NovelToon NovelToon
Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Anak Genius / Nikah Kontrak / Angst / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Kirana Pramudya

Kisah pilu berdampingan erat dengan sosok Sara Valeria. Nyaris menjadi korban pemerkosaan ketika dirinya hendak bekerja, hingga takdir membawanya bertemu Belva Agastya yang menolongnya dan berniat menyewa rahimnya.

Sedangkan Belva terpaksa menyewa rahim untuk melahirkan seorang ahli waris karena istrinya, Anindiya mengidap Endometriosis dan Tokophobia sebuah fobia yang membuat wanita takut hamil dan melahirkan.

Bagaimana kisah pelik ketiganya? Apakah untuk selamanya Sara hanya mampu menjadi wanita yang hanya sekadar menyewakan takdirkan? Bagaimana pula cara Sara mengubah setiap kisah pilu dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Butuh Waktu

Rasanya Belva pun merasa lega karena Sara lebih banyak bertanya kepadanya. Setidaknya Belva pun juga berharap bahwa Sara tidak akan canggung padanya. Semuanya butuh waktu. Untuk itu, Belva tidak akan buru-buru untuk menghamili Sara. Dia akan membuat Sara nyaman terlebih dahulu dengannya. 

Kali ini keduanya sama-sama telah membersihkan diri dan siap untuk tidur usai perjalanan panjang dari Jakarta menuju Seoul. Sara tampaknya masih berdiri di depan kaca jendela kamar hotelnya dengan view Namsan Seoul Tower itu. Memandangi tempat itu rasanya tidak membosankan bagi Sara. 

"Seinginnya itu kamu ke sana? Kamu bisa mendatanginya," ucap Belva lagi sembari mengamati Sara. 

Sara kemudian menggelengkan kepalanya, "Enggak, rasanya masih seperti mimpi saja. Seperti aku mendapatkan sebuah jackpot bisa mendatangi tempat ini." 

"Besok kita akan ke sana, agaknya kamu sudah ingin sekali ke sana," ucap Belva lagi yang menebak bahwa Sara sudah ingin mengunjungi Namsan Tower itu. 

Sara pun mengangguk, "Makasih, Pak," sahutnya mengucapkan terima kasih. 

"No problem," jawabnya kepada Kanaya. "Jika hanya ke Namsan Tower, aku akan mengajakmu ke sana." ucap Belva lagi kali ini kepada Sara.

Merasa bahwa dirinya telah lelah, Belva berbaring terlebih dahulu di tempat tidur itu. Mungkin pria itu juga merasakan jetlag, sehingga belum ada jam sembilan malam, tetapi dia sudah begitu mengantuk. Matanya terasa begitu berat dan rasanya ingin segera terpejam. 

"Kamu tidak tidur? Tidak capek?" lagi Belva bertanya kepada Sara yang masih saja berdiri di depan kaca besar itu. 

"Sebentar," sahutnya dengan lirih. 

"Kamu masih canggung padaku?" tanya Belva lagi kepada Sara. 

Sara pun mengangguk, "Iya, maaf," jawabnya dengan lirih. 

"Sini, berbaringlah di sini. Santai saja. Aku tidak akan mengajari kamu pelajaran yang aneh-aneh lagi. Aku akan menunggu sampai kamu siap," suara Belva akhirnya terdengar di telinga Sara. 

Ya, pria itu sudah memutuskan bahwa dirinya tidak akan menyerang Sara dan berharap Sara segera hamil. Jika pun lebih dari satu tahun, mungkin Belva bisa menawarkan kesepakatan baru dengan Sara. 

"Tapi, Pak …" ucap Sara kini dengan terbata-bata. 

Belva justru mengubah posisinya, dari berbaring menjadi duduk, pria itu menepuk-nepuk bagian ranjang sebelahnya yang kosong. 

"Sini, berbaringlah di sini. Kita istirahat dulu. Perjalanan udara sebelas jam, ditambah perbedaan waktu membuat mataku terasa berat," ucapnya yang kali ini sembari menguap. Rasa kantuk begitu menyiksanya. Yang ingin dia lakukan adalah segera membaringkan dirinya dan menutup matanya. Akan tetapi, Belva tidak akan bisa tidur apabila Sara masih berdiri di sana. 

"Kemarilah, percayai ucapanku. Kita hanya tidur bersama. Just slepping," ucapnya lagi. 

Hingga Sara pun menghela nafasnya, dan wanita itu terlebih dahulu menutup tirai jendela kamarnya. Dia melangkahkan kakinya menuju ranjang, tempat di mana Belva sudah terlebih dahulu berada di sana. 

Sara mendudukkan dirinya di ranjang itu, dan mulai menarik selimut. Hingga akhirnya, dia melirik ke arah Belva sejenak. 

"Aku akan tidur dulu," ucapnya dan kemudian dia berbaring memunggungi Belva. 

"Tidurlah," sahut Belva. 

Dengan memejamkan matanya, Belva tersenyum. Sara yang jinak-jinak merpati memang harus didekati dengan cara yang sabar. Untuk itu pun, Belva tak akan terburu-buru. Semua membutuhkan waktu bukan? Semua itu akan Belva lakukan asalkan Sara merasa nyaman terlebih dahulu dengannya. 

1
avfgh nnnnm bcxxc
min bnyk penulisan yg typo
Erina Munir
tq outhoor puass deh bacanyas
Erina Munir
hamiduun meureeuun yeuuh thoor
Erina Munir
mantaab...sultan maah bebaasss
Erina Munir
hahaaa..nyusulin s kidooss
Erina Munir
lagu pavorit akuuh thoorr...💕💕
Erina Munir
kok...evan blom 5 thn...sedangkan elkan udh 8 bln...blom kemaren hamilnya sara...trus xbtambah 8 bln..sebrnernya udh lebih 5 thn evan itu thoor ...outhor salah ngitung niihh...🤣🤣🤣
Erina Munir
msksud looh apee kalinaa...
Erina Munir
begitulahh laki2
Erina Munir
jngn2 yg terakhir nambah kembar malah...🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
belvanya koj kucel thoor ..hahaaa
Erina Munir
biasalaah sara...orang2 yg julid ya begitu...cukin aja...bilang aja EGP...haha emang gue pikiriin...beresss kaan
Erina Munir
nmnya banyak tipo2
Erina Munir
mulaaiii ulet buluu...gangu2 yaas
Erina Munir
jangan2 s antony nempelin penyadap d mejanya belva...jdi dia busa dengerin apa2 yg belva omongin sama sekretarisnya
Erina Munir
dasar anthony gilaaa...nasa istri irang ensk ajs main pinjem...mangnya barang...gendeeeng dasaar
Erina Munir
sabaar sara...klo kangen juga evan pasti vc an
Erina Munir
mampooos luh anissa
Erina Munir
makanya pake yg cowok aja sekretnya
Erina Munir
untung k temu zaid ..jdi ketauan deh busuknya tuh pere
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!