Cinta itu buta, hingga membuat ku kehilangan Akal .. tak perduli dirinya dan tak perduli dengan usia, karna usia bukan lah penghalang untuk terjalinnya hubungan..
Bagaimana kisah cinta seorang Gadis remaja yang mengagumi akan adanya pria dewasa yang selama ini ia perhatikan..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LMU
Perlahan mata Vian ikut terpejam dengan tangan yang memeluk tubuh mungil sang putri. sebuah ketenangan dan juga kebahagiaan yang di miliki tak ingin ia lepaskan, kebahagiaannya ada bersama sang putri dan permintaan Nilam untuk memberikan Kanaya pada ibu kandungnya tak akan Vian lakukan. Bagaimana pun Kanaya adalah satu-satunya yang ia miliki, yang begitu berharga baginya.
Sedangkan Clara terlihat sedang membasuh wajahnya dengan air yang telah ia beri sabun dengan merata. Beberapa menit kemudian ia pun keluar dari kamar mandi, kakinya melangkah ingin melihat Kanaya sebelum ia kembali pulang dan meninggalkan Kanaya yang saat ini sedang di dalam dekapan papanya, Vian.
"Tidur yang nyenyak sayang" ucap Clara dengan mengusap pipi gembul milik Kanaya.
Pandangannya teralihkan menatap Vian yang kini terlihat memejamkan matanya tidur dengan nyenyaknya tanpa ada sedikit pun beban yang ada pada Vian, akan tetapi siapa yang tahu jika kenyataan yang di lihat Clara adalah salah. Vian banyak menyimpan beban fikiran di mana ia harus memilih antara sang putri atau calon ibu untuk putrinya.
"Tidur yang nyenyak Om, semoga apa pun keputusan mu adalah keputusan yang terbaik untuk keluarga kecil mu kelak. Dan pastinya untuk Kanaya" ucap Clara yang kini mengusap pipi Vian.
Setelah beberapa menit lamanya ia menatap Vian dan juga Kanaya. Ia berjalan dengan pelan meninggalkan Vian dan juga Kanaya.
Clara membuka pintu lalu menutup kembali pintu kamar Kanaya dan juga Vian yang saat ini sedang tertidur.
"Lah Ara ..., mau kemana ?" tanya Viona yang saat ini membawa minum dan juga makanan di dalam nampan.
"Mau pulang Vi, papi sudah menelpon meminta untuk pulang" jawab Clara yang kini mengambil makanan yang ada di dalam piring.
"Aisss, aku baru saja membeli ini. Nanti aja pulangnya nunggu kak Vian pulang" ucap Viona yang kini meletakkan nampan yang berisikan makanan serta minum di meja.
"Ada di kamar Kanaya, ia sedang tidur. "jawab Clara dengan jujur dengan apa yang di lihatnya.
"Iyakah?" tanya Viona yang kini menatap wajah Clara.
"Hmmm ...." ucap Clara yang hanya berdehem menanggapi ucapan Viona.
"Kapan dia pulang?" tanya Viona yang kini terlihat bingung.
"Entahlah Vi, aku pun tidak tau. Karna saat aku keluar dari kamar mandi, dia sudah ada di kamar dengan memeluk tubuh Kanaya." ucap Clara dengan mengambil ponselnya di tasnya.
"Mau pulang di antar atau di jemput sama kak Albert?" tanya Viona yang kini menatap wajah Clara
"Sepertinya akan di jemput sama dia Vi, karna Papi bilang tunggu saja nanti ada Abang yang akan datang" ucap Clara.
"Hemm" jawab Viona yang kini terlihat pasrah dengan jawaban Clara.
"Semoga saja Abang mu gak bisa jemput Ra, biar kak Vian yang bisa antar kamu pulang" batin Viona yang kini menatap Clara yang saat ini sedang menikmati makanan yang di bawa oleh Viona.
"Sebentar ya Ra, aku mau lihat Kanaya sama Kak Vian." ucap Viona yang kini tersenyum melihat Clara.
"Iya Vi ...," ucap Clara yang kini menganggukkan kepalanya.
Viona pun mmelangkahkan kakinya menuju kamar di mana saat ini Vian yang sedang tidur di kamar Kanaya.
Viona menatap wajah sang kakak yang saat ini sedang tertidur dengan tangan yang memeluk tubuh mungil Kanaya. Perlahan kakinya melangkahkan mendekat ke arah ranjang, tangannya perlahan menyentuh pundak sang Kakak.
"Kak ...," panggil Viona dengan tangan yang mengoyangkan tubuh sang Kakak.
"Bangun dulu, tolong antarkan Clara untuk pulang kerumahnya ...." sambung Viona, yang kini terlihat Vian yang mengerjabkan matanya menatap Viona yang kini ada di sampingnya.
"Kenapa pulang?" tanya Vian yang kini menatap Viona dengan serius.
"Karna hari sudah mulai malam kak, lagian kasian Clara jika pulang naik Taksi" jawab Viona.
"Lagian Dia anak gadis orang kak, masa iya kakak tega liat dia pulang sendiri. Gimana kalau aku yang gitu?" sambung Viona yang kini menatap sang Kakak.
"Hmmm, baiklah. Tunggu 5 menit kakak akan antar dia" jawab Vian yang kini melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Oke ...!" jawab Viona yang kini terlihat bahagia.
Viona pun melangkahkan kakinya keluar kamar, ia menatap Clara yang saat ini sedang duduk dengan memegang ponselnya yang saat ini terlihat serius.
"Ra ...," panggil Viona yang kini duduk di samping Clara.
"Iya" jawab Clara yang saat ini melihat Viona.
"Ayo ...!"
Clara pun menatap orang yang saat ini ada di sampingnya. Tatapannya tak teralihkan melihat seseorang yang dengan setelan pakaian santainya.
"Ayo Ra " ucap Viona yang kini menggoyangkan tubuh Clara yang kini sedang terdiam.
"Hahh ..., "
"Ahh, iya Vi " ucap Clara lalu berjalan mengikuti langkah Viona yang saat ini ada di depannya.
masa di sini martabak mateng 5 menit. seumur² martabak matengnya lama deh. apalagi yang tebel. ini viannya beli martabak udah dingin kali👀
ralat yg dewasa 🤣🤣🤣🤣
klo dah cinta ... ya rasa tertarik yg lbh dominan
ibarat ada yg blg.. klo udah cinta mah kambing di bedakin juga pasti keliatan nya wokeehh aja pesona nya🤭