Seorang siswa kelas Xll-2 yang bernama Abimana sanjaya,jatuh cinta dengan Vania anastasya yang menjadi guru baru.akankah Vania menerima cinta dari muridnya itu.
ikuti kisahnya...
Happy reading..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta nggak sama aku.
🌸
🌸
"Nggak percaya amat sih sama aku?ya udah sana minggir"dengan kasar Vania mendorong tubuh Abi,hingga terguling,karena tidak siap menerima serangan hampir saja Abi jatuh ke lantai.
"Sayang!"pekik Abi.
Dan dengan santai Vania membalik tubuh,hingga memunggungi Abi.dengan gemas Abi akhirnya menggelitik pinggang ramping istrinya,hingga dia berteriak menahan rasa geli.
"Sayang ....geli..."Vania menggeliatnya tubuhnya,Abi semakin gencar melakukan aksinya.
"Ayo minta maaf dulu,atau aku akan melakukan yang lebih dari ini"Abi malah menyusupkan tangan kanannya ke balik lingerie Vania,dan langsung menangkap bulatan kenyal milik sang istri.
"Aah,"Vania memejamkan mata,sambil menggigit bibir bawahnya.membuat Abi tersenyum puas,segarang-garangnya sang istri,kalo dia sudah dibelai seperti itu,pasti akan luluh juga.
"Katakan,kamu cinta nggak sama aku?"bisik Abi, ditelinga Vania,kemudian mengecup pipi mulus istri.
"Kenapa harus ditanya?"
"Aku ingin mendengarnya sayang"rengek Abi,tangannya yang sudah terampil melorotkan lingerie yang dipakai istrinya,hingga tubuh polos sang istri terpampang nyata.membuatnya harus menelan saliva dengan kasar.
"Nggak mau"kekeh Vania.
"Sayang .katakan,atau aku akan menghukummu"Abi mulai mengecup dua bulatan kembar Vania,mengecup dan menggigitnya gemas.
"Aww....kenapa mesti digigit sih,sakit tau"Pekik Vania marah.
"Katakan dulu,kamu cinta nggak sama aku?"Abi tak menyerah,tangannya sudah meremat dada Vania,membuat wanita itu memejamkan mata,menahan sensasi yang begitu memabukkan dan membuat candu.
"Iya...iya,aku mencintaimu.sudah puas?"
"Aku juga mencintaimu sayang"
Dan tanpa banyak bicara, Abi segera menyerang istrinya yang tampak sudah pasrah.
Dan dimalam yang lumayan dingin itu,ditambah pendingin ruangan,tak mampu mendinginkan tubuh kedua manusia yang tengah berbagai keringan dan kenikmatan itu.
Hanya suara d*s*d dan peluh yang mengucur,menambah kenikmatan kedua manusia yang tengah digulung oleh Hasrat.
Hingga pada akhirnya,keduanya telah sampai dipuncak bersama,
"Aku mencintaimu"bisik Abi, dan setelah itu dia pun terlelap sambil memeluk istrinya.
🌸
🌸
"Yang,ntar malam kita menginap dirumah mommy ya?"kata Abi,saat mereka sedang sarapan pagi harinya.
"Hemm,boleh.tapi besok pagi kita pulang ya,aku lagi banyak tugas"jawab Vania,sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
Saat ini hari sabtu,dan keduanya tentu saja libur.pertarungan semalam membuat keduanya bangun kesiangan,dan melewatkan sholat subuh.setiap kali bercinta,Abi tidak akan pernah cukup bila hanya sekali,dia pasti meminta tambah hingga dua atau tiga kali.
Ya,punya suami brondong yang stamina masih full-fullnya,membuat Vania hanya mengelus dada, menghadapi hasrat sang suami yang tidak pernah padam itu.
"Kerjaan apa sih?"
"Aku belum memeriksa tugas-tugas anak-anak,sebentar lagi kan kalian ujian"jelas Vania.
"Hemm,kalo aku lulus,kamu nggak usah ngajar lagi ya?"pinta Abi.dia memandang wajah Istrinya,yang nampak melongo.
"Kenapa?aku senang dengan pekerjaanku"kata Vania tidak terima.membayangkan harus jadi pengangguran,sungguh tak pernah terlintas dalam pemikirannya.
"Aku nggak mau kamu dipepet terus sama Angga"
"Kamu nggak percaya sama aku?"dahi Vania berkerut,dia menggeser piringnya ke samping.kedua tangan dia letakkan diatas meja.
"Aku percaya sama kamu,tapi aku tidak percaya sama bujang lapuk itu"bibir Abi mengerucut.dia juga menyudahi makannya.meneguk air putih hingga hampir habis.
"Sayang"Vania melotot,dia tidak suka setiap kali mendengar Abi mengatakan Angga bujang lapuk.bahkan umur guru tampan itu aja masih tiga puluh tahunan.bagaimana bisa Abi mengatakan dia bujang lapuk.
"Bela terus"gerutu Abi.Vania sampai gemas melihat bibir yang selalu menciumnya itu monyong.
"Haish,jangan memancing pertengkaran"Vania beranjak,sambil membawa piring dan gelas kotor.
"Aku hanya ingin istriku dirumah saja,menunggu aku pulang"Abi mengekori istrinya.
"Memang aku nggak akan bosan,dirumah nggak ngapa-ngapain?"tanya Vania,sambil mencuci piring di wastafel.
"Ya kan kamu bisa nonton televisi,atau kalo bosan ke rumah mommy kan bisa"
"Masa tiap hari main ke rumah mommy?"
"Kita pindah saja ke rumah mommy ya?biar kamu ada teman ngobrol"pinta Abi.
"Aku senang disini sayang,"
"Trus gimana dong?"Tanya Abi frustasi.sungguh dia takut kehilangan istrinya itu.
"Ya udah,gini aja.aku tetap kerja,nanti kalo sudah hamil,aku akan resign deh.aku janji"
Abi terdiam,begitu mendengar kata hamil.dia menghela nafas."Hamil?"
"Iya,kenapa?masih nggak mau aku hamil?"Vania memicingkan mata,menatap tajam ke suaminya.
Abi masih diam dia merasa bingung harus menjawab apa,walau sebenarnya dalam hati dia belum mau punya anak dulu.
"Ya sudah,kalo nggak mau punya anak dengan aku.aku bisa cari laki-laki lain,yang mau meng..."
"Enak aja.mana ada kayak gitu?"dengan mata melotot Abi memotong ucapan Vania yang sedikit ngelantur.
"Mau nunggu sampai berapa tahun?"
"Tunggu Aku siap dulu"lirih Abi.
"Berapa lama?"
"Ng"
"Satu tahun,dua tahun,lima tahun?"
"Sebentar saja sayang,"
"Iya, tapi berapa tahun?"Vania menoleh menatap Abi dengan tajam.
"Mungkin dua atau tiga tahun .a..aku kan masih sembilan belas tahun u..."Abi terbata-bata.diantak mampu membalas tatapan tajam Vania.
"Kalo begitu,maaf.kamu cari saja perempuan lain yang bisa sabar selama itu"Kemudian dengan kesal dia meninggalkan Abi.
"Sayang ...jangan seperti ini"Abi mengejar istrinya yang masuk ke dalam kamar.
"Jadi aku harus menuruti kemauan kamu yang nggak masuk akal itu?"Vania meraih tas yang biasa dia bawa ke sekolah,mencari ponselnya.setelah ketemu,dia menghempaskan bokong ke ranjang,dan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.
"Sayang,please"Abi meraih jemari tangan Vania yang bebas meremasnya lembut.kemudian mengecupnya penuh cinta.
"Setiap kali membahas anak,akan berakhir pertengkaran.aku capek"keluh Vania.pandangannya tak beralih sedikitpun dari layar ponsel.
"Maaf"lirih Abi.
"Sebenarnya apa sih, yang membuat kamu belum siap punya anak?ekonomi, atau kamu sebenarnya cuma main-main ya nikah sama aku?"Vania melotot tajam.
"Eh,kok ngomong gitu sih aku cinta banget sama kamu yang,dihatiku ini cuma ada nama kamu.tidak akan pernah ada wanita lain"ucap Abi sungguh-sungguh.
"Biasanya pria yang terbiasa bermulut manis,justru yang berbahaya.memang kamu bisa jamin,ntar waktu kuliah bisa jaga hati..bisa jaga mata?"
"Kamu meragukan aku?"lirih Abi.
"Nah,sama kan?kamu juga tadinya meragukan aku.kamu pikir aku bakal tertarik sama Angga.?"
Abi terdiam.menyimak semua ucapan istrinya, yang memang benar adanya.
"Soal anak,aku harap ini yang terakhir kalinya,kita berdebat.lebih baik kita serahkan saja semua kepada yang di Atas.sedikasihnya saja.bila dikasih cepat alhamdulillah, Tapi bila belum dikasih ya kita harus tetap berusaha."
bersambung..
Jangan lupa klik,like,love dan komen.
makasih..😘😍
🌸
🌸
Biar bocah labil itu sadar,Untung mertuanya baik
Coba klo jahat pa ga merana vanianya
Mkn ATI...
Nanem benih mau ngerawatnya g mau.. Tolol
Nikah ya ma kawin ya mau punya anak g mau, slh vania jg knp mau ma bocah labil kyk gini.. Klo ga siap knp nikahin n maksa anak org coba?
Klo vania msh bocah msh di maklumi, Kan vania udh di umur matang..
Udh nikah kok ga bisa Bawa diri, Untung g di perkosa orang..
Yg pting kesenengan Dia tanpa mo tahu perasaan pasangannya
Di Kira nikah itu kyk Ayam Jago ketemu Ayam betina.. Terus bertelor gitu?
cewek ini udah kayak ga punya harga diri. bila perlu ga usah pakai pakaian aja dan sekalian tulis huruf besar di jidat kamu "SIAPA AJA BOLEH KO SENTUH AKU UNTUK SEKEDAR HAVE FUN."
aneh banget jadi cewek
Baru dapat baca ini 🙏
Enak, konfliknya gk terlalu berat 👍😁