NovelToon NovelToon
Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:450.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sandra Yandra

Darel adalah pemuda yang cerdas, baik, penyayang dan perhatian. Dirinya begitu dimanja dan disayangi oleh semua anggota keluarganya terutama kedua orang tuanya dan ke 12 kakak-kakaknya. Ke 12 kakak-kakaknya begitu overprotektif terhadap dirinya.

Bagaimana kisah kehidupan seorang Darel Wilson? Intip dan baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Berkutik

Kini seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di ruang tengah. Mereka semua bingung, kenapa Darel menyuruh mereka untuk menunggunya di ruang tengah.

"Sebenarnya Darel menyuruh kita menunggunya disini untuk apa sih?" tanya Raffa.

"Mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Darel kepada kita semua," ujar Dhafin.

"Alah. Palingan sianak sialan itu caper lagi," sahut Kevin.

"Jaga ucapanmu brengsek!" bentak Vano.

"Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan ucapanku? Benarkan adik kalian itu suka cari perhatian dikeluarga ini," kata Kevin lagi.

"Kau...!"

"Vano, sudah." Arvind berusaha menenangkan putranya.

"Maaf, aku terlambat!" seru Darel yang datang menghampiri keluarganya yang sudah berkumpul di ruang tengah dengan map di tangan.

Tanpa basa-basi lagi. Darel langsung bersuara. "Dirga Wilson. Kau dipecat dari jabatanmu saat ini!"

"Apa?!" teriak Dirga dan keenam saudara-saudaranya. Begitu juga Agatha. Mereka tak terima dengan keputusan Darel.

Dirga berdiri dari duduknya dan menatap tajam ke arah Darel. "Jangan seenaknya saja kau memecatku anak sialan!" bentak Dirga, lalu mendorong kuat tubuh Darel. Untung saja Darel bisa menahan bobot tubuhnya sehingga dirinya tak terjatuh.

"Dirga!" teriak Davian dan yang lainnya. Mereka bangkit dari duduknya dan ingin menghampiri Darel.

"Kakak, tak apa. Aku baik-baik saja." Darel berbicara sambil menganggukkan kepalanya.

Para kakak-kakaknya pun kembali duduk, walau tatapan mata mereka masih tertuju pada Dirga.

Darel mendekati Dirga. Setelah dirinya sudah berdiri tepat di hadapan Dirga. Darel mendekatkan wajahnya di telinga Dirga dan membisikkan sesuatu padanya.

"Apa kau ingin menghancurkan Perusahaan Kakekku, saudara Dirga? Penipu seperti dirimu itu seharusnya diberikan hukuman agar tahu diri atas posisimu."

Dirga gerah dan geram dengan ocehan Darel di telinganya, lalu Dirga ingin mendorong tubuh Darel, tapi sudah terlebih dahulu menahan kepalanya lebih kuat. "Diamlah dan jangan melawan atau aku akan bongkar siapa kau dan ibumu disini dan hari ini." Darel berbicara dengan nada penuh penekanan dan juga ancaman.

Dirasakan tidak ada perlawanan dari Dirga, Darel pun memulai aksinya kembali. "Kau tahu tidak? Apa alasan Kakek menyerahkan semua kekayaannya padaku? Karena kau dan keenam adikmu itu bukan cucu kandung dari Antony Wilson. Kau tahukan apa yang akan terjadi jika Paman William mengetahui masalah ini? Dia pasti akan sangat marah sekali. Dan kemarahannya itu pasti akan berdampak buruk untukmu dan adik-adikmu, terutama pada ibumu. Jadi, aku ada dua penawaran untukmu. Yang pertama kau menerima semua keputusanku atau yang kedua aku beberkan rahasia ini pada Paman William."

Setelah puas berbicara panjang lebar, Darel pun menyingkirkan tubuhnya dari tubuh Dirga. Dan dapat Darel lihat wajah amarah dari Dirga. Tapi Darel tak peduli hal itu. Darel sudah mendapatkan kartu as nya.

Agatha berdiri dan menatap tajam kearah Darel. "Dasar anak tak tahu diri. Berani sekali kau memecat putraku di Perusahaan itu!"

"Aku hanya memecatnya dari jabatannya sekarang ini. Bukan mengeluarkannya dari Perusahaan. Jadi, putra anda ini masih bekerja di Perusahaan dengan posisi yang baru, Nyonya Agatha." Darel menjawabnya dengan santai.

"Jadi maksudmu, kau akan mengangkat putraku jadi Direktur di Perusahaan itu?" tanya Agatha dengan penuh semangat.

"Hahaha. Harapan dan mimpi anda terlalu tinggi, Nyonya. Aku tidak berencana untuk mengangkatnya menjadi Direktur," jawab Darel. Dan hal itu sukses membuat para kakak-kakaknya menahan tawa mereka.

"Dengan posisinya saat ini saja sudah merugikan perusahaan. Apalagi kalau sampai putra kesayanganmu ini menjabat sebagai Direktur. Waaw! Bisa-bisa perusahaan yang sudah lama didirikan oleh Kakek bangkrut dalam hitungan detik," jawab Darel.

"Lalu jabatan apa yang akan kau berikan pada putraku, sialan?!" bentak Agatha emosi.

"Eemm!" Darel berpikir sejenak dengan jari telunjuknya diletakkan di keningnya. "Ahaa! Aku akan memberikan jabatan untuknya sebagai OB," jawab Darel dengan senyuman manis tercetak di bibirnya dan tatapan mengejeknya kearah Dirga.

"Hahahaha." Akhirnya tawa para kakak-kakaknya pun pecah, termasuk kakak-kakak sepupunya yang lainnya.

"Wah, Rel. Kamu benar-benar hebat. Kakak setuju, tuh. Hahaha." Alvaro berbicara sambil tertawa.

"Jabatan yang bagus tuh, Rel. Hahaha." Daffa juga ikut tertawa.

"Waw! Mantap. Dari posisi Manajer beralih menjadi OB. Hahaha." Evan juga ikut tertawa.

"Malang benar nasibmu, nak!" ledek Vano tersenyum menyeringai.

"Ide yang cemerlang, Rel. Itu baru adiknya Kakak!" seru Axel.

Sedangkan yang lainnya tersenyum puas melihat penderitaan Dirga.

"Apa-apaan kau, hah? Berani sekali kau menggantikan posisi putraku menjadi OB!" bentak Agatha.

Darel hanya diam dan tak berniat untuk menjawab ataupun melawan iblis betina di hadapannya ini. Darel mengalihkan pandangannya dan melihat kearah pamannya yaitu William Wilson.

"Paman William. Lihatlah ini!" Darel menyerahkan map yang sedari tadi di pegangnya kepada sang Paman.

William mengambil map yang diberikan oleh Darel kepadanya. Setelah map itu ada di tangannya, William pun membuka dan membaca isi dari map tersebut.

DEG!

William sangat terkejut saat membaca apa yang tertera dalam map tersebut. William berdiri dari duduknya dan menghampiri Dirga.

PLAKK!

"Uuuu.. Aaww!!" seru para kakak-kakaknya Darel mengejek.

Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Dirga. "Bisa kau jelaskan, Dirga! Apa maksud dari semua ini?" tanya William sembari melemparkan map tersebut ke wajah Dirga.

"Sial. Dari mana anak sialan ini mendapatkan semua ini?" batin Dirga.

"Dirga Wilson. Jawab Papa!" bentak William.

"Maafkan aku, Pa. Aku mengaku salah," jawab Dirga.

"Kau..." William hendak menampar Dirga sekali lagi, tapi tangannya ditahan oleh Darel.

"Sudahlah paman. Lagian aku sudah memberikan hukuman padanya. Paman jangan mengotori tangan paman hanya untuk menamparnya," sindir Darel sembari melirik kearah Dirga

"Paman setuju dengan keputusanmu itu, Darel. Lakukan apa yang menurutmu itu benar." William berbicara sembari menepuk pelan bahu Darel.

Setelah mengatakan hal itu, William pergi meninggalkan semuanya.

Darel menatap ketiga kakaknya yang bertugas membantunya di perusahaan. "Kak Davian, Kak Steven, Kak Naufal. Aku serahkan pada kalian bertiga untuk mengurus penurunan jabatannya saudara Dirga di Kantor."

"Siap, Bos!" seru mereka bertiga dengan tangan memberi hormat serta senyuman di bibir mereka masing-masing.

"Ya, sudah. Aku mau ke kamar dulu, mau tidur. Mumpung aku masih libur sekolah dua hari lagi," ucap Darel dan langsung pergi meninggalkan anggota keluarganya.

Mereka semua yang menatap Darel hanya tersenyum gemas dan geleng-geleng kepala.

"Kelakuan buruknya Darel itu tertular darimu, Vano!" ejek Arga.

"Aish. Apaan sih, Kak." Vano menatap kesal kakaknya itu.

"Hahaha." tawa Evan dan Raffa menggelegar seolah-olah menyetujui ucapan dari Arga.

"Kasihan sekali nasibmu, Kak Vano. Masa orang yang tukang tidur dicap sebagai kelakuan buruk," ejek Raffa.

"Berarti kau harus mengubah sikapmu itu, Kak Vano." Evan menambahkan.

"Yak! Berani kalian bicara seperti padaku. Apa kalian bosan hidup, hah?!" teriak Vano.

Sementara Evan dan Raffa sudah terlebih dahulu berlari menuju kamar mereka masing-masing.

Para orang tua dan saudara-saudara yang lain tersenyum melihat ketiganya.

"Sudah, sudah! Elvan, bukannya kau hari ini yang mengantar Evan dan Raffa ke sekolahkan? Kebetulan kedua adikmu itu untuk satu minggu ini masuk jam sepuluh pagi?" ucap dan tanya Arvind.

"Iya, Pa." Elvan menjawab ayahnya.

"Bersiap-siaplah," ucap Arvind.

"Baik, Pa." Elvan pun langsung beranjak dari duduknya untuk bersiap-siap.

1
whiteblack✴️
Akhirnya masalah naufal dan rayyan selesai....tapi siapa pelaku tuw..?
whiteblack✴️
Davian rencanamu bagus...untuk menggretak pengganggu tuw
Himme
Oke, kita abaikan dulu keempat manusia bodoh dan nggak tahu malu yang ingin aku robek wajahnya. Kita fokus dengan Naufal dan Rayyan. Dahlah makin uring-uringan keluarga Wilson kek gini.
Himme
Baru kali ini aku bangga dengan Davian.
Himme
Masalah satu belum selesai ini muncul lagi.
Himme
Aelahhh... Masih hidup mereka. Nggak tahu diri dasar
whiteblack✴️
mereka mau balas dendam ya...hey bedeba sialan anak kalian yg salah, kenap Darel yg kena..
...bedeba sialan mau merasakan kemarahan Davian Wilson....
whiteblack✴️
sie brandal itu maunya di hajar rame" biar kapok
whiteblack✴️
segera di selesaikan ok...dan cari siapa pelakunya
whiteblack✴️
akhirnya mafia darel bergerak cepat...
whiteblack✴️
akhirnya dapat pertolongan...
whiteblack✴️
masalah apa lagi tuw mereka..../Panic/ apa prajurit darel tau enggak ya?
whiteblack✴️
Hmmm....Suasananya Tenang + Damai....😌.....
whiteblack✴️
niat mereka baik / ada terselubung??? kenapa tetap mencari identitas keluarga Wilson?🤔
whiteblack✴️
Betul sekali...aku suka kata" itu/Hey/
Himme
Aih.. kurang ekstrem hukumannya. Kuranglah, tambahin lagi lah. Ditonjok lah Rel terutama mulut lemesnya itu. Gemes banget! Emosi sumpah🔥/Angry/💢
Himme
Yahh... aku kira bakal ada baku hantam nya ternyata langsung dihukum. Aih..💢
whiteblack✴️
hay Rel jangan kasih maaf ...di pecat aja mereka semua tuw...biar tau rasa😏...
whiteblack✴️
good aku suka itu...tapi nyakin dah mereka parasit itu enggak mau melakukannya walaupun sudah malu " in..😑
Himme
Aku paling suka orang-orang kaya gini ngamuk. Bahkan rombongan satu keluarga gini.. ah seru pokoknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!