NovelToon NovelToon
Dicintai Serigala Bunian

Dicintai Serigala Bunian

Status: sedang berlangsung
Genre:Manusia Serigala / Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Ibu Mertua Kejam / Cinta Terlarang / Romansa Fantasi
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shery Fiana

Arunika Swasti mendapat pedihnya penghianatan dari suaminya, yang selingkuh tepat di depan matanya dengan sahabatnya sendiri. Tak hanya itu, ia kehilangan buah hati yang sedang bertumbuh di dalam rahimnya akibat tekanan batin yang ia rasakan.

Rasa serakah membawa Aswini, ibu mertua Runi, dan juga Widuri, kekasih gelap Raka, untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Runi di puncak bukit Xanthi. Namun takdir membawa Runi kepada sesosok makhluk misterius yang melindungi jiwanya.

Siapakah sosok itu?
Bagaimana akhir goresan takdir Tuhan atas Runi?
Berlabuh kepada siapakah hatinya nanti?
Apakah takdir sanggup melabuhkan dua hati yang terpisah dalam dua dunia?

Yuk ikuti kelanjutan kisah Runi dan Candra di sini!
Cekidot ❤❤❤❤

***

Haai, ini karya pertama Shery Fiana.
tolong berikan vote atau dukungan lainnya untuk karya pertama saya di Noveltoon, ya! Love you all ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shery Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Protes untuk Raka

Waktu di jam dinding baru pukul enam pagi. Namun, entah sudah berapa kali Runi memuntahkan isi lambungnya. Perut Runi betul-betul terasa tak enak, apapun yang ia konsumsi pasti akan segera berbalik. Bahkan jika diingat-ingat, sejak bangun tidur pukul lima lagi tadi ia belum memasukkan makanan atau minuman apapun ke dalam perutnya. Ya, karena semua yang ia masukkan selalu keluar saat itu juga.

"Apa aku kebanyakan begadang kali ya?" Pikir Runi seraya menyeka keringat dingin yang mengalir dari pelipisnya.

Ya, memang sudah beberapa hari ini ia lembur sampai malam dan terlalu memforsir tenaganya. Ia sedikit kewalahan karena deadline beberapa jahitannya semakin dekat. Para pelanggan banyak yang mengirim pesan kepadanya, sekedar mengingatkan jika pakaian yang mereka pesan akan segera dipakai. Tentu saja, Runi harus bisa menyelesaikannya. Semua ini terkait dengan nama baiknya sebagai seorang penjahit.

Sebenarnya, Runi sungguh merasa tak kuat. Tubuhnya begitu lemas. Namun tentu saja ia harus mengisi tenaganya. Sekali lagi, ia menengok ke arah sarapan pagi yang ia masak sendiri di meja makan. Satu mangkuk lele mangut berkuah santan dengan kuah mengepul di atasnya.

Runi menyiapkan dua buah piring. Satu untuknya, lalu piring lainnya tentu saja untuk Raka, suaminya tercinta yang tadi malam tidak pulang dari kantornya. Ya, seperti biasa, jika Runi tanya, pasti jawabannya sama dengan sebelum-sebelumnya. 'Sedang lembur'.

Sebetulnya Runi bisa saja mencari tahu, apakah Raka benar lembur seperti yang ia katakan. Namun, untuk apa? Ia bukan tipe wanita yang mudah curiga kepada pasangannya. Lagipula, pikiran buruk justru akan membuatnya semakin overthinking. Padahal, beban hidup sudah begitu banyak dibanding harus memikirkan kecurigaan terhadap sesuatu yang belum pasti bukan?

Makanan yang terhidang di atas meja makan berlihat begitu menggugah selera. Namun sayang, kuah mengepulnya semakin menguarkan aroma sedap yang justru terasa mengocok lambung Runi. Ia bangkit lagi dari kursi makannya untuk yang ke sekian kali, lalu kembali berlari terbirit-birit ke belakang untuk memuntahkan isi perutnya.

Ceklek!

Pintu depan pun terbuka. Runi tengah terengah-engah setelah mengeluarkan isi perutnya di kamar mandi saat itu, namun ia mengetahui jika suaminya baru saja pulang. Yah, meskipun ia tahu Raka datang hanya untuk berganti pakaian kerja lalu akan segera berangkat kembali ke kantor, setidaknya Raka masih ingat untuk pulang.

Runi menyambut suaminya dengan langkah yang limbung. Dilihatnya, lagi-lagi, sama seperti hari-hari yang lalu, pakaian yang Raka kenakan berbeda dari yang ia pakai sebelumnya. Namun Runi tak ambil pusing. Untuk apa ia harus bertanya ini itu sementara jawaban yang muncul dalam otaknya adalah jawaban yang menyakitkan?

"Lembur lagi, Mas?" Tanya Runi dengan suara lesu.

"Iya." Raka menjawab singkat. Ia melepas sandal di teras lalu berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya.

"Aku masak mangut lele buat kamu, Mas," kata Runi yabg kini mengekor langkah Raka menuju ke kamar, mencoba menawarkan sarapan untuk Raka. Meski sebetulnya Runi tahu jika Raka akan menolaknya. Ya, sudah beberapa hari ini Raka jarang sekali mau mencicipi atau bahkan hanya sekedar melirik hasil masakannya.

"Aku nggak lapar." Jawaban yang Raka berikan sama persis seperti jawaban yang beberapa hari ini Runi dengar. Benar-benar terasa begitu menyakitkan bagi Runi.

"Kamu sekarang jarang makan hasil masakanku, Mas." Runi memberanikan diri untuk bicara. Ia juga melayangkan lirikan jengkel pada suaminya itu. Ia berkata untuk mulai melamcarkan protesnya, "Aku lagi nggak enak badan, tapi aku tetap memaksakan diri memasak untuk kamu. Aku selalu mau mencari ide masak ini dan itu, semata-mata agar kamu kangen dengan semua masakanku. Aku kepengin kamu selalu ingat rumah, juga ingat sama aku! Tolong lah, hargai usahaku sedikit saja. Aku istrimu, Mas! Kita sudah menikah. Jangan anggap aku sebagai patung!"

"Lho, siapa yang nyuruh kamu masak?" Raka menghardik dengan nada yang meninggi. "Tidak usahlah kamu masak kalau pada akhirnya kamu ungkit-ungkit tentang hal itu, Runi!"

"Apa?!" Runi membelalakkan matanya. Ia sedikit terkejut dengan reaksi yang Raka berikan padanya. Ia sungguh tak terima. Ia sudah melalukan segala hal untuk Raka, tetapi apa yang kini ia terima? Maka ia berkata juga dengan nada yabg sedikit lebih tinggi dari biasanya. "Aku cuma minta kamu hargai, Mas! Aku kan nggak pernah minta macam-macam! Apa susahnya sih, menyenangkan hati istri, atau hanya sekedar melegakan hatinya dengan memuji hasil masakanku?"

"Kamu nggak dengar, Runi? Aku nggak lapar! Kalau mau makan, makan aja sendiri!" Raka berseru ketus. Tentu saja ucapan keras Raka membuat Runi terlonjak kaget. Ia bahkan merasa sebuah titik di perutnya berkedut nyeri.

"Kamu kenapa berubah sih, Mas?!" Runi ikut meninggikan suaranya. Air mata yang sepuluh hari ini ia tahan agar tidak tertumpah, kini luruh sudah semuanya.

"Berubah apa?" Raka bertanya ketus. Ia melepas kaus santai yang ia kenakan dengan sekenanya, hingga dada bidang dan kekar Raka terekspose sempurna. Runi meneguk saliva melihat tubuh suami yang sudah satu minggu ini tidak menyentuhnya. Dan si4lnya, Runi begitu merindukan sentuhan Raka!

"Kamu lembur terus, Mas! Kamu jarang tidur di rumah! Kalaupun tidur di sini, kamu pasti selalu pulang malam di saat aku sudah tertidur. Kamu sering pergi di waktu tengah malam dan pulang saat matahari sudah terbit. Kamu jarang makan hasil masakanku. Kamu aneh, kamu berubah menjadi begitu dingin padaku, jarang mengajak mengobrol, jarang memeluk dan menc1umku, dan kamu juga tidak pernah lagi mengajakku berc1nta!" seru Runi dengan menggebu-gebu. Air matanya meluruh begitu deras tanpa bisa ia cegah sama sekali.

"Oh, jadi kamu merindukan aku?" Raka bertanya dengan menyeringai. Ia mendekatkan diri dan menyentuhkan tangan besarnya di rahang Runi, mengusapnya denan halus sehingga menimbulkan sensasi geli yang menggelenyar aneh di sekujur tubuh Runi. Ia kembali bertanya dengan bibir yang berada persis di depan wajah Runi sehingga hangat nafas Raka terasa begitu memburu, "Kamu menginginkanku, sayang?"

Runi menatap nanar wajah suaminya dengan mata yang kini telah berkaca. Ia tak bisa menjawab, sungguh! Ia begitu merindukan Raka, namun ia juga tidak suka dengan perlakuan Raka padanya yang menyebalkan ini.

Raka melirik ke arah jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya. Ia berkata, "Baru pukul enam pagi. Masih cukup waktu bagi kita untuk berc1nta sebelum aku berangkat bekerja, sayang."

Raka menyeringai. Runi merasa begitu terhina. Ia begitu membenci dirinya sendiri karena sesungguhnya Runi ingin menolak! Namun ia tak bisa berbuat apa-apa begitu Raka mulai mendekatkan wajahnya, menyapukan bibir hangatnya ke bibir Runi yang diam, menyambutnya dengan pasrah. Diam tanpa bisa melawan. Karena jauh di dasar hati, Runi sangat merindukan Raka.

***

1
Ristiana Wang
anjingmu sedang terluka Runi,kasian dia😭😭
Reny Yunita
aaah good runi aq setuju ayo segera pergi dri kehidupan raka smoga mereka mendapat karmanya si widuri ga bisa hamil alias mandul syukurin aah bahgia nya klw si widuri mandul 🤪
Reny Yunita
setan emang si aswini udh lah runi mending pergi aja dri stu klw ga numpang tnggal sama bu bidan atun runi dri pda di stu tersiksa sma nenek shir dan genderuwo raka 😤
Reny Yunita
uuh mertua sinting bukan jagain menantu mlah kaya gtu bagus si runi klw w udh w tinggalin tu mertua sama ank sama aja kelakuannya bikin gemes 😤
Reny Yunita
uuh dsar metua ga ada akhlak uuh klw w di gtuin udh w tinggal pergi jdi ngemis amat sama lki modelan bgtu 😤 dan punya mertua apalgi yg gendeng runi runi kuat amat si lo gemes rasanya liat lo diam aja bukannya lngsung pergi ke mlah msak 😤🤦🏻‍♀️
mom's Vie'
aku suka dg pilihanmu, Runi.... lebih baik pergi saja drpd ada kejadian yg gk di inginkan terhadap bayimy dan dirimu , Run...
mom's Vie'
yg njalani rumah tangga siapa tho....?
kok Bu Aswini ikut campur aja... kalo gk mau mantu yg kucel... Yo dirawat sana Lo.... diajak ke salon , di ragati... jangan malah di hina.... kami mantu miskin, ya modalin laaaah.... jangan maunya yg siap saji aja....
mom's Vie'
dasar mertua gk ada akhlak.... nauzubillah.... nanti kalo aku jadi mertua,,,, gk mau kayak Mak Aswini.... dah dapat mantu yg baik, masih kurang terima aja.... dasar Mak nya Raka aja yg memang minus akhlak....
mom's Vie'
Raka keterlaluan banget tho.... dah tau kalo Runi sakit, belain lah buat beli makanan jadi ,,,jangan malah maksa buat masak....duuuh.... ngidam mu gk ada yg nuruti ,. Run.... sabar ya....
Icha Qazara Putri
Novel ini bagus cerita nya seru nggak ngebosenin bikin greget dan dingkol dengan tingkah mertua julid seperti Aswini ini. selebihnya it's okay good..
..
Penghianatan yang Raka lakukan membuat Runi sangat terluka, di tambah perlakuan sang mertua yang super duper nyebelin. Tapi Runi dengan sabar tidak memberontak dia selalu memperlakukan sang suami dan mertua dengan sangat baik.
..
Ntah lah sampai kapan Runi akan dapatkan kebahagiaan rasanya hidup Runi sengsara mulu. mana orang tua udah nggak ada sudah tidak punya penopang hidup. ada suami juga tidak bisa di andalkan. kerjaan nya selingkuh terus.
...
Candra segera selesai kan masa hukuman mu dari ayah mu itu supaya kamu dapat menampakan diri lagi pada Runi dan menghibur nya segera, saat ini Runi sedang butuh kamu bange Chandra.
Icha Qazara Putri
Raka Please deh tegas sama orang tua mu itu, ingat! kamu itu suami yang harus membela istri jika istri kamu terzolimi, bukan nya diam bae.
mom's Vie'
owalah..... datang² cuman untk ngomel² tho, buk....mau minta ganti rugi ke Runi, Krn dah kasih makan anakmu selama 2 Minggu....?
💝💝 Hujan 🌧🌧
apa mungkin raka berubah setelah tahu runi hamil anak dia
Icha Qazara Putri
Astaghfirullah mertua macam apa yang begini kok nggak ngerti banget kalau Runi sedang sakit. itu juga si Raka bukan nya bantuin belain Runi malah diem bae.
mom's Vie'
siapa yg masakin anakmu , bu Aswini.....?
malah anakmu yg seribg pindah makan ....
enak aja ngatain Runi....
sebenernya... tujuan ke rumah Raka pagi² mau ngapain....?
mau numpang makan..???
Icha Qazara Putri
Heh ibu mertua yang budiman jangan sekate-kate ya ngemeng seperti itu bikin kesel aja sih.
mom's Vie'
yiiihaaaa...... tidur sendiri , Raka.... gk ditemani Widuri, apalagi di peluk Runi..... daaaah .... ngobrol ma cicak aja sana ya.... 🤣🤣🤣
Icha Qazara Putri
Mertua durjanam tuh masa menjelek-jelekan menantu begitu sih.
Icha Qazara Putri
Bagus Runi ketegasan kamu semoga menyadarkan Raka dari kebodohan nya.
mom's Vie'
bagus Runi.... kamu tegas sama Raka... jangan kasih kesempatan buat kembali bersama kamu, Run.... Krn sekali berselingkuh, pasti akan di ulang lagi....penyakit itu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!