Menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang mudah bagi Aluna, karena terlalu percaya dengan bujuk rayuan sang kekasih Aluna menyerahkan mahkotanya pada Abizar lelaki yang baru 6 bulan menjalin hubungan dengannya. Akibat perbuatan itu Aluna positif hamil di usianya yang masih 17 tahun, Aluna meminta pertanggung jawaban dari kekasihnya Abizar tapi bukan kabar baik yang Aluna dapatkan, Abizar malah tidak mau bertanggung jawab dan berkata bahwa dia belum siap jadi seorang ayah. Aluna yang sedang bingung dan kalut memutuskan untuk kembali ke rumahnya tapi sayang saat masuk ke dalam rumah Aluna malah disambut oleh tamparan dari sang ayah. Ayahnya yang murka langsung mengusir Aluna saat itu juga tapi nasib sial masih setia mengikuti Aluna diusir dari rumah, selalu berpindah tempat tinggal karena ketahuan hamil diluar nikah, belum lagi cacian dan hinaan dari masyarakat sekitar yang mengetahui Aluna hamil sebelum menikah.
Bagaimana nasib Aluna selanjutnya?
Yang penasaran terus pantengin dan baca ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Sadar
Setelah Abizar pergi, tangis Aluna keluar dengan begitu derasnya di pelukan Wati, segala pikiran buruk merasuk ke dalam otaknya, segala kekhawatiran mulai bermunculan. Sebagai seorang ibu sudah tentu Aluna sangat mengkhawatirkan kondisi putri kecilnya saat ini
" Sudah Aluna jangan menangis lagi, dari pada kamu terus menangis lebih baik kamu terus berdoa untuk kesembuhan Kiara! "
" Mbak Wati benar seharusnya Aluna berdoa bukan malah menangis seperti ini. " batin Aluna yang membenarkan ucapan Wati
Aluna langsung menghapus air mata yang mengalir di pipinya lalu menengadahkan tangannya ke atas seraya berdoa
" Ya Allah tidak ada yang Aluna inginkan di dunia ini selain kesembuhan Kiara dan kebahagiaan Kiara, ya Allah Aluna memang bukan anak yang baik tapi izinkan Aluna untuk bisa menjadi Ibu yang baik untuk Kiara, sembuhkanlah putriku ya Allah dan angkatlah segala sakitnya dan kembalikan kesehatan dan keceriaan Kiara seperti sedia kala! Aamiin. " doa Aluna dalam hati sambil mengusapkan kedua tangannya ke wajah
Selesai berdoa pintu ruang ICU terbuka dan keluarlah seorang dokter dan dua orang suster yang tadi masuk ke dalam ICU dengan terburu buru
" Bagaimana keadaan anak saya dokter? " tanya Aluna yang langsung menghampiri sang dokter
" Alhamdulillah ini suatu mukjizat, semalam waktu saya visit kondisi Kiara belum ada perubahan sama sekali tapi hari ini suatu keajaiban Kiara sudah sadar dari komanya dan keadaannya pun sudah stabil, bahkan sebentar lagi Kiara sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan! " papar dokter yang membuat wajah sedih nan mendung milik Aluna langsung berubah menjadi wajah yang tersenyum ceria
" Alhamdulillah! " sahut Aluna dan Wati bersama, bahkan mereka sampai melakukan sujud syukur karena Kiara sudah sadar dari komanya
" Terimakasih banyak dokter terimakasih banyak! " ucap Aluna seraya mencium tangan sang dokter karena saking bahagianya
Dokter dan kedua suster itu juga ikut tersenyum merasakan kebahagiaan yang Aluna dan Wati rasakan saat ini
" Sama sama ibu, kalau begitu saya permisi dahulu! mari.! pamit sang dokter yang langsung pergi meninggalkan ruang ICU dan di ikuti oleh kedua orang suster tadi
setelah dokter tersebut pergi, tidak lama pintu ruang ICU terbuka dan keluarlah dua orang suster yang sedang mendorong ranjang milik Kiara dan terlihatlah Kiara yang sedang membuka kedua matanya sambil mengerjab ngerjab matanya seperti orang kebingungan
Aluna dan Wati langsung mengikuti kedua orang suster yang tadi mendorong ranjang milik Kiara menuju ke ruang perawatan VVIP
" Loh mbak kenapa Kiara di bawa ke ruang VVIP mbak, ini pasti biayanya sangat mahal sekali! " ucap Aluna yang sedang kebingungan
" Iya ya, kenapa di bawa kesini? uang yang kita miliki pasti tidak akan cukup membayar tagihannya Aluna! " sambung Wati yang juga ikut bingung
Sampai di dalam kamar kedua suster itu pun langsung menjalankan tugasnya, setelah semuanya selesai barulah kedua suster itu pamit untuk keluar
" Semua sudah selesai, kami permisi ibu! " pamit dua orang suster itu dengan sopan
" Maaf suster sebelumnya saya mau tanya? kenapa putri saya di pindahkan ke ruang VVIP,? dan berapa biaya perawatannya"
" Kalau masalah itu, anda bisa tanyakan langsung pada bagian administrasi ibu, kalau sudah tidak ada lagi yang di butuhkan kami permisi! " pamit suster yang segera keluar dari ruang perawatan Kiara
Setelah kedua suster itu pergi Aluna dan Wati berjalan perlahan mendekati ranjang Kiara
" Mama! " panggil Kiara pelan dan Aluna langsung mencium kedua pipi dan kening milik Kiara
" Iya sayang ini mama, apa yang sakit nak, bilang sama mama! " tanya Aluna dengan air mata yang lagi lagi langsung keluar tanpa permisi
" Kiara gak sakit kok ma, mama jangan menangis nanti Kiara jadi ikutan menangis juga! " sahut Kiara dengan suara lemahnya dan menghapus air mata yang menetes di kedua pipi mamanya
" Mama menangis karena bahagia nak, mama bahagia karena akhirnya Kiara sudah sadar! "
" Mama lucu ih Kiara kan cuma bangun bobo ma, kenapa mama sampai menangis begitu! " sahut Kiara dengan polosnya yang malah di sertai tertawa khas milik Kiara
Aluna dan Wati lantas ikut tertawa mendengar jawaban polosnya Kiara
" Oh iya ma papa mana? " tanya Kiara yang melihat ke sekeliling ruangan mencari papanya
" Papa? " beo Aluna dan Wati bersama
" Iya ma tadi waktu Kiara bobo, Kiara kan lagi main di taman bunga yang cantiiik sekali ma, banyak kupu kupu nya lagi, tapi saat Kiara udah betah di sana, Kiara denger suara papa yang manggilin Kiara, papa juga bilang maaf karena baru bisa datang sekarang, terus Kiara liat papa yang lagi lari ya udah deh Kiara ikutin papa aja tapi tiba tiba papa menghilang, terus pas Kiara buka mata Kiara udah ada di sini! " papar Kiara yang membuat Aluna dan Wati syok, diam mematung sampai tidak bisa berkata apa apa
" Terus sekarang papa mana ma? Kiara mau ketemu papa dan Kiara juga mau peluk papa! " ucap Kiara lagi yang membuat Aluna dan Wati seketika tersadar dari lamunannya
" eeee papa! " jawab Aluna terbata
" Papa mana ma? Kiara mau ketemu papa! " pinta Kiara yang sedikit memaksa
" Kiara sayang, Kita bobo yuk? biar Kiara bisa cepat sembuh dan bisa cepat ketemu papa. " ajakWati
" Tapi Kiara tidak sakit bude! " tolak Kiara
" Iya bude tau tapi Kiara masih lemas kan? " tanya Wati lagi dan Kiara pun langsung mengangguk
" Maka dari itu Kiara bobo biar gak lemas lagi! "
" Tapi abis bobo Kiara bisa ketemu papa kan bude! " sahut Kiara lagi dengan antusiasnya, sedangkan Wati dan Aluna hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Kiara barusan
Karena kondisinya yang masih lemas, Kiara langsung menutup matanya lalu terbang ke alam mimpinya, setelah memastikan Kiara sudah tertidur pulas, Aluna mengajak Wati untuk berbicara di luar ruang rawat Kiara
" Mbak apa yang Kiara maksud papa itu Abizar ya mbak? "
" Bisa jadi Aluna karena kan yang terakhir datang melihat Kiara itu dia! " sahut Wati
" Jadi Aluna harus bagaimana mbak? "
" Iya mau tidak mau kamu harus meminta tolong dan berbicara sama Abizar Aluna, kamu tidak mau kan mengecewakan Kiara yang baru saja terbangun dari komanya! " sahut Wati lagi dan Aluna pun langsung menggelengkan kepalanya
" Tapi mbak? " sambung Aluna yang merasa keberatan
" Lakukan ini semua demi Kiara Aluna, mbak tau ini sangat berat untuk kamu tapi cobalah lakukan itu untuk membahagiakan Kiara! "
" Iya mbak besok Aluna akan bicara sama Abizar saat bertemu di kantor! "
Walaupun itu semua sangat berat rasanya untuk Aluna tapi Aluna mencoba untuk mengalah demi kebahagiaan putrinya
" Oh iya mbak Aluna titip Kiara ya? karena Aluna mau ke bagian administrasi dulu untuk bertanya berapa biaya perawatan Kiara! "
" Iya Aluna kamu pergilah Kiara aman bersama mbak! "
Aluna langsung pergi menuju ke bagian administrasi, sampai di sana Aluna langsung bertanya pada petugas Administrasi tersebut
" Selamat malam ibu ada yang bisa saya bantu? "
" Selamat malam mbak, saya mau tanya berapa biaya perawatan atas nama Kiara Luvita? "
" Sebentar ya ibu saya cek dulu! "
" Tagihan atas nama Kiara sudah di bayar lunas ibu! " papar sang petugas
" Di bayar lunas? siapa yang bayar mbak? " tanya Aluna penasaran
" Namanya Abizar Nugraha ibu! " papar penjaga administrasi yang membuat Aluna terkejut
" Abizar Nugraha, mbak tidak salah? " tanya Aluna memastikan sekali lagi
" Tidak ibu dari identitasnya tertulis jelas namanya Abizar Nugraha! "
" Terimakasih atas informasinya mbak! " sambung Aluna lagi yang segera pergi meninggalkan bagian administrasi