Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembicaraan Penting
"Kenapa Lo??"
Arman mencoba pura pura, pura pura tidak tau menau saja tentang apa yang dipikirkan oleh Abel. Padahal sejatinya, ia yang membuat ulah atas kekhawatiran Abel.
"Lo yang kenapa?? pakai acara pegang pegang tangan dan usap kening.!", ucap Abel menyolot tajam
"Emang kenapa?? ada yang salah??"
"Salah...dan salah besar!!", jawab Abel dengan melengos, namun ia masih memegangi d@da nya yang sudah dibuat copot dan entah akan ada adegan apa lagi yang dilakukan oleh si duda itu.
"Salah besar?? bentar bentar, gue jadi heran!! biasanya lo yang minta untuk dipegang tangan dan di usap kening nya ketika ada pria lain yang mencoba mendekati lo, tujuannya hanya satu, membuat mereka cemburu, dan ..----"
"Stop!!"
Abel memposisikan duduknya menyamping, menghadap Arman, kemudian, matanya menatap tajam ke arah Arman, pria yang kini sedang cengar cengir tanpa dosa karena mengingat tingkah nya tadi.
"Lo!!", tunjuk Abel di wajah Arman, tetapi pria itu tidak berkutik, marah pun tidak, malahan semakin gemas saja dengan Abel, lucu.
"Lo jangan jangan sengaja tadi?? iya kan??" selidik Abel
Bukan tanpa alasan, tetapi melihat tingkah Arman yang mencurigakan, ia jadi yakin dengan tebakannya.
"Memang. Gue sengaja, mau lihat gimana reaksi calon laki lo Bel."
Arman masih cekikikan sendiri, sungguh....setelah ia dibuat senam jantung dengan foto Abel dengan pria yang nyatanya adalah duda, kini ia harus senam mata karena tidak tahan melihat tingkah Reno dan Abel, yang sudah seperti makhluk yang kelaparan saja, dan siap untuk menerkam mangsanya.
"Sumpah!! demi apa lo!!"
"Ah shialin lo Man, Maman...Lo sudah buat gue menderita kali ini."
"Apalagi lo kan tau sendiri, bagaimana tadi mata si Reno?? mengerikan bro!!"
"Hahahaha.....takut??"
"Jelas!! gue takut kalau??? ah.. sudahlah!!"
"Hahahaahahaha seneng gue lihat lo menderita Bel. Sungguh suatu hiburan buat gue, kangen aja selama di London, gak bisa nemuin perempuan seperti lo dan Resa, bener bener kalian itu hiburan untuk gue."
"Asem!!"
"Kimprittt!!"
"Set_an!!"
Tanpa terasa dengan banyak nya umpatan, mobil Arman sudah berada di depan rumah Abel, rumah yang tidak begitu luas tetapi cukup mewah, karena Abel juga tergolong dari keluarga elit, walaupun tidak sekaya Reno.
"Mau masuk??", Arman menggeleng.
"Gua masuk ya."
"Hati hati, tutup jendela dan kunci rapat rapat kamar lo, sapa tau Om duda datang meminta pertanggungjawaban."
"Iya, nanti gue siapin ember buat mukul dia, sekalian saja biar tuh orang amnesia."
"Jangan, kasihan sama anak lo nanti nya, hahahaha ..."
"Shialin lo!! buruan deh pulang.", usir Abel cepat, kemudian Arman dengan melambaikan tangan nya meninggalkan Abel yang sudah masuk ke dalam rumah.
Gadis cantik yang memakai seragam abu abu itu, masuk ke halaman rumah, setelah Pak Satpam membukakan pintu gerbang.
Betapa terkejutnya dia, manakala melihat mobil dari Papi nya sudah beredar di halaman rumah.
"Tumben jam segini sudah nyampe rumah??", gumam Abel sambil menggelengkan kepala nya, karena tidak biasa biasa nya sang Papi yang kejam itu jam segini sudah di rumah, biasanya juga menjelang magrib baru sampai, atau malahan terkadang juga sampai lembur.
Yah, setelah kunjungan Reno tadi di kantornya Papi, Papi Tian langsung pulang, karena beliau juga mendapatkan kabar jika Perusahaan yang dibawah pimpinan Ayahnya sudah tidak bisa di selamatkan lagi, hanya menunggu suntikan dana yang mungkin jumlahnya tidak sedikit.
Daripada Papi Tian di kantor tidak konsentrasi, beliau memutuskan untuk pulang saja ke rumah, merilekskan sejenak pikirannya, dan jarak dari kantor sampai rumah yang tidak terlalu jauh membuat Papi Tian lebih cepat sampai nya.
"Assalamualaikum...."
Ucap salam Abel, tetapi tidak ada satu orang pun yang menjawab,. Bagi Abel itu sudah lah biasa, karena ia pikir kalau Asisten rumah tangga nya sedang istirahat dan kedua orang tuanya sudah di kamar, jadi tidak ada orang yang berkeliaran di sekitar ruang utama.
Karena tidak ada nya orang di ruang utama, dan juga Abel yang sudah makan siang tadi, gadis itu memutuskan untuk langsung naik ke atas saja, langsung ke kamar untuk merebahkan tubuhnya, melepas lelah dan juga pikirannya yang sudah di selimuti oleh wajah tampan duda Moreno.
"Ahaishh duda itu!!"
Sesampainya ia di lantai atas, tepatnya di mana kamarnya berada, langkah kaki Abel serasa tertahan manakala ia mendengar suara seseorang yang tentunya sangat ia kenal.
Abel menghentikan langkahnya sejenak, karena ia begitu penasaran dengan apa yang dikatakan oleh dua orang yang berada di dalam kamar itu , dan tentunya pintu kamar tidak tertutup rapat sehingga ia bisa mendengarkan dengan begitu jelas.
Deg
Abel memegangi d@da nya manakala ia mendengar namanya disebut dalam pembicaraan penting itu.
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..