NovelToon NovelToon
Dragon Warrior

Dragon Warrior

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Xianxia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:71.1k
Nilai: 5
Nama Author: jasmine murni

Kebencian yang melekat erat pada diri Xiao Feng Ni, telah membuat dirinya mendirikan sebuah kerajaan maha adi kuasa. Di bawah kepemimpinannya, para kaum wanita tidak tertindas lagi. Apakah penyebab dari kebencian itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Penjahat pun pada berlarian dengan luka gigit, dan cakaran sekujur tubuh mereka. Tidak ada seorang pun penjahat yang tewas di tempat, tapi tidak akan tau kelanjutannya setelah menjauh.

Beberapa anjing yang tersisa dengan luka kecil, membantu seperti apa yang diarahkan kembar itu.

Ada anjing yang mengambilkan pedagang untuk mereka,dan ada juga yang gigit tali jaring jala berperekat.

"Terima kasih kalian telah menolong kami," ucap kembar kurus membungkuk hormat layak seperti sesama makhluk hidup.

Guk...Guk....

Seekor anjing yang mengadu pada mereka akan kekasih dan temannya yang telah jadi korban kekejaman manusia, memohon untuk dapat keadilan.

"Kamu yang sabar. Mereka semua cepat atau lambat segera akan menerima akibatnya," ucap geram tertahan kembar sedikit gemuk, sambil elus punggung anjing yang sedih.

Keadilan yang sudah lama terpendam, kejahatan yang kian merajalela membuat hati kecil orang yang terzolimi berteriak untuk segera terbuka mata keadilan tersebut.

Atas kejadian yang menimpa agen kembar, mereka semakin tidak bergerak bebas di luar istana.

"Jika begini, Yang Mulia raja tidak akan secepatnya tau siapa balik di layar panggung," keluh kembar kurus, menopang malas kepala di meja makan rumah mereka.

"Sepertinya begitu. Kita harus cari cara lain untuk menyelinap keluar dan masuk istana," sahut kembar sedikit gemuk berbaring memandang tiang-tiang penyangga atap rumah mereka.

Keduanya melamun keras memikirkan cara mereka keluar masuk tanpa ketahuan siapa pun.

***

Di tempat pelatihan, keempat murid So Po Ta semakin latihan keras guna mewujudkan harapan semua orang.

"Berani sekali pejabat dan bangsawan sekarang yang menindas kaum lemah," ucap marah Ling Ni pada 3 pria yang sedang latihan bersama.

Da Min dan Bapao tersindir, biar bagaimanapun mereka juga pernah menjabat status yang disebut.

"Sudah, latihan saja. Percuma saja bicara tanpa bukti," celetuk Fun Cin lihat raut 2 adik seperguruan seakan terpojok.

"Tapi Feng Ni sekarang latihan dimana,ya?. Apa dapat guru baru ? Atau jangan-jangan sekarang berperang sendiri," gumam Ling Ni bertanya bertubi-tubi.

"Tidak usah banyak berpikir.Yang penting latihan, setelah waktunya tepat kita akan jadi perisai keadilan Feng Ni," jawab bijaksana Fun Cin malas dengan pertanyaan adik perempuan seperguruan.

Walau Feng Ni dan Ling Ni sama-sama wanita, tapi karakter mereka tetap saja beda jauh.

Musim telah berganti lagi,dari musim panas, gugur dan sekarang mulai musim dingin.

Keempat murid So Po Ta telah meningkat kemajuan akan keahlian mereka. Mereka juga hidup layak orang normal. Makan minimal 2 kali sehari, mandi, tidur, sampai berpakaian sesuai musim yang tiba.

"Salju turun!!" seraya Ling Ni mengulurkan tangan terbuka menampung butiran salju pertama di hari pertama musim itu.

"Pakai jubah tebal," Da Min memakaikan Ling Ni jubah yang dia ambil untuk saudara lainnya juga.

"Tunggu!!" Ling Ni menahan tangan Da Min pergi.

"Apa?"

"Kabar Feng Ni sekarang gimana ya? Apa punya jubah tebal?" tanyanya yang suka bertubi-tubi.

"Mana ku tau. Lagian ngapain kamu cemas, pastinya Feng Ni sudah dapat kiriman makan, pakaian tebal dari istana," jawab Da Min secara logika.

"Benar juga, ya" Ling Ni ngangguk manggut.

"Tentu saja," berbalik dan berjalan kembali.

"Tunggu!!" Ling Ni kembali memanggil.

"Apa lagi, sih?" tanya kesal Da Min.

"Bang Fun Cin pasti tau tempat latihan, atau orang istana juga tau. Mari kita kunjungi Feng Ni," ucapnya ngerocos lumayan panjang.

Huufff.....

"Bang Fun Cin tidak tau. Tapi guru sudah pasti tau" jawab malas Da Min.

"Kalau begitu, kamu tanya guru.Biar kita pergi berkunjung," usul Ling Ni dengan senyum sejuta 'Ada Apanya?'.

Ctakk.....

"Ngawur kamu!" Da Min berbalik dan sentil kening saudarinya yang merasa terintimidasi dengan gender beda.

"Aaa... Ku adukan kau ke Bang Fun Cin!!" rengeknya sambil nunjuk dan usap kening.

"Lapor sana! Wekkk...." Da Min menjulur lidah terima tantangan Ling Ni yang manja semenjak di tinggal Feng Ni tanpa kabar.

Da Min dan Ling Ni berlomba jalan cepat hampiri Fun Cin yang merapikan alat latihan sebelum disimpan pada tempatnya.

"Pergi kau!!" ujar ketus Ling Ni menarik mundur Da Min di depan langkahnya.

"Awas saja kalau ke kota minta aku temani!" Da Min mengancam canda.

"Aku bisa minta Bapao saja," tandasnya terus mendahului.

"Kalian latihan jadi ninja ya?" tanya Bapao dengan mulut mengunyah batang tebu.

Da Min dan Ling Ni mengerem dadakan, sejak kapan Bapao ngikutin mereka.

"Bang Bapao..., Da Min tadi sentil aku," adu manja Ling Ni memperlihatkan jejak sentilan.

"Benjol loh!" jawab polos Bapao melihat dekat bekas sentilan.

"Ayo pergi sebelum banyak maunya," bisik Da Min pusing dengan pertanyaan bertubi-tubi.

"Ok," jawab Bapao setuju.

"Ihhh.....Bapao!! Da Min !! Ku lapor kalian ke Abang !!" pekik kesal Ling Ni tidak ingin tercuekin.

Sebagai abang seperguruan mereka berempat, kadang terasa bagai memikul beban tambahan sepanjang hidupnya. Jika berkaitan dengan keadilan lumrah, itu bukan beban melainkan tanggung jawab. Tapi, menghadapi pertengkaran canda ketiga saudara yang bersama saat ini, itu memusingkan kepala 10 putaran keliling pulau.

Mereka bertiga sudah muncul di depan Fun Cin yang menyarung semua peralatan latihan terbuat dari besi dengan kain hitam.

"Ada apa ?" tanya dingin Fun Cin memberikan kain hitam pada 3 adik untuk bantu pekerjaan.

Terasa ada aura lebih dingin extrim dibandingkan salju pertama turun di musim ini.

***

Ling Ni,Da Min dan Bapao sambil menyenggol tangan orang disebelah mereka untuk mulai bicara.

"Ada apa, hemphh ?" tanya dingin Fun Cin memandang kekakuan mereka.

"Sana kamu ngadu," ketus Da Min senggol Ling Ni.

"Iya, iya," jawab kaku Ling Ni ditatap dingin si abang.

"Letakkan itu di lumbung padi," titah tegas Fun Cin pada Da Min.

"Baik," jawab tegang Da Min, mengambil pedang bertutup kain hitam.

"Ini berikan ke guru," titahnya pada Ling Ni.

"Aku?" Ling Ni galau.

"Iya. Kamu" tegas Fun Cin, meletakkan gulungan bambu berisi ilmu beladiri.

"Tapi....Aku...." Ling Ni serba salah untuk nurut.

"Aku saja," celetuk Bapao, mengambil ahli gulungan bambu.

"Mmm..." dehem Fun Cin biarkan Bapao ambil ahli. "Mau ngomong apa?" tanya datar menyerahkan sapu lidi untuk bantu bersihkan sisa daun berguguran sebelum tertutup timbunan salju tebal.

"Abang tau dimana Feng Ni berlatih, kan?" tanya lugas Ling Ni deg-deg'an.

"Tidak..." jawab datar Fun Cin, memang tidak tau kemana adik perguruan satunya lagi.

"Yahhh ... Kita tidak menjenguk dia," keluh sedih Ling Ni, mengetuk ujung sapu lidi.

"Sapu saja. Nggak usah banyak ngeluh," ujar Fun Cin, harus memastikan batas tempat mereka berlatih sudah aman dari gangguan.

Sambil nyapu mulut Ling Ni merat merot gerutu gak karuan. Berharap bisa pergi keluar untuk berlibur, eh berujung tetap menetap dalam lingkungan latihan mereka.

1
TK
ngopi dulu Thor ☕✍️✍️
Melati: makasih tk. kopi jg buatmu 😊
total 1 replies
Mawar Berdarah🥀🥀
❤❤❤❤❤
TK
👏👏👏
TK
🌷🌷✍️✍️✍️
Ayra
wahhh feng punya fobia
ketinggian gak ya, 3 meter
itu lumayan tinggi pakai banget lo
Ayra
boleh koreksi sedikit
pada kata jepit
dalam situasi terjepit kayaknya lebih tepat ya daripada kejepit enak hahaha
Ayra
satu raga tiga fikiran
itu mungkin sudah bekal manusia dari alam kelahiran ya,
kalau gak memahami memang bikin pusing
Laniya Putri Pertiwi
xiao Feng, kamu jangan khawatir, jika jodoh mu bukan dia, maka Tuhan akan menakdirkan jodoh lain untuk mu yang lebih baik.
Laniya Putri Pertiwi
kasihan ya sih putri, padahal cantik, tapi nasib nya tidak secantik rupanya, tapi tenang saja, jika awalnya ia memperoleh kesedihan, maka diakhir nanti kebahagiaan akan menyertai nya.
Laniya Putri Pertiwi
saya suka cerita seperti ini 🥰 seperti lagi nonton serial kerajaan, menegangkan namun bagus alur cerita nya, buat yang bikin cerita ini, the best lah
Dewi
Feng Ni kayaknya bakal jadi calon murid bertalenta ya, bagus juga dari alasan dia memiliki ilmu. Dan mungkin saja calon penerus
Dewi
Sungguh keinginan yang mulia dan apik. Niscaya keinginan tersebut bisa dapat membawa keberuntungan bagi langit dan bumi.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Akhirnya Fang Ni, terbebas dari rasa dendam dan kebenciannya, berkat naga emas yang ke luar tepat pada waktunya.
Dewi
Dendam yang amat besar sampai meluap tersebut sampai bisa membangunkan raja iblis, bahkan membuat raja iblis tertarik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Salut deh sama gurunya Feng Ni, dia tidak meninggalkan muritnya di saat dalam bahanya. tanpa pikir panjang ia mengorbankan segalanya, baik energinya dan nyawanya.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Jangan menyerah feng Ni, lawan rasa dendammu, jangan kau biarkan dendam itu berkembang dan akan menghancurkan mu.
Mentari.f.v
untung ada Sen Long yang bisa mengembalikan kesadaran Feng Ni
Mentari.f.v
apa raja iblis akan ikut kabur juga?.. sepertinya nyali raja iblis sedikit menciut setelah melihat prajuritnya kabur 🤭
Mentari.f.v
Rasa benci dan dendam kepada seseorang sangat berbahaya dan merugikan diri sendiri.. meskipun sakit seharusnya Feng Ni mendengar ucapan gurunya
Mentari.f.v
makanya jangan macam-macam dengan perempuan, perempuan kadang dianggap lemah karena mengandalkan perasaannya, tapi jika perasaan itu hilang dan berubah jadi benci maka kamu hati-hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!