Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Haredang
Dalam episode kali ini mengandung beberapa hal yang mungkin akan membuat traveling para pembaca, di mohon bijak ya. Maaf kalo rada gaje soalnya gak terbiasa buat beginian kuy.
...🍑🍑🍆🍆🍆🍆🍑🍑...
Saat di ranjang Kirana sangat dingin pada Alvin bahkan dia nampak tidur lebih dulu dan tidak memperdulikan Alvin, Alvin sendiri merasa aneh pada tubuhnya yang tiba tiba terasa sangat mengantuk dan akhirnya terlelap.
Mereka akhirnya tertidur namun Kirana malah diam diam turun dari ranjang dan berjalan ke luar kamar entah kemana dia pergi hingga akhirnya pagi tiba, Kirana sudah kembali ke kamarnya.
"Sayang.." Alvin merasa sangat kesepian dan sangat rindu pada sosok Kirana yang biasanya.
"Hmmm?" Kirana menatap ke arah Alvin dengan tatapan super dingin dan nampak tidak perduli.
"Aku sebenarnya udah buat rencana bulan madu, apa kamu gak tertarik?" Alvin mengecup kening Kirana, namun Kirana buru buru menghindar dan keluar kamar.
Alvin menekuk wajahnya merasa sangat tertekan, agaknya dia lebih baik menerima pekerjaan yang sulit dari pada di cuekkan oleh istrinya sendiri.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun.." Suara riuh nyanyian orang tiba tiba terdengar saat Alvin keluar kamar, seluruh pelayan dan penjaga nampak berkumpul, bersama Kirana yang nampak membawa sebuah kue di tangannya dengan tulisan indah sebuah do'a untuk suaminya.
"Sayang? I...ini?" Alvin terkejut bukan main, Kirana saat itu nampak hampir menangis dan sebuah musik tiba tiba terdengar dari bawah dan nampak Keenan dan Momy tengah berdansa.
"Mau dansa gak sayang?" Alvin merangkul tubuh Kirana dengan lembut.
"Cicipi dulu kuenya aku buat ini semalam tau." Kirana menyerahkan sebuah pisau kue namun tiba tiba Alvin tertegun saat sebuah kata terukir dalam kue tersebut.
"Semoga menjadi ayah yang baik?" Alvin mengerutkan keningnya seolah bertanya pada Kirana apa maksud kata tersebut. Kirana mengeluarkan sesuatu dari saku baju tidurnya hingga sebuah senyum terukir di bibir Alvin.
"Ini?" Alvin hampir tak percaya dengan apa yang dia lihat, dia buru buru memeluk Kirana dan mengecup kening wanitanya itu.
"Aku hamil sayang." Bisik Kirana dan sontak saja Alvin merasa dunia ini adalah miliknya sendiri karena rasa bahagia yang meluap luap di dadanya.
"Terimakasih sayang, aku cinta kamu. Sangat cinta kamu." Alvin mengecup bibir Kirana dan tersenyum dengan air mata mengalir.
"Iya." Kirana tahu seberapa besar dan seberapa dalam cinta Alvin kepadanya, dia sadar jumlah yang tak terhitung dari perasan Alvin adalah hal yang paling berharga dalam hidupnya dan juga hal paling indah yang dia miliki selama ini.
Di bawah sana Keenan dan Momy tersenyum dan mengajak keduanya berdansa, mereka semua menari dan tertawa bersama sama merasakan kehangatan dalam keluarga tersebut.
"Gimana rencana bulan madunya, aku beneran loh pengen." Alvin berbisik manja di telinga Kirana hingga sebuah anggukan kecil mampu membuat jantung Alvin jedak jeduk berdisko.
Sore itu juga Alvin dan Kirana berangkat ke pulau Dewata, mereka sangat menikmati perjalanan mereka dengan menggunakan pesawat pribadi.
Mereka sampai di sebuah resort yang sangat ternama yang menawarkan sensasi desa yang menyegarkan ala Bali, Alvin senang saat seulas senyum nampak tergambar dari bibir manis istrinya.
"Gimana tempatnya?" Tanya Alvin saat mereka selesai merapikan barang barang mereka.
"Adem banget." Komentar Kirana memejamkan matanya merasakan hawa sejuk yang kini mulai membuatnya kian merasa nyaman.
Alvin duduk di samping Kirana dan memberikan pelukan hangat pada wanitanya itu, dia juga benar benar merasa sangat bahagia saat bersama sang istri. Alvin tidak menyangka bila yang di lakukan kemarin adalah bentuk dari sebuah kejutan.
"Sayang.." Alvin berbisik lirih dengan suara yang lembut menerpa telinga Kirana yang kini masih memejamkan matanya.
"Hmmm?" Kirana belum membuka matanya dan masih setia merasakan kesejukan yang membuatnya betah itu.
"Aku hampir gila semalam mikirin kamu, aku bener bener gak habis pikir ternyata itu adalah bentuk kejutan aku sampe merasa takut." Alvin mulai memasukkan tangan nakalnya ke bagian dalam kemeja yang di pakai Kirana.
"Takut?" Kirana kini membuka matanya, namun sebuah kecupan tiba tiba mendarat di bibirnya. Tangan nakal Alvin mulai naik dari perut ke bagian dua gunung kesukaannya, ciuman yang kian semakin menuntut dengan lidah yang bermain saling bertaut itu kian membuat gairah Alvin berkobar.
Keduanya mulai merasakan kenikmatan dalam tubuh masing masing, tangan Alvin tidak diam saja dia mulai memainkan bagian puncak gunungnya yang kini mulai mengeras, Alvin sadar saat itu adalah saat paling tepat.
Alvin mengangkat tubuh Kirana ke dalam pelukannya meski bibir mereka tidak berhenti saling bertukar saliva, Alvin membawa Kirana masuk ke dalam penginapan tersebut dan menjatuhkan tubuh sang istri di atas kasur empuk.
"Ini jatah semalam." Bisik Alvin mesra dengan tangannya yang mulai masuk ke bagian bawah perut Kirana, mulus dan terawat itulah rasa yang di miliki tangan Alvin saat menyentuh bagian paling sensitif istrinya.
Wajah Kirana sudah memerah menahan hasratnya yang meluap luap, Alvin membuka kancing kemeja baju Kirana dan celana bahan milik wanitanya dia singkirkan juga. Hingga terpampanglah tubuh indah kesayangannya itu. Alvin yang merasakan nafasnya sesak langsung membuka pembungkus dua gunung milik sang istri, lidahnya langsung bermain liar di atas gunung tersebut membuat sebuah lengguhan nikmat keluar dari bibir Kirana.
"Sst.. Akh... Sa..yang.." Lirih Kirana membuat alvin semakin gemas dan menaikkan tensi permainannya, dia menatap '🍑' yang berwarna merah jambu milik istrinya sungguh membuat hasrat Alvin kian menggebu. Terong '🍆' miliknya sudah bangun sejak awal, ingin segera di keluarkan namun dia jua merasa buah persik itu kian menggodanya.
Lidah Alvin akhirnya mulai bermain di bawah perut Kirana, dia memainkan sebuah kacang yang membuatnya ketagihan dan tak ingin berhenti memakannya. rasa enak bercampur gurih kini mulai terasa oleh lidah Alvin yang artinya sang istri sudah melakukan pelepasan pertamanya.
"Sa...yang.. gak tahan.." Lirih Kirana membuat Alvin tersenyum penuh kemenangan dan mengeluarkan terong jumbo miliknya untuk menyapa calon sang anak.
"Ah.. sayang.." Kirana merintih merasa nikmat, perasaan itu kian meningkat saat tubuh mereka mulai bermain turun naik dan perasaan dalam dada mereka berkecamuk.
Lidah Alvin terus bermain di gunung milik kirana, rasa yang tidak pernah bisa berhenti itu terus di nikmati Alvin hingga tangan Kirana kini sudah menjambak rambut Alvin untuk ke sekian kalinya. Permainan kian di percepat dan hentakan gerakan mereka mulai membuat keduanya menutup mata. Alvin menjatuhkan sebuah ciuman panas di bibir Kirana hingga sebuah pelampiasan nikmat mereka rasakan kecebong yang mulai terasa menyembur di dalam rahim Kirana mulai terasa bersamaan dengan Alvin yang melepaskan ciumannya dan menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Kirana.
...🍑🍑🍑🍆🍆🍆🍑🍑🍑...
Jangan lupa SESAJEN buat Nuah, gak usah kasih hadiah atau vote cukup siapkan jempol kalian untuk klik like dan komen aja ya..
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍