Kisah ini menceritakan tentang pernikahan dini antara dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas
Keyra Ramadhani anak kedua dari pasangan suami isteri Rama dan Shinta yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, gadis periang dan mudah bergaul ini memiliki seorang kakak laki-laki bernama Ramdhoni yang akrab dipanggil Doni, dia bekerja di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat ayahnya bekerja.
Rama bekerja di perusahaan milik keluarga Arman Prayoga sahabatnya. dan demi membalas budi kepada keluarga Prayoga dengan terpaksa ia pun menerima permintaan sahabatnya itu yang menginginkan putrinya Keyra sebagai menantunya.
Arman memiliki putra yang bernama Elvan Rafindra Prayoga, sosoknya yang pendiam dan dingin terhadap orang lain membuat Arman sedikit khawatir dengan putranya itu.
Arman berharap dengan menikahkan Elvan dengan Keyra bisa membuat Elvan berubah. dapatkan Keyra menerima perjodohan itu? dan mampukah Keyra mencairkan hati Elvan yang sedingin es?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjanji
" Lintang, kamu dari mana aja, ibu cemas mencari kamu nak, jangan buat ibu khawatir?" cerocos seorang wanita yang usianya mungkin lebih muda dari bunda Shinta hanya saja karena keterbatasan ekonomi membuat wajahnya yang tidak pernah tersentuh oleh makeup dan perawatan menjadikan dirinya terlihat jauh lebih tua dari usianya.
Saat ini mereka sedang berada di depan pintu ruang perawatan Bintang, bu Asih baru saja kembali setelah mencari Lintang kemana-mana, wanita itu kelimpungan karena tidak mendapati putrinya yang tak kunjung masuk ke dalam kamar rawat Bintang.
Lintang merasa sangat bersalah karena sudah membuat ibunya cemas
"Maafin Lintang bu_ " ucap gadis kecil itu terpotong
"Maaf bu, tadi Lintang ikut dengan saya, ini salah saya bukan salah Lintang karena sudah membawanya pergi tanpa pamit" ucap bunda Shinta merasa bersalah
Pandangan Bu Asih kini beralih pada bunda Shinta yang berdiri samping Lintang
" Ibu ini siapa ya, kenapa bisa membawa putri saya pergi?" tanya bu Asih
Bunda Shinta tersenyum ramah, penampilannya yang anggun dan berwibawa sudah menjelaskan kalau dirinya dari kalangan orang berada
" Ibu" tiba-tiba Lintang menangis dan memeluk kaki ibunya
"Kak Keyra bu, hiks.... hiks....." Bu Asih terkejut dengan sikap anaknya yang tiba-tiba menangis dan menyebut nama Keyra
Bu Asih berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Lintang
" Kenapa kamu menangis sayang dan menyebut nama kak Keyra?" tanya bu Asih pada Lintang
" Keyra putri saya bu, tadi secara kebetulan Lintang melihat anak saya Keyra dan Lintang minta ikut dengan saya karena ingin mengetahui keadaan putri saya Keyra yang kebetulan juga sedang di rawat di rumah sakit ini" bukan Lintang yang menjawab tapi bunda Shinta
Bu Asih mendongak lalu beranjak berdiri ketika mendengar wanita yang ada di hadapannya ini mengaku ibunya Keyra dan bu Asih pun begitu terkejut mendengar gadis baik yang sudah banyak membantu keluarganya itu tengah di rawat
" Mak.... maksud ibu nak Keyra sedang sakit dan di rawat di rumah sakit ini juga?" bu Asih terlihat
Bunda Shinta tersenyum lalu mengangguk
"Iya bu, putri saya Keyra tadi pingsan disekolah dan sekarang saya juga belum tahu apa putri saya sudah sadar atau belum" jawab bunda Shinta
" Pingsan? ya Allah nak Keyra" bu Asih pun tidak bisa menahan kesedihannya
" Semoga Allah memberikan nak Keyra kesembuhan, nak Keyra adalah anak yang baik dan hatinya begitu tulus dalam membantu keluarga saya dan juga anak-anak yang tinggal di lingkungan rumah kami" ucap bu Asih
Bunda yang mendengar penuturan dari bu Asih merasa begitu terharu mengetahui fakta yang tidak pernah ia ketahui tentang putrinya sendiri.
"Amin, terima kasih bu do'anya, semoga putra ibu yang bernama Bintang juga semoga cepat sembuh" ucap bunda Shinta
" Amin!"
" Yasudah, kalau begitu saya pamit dulu bu, saya harus kembali ke ruangan putri saya!" ucap bunda Shinta
"Oh iya, silahkan bu. sampai kan salam saya untuk nak Keyra, semoga nak Keyra cepat sembuh"
" Amin, iya bu nanti saya sampaikan"
" Lintang, bunda pergi dulu ya sayang. jaga kak Bintang ya !" ucap bunda Shinta yang diangguki gadis kecil tersebut
______
Keyra bergeming menatap lekat El yang tengah duduk di sampingnya
" Kenapa, apa ada yang terasa sakit hem?" tanya El begitu perhatian
Keyra menggeleng pelan " El!" panggil Keyra begitu lirih
" Iya ada apa Key, apa kamu membutuhkan sesuatu?" El menatap gadis yang kini sudah mencuri perhatian dan juga hatinya
Keyra merasakan sesuatu yang berbeda dari El kata-kata yang dilontarkan El tidak seperti biasanya, El memperlakukannya dengan sangat baik bahkan kata-katanya pun begitu lembut
" Terima kasih ya!" ucap Keyra seraya menundukkan wajahnya, teringat kem, dengan kejadian itu membuat tubuh Keyra sedikit bergetar andai waktu itu El tidak muncul tepat waktu, mungkin saat ini sudah lain ceritanya Keyra pasti sudah hancur dan terpuruk
El adalah penyelamat baginya, suaminya yang dingin dan bahkan hampir setiap hari selalu bertengkar dengan dirinya kini menjadi penyelamat baginya
El tertegun melihat tubuh Keyra yang sedikit bergetar " Ada apa hem, kenapa menangis? semua sudah baik-baik saja kamu aman disini!" ucap El menarik dagu Keyra dan terlihat jelas kalau gadis itu sedang menangis
El mengusap air mata Keyra dengan lembut " Jangan menangis lagi ya, aku minta maaf karena tidak bisa melindungi kamu dari laki-laki berengsek itu!" ucap El menyesal
Keyra menggelengkan kepalanya " Enggak El, kamu enggak salah, kamu enggak boleh minta maaf, aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu El andai saja kamu enggak datang mungkin aku_!" Keyra tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya dan air matanya kembali merembas
El menarik Keyra kedalam pelukannya " Sudah jangan diingat-ingat lagi, sekarang kamu harus cepat sembuh dan lupakan peristiwa itu hem, kamu sudah aman sekarang dan aku janji aku tidak akan membiarkan hal itu terulang lagi , aku akan menjagamu dan melindungi mu."
Keyra menatap manik mata El dan terlihat ada ketulusan disetiap kata-katanya
" Emm.... Key, setelah kamu sembuh bagaimana kalau kita tinggal di rumah pemberian papa? kamu mau enggak tinggal berdua sama aku?" ucap El setelah mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah wanita yang kini sudah mengisi hari-harinya
" Tapi El!"
Keyra tidak lagi melanjutkan kalimatnya karena El meletakkan jari di bibir Keyra
" Aku ingin kita memulainya lagi dari awal, kejadian kemarin membuat aku tersadar dengan tanggung jawab ku sebagai seorang suami. Kamu adalah tanggung jawab aku sekarang, sudah seharusnya aku melindungi mu"
Keyra kembali menitikkan air matanya
" Kita jalani pernikahan ini sebagai mana mestinya, anggap saja kita itu sekarang sedang pacaran tapi pacaran secara halal, bagaimana?" El menunggu jawaban dari El
Keyra tersenyum lalu mengangguk pelan dan sontak saja jawab Keyra itu membuat El merasa begitu bahagia
" Beneran sayang? kamu mau?" Key kembali mengangguk dan tanpa sadar El kembali memeluk Keyra
Keyra yang merasa bingung saat dipeluk El dengan pelan tangannya pun terangkat untuk membalas pelukan El
Keduanya pun akhirnya saling berpelukan dan berjanji untuk memulai semuanya dari awal
Ceklek
Ayah Rama dan bunda Shinta yang kebetulan berbarengan sampai di ruang perawatan Keyra nampak begitu terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka sedangkan papa Arman terpaksalah harus kembali ke kantor karena ada urusan penting
" Pantas saja tidak memberitahu ayah kalau Keyra sudah sadar"
Mendengar suara bariton yang sangat mereka kenal dengan cepat keduanya melepaskan pelukannya dan terlihat dengan jelas keduanya menjadi salah tingkah
" Kamu sudah sadar Key, apa ada keluhan lain sayang?" tanya bunda Shinta yang begitu cemas dengan keadaan putrinya
" Enggak ada bun, hanya masih pusing sedikit" jawab Keyra
" Aku panggilin dokter ya!" ucap El
" Iya, sebaiknya kamu diperiksa dokter dulu Key" ucap ayah Rama
" Biar ayah yang panggil " lanjutnya
" Oiya, Key papa kamu tadi titip salam dia harus kembali ke kantor katanya ada urusan penting" terang ayah Rama memberitahu
" Papa tadi datang kesini juga?" tanya Keyra
" Tentu saja sayang, apa kamu lupa papa mertuamu itu bahkan lebih cemas dari ayahmu" ucap bunda Shinta lalu terkekeh
" Siapa bilang, aku ini ayahnya jelas aku yang lebih cemas dari siapa pun" Protes Ayah Rama
" Iya .. iya, sudah sana cepat panggil dokternya!" ucap bunda Shinta
" Iya bunda"
Setelah dokter selesai menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan kondisi kesehatan Keyra sudah cukup baik dan besok pun sudah di perbolehkan pulang.
El merasa sangat lega begitu pun dengan kedua orang tua Keyra
" Ayah, bunda sebaiknya kalian pulang saja biar El yang menjaga dan menemani Keyra disini" ucap El saat hari sudah larut malam
" Tapi besokkan kamu sekolah El, sebaiknya kamu saja yang pulang sama ayah, biar Key bunda yang nemenin" ucap bunda Shinta
" Enggak apa-apa bun, biar El saja yang menginap di sini bunda sama ayah istirahat aja di rumah!" kekek El
" Yaudah kalau memang itu mau kamu, ayah sama bunda pulang dulu, besok pagi-pagi
bunda akan kesini lagi" Ucap bunda Shinta
" Iya bun" jawab El dan Keyra
" Oiya, key hampir bunda lupa, kamu dapat salam dari ibunya Lintang, semoga kamu lekas sembuh katanya" ucap bunda Shinta menyampaikan salam dari bu Asih
" Ibunya Lintang?" Keyra nampak berpikir
" Iya ibu dari anak kecil yang kamu tolong itu, Lintang dan Bintang" sahut bunda Shinta
" Bunda kok bisa kenal mereka?" tanya Keyra masih dengan kebingungannya
" Tadi sewaktu kamu dipindahkan ke ruangan ini secara kebetulan bertemu dengan anak kecil yang bernama Lintang dan dia mengenali kamu terus minta diajak kesini, bunda enggak nyangka putri bunda ternyata luar biasa, hebat. bunda sama ayah bangga sama kamu sayang" ucap bunda Shinta
" Ah bunda" Keyra tersipu malu
El tersenyum dan mengusap surai panjang milik Keyra " Kamu benar-benar luar biasa, aku beruntung di jodohkan dengan gadis toa pasar" seloroh El membuat Keyra kesal dipanggil toa pasar lagi oleh El dan langsung pasang wajah cemberut
"Toa pasar yang sudah melelehkan hatiku" lanjut El
" Ih gombal" keyra memalingkan wajahnya dan El malah tertawa
" Yaudah bunda sama ayah pulang ya!" pamit bunda dan ayah Rama
Setelah kepulangan bunda dan ayah Keyra yang hanya berdua dengan El nampak begitu canggung
" Key, bagaimana besok mau langsung pulang ke rumah yang papa berikan atau ke rumah bunda dulu?" tanya El
" Emmm... sebaiknya ke rumah bunda dulu aja ya, kamu enggak keberatan kan?" tanya Keyra
" Yaudah enggak apa-apa kalau kamu memang belum siap pindah, kita tinggal di rumah bunda aja dulu sampai kamu sehat dan siap untuk pindah" ucap El
" Terima kasih El!" ucap Keyra
" Sama-sama sayang" Ucap El dan Keyra malah tertawa
" Kenapa tertawa apa ada yang lucu?" tanya El yang melihat Keyra tertawa
Keyra mengangguk " Sejak kapan manusia kulkas yang super dingin dan nyebelin ini bisa begitu manis?" tanya Keyra seraya tersenyum
" Sejak terpanah oleh api asmara" jawab El lalu tergelak
Melihat El tertawa membuat Keyra terkesima karena baru pertama kali ia melihat pria yang sudah menjadi suaminya itu tertawa begitu lepas dan semakin membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat
Keyra menatap El begitu lekat rasanya enggan melewati tawa dan senyum yang terukir indah di wajah tampan sang suami
" Kenapa menatap ku seperti itu? aku tahu aku ini tampan apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada suami mu ini hem?"
El menaik turunkan alisnya menggoda sang isteri yang terlihat tersipu-sipu.
" Ishhh.... apaan sih, terlalu percaya diri sekali anda tuan Elvan Rafindra Prayoga" Keyra mengerucutkan bibirnya
" Itu harus nyonya Elvan!" timpal El
" Sudah-sudah, besok kita lanjut ngobrolnya lagi, sekarang sudah malam sebaiknya kamu Istirahat hem" ucap El membantu Keyra untuk merebahkan tubuhnya
" Iya, kamu juga istirahat, besok kan kamu harus ke sekolah" ucap Keyra
" Iya, nanti aku akan tidur di sofa itu" tunjuk Al ke arah sofa
El menyelimuti Keyra hingga sebatas dada
" Tidurlah!" Keyra mengangguk
El beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah sofa untuk tidur, namun tiba-tiba langkahnya terhenti
El menoleh dan menatap tangannya yang di pegang oleh Keyra
" Tidurlah disini, sofa itu terlalu kecil kamu pasti tidak akan nyaman tidur di sana!"
Keyra menggeser tubuhnya dan memberikan ruang kosong di sampingnya untuk El
" Terlalu sempit, nanti kamu yang malah tidak nyaman tidurnya" sahut El
Keyra menggeleng " Bukankah kita harus belajar untuk berbagi tempat tidur?"
El tersenyum mendengar ucapan Keyra " Apa tidak apa-apa jika kita tidur berdekatan tanpa pembatas loh?" goda El
Keyra mendengus kesal karena tahu El sengaja menggodanya
" Yaudah kalau memang tidak mau" Keyra memalingkan wajahnya
Eh?
El terkejut dengan reaksi Keyra yang tiba-tiba merajuk
Karena tidak mau membuat Keyra semakin ngambek El pun merangkak naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya di samping Keyra
Tangan El terulur melingkar di pinggang Keyra yang tengah memunggunginya.
Merasakan sentuhan tangan El yang melingkar di pinggangnya seketika membuat Keyra seperti tersengat aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Tubuh Keyra menegang dan El dapat merasakannya
" Jangan tegang, kita harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini bukan? bahkan jika boleh lebih dari ini?" ucap El tepat di telinga Keyra
" El!"
" Hem?"
" Apa kamu serius ingin menjalani pernikahan ini?" Tanya Keyra dengan posisi yang masih membelakanginya
El melepaskan tangannya dari pinggang Keyra, El menarik bahu Keyra hingga tubuh Keyra bergerak dan bergeser menghadap ke arahnya.
Keduanya kini saling berhadap-hadapan dengan jarak yang begitu dekat bahkan deru napas keduanya pun bisa dirasakan satu sama lain
El mengelus lembut pipi Keyra dan netra keduanya pun sudah saling mengunci
" Apa kamu meragukan ku hem?" tanya El
Keyra menggeleng " Aku hanya takut"
" Takut?"
Keyra mengangguk " Iya, aku takut setelah aku benar-benar menyerahkan seluruh hatiku kepada mu kau malah pergi meninggalkan ku " ucap Keyra sendu
El terhenyak mendengar ucapan Keyra, Lalu menarik Keyra kedalam pelukannya " Aku tidak akan meninggalkan mu sayang, aku janji "
Keyra tersenyum, " Aku tidak butuh janji tapi bukti"
" Iya, aku akan buktikan. Kau adalah satu-satunya wanita yang berhasil masuk ke dalam kehidupan ku bagaimana mungkin aku melepaskan mu begitu saja, aku akan menjadi pri terbodoh jika aku sampai meninggalkan mu sayang" ucap El setelah mengurai pelukannya.
Hati Keyra menghangat dan dia pun berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha untuk menjalani perannya sebagai seorang isteri dengan baik
El kembali memeluk Keyra dan Keyra pun tanpa ragu membalas pelukan El mereka pun akhirnya tanpa sadar tidur dalam keadaan saling berpelukan.