Bermain games memang sangat menyenangkan, terutama permainan truth or dare. Namun, bagaimana jika permainan itu justru menyebabkan kamu terperangkap dalam lembah cinta si mafia kejam?
Itulah yang dialami Quennara Azwa Walters, gadis cantik berusia 20 tahun yang merupakan putri dari Salman Walters, pimpinan Walters group yang dikenal hebat.
Queen harus menghadapi masalah besar, dimana dia menjadi incaran mafia kelas kakap yang tak lain ialah Bryce Jeevan Ivander, atau yang biasa orang kenal sebagai 'mister Jeevan'.
Semuanya terjadi akibat Queen mengikuti permainan truth or dare bersama teman-temannya, dia harus melakukan dare yakni mencium pria tampan di dalam cafe yang mana pria itu adalah Jeevan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27. Dikurung
"Terus kenapa lo bawa temen-temen gue kesini juga? Lo mau apain mereka ha??" tanya Queen.
Jeevan terdiam sesaat, ia berpikir darimana Queen bisa mengetahui itu semua. Padahal ia sendiri belum tahu apakah teman-teman Queen sudah ada di dalam atau tidak.
"Kamu tahu darimana?" Jeevan berbalik bertanya.
"Gue denger sendiri teriakan mereka tadi, gue kenal banget itu suara teman gue. Mau apa lu bawa mereka kesini Jeevan? Apa lu pengen jadiin mereka pemuas lo juga, sama kayak gue?" Queen kembali mencecar Jeevan dengan pertanyaan.
Jeevan hanya terdiam tak menjawab apapun, yang tentunya membuat Queen kesal dan ingin sekali menampar wajah pria di hadapannya itu.
"Kamu mau keluar dari sini kan Queen?" tiba-tiba saja Jeevan melontarkan pertanyaan itu.
"Ya iyalah, siapa sih yang pengen ada disini terus? Tapi, kenapa lu malah jadi nanya begitu? Emangnya lu mau bolehin gue keluar dari sini?" ucap Queen.
"Tentu, saya akan bawa kamu keluar sesuai permintaan kamu. Ayo ikut saya!" ucap Jeevan.
"Ish tunggu! Lu kok mencurigakan banget sih? Gue gak mungkin percaya gitu aja sama lu, jadi lepasin tangan gue!" ucap Queen.
"Kamu kenapa sih gak pernah percaya sama saya? Saya mau bawa kamu keluar sesuai permintaan kamu, ayo ikut sama saya!" ujar Jeevan.
"Lo yakin?" tanya Queen menatap curiga.
"Saya gak pernah seyakin ini, saya akan bawa kamu pergi dari sini. Tapi, kamu gak mungkin bisa lepas dari saya Queen! Selamanya kamu akan menjadi milik saya!" jawab Jeevan.
Queen menggeleng dengan tatapan tajam, kembali ia meronta menarik-narik tangannya agar lepas dari genggaman pria itu.
"Gue ini bukan punya lu, gue gak mau jadi milik lu!" ucap Queen.
"Hahaha, mau atau tidak itu adalah takdir kamu Queen. Sekarang ayo ikut saya!" tegas Jeevan semakin mencengkram lengan Queen.
"Ish lo mau bawa gue kemana??! Gue gak pengen ikut sama lo, lepasin gue!" rengek Queen.
"Sekeras apapun kamu berusaha, kamu gak akan bisa lepas dari saya Queen!" ucap Jeevan.
"Jeevan sialan! Lihat aja gue bakal balas semua perbuatan lu ke gue!" ancam Queen.
"Silahkan! Balas aja sesuai kemauan kamu, saya gak akan halangi kamu Queen! Tapi, tentu saja kalau memang kamu bisa lepas dari saya!" ujar Jeevan.
"Hahaha..." pria itu lanjut tertawa layaknya seorang psikopat kelas kakap.
Tiara merinding dibuatnya, ia khawatir kalau Jeevan memang benar-benar psikopat dan ia akan dibunuh dalam waktu dekat.
"Lo sebenarnya mau bawa gue kemana?" tanya Queen ketakutan.
"Tadi kamu bilang mau keluar kan? Saya akan turuti kemauan kamu Queen, saya bawa kamu keluar dari tempat ini. Gausah berisik ya, sebentar lagi kita berdua sama-sama keluar kok. Kamu tenang aja cantik!" jawab Jeevan.
"Gue gak percaya sama lo, lo itu penuh tipu muslihat dan gak semudah itu gue percaya sama lo Jeevan!" sentak Queen.
"Terserah kamu Queen, kamu lebih baik diam dan jangan membantah! Kamu gak mau kan saya perkosa kamu disini dan jadi tontonan karyawan saya?" ancam Jeevan.
"Kurang ajar lo Jeevan! Biadab!" umpat Queen.
"Katakan apapun sesuka kamu, karena setelah ini saya pastikan kamu gak bisa bicara lagi!" ujar Jeevan.
"Hah??" Queen menganga lebar, membayangkan apa yang akan dilakukan Jeevan padanya.
Ceklek
Saat Jeevan membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat gerombolan orang tengah berkumpul di depannya dan menatapnya tajam sembari memegang senjata masing-masing.
"Papa?" lirih Queen.
•
•
Aulia, Nina dan juga Lova dimasukkan ke dalam sebuah kurungan besi bawah tanah yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Jeevan.
Ya bukan hanya mereka yang berada disana, tapi juga para gadis-gadis lain sandera Jeevan yang akan dijual dengan harga tinggi nantinya.
"Lepasin kita! Kalian biadab gak punya otak!" geram Aulia kepada para anak buah Jeevan itu.
"Diam kamu! Atau saya akan bertindak kasar sama kamu!" kesal Alden.
"Lo pikir gue takut sama lo? Ayo sini kalo berani kita satu lawan satu, asal lu tahu aja gue ini ahli beladiri dan gue pernah menang lomba karate tingkat nasional!" ucap Aulia.
Alden serta beberapa pasukannya tampak saling pandang seolah bingung dengan ucapan gadis di hadapannya itu.
"Aul, kapan lu ikut karate? Perasaan gak pernah deh," bisik Lova.
"Sssttt lu bego banget sih! Gue tuh lagi mau nakut-nakutin mereka! Kenapa lu malah bicara gitu sih?" geram Aulia.
"Ohh, hehe maaf!" ujar Lova sambil nyengir.
Alden hanya menggelengkan kepala, tentu semua ucapan dua gadis itu dapat ia dengar dengan jelas.
"Udah kalian gausah sok jagoan disini! Kalian gak akan bisa lepas dari sini, karena sebentar lagi kalian semua bakal dijual ke luar negeri," ucap Alden disertai seringaian tipisnya.
Sontak Aulia serta yang lain kompak menganga lebar mendengar ucapan Alden.
"Sekarang kalian diam dulu disini, jangan berisik karena gak akan ada yang bisa dengar kalian!" ucap Alden memperingati.
Setelahnya, Alden dan para anak buahnya pun pergi meninggalkan ketiga gadis itu disana.
"Woi! Mau kemana lu? Jangan lari sini hadapin gue! Dasar pengecut! Lihat aja gue bakal bikin lu jadi perkedel begitu gue bebas nanti!" teriak Aulia.
"Aulia, Nina, gimana ini?? Gue gak mau dijual Aul, gue masih pengen kuliah dan ketemu sama orang tua gue!" ujar Lova.
"Gue juga gak mau dijual kali, bukan lu doang. Jadi, sekarang lu tenang okay! Kita cari cara buat bebas dari sini dan gue yakin kita pasti bisa!" ucap Nina.
"Betul tuh kata Nina, lu jangan cengeng Lova! Justru lu harus yakin kalo kita pasti bisa keluar dari tempat terkutuk ini!" timpal Aulia.
"Percuma aja, kalian gak akan bisa lepas dari sini!" sela seorang wanita di sel sebelah.
Aulia dan yang lain pun kompak menoleh ke asal suara, dilihatnya sosok gadis cantik berkulit putih yang kemungkinan usianya jauh dibawah ketiganya tengah menatap ke arah mereka.
"Maksud lo apa? Udah berapa lama emangnya kalian disini?" tanya Aulia.
"Lima bulan lebih, dan setiap bulannya bos Jeevan selalu bawa gadis-gadis baru seperti kalian untuk dijadikan budak atau dijual. Kami disini diberi perawatan khusus seperti vitamin dan suntikan kecantikan, setelah itu baru kami akan dijual di pasar lelang ilegal yang diadakan tiap enam bulan sekali," jawab gadis itu.
"Hah? Siapa nama kalian? Dan berapa usia kalian?" tanya Aulia.
"Aku Raya, ini Melati dan ini Kinar. Kalau yang di sebelah sana itu kak Joana, kami semua masih 16 tahun kecuali kak Joana yang sudah 20 tahun. Kalian sendiri siapa?" jawab gadis bernama Raya itu.
"Oh, iya salam kenal ya Raya, Melati, Kinar! Gue Aulia, usia gue kurang lebih sama kayak Joana. Semoga kita bisa jadi teman ya!" ucap Aulia.
"Kalo gue Nina,"
"Gue Lova!"
Kedua gadis itu saling mengenalkan diri kepada Raya dan teman-temannya.
"Ah iya kak, aku senang punya banyak teman. Walaupun nantinya kita akan berpisah juga," ucap Raya.
"Tenang Raya! Kalau kita bebas nanti, kita pasti juga bakal bebasin kalian kok. Jadi, kita bisa keluar sama-sama!" ucap Aulia.
"Ya kak, semoga!" lirih Raya.
"Oh ya, lu kenapa bisa ada disini? Diculik juga sama mereka?" tanya Aulia.
"Eee enggak kak, kalau aku emang diserahin papaku ke bos Jeevan buat bayar hutang," jawab Raya sambil menunduk.
"Apa??" kaget Aulia dan kedua temannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
tapi si Fritzy apa mengenal Queen 🤔
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗
SEMANGAT Thor 🤗