NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 - Malam Terakhir Sebelum Kota Timur

Setelah Jian Yi berhasil melarikan diri melalui portal misterius, suasana yang sebelumnya dipenuhi ketegangan perlahan kembali tenang. Angin sore kembali berembus melewati jalan-jalan desa yang rusak akibat pertarungan, sementara debu yang beterbangan mulai mengendap sedikit demi sedikit.

Para penduduk yang sebelumnya bersembunyi di dalam rumah akhirnya memberanikan diri keluar. Pintu-pintu yang tadi tertutup rapat mulai terbuka, dan satu per satu warga muncul dengan wajah yang masih dipenuhi sisa ketakutan. Namun ketika mereka menyadari bahwa Jian Yi benar-benar telah pergi, ekspresi mereka perlahan berubah menjadi lega.

Tidak lama kemudian, beberapa warga mulai mendekati kelompok Cang Xuan.

Seorang wanita tua berjalan paling depan. Dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, ia membungkukkan tubuhnya dan berkata, "Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan desa kami."

Mendengar itu, warga lain segera mengikuti.

"Terima kasih!"

"Kalau bukan karena kalian, kami pasti sudah mati!"

Suara ucapan syukur terdengar dari berbagai arah. Sebagian warga bahkan tampak begitu terharu hingga hampir menangis. Selama bertahun-tahun mereka hidup dalam ketakutan karena kedatangan para prajurit dari wilayah Penguasa Benua Timur. Hari ini untuk pertama kalinya mereka melihat seseorang berani melawan dan mengusir salah satu bawahan terkuat penguasa tersebut.

Di tengah berbagai ucapan terima kasih itu, Tuan Xin tetap terlihat santai seperti biasa. Ia menyesap araknya terlebih dahulu sebelum tersenyum ringan dan berkata, "Kami hanya membantu sedikit saja. Jangan terlalu dipikirkan."

Namun kata-kata itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat para penduduk.

Mereka tetap berkumpul mengelilingi kelompok tersebut sambil mengucapkan terima kasih berulang kali. Beberapa orang bahkan mulai membawa air minum dan makanan sederhana sebagai bentuk rasa syukur.

Cang Xuan yang melihat semua itu sedikit tersenyum. Meskipun perjalanan mereka masih panjang dan penuh bahaya, setidaknya kali ini mereka berhasil membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Di sampingnya, Xu Kong juga terlihat lebih santai dibandingkan sebelumnya. Ia memahami betapa berharganya perasaan aman bagi sebuah desa kecil. Bagaimanapun juga, desa tempat ia tinggal selama bertahun-tahun pernah mengalami hal yang sama.

Sementara itu, Ling Yue memperhatikan para penduduk yang tersenyum lega setelah ancaman menghilang. Pemandangan tersebut membuatnya sedikit teringat pada masa lalu, ketika rakyat di wilayah kekuasaan ayahnya juga memandang para pelindung mereka dengan tatapan penuh harapan.

Orang yang sebelumnya diselamatkan dari cekikan Jian Yi berjalan maju dengan mata yang sudah memerah. Tubuhnya masih sedikit gemetar akibat ketakutan yang baru saja ia alami. Begitu tiba di hadapan kelompok Cang Xuan, ia langsung membungkuk dalam-dalam sambil menahan air mata.

"Terima kasih telah menyelamatkan hidupku."

Suaranya terdengar bergetar.

"Aku akan selalu mengingat kebaikan kalian."

Melihat pria itu, Tuan Xin hanya mengangguk pelan. Namun setelah beberapa saat terdiam, ekspresinya berubah sedikit lebih serius.

"Meski begitu..."

Kalimat itu langsung membuat para warga terdiam.

"Aku yakin mereka akan kembali."

Mendengar perkataan tersebut, wajah para penduduk yang semula dipenuhi rasa lega langsung berubah pucat.

Cang Xuan yang berdiri di dekatnya segera menoleh.

"Tuan Xin, apa maksudmu?"

Lelaki tua itu tersenyum tipis.

"Karena itu aku punya sebuah ide."

Tanpa menjelaskan lebih lanjut, ia berjalan menuju bagian tengah desa. Semua orang memperhatikannya dengan rasa penasaran. Setelah tiba di pusat desa, Tuan Xin mengangkat tongkatnya lalu menancapkannya ke tanah.

Brukk!

Gelombang energi kuning keemasan langsung menyebar ke segala arah.

Tanah bergetar pelan.

Energi itu bergerak melewati jalan-jalan desa, rumah-rumah penduduk, hingga mencapai seluruh batas wilayah desa tersebut.

Tak lama kemudian, cahaya kuning keemasan perlahan muncul di udara dan membentuk sebuah pelindung raksasa yang mengelilingi seluruh desa.

Para penduduk langsung tercengang.

Sebagian bahkan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Pelindung?"

Salah seorang warga memandang Tuan Xin dengan mata membelalak.

"Pak, apa bedanya dengan pelindung desa sebelumnya?"

Tuan Xin menoleh ke arah mereka lalu menjawab dengan santai, "Pelindung desa biasa hanya akan melindungi kalian dari Monster Abyss. Sedangkan pelindung yang kubuat ini berbeda."

Semua orang langsung mendengarkan dengan serius.

Tatapan mereka tertuju penuh harap kepada lelaki tua tersebut.

Tuan Xin melanjutkan penjelasannya dengan tenang.

"Selama seseorang memiliki niat jahat terhadap desa ini, dia tidak akan bisa memasuki desa."

Ia menunjuk ke arah pelindung yang mengelilingi wilayah tersebut.

"Baik itu Monster Abyss, Penguasa Benua Timur, ataupun tangan kanannya."

Kemudian ia menambahkan dengan nada santai yang membuat semua orang semakin terkejut.

"Jika mereka datang dengan niat buruk, maka pelindung ini akan menolak mereka."

Mata para warga langsung membesar.

"Benarkah?!"

Mereka hampir tidak berani mempercayainya.

Namun Tuan Xin hanya mengangguk.

"Bahkan jika mereka lebih kuat daripada penghuni desa ini, mereka tetap tidak akan bisa masuk."

Kalimat itu membuat beberapa warga benar-benar menitikkan air mata.

Selama bertahun-tahun mereka hidup dalam ketakutan. Mereka selalu khawatir suatu hari akan ada orang kuat yang datang dan menghancurkan kehidupan mereka begitu saja.

Namun sekarang, untuk pertama kalinya, mereka merasa memiliki perlindungan yang benar-benar dapat diandalkan.

Ucapan terima kasih kembali terdengar dari segala arah.

"Terima kasih banyak!"

"Kami tidak akan melupakan kebaikan ini!"

"Semoga kalian selalu diberkati dalam perjalanan!"

Bahkan beberapa orang tua sampai membungkukkan badan berkali-kali karena terlalu terharu.

Melihat reaksi tersebut, Tuan Xin hanya melambaikan tangannya dengan santai.

"Jaga desa ini baik-baik."

Kemudian ia menoleh ke arah Cang Xuan, Ling Yue, dan Xu Kong.

"Kalau begitu, kita pergi."

Ketiganya segera mengangguk.

Tidak lama kemudian, para penduduk mengantar mereka hingga ke gerbang desa.

Suasana yang sebelumnya muram kini berubah jauh lebih hangat.

"Hati-hati di jalan!"

"Semoga perjalanan kalian lancar!"

"Kalau suatu hari kalian kembali, desa ini akan selalu menyambut kalian!"

Cang Xuan tersenyum sambil melambaikan tangan kepada mereka. Ling Yue membalas dengan anggukan lembut, sementara Xu Kong mengangkat tangannya sebagai salam perpisahan.

Di bawah cahaya matahari sore yang mulai condong ke barat, keempat sosok itu akhirnya meninggalkan desa dan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Kota Timur, tempat Penguasa Benua Timur berada. Di belakang mereka, para penduduk masih berdiri di dekat gerbang sambil memperhatikan hingga sosok kelompok tersebut perlahan menghilang di kejauhan, tidak menyadari bahwa mereka baru saja mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang akan segera mengguncang seluruh Benua Timur.

Malam hari perlahan menyelimuti hutan. Di sebuah lapangan kecil yang cukup luas, api unggun menyala dengan tenang dan memancarkan cahaya hangat ke sekelilingnya. Di luar area tersebut, pelindung kuning buatan Tuan Xin masih berdiri kokoh. Sesekali bayangan Monster Abyss terlihat berkeliaran di antara pepohonan, tetapi tidak satu pun yang berani mendekat setelah merasakan tekanan dari pelindung tersebut.

Kelompok Cang Xuan duduk mengelilingi api unggun sambil beristirahat setelah perjalanan panjang sepanjang hari. Tuan Xin yang sedang meneguk araknya tiba-tiba membuka pembicaraan dan berkata, "Besok kemungkinan besar kita akan tiba di Kota Timur, tempat Penguasa Benua Timur berada."

Xu Kong yang duduk tidak jauh darinya langsung menganggukkan kepala. Setelah memikirkan kejadian di desa sebelumnya, ia berkata, "Berarti Jian Yi ada kemungkinan sudah melapor kepada Murong Ye, dong."

Tuan Xin tertawa kecil sebelum mengangguk santai. "Tentu saja dia akan melaporkan kejadian tadi kepada pemimpinnya."

Tatapannya beralih ke arah api unggun yang terus berkobar.

"Mereka pasti sedang menyiapkan sesuatu."

Nada suaranya sedikit lebih serius dibandingkan biasanya.

"Besok akan menjadi hari yang cukup berat bagi kita."

Mendengar itu, Cang Xuan langsung memikirkan rencana yang sudah mereka susun sebelumnya. Ia menatap Tuan Xin lalu bertanya, "Berarti rencananya masih sama seperti yang kita bicarakan kemarin, kan? Aku dan Ling Yue akan mencari gulungan itu, sedangkan Xu Kong dan Tuan Xin akan menghadapi Penguasa Benua Timur."

Tuan Xin mengangguk pelan.

"Benar."

Kemudian ia menatap Cang Xuan dan Ling Yue secara bergantian.

"Kalian berdua fokus mencari gulungan."

Ekspresinya menjadi lebih serius.

"Namun hati-hati."

Ia mengangkat satu jari.

"Tempat penyimpanan gulungan kemungkinan memiliki berbagai jebakan."

Tatapannya tertuju pada Cang Xuan.

"Jangan gegabah."

Cang Xuan langsung mengangguk dengan sungguh-sungguh.

"Aku mengerti."

Di sisi lain, Ling Yue tampak jauh lebih santai dibandingkan yang lain. Gadis itu sedang sibuk menghabiskan makanan kering yang mereka beli sebelumnya sambil mendengarkan pembicaraan tanpa banyak berkomentar.

Melihat tingkahnya, Xu Kong tidak bisa menahan tawa kecil.

"Kau santai sekali."

Ling Yue menelan makanannya terlebih dahulu sebelum mengangkat bahu dengan santai.

"Kalau gugup juga tidak akan membantu."

Jawaban sederhana itu membuat Xu Kong tertawa lagi, sementara Cang Xuan hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Suasana di sekitar api unggun perlahan menjadi lebih tenang. Setelah membahas rencana terakhir mereka, tidak ada lagi pembicaraan penting yang perlu dilakukan malam itu.

Masing-masing mulai mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Besok mereka akan menghadapi Kota Timur.

Besok mereka akan berhadapan langsung dengan wilayah kekuasaan Murong Ye.

Dan besok pula mereka akan mencoba mendapatkan gulungan pertama yang menjadi kunci perjalanan menuju Dunia Tengah.

Karena itulah, malam itu mereka memilih tidur lebih awal agar dapat menghadapi hari yang akan datang dalam kondisi terbaik mereka. Sementara api unggun terus menyala di tengah kegelapan hutan dan pelindung kuning milik Tuan Xin tetap berdiri menjaga mereka sepanjang malam.

End Chapter 27

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!