"Ini bukan sebuah hubungan"
"Saya tahu"
"Kau tidak akan mendapat apapun dari hal ini"
"Saya mengerti"
"Apa kau masih ingin melanjutkan hal ini?"
Tanpa ragu lagi, Eva menjawab
"Iya"
Laki-laki yang mulai mencium dan membuka pakaiannya ini tidak tahu kalau Eva mendapatkan sesuatu dari hal ini.
Kenikmatan
Dan hanya itulah yang dibutuhkan Eva saat ini. Tanpa semua kerumitan hubungan yang pernah dijalaninya. Tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Eva ingin menikmati semua sentuhan dan kehangatan pria yang mulai membuat mereka menyatu itu.
Diharap pembaca dibawah umur tidak membaca ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
PERNIKAHAN ABAD INI
TUAN MUDA KELUARGA FORD MELEPAS MASA LAJANG
Dengan setelan terbaiknya, Eva berdiri di dinding aula pernikahan. Bersama dengan semua asisten dan staff perusahaan yang mengurus pernikahan.
"Kenapa kau tidak duduk dan menikmati pernikahan ini?" tanya Presdir yang tadi sempat menyapanya.
"Saya hanyalah seorang staff" katanya sadar akan statusnya.
"Baiklah. Tapi wajahmu sedikit pucat. Apa kau baik-baik saja?"
Sejak tahu tentang kehamilannya, Eva tidak berhenti mual. Tiap kali dia meletakkan kepala di bantal, rasa mual itu datang dan menyiksanya. Dia juga tidak bisa makan dengan baik.
"Baik Presdir. Saya baik-baik saja" jawabnya tidak ingin Presdir khawatir
Setelah Presdir kembali ke tempatnya, acara pernikahan dimulai. Dari tempatnya yang tersembunyi, Eva bisa melihat betapa tampan laki-laki yang akan mengucapkan janji suci pernikahan hari ini. Tatanan rambut rapi, wajah bersih dengan rahang jelas, tuxedo hitam dengan bunga berwarna biru di sakunya. Laki-laki itu memang tampan bahkan saat tidak memakai apapun. Pikir Eva lalu pipinya memerah. Apa yang dia pikirkan? Tidak seharusnya dia berpikir seperti itu saat laki-laki itu akan menikah di depannya. Dia hanya bisa melihat dari balik pilar besar. Sebesar perbedaan yang ada diantara mereka.
Lagu pernikahan dimainkan dan dari pintu berwarna putih, berjalanlah Nona De Hart. Bergandengan dengan ayahnya yang merupakan putra dari mantan Presiden negara ini. Keluarga yang memiliki kedudukan terhormat. Tidak seperti keluarganya yang bahkan kini tidak tersisa.
"Cantik sekali" puji Eva saat melihat wajah pengantin wanita.
"Katanya Nona De Hart melakukan beberapa prosedur kecantikan khusus untuk pernikahannya"
"Benarkah? Apalagi yang ditambah?"
"Katanya hidung Nona De Hart sempat bengkok saat fitting baju terakhir. Karena itu dia cepat-cepat pergi keluar negeri"
"Hanya hidung?"
"Bagian payudara juga, katanya diperbaiki"
"Kenapa? Apa saat Tuan muda Ford tidak suka saat melihatnya?"
Eva mendengar celetukan dan tawa tamu yang duduk di dekatnya.
Apapun prosedur itu, nyatanya berhasil membuat wajah Nona De Hart tampak sempurna. Jadi Eva berpikir kalau apa yang dilakukan pengantin wanita tidak salah. Semua pasti dilakukan demi menyenangkan calon suaminya. Laki-laki itu, pasti kini tidak akan mempermasalahkan semua itu.
"Dengan ini saya nyatakan kalian sebagai suami istri"
Saat Eva mendengar pernikahan wakil Presdir dan Nona De Hart disahkan, mendadak dadanya terasa sesak. Laki-laki itu telah resmi menikah. Tapi ... apa hubungannya itu dengannya? Bahkan sebelum menikah, laki-laki itu tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Mereka hanya melakukan sesuatu yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan masing-masing. Tidak ada ikatan ataupun hubungan diantara mereka. Hanya ... ada sesuatu dari laki-laki itu yang tertinggal di tubuh Eva. Yang kebetulan bertumbuh menjadi calon bayi di dalam perutnya.
Pesta pernikahan yang dilaksanakan setelah upacara berlangsung seperti perkiraan. Semuanya teratur dan selesai sebelum malam datang. Memberi kesempatan kedua pengantin pergi ke lokasi bulan madu mereka. Setelah semuanya selesai, Eva akhirnya bisa pergi ke tempat tujuan yang dinanti-nantikannya setelah seminggu. Ruang dokter James.
"Apa Anda siap?" tanya dokter James lalu mengarahkan sebuah alat ke perut Eva.
Perlahan Eva mendengar sebuah nada berderap yang kuat.
"Itu?"
"Ini adalah detak jantung bayi Anda. Detak jantung yang kuat"
Eva tidak percaya. Di dalam perutnya benar-benar ada kehidupan yang kini menemani kehidupannya yang sepi.
"Apa saya bisa merekamnya?" tanya Eva dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.
"Tentu saja ... tentu saja"
Setelah pemeriksaan, dokter memberinya vitamin untuk bayi dan menjadwalkan pemeriksaan selanjutnya. Dokter James juga berpesan agar Eva tidak membatasi makan. Dia harus dalam kondisi terbaik agar bayi yang ada di dalam perutnya tidak kekurangan nutrisi apapun. Tidak lupa Eva juga meminta dokter James untuk menyimpan semua berkas kehamilannya di tempat yang terpisah. Agar tidak ada yang menemukan catatan kehamilannya. Sepanjang perjalanan, Eva memutar rekaman detak jantung bayi di dalam perutnya. Entah kenapa, kini dia tidak merasa takut lagi untuk menjalani hidup. Seakan masa depannya yang baru telah tertulis kembali dengan hadirnya bayi ini.
Keesokan harinya Eva bekerja seperti biasa. Pengunduran diri Presdir secara resmi telah disetujui dewan direksi dan hari ini adalah saatnya Eva membantu Presdir membereskan ruangan.
"Akhirnya ... aku akan meninggalkan ruangan ini"
Eva tidak menanggapi kata-kata Presdir dan segera membawa barang-barang yang telah berada di kardus keluar dari ruangan. Dia tidak ingin mengganggu saat-saat terakhir Presdir di ruangannya.
"Anda sudah selesai?" tanyanya setelah Presdir keluar dari ruangan.
"Apa kau ada waktu nanti malam?"
"Nanti malam?"
"Iya. Ibu mengundangmu makan malam. Anggap saja ini terakhir kali kita makan malam"
Sebenarnya Eva takut sekali datang ke rumah keluarga Ford. Terutama karena saat ini dia mengandung darah daging mereka. Kalau dia menolak pasti akan dicurigai. Jadi ...
"Terima kasih. Saya akan senang sekali bisa datang"
"Aku akan menjemputmu jam enam malam nanti. Oke?"
"Baik Presdir"
Setelah memastikan surat pengunduran dirinya diterima bagian kepegawaian, Eva turun ke lobi. Dia sudah membeli buah tangan untuk Nyonya Besar Ford. Meski hadiah ini pasti tidak sesuai dengan keluarga itu, paling tidak dia tidak datang dengan tangan kosong.
Presdir datang, tapi tidak dengan mobil yang biasanya.
"Eva, ayo!"
"Presdir, mobil ini?"
"Ini mobilku. Karena aku bukan Presdir lagi. Aku diperbolehkan memakainya lagi. Dan juga menyetir sendiri"
Eva terkejut dengan selera Presdir yang menyukai mobil antik seperti ini. Tapi ikut senang melihat Presdir yang tertawa terus.
"Apa Anda benar-benar menyetir sendiri?"
"Iya. Tapi mereka tidak mau melepasku sendiri" kata Presdir lalu menunjuk mobil hitam di belakang mereka. Ternyata ada pengawal yang mengikuti. Membuat Eva tidak lagi khawatir akan keadaan Presdir.
Mereka sampai di rumah utama keluarga Ford dengan selamat. Eva bersyukur sekali untuk hal itu. Lalu Presdir mengajaknya masuk dan Eva berhenti melangkah saat melihat seseorang yang berdiri di dekat jendela. Bukankah seharusnya laki-laki itu pergi bulan madu bersama istrinya? Kenapa laki-laki itu ada disini?
"Selamat malam Miss Grey" sapa laki-laki itu memaksa Eva untuk menunduk.
"Selamat malam Wakil Presdir. Selamat atas pernikahan Anda" jawab Eva.
Terdapat keheningan diantara mereka untuk beberapa saat sampai Presdir menarik tangannya.
"Kenapa masih disini? Ayo masuk, kita makan"
Sungguh, saat ini Eva hanya ingin pulang dan bersembunyi di balik selimutnya. Menghindari tatapan laki-laki yang seminggu lalu masih menatap lembut ke arahnya.