Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 27
Saat hati sudah
tak lagi ingin di sakiti oleh cinta,
Saat itu juga
diri akan menyerah,
Menelan pil
pahit di dalam rumah tangga, siapapun pasti tidak akan mau mengalaminya.
Pernikahan yang di awali sebuah paksaan hingga akhirnya tumbuh perasaan di hati
sang gadis—Adelia.
Pagi sekali
Adelia sudah pergi ke pengadilan negeri dengan mempersiapkan beberapa dokumen
seperti ; Tanda pengenal, surat nikah, dan beberapa dokumen pelengkap lainnya.
Adelia
berangkat dengan menaiki taxi, sejatinya saat Adelia keluar dari rumah pak Jang
sudah menawari diri untuk mengantarnya pergi namun Adelia menolaknya dengan
begitu ramah.
Setibanya di
pengadilan Adel bergegas masuk dan mulai melayangkan gugatan perceraiannya untuk
sang suami—Satya.
***
Setelah
semalaman Satya tidak pulang, dirinya terlihat begitu sempoyongan masuk ke
dalam rumah. Di ruang tamu bertemu dengan pak Jang.
“Engh...
panggilkan dokter Haikal, kepala ku sakit sekali,” titah Satya yang langgsung
merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, “Di mana Adelia?” gumamnya dengan suara
yang lirih.
Pak Jang mendekat yang kebetulan
melihat Fang lewat pun segera memanggilnya, “Fang, kemarilah...” tangannya
bergerak di udara.
“Ada apa pak Jang?” seru Fang lalu
menatap ke objek hidup yang terbaring di sofa, “Oh astaga, tuan muda?”
“Adelia, di mana dia? Panggilkan
dia!”
Pak Jang dan Fang pun diam sejenak
lalu saling memandang.
“Kalian berdua dengar atau tidak,
cepat panggilkan wanita itu!” bentak Satya sambil memegangi kepalanya, terasa berkedut-kedut.
“Tuan muda, sebernya ... “ pak Jang.
“Apa!”
“Se—sebenarnya tadi pagi nona Adelia
pergi dengan menaiki taxi, saya sendiri juga tidak tahu pasti kemana nona
pergi—“
Bugh!
Kaki jenjang Satya menendnag kaki
pak Jang, lalu duduk, “Kalian semua tidak ada yang tahu kemana dia pergi?
Memangnya apa kerjaan kalian di rumah ini, huh?” pekik Satya penuh emosi.
Kemudian dia merogoh hp dari dalam
saku celana, memanggil sekretaris Ken.
“Ken, cari Adelia dan bawa dia ke
hadapanku!”
‘Apakah terjadi sesuatu diantara
mereka? Bukannya waktu itu pernah makan siang berdua?’ Ken saja mulai terbebani
dengan yang namanya wanita, tapi apa mau dikata?
“Kau dengar?”
“Ya tuan, secepatnya akan saya
temukan nona muda—“
‘Cih! Bahkan langsung mematikan
telepon!’ pekik Ken dari dalam hatinya.
***
Hari bergulir dengan cepat bahkan
hingga saat ini pun Ken belum memberinya kabar mengenai Adelia.
Satya yang sudah terlihat segar dan
duduk di ruang kerjanya, sedari tadi hanya memandangi hp. Perhatiannya tak
teralihkan dari benda tersebut hingga akhirnya layar hp itu menyala bersamaan
dengan panggilan masuk dari Ken.
Dengan sigap Satya menjawab
teleponnya, “Hallo, kau sudah menemukannya?”
“Nona ada di kantor Winata Group,
tuan, apakah tuan ingin saya menemuinya?”
“Tidak perlu biarkan saja, nanti
akan ku suruh pak Jang untuk menjemputnya pulang dan memintanya untuk
mengantarkannya pulang ke rumah orang tuanya.”
“Baiklah jika begitu tuan.”
“Hm,” tut... tut... tut...
Lalu Satya pun bergegas keluar dari
ruangan kerjanya untuk menemui pak Jnag, dna memintanya untuk melakukan apa
yang baru saja ia katakan pada Ken—sekretarisny.
***
Jam pulang kantor pun hampir tiba.
Pak Jang menjemput Adelia di kantornya, masih menanti kedatangan nona
mudanya yang mungkin masih sibuk dengan tumpukan dokumen.
Lama menanti akhirnya Adelia datang juga, pak Jang sudah siap di posisinya
menggerakkan tangan mempersilahkan Adelia masuk kedalam mobil.
‘Pak Jang? Apakah pria itu yang memintanya untuk datang menjemputku? Aku
sangat tidak ingin pulang!” geram Adel.
“Silakan masuk. Nona...”
"Terima kasih pak Jang?" Sebuah senyuman manis yang dibalas
anggukan kepala pak Jang.
"Nona, hari ini tuan muda mengizinkan nona untuk pulang kerumah tuan
Winata."
"Benarkah?" pak Jang mengangguk, "Kenapa tidak memberitahuku
secara langsung?"
"Tuan bilang hp nona tidak aktif."
"Astaga!" segera Adelia menghidupkan hp nya dan menerima banyak
chat serta notifikasi spam dari berbagai sumber yang tidak jelas, "Pak
Jang sebelum kerumah orangtuaku kita singgah sebentar di toko depan itu."
"Baik, nona."
***
Selesai berbelanja Adelia kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan
perjalanannya.
Saat sampai dirumah Winata, di tempat parkiran ada mobil yang tak asing
baginya. Mobil sedan berwarna merah, "Pak Jang terima kasih sudah
mengantarku pulang." Buru-buru Adelia turun dari mobil tanpa sempat
mendengar jawaban dari pak Jang.
Adelia masuk kedalam rumah dan benar saja, Ardian sedang duduk diruang tamu
bersama Nadya.
"Kak Nadya?"
"Hai nona muda? Punya waktu juga untuk pulang?"
Adelia hanya diam dan mengalihkan pembicaraan, "Maaf kak beberapa hari
belakangan ini aku sibuk, jadi baru bisa pulang sekarang. Di mana ayah dan
ibu?"
"Di belakang."
Adelia melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menemui kedua orang tua
angkatnya dan juga bi Lastri.
Kemudian meletakan goodie bag yang dibawanya tadi diatas meja dekat kulkas.
Dibantu bi Lastri untuk membuka roti dan kue tart lalu meletakannya ke atas
piring.
"Ayah, ibu?" Adelia rindu meskipun kadang diperlakukan tak
menyenangkan namun kasih sayangnya tak akan berkurang.
"Adel? Kenapa kau disini? Apakah kau sedang cuti bekerja?"
Meskipun hanya orang tua angkat, tetapi mereka cukup perhatian, "Tidak
yah, bu, Adel hanya meminta libur dua hari saja." menarik kursi lalu
duduk.
Bi Lastri membawakan beberapa roti dan potongan kue tart keruang tamu.
Menyajikannya untuk Nadya.
"Silakan dinikmati nona, ini kue dari nona Adel..."
"Terimakasih bi."
***
Usai menyantap makan malam, Adel pun bergegas masuk ke dalam kamar. Dia
membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan leluasa.
Pengkhianatan yang tak pernah terlupakan seumur hidupnya, pernikahan yang
hanya di lakukan demi melunasi hutang keluarga, haha menyedihkan sekali.
Ingin menangis, tapi menangis untuk siapa? Nasi sudah menjadi bubur.
Hal berharga darinya telah direnggut Satya.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk