NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Cincin lamaran

Raihanah bangun dari tidur siangnya, dia mengucek matanya perlahan dan menyapu sekeliling. Apa suaminya belum pulang juga? Raihanah pulang dari kampus sendirian. Suaminya tidak bisa menjemput karena ada urusan. Raihanah meraih kerudung dan memakainya, dia sangat haus saat ini.

Saat menuruni tangga, Raihanah mundur kembali saat melihat suaminya sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an atas permintaan ayah mertuanya, abi Farhan terlihat diam mendengarkan suara merdu putranya itu. Gus Fashan membacakan surah Al Kahfi, dengan Maqom Hijaz kesukaan abinya. Perlu nafas yang panjang untuk Maqom yang satu ini, Raihanah kembali tertegun mendengarnya.

”Masya Allah, suamiku” ucap Raihanah penuh syukur, tanpa berpikir panjang. Dia duduk di anak tangga dan mendengarkan dengan baik suara Gus Fashan.

Abi Farhan terdiam, sesekali tersenyum memperhatikan putranya. Suaranya begitu khas dan syahdu. Umi Nailah yang berada di dapur pun terus tersenyum, betapa bahagianya dia, anak-anak yang baik, Sholeh dan sholehah, si kembar sudah menikah. Tinggal Faiza dan Fara yang entah siapa yang akan menjadi suami mereka, entah dijodohkan ataupun atas pilihan sendiri seperti Gus Fashan, memilih Raihanah.

”Masya Allah” puji abi Farhan, setelah Gus Fashan usai menyelesaikan satu juz di hadapannya. Tangannya bergerak, mengelus rambut Gus Fashan yang mulai terlihat panjang dan gondrong kembali." Pertahankan ya”

”In sha Allah, abi” jawab Gus Fashan sambil tersenyum lebar.

”Bagaimana hubungan kamu dan Raihanah sekarang?” ujar Abi Farhan bertanya.

”Baik-baik aja” jawab Gus Fashan gugup. Raihanah di tangga langsung berdiri dan menuruni tangga, Gus Fashan dan abi Farhan menoleh. Raihanah menunduk dan meleos pergi ke dapur.

”Jaga dia, apapun dan bagaimanapun. Kalian harus saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, untuk saling melengkapi” tutur Abi lirih, Gus Fashan mengangguk pelan dan Abi tersenyum.

Di dapur, Raihanah meminum segelas airnya dalam tiga tegukan, sembari memperhatikan uminya yang sedang memotong sayuran.

”Umi mau masak ya? Rai bantuin boleh?” ucap Raihanah dan umi Nailah mengangguk, Raihanah antusias dan meletakkan gelasnya.

”Potong dadu tempenya nya ya” titah umi lembut dan Raihanah mengangguk.

Umi melangkah pergi dan mengerjakan yang lain.

”Umi, apa memasak itu susah?” tanya Raihanah, dengan kedua tangannya yang sibuk bekerja.

Umi Nailah tersenyum tipis.” Kamu mau belajar masak neng? masak itu gak susah kok”

”Rai gak pernah masak buat kalian semua, bukan Rai malas umi. Tapi gak bisa, takutnya malah bikin repot” tutur Raihanah sedih.

”Belajar yang mudahnya dulu ya, goreng goreng, ataupun bikin nasi goreng, pokoknya yang simpel dulu. Dengan seiringnya waktu, nanti kamu bisa masak masakan yang lain. Umi yakin” tutur umi lalu tangannya mengelus pucuk kepala Raihanah lembut. Raihanah tersenyum lebar dan semakin semangat untuk belajar memasak, dia mau seperti umi Nailah, memasak masakan lezat untuk suami dan anak-anaknya.

Suara langkah kaki membuat Raihanah menoleh, dia tersenyum saat melihat suaminya, Raihanah mengulurkan tangan, meraih tangan suaminya lalu menyalaminya lembut.

”Lagi bantuin umi?” ujar Gus Fashan dan Raihanah mengangguk.

”Mau kopi atau teh?” tanya Raihanah, umi Nailah menoleh dan memperhatikan gadis itu masih mengenggam tangan putranya, umi kembali menatap ke depan, takut Raihanah merasa malu nantinya.

Gus Fashan tiba-tiba membungkuk, bibirnya menempel di telinga istrinya.”Ke atas yuk” ajak Gus Fashan. Raihanah sontak mencubit dada suaminya itu kesal.

”Ada umi juga” Raihanah berbisik sambil melotot.

Gus Fashan tetap menarik-narik tangannya, menggesekkan wajahnya di bahu istrinya itu. Seperti anak kecil, mulai terlihat seperti apa Gus Fashan saat manja, dia juga sering seperti itu kepada uminya sebelum menikah, tapi sekarang mulai jarang karena ada Raihanah.

”Emmm umi, Rai ke atas dulu ya sama Gus Fashan” Raihanah pamit.

”Iya neng” umi mengiyakan tanpa menoleh. Gus Fashan tersenyum dan akhirnya keduanya pergi ke atas.

”Dasar Fashan" ujar umi Nailah sambil terkekeh.

Sesampainya di lantai dua, Gus Fashan langsung memeluk dan mencium istrinya. Raihanah berhenti saat bibir Gus Fashan mendarat di kening dan pipinya, pria itu memintanya duduk di kedua pahanya, Raihanah sedang dalam pangkuan Gus Fashan.

”Gimana kuliahnya hari ini hmm?” tanya Gus Fashan, jemarinya merapihkan rambut Raihanah.

”Capek” keluh Raihanah sambil cemberut.

”Harus semangat, sebentar lagi lulus” katanya sambil tersenyum simpul.

”Setahun lagi, kalau lulus. Kalau enggak?” Raihanah tidak percaya diri.

”Harus yakin ya, usaha dan berdoa” Gus Fashan menyemangati dan Raihanah mengangguk. Raihanah akan menyelesaikan pendidikannya satu tahun lagi.

”Aku buatin teh dulu, awas” imbuh Raihanah sambil melepaskan tangan Gus Fashan dari pinggang nya, Gus Fashan diam dan tersenyum, membiarkan Raihanah pergi.

Rasa lelah dan letih nya lenyap, setelah melihat Raihanah.

”Ini Gus teh nya” ujar Raihanah begitu lembut. Dia letakkan gelas teh hangat di atas meja, lalu Gus Fashan menariknya kembali ke atas pengakuannya. Raihanah diam, kedua tangan besar itu kini melilit pinggangnya.

*****

Keesokan harinya, Raihanah panik, dia kelimpungan mencari cincin nya entah kemana. Cincin dari gus Fashan saat melamarnya.

”Tadi kamu lepas dimana Rai?” tanya Dedeh.

”Disini, aku lepas sebentar, pas nengok udah gak ada” ujar Raihanah panik, dia meletakkannya di tepi wastafel.

”Aku juga gak tahu” ujar Zaskia.” Jatuh ke lubang wastafel mungkin, coba ingat-ingat lagi Rai” sambungnya.

”Enggak mungkin, aku taruh nya di sini kok” bantah Raihanah, dia panik dan takut untuk mengatakannya kepada Gus Fashan nanti. Dedeh mendekat dan merangkul bahu Raihanah, mengelusnya lembut dan Raihanah diam.

”Sabar, kamu beneran pake cincin itu? atau lupa mungkin, kamu simpan di rumah” kata Dedeh dan Raihanah menggeleng kepala.

”Aku jelas pakai tadi Deh, aku buka karena licin pas aku mau cuci muka pakai sabun. Gak tahu, aku bingung” Raihanah sedih dan merasa frustasi.

”Kamu pasti takut dimarahin suami kamu ya Rai?” ujar Zaskia.

Raihanah menggeleng kepala.” Bukan itu, aku gak masalah kalau dia marah, tapi kalau di kecewa karena aku gak bisa jagain cincin pemberiannya gimana? itu cincin berharga banget buat aku dan suami aku” tuturnya lirih. Dedeh lekas memeluknya erat dan Zaskia ikut-ikutan.

”Sabar” kata Dedeh dan Raihanah mengangguk.

Tidak lama, ketiganya keluar dari toilet, Dedeh dan Zaskia pergi, lalu Raihanah juga pergi karena suaminya pasti sudah menunggu nya. Saat keluar dari kampus, benar saja. Gus Fashan sudah menunggu.

”Sayang” panggil Gus Fashan sambil tersenyum.” Capek ya? sampai mukanya ditekuk begitu. Ayo kita makan diluar, supaya kamu happy lagi” sambungnya begitu antusias. Raihanah masuk saat Gus Fashan membuka pintu mobil, tidak lama dia juga masuk dan Raihanah masih diam. Saat gus Fashan menyalakan mesin mobilnya, Raihanah menahan lengannya, sontak pria itupun mematikan mesin mobilnya kembali.

”Aku mau ngomong” ujar Raihanah, tapi tidak mau menatap suaminya.

”Ngomong apa hemm?” Gus Fashan terus tersenyum dan mengelus pipi istrinya lembut.

”Aku tadinya gak mau cerita, tapi kamu juga pasti bakal sadar dan nanya.” Tutur Raihanah serak, Gus Fashan diam apalagi saat Raihanah menangkup kedua pipinya." Jangan marah, aku mohon Gus. Gus ku” ujarnya kembali dan menutup matanya.

”Kamu kenapa sih?” Gus Fashan bingung, dia meraih kedua tangan Raihanah dari pipinya, lalu mengenggamnya erat. Cincin yang biasa dia usap usap lembut, kini menghilang dari jari manis Raihanah.” Cincin kamu kemana?”

”Hilang, waktu di toilet kampus. Aku udah nyari setengah jam gak ketemu. Maaf” suara Raihanah begitu lucu, dia merengek-rengek agar suaminya tidak marah.” Aku gak sengaja, jangan marahin aku, apalagi diemin aku” Raihanah sangat takut.

”Shut, jangan sedih ya"

”Maaf”

”Enggak apa-apa, ya mau gimana lagi. Sudah memang seharusnya hilang kan, bukan rezeki kita.”

”Tapi itu sangat cantik, aku suka, aku suka banget Gus” suara Raihanah serak.

”In sha Allah, kalau ada rezeki. Kita beli Cincin yang sama persis” Gus Fashan membujuk, agar Raihanah tak sedih lagi. Gus Fashan bergeser lalu memeluk istrinya erat. Raihanah diam dan membalas pelukan suaminya itu.

*****

Faiza sedang berbelanja di minimarket, Rayyan yang juga ada di sana jahil pada Faiza, memasukkan Snack yang banyak ke keranjang belanjaan Faiza. Tanpa Faiza sadari. Lama kelamaan Faiza mulai sadar, karena keranjang belanjaannya begitu semakin terasa berat.

”Asstaghfirullah” ucap Faiza panik, saat melihat keranjang yang dia jinjing, dia salah ambil atau tidak sadar memasukkan semuanya?.

Rayyan datang lagi membawa Snack, dia tersentak saat melihat Faiza menatapnya.” Oh kamu ya pelakunya” ujar Faiza kesal.

”Bukan Tante” jawab Rayyan. Faiza mendekat dan meletakkan keranjang belanjaan nya di lantai.

”Enggak boleh bohong, kamu kan yang meletakkan semua makanan ini?” ujar Faiza yang sudah berjongkok di hadapan Rayyan, Rayyan menunduk lemah dan tidak lama Fatur datang. Fatur mencari Rayyan karena Rayyan tidak bisa diam.

”Ayah” panggil Rayyan, Faiza menoleh dan melepaskan bahu Rayyan. Rayyan berlari mendekati ayahnya. Faiza bangkit dan mendekati keduanya.

”Faiza kamu disini?” tanya Fatur dan Faiza mengangguk.

”Saya sedang belanja, anak bapak mengerjai saya lagi sekarang. Keranjang belanjaan saya penuh, sama makanan yang dia pilih” tutur Faiza menjelaskan, Fatur terdiam, merasa malu atas tindakan Rayyan.

”Saya minta maaf” ujar Fatur gugup. Dia menoleh, menatap Rayyan yang sedang dia gendong.” Minta maaf sama kakak Faiza” titahnya.

”Maaf” ucap Rayyan dan Faiza tersenyum.

Fatur akhirnya membayar semua belanjaan yang dimasukkan Rayyan, sekaligus belanjaan Faiza, Faiza sempat menolak. Tapi Fatur memaksa, sebagai tanda permintaan maaf atas kelakuan anaknya. Setelah keluar dari minimarket, ketiganya terlihat seperti keluarga kecil. Ayah, ibu dan seorang anak laki-laki.

”Faiza, saya minta maaf sekali lagi atas perbuatan Rayyan” ujar Fatur.

Faiza tersenyum, dan mengacak-acak rambut Rayyan sekilas.” Namanya juga anak kecil, saya yang jadi gak enak, belanjaan saya dibayarin. Terima kasih” ujar Faiza sambil tersenyum manis.

Fatur terdiam sejenak, terpesona dengan gadis muda di hadapannya itu. Betapa cantik dan keibuan, apakah Faiza yang akan Allah takdir kan bersamanya setelah sepeninggal istrinya? entahlah, Fatur tak ada niatan menikah lagi, tapi saat melihat Faiza. Jiwa seorang pria nya bangkit, untuk memiliki gadis itu dalam ikatan halal dan menjadi ibu sambung Rayyan.

”Saya duluan pak” Faiza pamit.

”Biar saya antar” ujar Fatur menahan.

”Iya kakak, Rayyan sama ayah antar aja” ucap Rayyan dan Faiza tersenyum.

”Kakak gak bisa Rayyan” ujar faiza.” Saya bawa motor, sekali lagi terimakasih. Assalamu'alaikum” ujar Faiza terakhir.

”Wa'alaikumus Salaam” jawab Fatur. Dia diam memperhatikan Faiza, bibirnya terus tersenyum manis memperhatikan gadis itu.

*****

Di tempat lain, Hafshah datang ke kedai bakso Risma. Risma menjamu tamu tak biasanya itu dengan baik, Hafshah mendelik sebal memperhatikan Risma yang sudah keriput, sementara dia masih terlihat awet muda.

”Suami aku kemari kan kemarin?” ketus Hafshah dan Risma mengangguk.

”Aku gak pernah meladeni suami kamu Shah, aku sudah bilang berulangkali agar dia berhenti datang, aku juga malu” tutur Risma dan Hafshah meminum minuman botol nya itu.

”Apa teteh gak bisa menikah lagi? dengan teh Risma menikah lagi, suami aku bakal berhenti berharap” ujar Hafshah, mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat ingin lakukan jika bisa.

Risma tersenyum lebar.” Jangan melebihi batas Shah, aku juga bisa saja marah karena pertanyaan kamu ini. Aku gak ada niat untuk menikah lagi. Jika pun ada, bukan dengan suami kamu dan Syifa. Robi baik, hanya saja dia berubah setelah hubungan hanya sebatas janji diantara kami kandas, semoga dia berubah seperti Robi yang dulu" ujar Risma dan Hafshah mendelik.

”Kalau teh Risma terus sendiri, tak bisa dipungkiri suami saya masih bisa berharap dan berusaha untuk menikahi teh Risma. Tolong kasihani aku sama Syifa teh” suara Hafshah berat, dia bahkan mengenggam tangan Risma, tapi wanita itu lekas melepaskan genggaman tangannya.

”Aku gak mau, pernikahan bukan sebuah perlombaan Shah. Maaf” tegas Risma, dia mulai tidak nyaman dengan percakapannya dengan Hafshah. Hafshah menunduk lemah, sadar bahwa ucapannya sudah berlebihan.

”Aku minta maaf teh” kata Hafshah dan Risma mengangguk singkat.

*****

Malam hari tiba, Gus Fashan mandi dan Raihanah sibuk berhias dan berdandan. Dia bahkan membeli parfum khusus pasutri untuk mempererat ketertarikan. Parfum yang dikemas dalam botol kecil dan cantik. Dia oles ke leher, pergelangan tangan dan perutnya.

Setelah Raihanah selesai, dia mengibaskan rambut panjangnya.

jegklik

Pintu kamar mandi terbuka Gus Fashan keluar, handuk berwarna hitam melilit pinggang kokoh nya, di sedang menggosok rambut basahnya dengan handuk kecil. Raihanah kaget saat Gus Fashan berbalik dan tatapan keduanya bertemu. Gus Fashan terdiam, memperhatikan baju yang dipakai Raihanah begitu seksi. Dia lekas berpaling dan menutup matanya.

”Jangan pakai baju begitu Rai” tegas Gus Fashan. Raihanah malah mendekat, kedua tangannya perlahan memeluk pinggang Gus Fashan, sampai bertautan di punggung pria itu. Gus Fashan berkeringat dingin, padahal dia baru saja mandi. Pipi Raihanah menempel di dada telanjang suaminya. Gus Fashan membuka matanya, mencium aroma yang begitu wangi, dan pelukan tiba-tiba dari Raihanah membuatnya tak kalah kaget.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!