NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. kehilangan sebagian jiwanya.

"Mas jadi~… astaga, jadi dia… 

"Kamu percaya padaku kan, Vinda? Tolong beri aku waktu untuk menyelesaikan semua ini."

"Mereka baru saja bercerai pagi ini, dan wanita itu hamil anak ayahmu?" Tanya Vinda memastikan 

"Aduh, kepalaku rasanya mau pecah memikirkan ini. Dimas tadi telepon bilang situasi di kantor juga memanas, dia masih ada di sana sampai sore."

Vinda mengusap rahang tegasnya, yakin bahwa Kenzo berbicara jujur.

"Aku tak akan meninggalkanmu, sayang, tolong beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah ini."

"Mas, satu hal kamu harus tau, aku akan selalu bersama dan mendukungmu." 

"Sayang, terima kasih. Aku butuh kamu, hanya kehadiran kamu yang membuat aku tetap kuat." Mereka berpelukan erat, Kenzo mengecup rambut Vinda berkali-kali.

"Kalau wanita itu minta tanggung jawabmu untuk menikahinya bagaimana mas? Semua orang tahu kalau janin itu anakmu, dan gosip hubungan gelap kalian jadi skandal panas di mana-mana."

"Hufft… inilah yang bikin aku stres dan tak tahu apa harus lakukan. Nanti, kalo aku benar-benar harus seperti itu, bisakah kamu menungguku?"

"A..apa mas?!" Kaget Vinda dengan wajah pucat dan syok 

***

Kejadian di cafe sebelumnya**

"Aku tak mau jadi pengganti pak Hardi! Cih harus menikahimu?! Konyol! Kamu seenaknya minta tanggung jawab dari aku?! itu kan anaknya daddy, Tidak, jangan harap!"

"Baiklah, terserah kamu Ken. Kalau begitu aku akan menggugurkannya. Apakah kamu lebih suka adikmu atau saudara sedarahmu mati sebelum lahir?"

"Larasati! Kamu sudah gila hah?! Astaga… bagaimana bisa semudah itu kamu bunuh nyawa yang tak berdosa?!"

"Lalu bagaimana denganmu, Kenzo?! Kamu bahkan belum menepati janjimu untuk menikahiku sejak sepuluh tahun lalu!"

"Argh, sialan kamu!" Kenzo menggeleng, ingin sekali menghajar wanita ini saking kesalnya yang menagih hal konyol saat ini.

"Pilih saja, dua opsi ini, akui hubungan gelap kita pada media dan masyarakat, lalu menikahi aku, atau bayi ini dan mungkin aku, akan kamu temukan tak bernyawa besok. Aku yakin semua orang akan menyalahkanmu setelah aku dan anak ini mati." Setelah mengancam Kenzo seperti itu Larasati berdiri dari kursinya, tersenyum pahit menatap seluruh Kafe Soulmate.

"Kursi ini masih ada di sini, tak berubah sama sekali sejak sepuluh tahun lalu. Bahkan warnanya juga masih merah. Aku ingin kamu ingat setiap sudut tempat ini dalam ingatanmu, termasuk semua janji yang kamu ucapkan di sini dulu padaku."

Dia beranjak meninggalkan Kenzo yang masih terkejut seperti orang ketakutan.

FLASHBACK BERAKHIR

Kenzo dan Vinda terdiam saling memeluk di ayunan, larut dalam lamunan.

"Jadi kamu akan menikahinya mas?! Lalu apa kamu mau?"

"Demi Tuhan, tidak! Lebih baik aku mati, Vinda. Tapi kalau bayi tak berdosa itu mati, rasa bersalahku akan makin besar. Sayang, kamu tahu kan betapa brengseknya aku?"

Vinda mendongak, membiarkan Kenzo menautkan kedua dahi mereka.

"Aku tak ingin menambah dosaku lagi, Vin, hiks… aku takut kehilangan kamu, tapi aku juga takut bayi itu harus mati karena kegilaan Larasati. Dia anak ayahku, dia adikku."

Kenzo terisak, mengusap wajahnya di bahu Vinda, Pria yang biasanya angkuh dan tegas, sekarang menangis seperti bocah lima tahun yang kehilangan mainan kesayangan.

"Mas tapi… aku takut kehilangan kamu."

Wajar Vinda mengeluh, siapa coba yang mau menunggu pria yang sudah beristri?

"Tidak! Kamu tak akan kehilangan apapun. Kita akan bersama selamanya, Sayang."

Drrtt… drrtt…

Ponsel di jaketnya bergetar keras. Nama "kak Soran" terlihat di layar.

"Halo, ada apa Kak?"

"…"

"Hei Kak, jangan bercanda! Astaga, di mana Daddy sekarang?!"

"…"

Vinda menggigit bibirnya cemas, melihat wajah Kenzo yang tiba-tiba penuh kepanikan.

"Iya, sekarang aku langsung ke rumah sakit!"

Klik!

Kenzo berbalik dengan panik, Vinda mengejar dan menarik lengannya, terkejut melihat air mata menetes di pipinya.

"Mas, ada apa?"

"Daddy… hiks~… dia di rumah sakit…"

"A...APA?!"

"Daddy ku dalam kondisi kritis, Vinda… hiks… hiks…"

Vinda memeluk tubuh kekasihnya erat. Bos yang biasanya dingin, kejam, arogan dan semaunya, sekarang menangis parah karena kabar buruk ayahnya. Kalau dia pernah bilang membenci ayahnya, itu hanya kebohongan besar.

***

RUMAH SAKIT INTERNASIONAL HOSPITAL 

Begitu tiba di rumah sakit, Kenzo melihat kakaknya Soran menangis di pelukan suaminya. Kenan dan Dimas bersandar di dekat pintu, juga menangis. Ibunya Yohana Armanta, duduk di kursi roda dengan tatapan kosong, air mata terus menetes.

Vinda menggenggam tangannya erat, memberinya kekuatan agar tidak panik.

"Kak, bagaimana Daddy? Di mana dia sekarang?

Soran berdiri, memeluknya dengan menangis terisak-isak.

"Hiks… Kenzo… hiks… Daddy~… hiks…"

"Sayang, tolong kamu harus kuat. Kalau tidak, semuanya akan makin buruk." Andre yang juga sedih, membujuk istrinya dan menepuk bahu Kenzo.

"Tabahkan hatimu Ken, Daddy sudah bahagia di sana."

"A… apa maksudmu, bang?" Wajah Kenzo masih bingung, mencoba memahami ucapan kakak iparnya. Vinda yang di sebelahnya lebih dulu menyadari situasi.

"Kenzo, tabahkan hatimu, om Hardi sudah meninggal setengah jam lalu." Kenzo menggeleng pelan saat Dimas memeluknya menangis. Dia hampir roboh ketika melihat brangkar dorong keluar dari ruang IGD, tertutup selimut putih.

"Daddy…?" Rintihnya gamang.

Bibirnya mengucapkan lirih dengan tatapan kosong. Seorang dokter mendekati mereka.

"Tolong keluarga segera mengurus administrasi. Kami akan membantu persiapan pemakaman almarhum Bapak Hardi Armanta."

"Terima kasih, Dokter." Andre membungkuk. Soran di sisinya masih tak percaya ayahnya sudah tiada.

Ini tak mungkin…

Kenzo menggeleng dalam hati, mengira ini pasti hanya mimpi. Tanpa disadari, kakinya berlari menghampiri brangkar dorong itu dan menangis sekerasnya.

"Daddy bangun! Hiks… bangun! Kamu tega pergi begitu saja? Kamu tega pergi sebelum aku sempat meminta maaf? Daddy!!!"

"Kenzo, cukup! Jangan begini. Om Hardi akan sedih kalau kamu seperti ini."

Dimas membujuk sahabatnya, memegangi lengannya yang terus menggoyang tubuh kaku ayahnya.

"Daddy… argh…… tidak! Ini bercanda kan? Kamu pasti mau menghukumku karena selalu memusuhimu? Daddy bangun!!!"

"Bang, tolong cukup!" Kenan berteriak geram, menarik Kenzo dan memeluknya yang sesenggukan. Vinda menerobos kedua pria itu, menggenggam tangan Kenzo yang hampir menggoyangkan brangkar hingga berguling.

"Mas tolong sabarlah…" Vinda memeluknya erat. Tangis Kenzo terdengar putus-putus saat melihat empat perawat mendorong brangkar mayat ayahnya makin jauh.

Kehilangan salah satu orang tua mungkin begini rasanya, hancur lebur, nyawanya seperti di ambil separuh dan hidup tanpa jiwa, seperti yang dirasakan Kenzo saat ini. Dulu dia berteriak tak butuh ayahnya, tapi sekarang justru dia terpuruk saat sosok yang jadi panutan sejak kecil itu pergi selamanya.

Kenzo yang biasanya ramah dan mudah tersenyum, siang ini diam membisu dengan wajah lesu dan mengenakan kemeja hitam, dan bawahan celana hitam, baju hitam dengan peci yang juga hitam, Wajahnya kuyu, lusuh dan pucat. Dia menunduk dalam di samping jenazah pak Hardi Armanta yang sedang di semayamkan sebelum di mandikan dan di salatkan, sesekali air mata kembali menetes.

Kenzo bukan pria sekuat yang terlihat di luar selama ini, dia sebenarnya lemah, sedang kehilangan, dan penuh penyesalan karena bertahun‑tahun bermusuhan dengan ayah kandungnya sendiri.

1
Ananda Boy
kakk ini blm tamat kan
Ananda Boy
next
Ananda Boy
Bagus banget 😍
Ananda Boy
deg degan aku
Ananda Boy
bagus buku ini, semngat kakak author 😍
Ananda Boy
😍😍😍😍
Ananda Boy
kasian vinda
Ananda Boy
ini Novel bikin aku tadinya ketawa sekarang nangis 😭🤣
Ananda Boy
bikin emosi aj 😭
Ananda Boy
jahat banget si Laras 😭
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!