan pipi bulatnya di pundak sang Daddy.
"Aku ambil jas sama tas kerjanya mas dulu ya. Mas duluan aja sama Abel" Ujar Aluna.
"Mas tunggu disini" Jawab Axel.
"Ngak usah mas, sana turun duluan" Aluna beranjak meninggalkan Axel dan Abel menuju kamarnya.
"Mommy mu keras kepala banget nak" Gumamnya lalu masuk ke dalam lift.
"Abel berangkatnya sama Daddy, ok?"
"Daddy mo anterin Abel?" Tanyanya berbinar.
"Iya dong. Daddy mau anterin Princess Daddy masuk di hari pertama sekolah barunya"
Walaupun terlambat tapi Axel bersyukur, ia masih di beri kesempatan untuk mengantarkan putri kecilnya masuk sekolah.
"Yey, di anterin Daddy" Pekik Abel riang karena ini adalah pertama kalinya di antar oleh sang Daddy ke sekolah.
Ayo hjar aja mom,biar tu ulat bulu kapok....udh slah bkannya mkir,mlh msih mau jhatin orng....bkn ksl aja....
sklian lmpar k kndang singa atw k klam buaya....
lnjt kk....gms bgt sm abel..
ksih visual dong....