NovelToon NovelToon
Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Mencintaimu Yang Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Supernatural / Cintamanis / Romansa Fantasi
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: ALSIB

"Steiner" panggil Luigi dengan tangan mengepal.
"Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau tidak mengenalku? Kita menghabiskan setiap malam bersama di lembah Parnassus, Stein! Kau bahkan telah merenggut mahkotaku! Ada apa denganmu?!"

"Aku tidak mengenalmu! Kau wanita gila! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!"

"Apa kau amnesia? Katakan dengan kalung ini! Apakah ini milikmu?" Luigi, mengeluarkan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya. Steiner membelalakan matanya, bahkan seluruh keluarga besarnya.

Semua saling melemparkan pandangannya, gadis bak Dewa Apollo itu, tiba tiba menerobos masuk ke dalam sebuah ballroom, mengacaukan acaranya.
Sebuah acara perhelatan akbar yaitu PERTUNANGAN.

Luigi memasukkan kembali kalungnya, lalu ia berjalan kearah pintu keluar. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Steiner, "Tidak masalah kau melupakanku, Steiner! Tapi, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku! Aku selalu memegang janjimu, bahwa kau akan membawaku ke Altar saat aku menyerahkan segalanya untukmu!" Luigi pun berlalu pergi. Meninggalkan keterkejutan yang luar biasa.

"Penjaga! Panggil gadis itu! Dan bawa ke kamarku!" ujar sang Ibu yang meninggalkan acara pertunangan Putranya yang telah kacau balau.

"Shiitt!!" pekik Steiner membanting gelas di tangannya.

"Honey?" tunangannya memanggilnya.

"Aku akan membereskan gadis itu! Pulanglah!" kata Steiner kepada calon tunangannya yang gagal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Kau Steiner Volkgaard ?

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA! SEMUA UNSUR DIDALAMNYA HANYALAH PENDUKUNG CERITA. DILARANG MENIRU ATAU MENCONTOH TINDAKAN DI DALAM NOVEL INI. DILARANG MERACIK MERAMU BAHAN KIMIA YANG ADA DI NOVEL INI TANPA BERKONSULTASI DAN DI AWASI OLEH AHLI KIMIA!!!

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Abu Mozeka pernah di teliti dan senyawanya banyak mengandung bahan pengawet, hingga orang Mesir kuno mengambil senyawa di dalamnya, lalu mencari kesamaan pada tumbuh tumbuhan dan hewan. Orang Mesir Kuno menamainya Bubuk Mozeka atau yang dikenal secara umum yaitu Formalin. Nama kimianya adalah Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan dari Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859 tetapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.

Ketika berada di Yunani, sebuah toko jual beli barang antik tepatnya tidak jauh dari Hotel dimana Luigi menginap, Luigi ingin membeli Bubuk Mozeka atau Formalin. Karena di Yunani masih banyak yang menjual Bubuk Mozeka dari Mesir yang terkenal sebagai pengawet jenazah.

Luigi bertanya kepada pelayan Hotel dimana toko perlengkapan serba ada dan pelayan itu justru mengarahkan ke toko jual beli barang antik dan tidak disangka sang pemilik toko barang antik itu memberinya Abu Mozeka yang sebelumnya di curi seseorang dan menjualnya di toko jual beli barang antik tersebut.

Saat itu Abu Mozeka dan beberapa Mummi di pindah ke Yunani karena Mesir mengalami gempa yang berdampak kerusakan cukup parah di Museum. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya demi keselamatan dan keamanan Abu Mozeka di pindahkan dan di sucikan di Vatikan.

Dan Abu Mozeka yang Luigi kira Bubuk Mozeka (Formalin) dari Mesir, Luigi mencampurnya dengan bahan kimia lainnya dan Luigi akan menggunakan sebagai bahan pengawet pada bunga yang akan ditemukan di sepanjang Lembah Parnassus. Luigi pemburu tumbuhan dan ia telah mengkoleksi 378 sampel aroma dari semua tumbuhan yang ada di beberapa negara jika ia sedang berlibur.

Abu Mozeka pun bersatu dengan Passion Flower dan Blue Lotus atau yang hidup di celah karang yang menyimpan air hujan. Bila di Jepang dikenal dengan Blue Lotus maka di Yunani, itu disebut Lotus Karang. Luigi menggunakanya sebagai aroma terapi yang menenangkan namun Luigi tidak menyadari bahwa Abu Mozeka menyedot Arwah atau Roh dan mengikatnya pada sebuah kalung yang diberikan Steiner di Lembah Parnassus.

Arwah itu akan datang seiring senyawa yang menguap dan sebagai penghantarnya yaitu Methanol, Ethanol Absolute dan Solviol. Jika di hirup dalam jumlah yang banyak maka itu akan menjadi obat penenang yang mujarab, tubuh akan lemas dan mati rasa. Lalu bagaimana Arwah itu akan menghilang? Tentu saja seiring kadar itu menghilang dalam tubuh Luigi. Maka Arwah yang terikat pada Kalung berliontin batu permata Rubi akan kembali terikat disana dan Luigi tidak bisa melihatnya.

"Steinerr! Lepaskan akuuu! Aaaahhh Steinerr!" Luigi menjerit sangat keras saat Steiner menindih tubuhnya. Namun Steiner dengan beringas menciumi leher Luigi dengan meluapkan segala kerinduannya.

"Steiner Lepaas!! Aaaaaw! Steinerr Jangaan!!" Luigi menjerit jerit nyaring.

Steiner memeluknya sangat erat, rasanya punggung Luigi ingin di cabiknya. Ia merobek gaun yang Luigi kenakan. Menyingkap penutup dadanya dan merobek underwearnya. Dengan cepat Steiner melepas baju yang ia kenakan.

"Steinerr! Ada apa denganmu! Lepaskan aku! Aaaaaa!" pekik Luigi lagi.

Steiner tak perduli, Luigi terus meronta sekuat tenaga tapi Steiner justru membenamkan mulutnya di puncak dada Luigi yang begitu mempesona, lidahnya bermain lincah berputar putar dan sesekali menghi*sapnya dengan lembut. Dan tidak bisa dipungkiri Luigi menikmatinya karena sekeras apapun Luigi menahan hasratnya dengan kekesalan dan rasa sakit hatinya, kerinduan juga hasratnya justru semakin tidak bisa di bendung.

"Steinerr! Aaahh.. Stein.. Uhmm.. Steinn" dari jeritan Luigi yang begitu keras, kemudian perlahan lahan suara Luigi semakin parau dan nyaris menghilang. Dan jeritan itu menjadi desa*han manis yang membuat Steiner melayang layang.

Perlahan lahan pun cengkeraman Steiner mengendur, cengkeraman tangannya di punggung Luigi berubah menjadi belaian lembut dari lehernya hingga dibelahan bo*kong Luigi yang padat dan sintal lalu Steiner mere*masnya. Kemudian Steiner, mengalihkan kedua tangannya dan menyatukan kedua buah dada Luigi, lalu menghisapnya bergantian.

"Aku merindukanmu.. Ughhmm... Aku.. Rindu.. Lui.." bisiknya dengan bergantian melu*mat leher Luigi inci demi inci.

"Aahh.. Stein.. Lovely" bisik Luigi dengan memejamkan matanya dan meri*ntih lirih. Steiner mendorong tubuh dan wajahnya menjauh kebelakang, memberi jarak sehasta dan menumpukan kedua telapak tanganya di ranjang yang masih terbalut bedcover, ia memandangi cantiknya seraut wajah Luigi, yang begitu dirindukannya.

"Lui?" panggil Steiner dengan penuh kelembutan, lalu Luigi membuka mata abu abunya yang terlihat basah.

"Steiner" jawab Luigi dengan lembut.

"Apa kau merindukanku?" bisik Steiner dengan membelai pipi hingga bibir Luigi yang merona merekah.

"Entahlah, aku tidak tahu.. Aku rindu tapi aku juga kecewa padamu.. Mengapa kau lakukan ini padaku, Steiner?" tanya Luigi lirih, matanya yang basah tampak berkilau berkaca kaca dengan semburat kemerahan.

"Lovely, bisakah kita menghabisi kerinduan kita, lalu kita bicara?" tanya Steiner dengan senyumnya yang khas di temaramnya lampu kamar Luigi. Belaian Steiner begitu lembut, matanya begitu teduh mendamaikan hati Luigi, dan senyum Steiner menentramkan hatinya.

Cinta dan Kenangannya mendetakan jantungnya, mengikat jiwa dan memenjarakan hatinya. Luigi kembali terpesona, logikanya menghilang. Cinta itu menenggelam segenap akal dan pikirannya. Cinta itu kembali membangkitkan hasratnya.

Seketika Luigi duduk dan melu*mat bibir Steiner, satu tangannya meraih tengkuk Steiner, meremas rambutnya dan satu tangannya menjalari dada bidang yang ditumbuhi bulu bulu kasar. Satu tangan Steiner menopang punggung Luigi, lalu satu tangannya menekan tengkuk hingga jemarinya ditutupi rambut yang menjuntai lembut dan berkeriap mengeluarkan aroma wangi yang memabukan sukmanya.

Kedua mata mereka terpejam, meluapkan jama*han kerinduan yang menggelegarkan hati dan mengoyakan gairah saat bibir mereka menaut, menyesap dengan lidah hingga memenuhi rongga mulut mereka.

Luigi mengurai ciuman itu lalu Steiner mendorong tubuh Luigi perlahan seraya bangkit berdiri kemudian ia melepas balutan terakhir di tubuhnya. Luigi menggigit bibirnya sambil mengusap puncak dadanya yang terasa perih. Ia merapatkan pahanya dan menutupi dengan jemarinya, bulu bulu halus coklat tua yang berbaris rapi membentuk segitiga dibawah perutnya. Matanya nanar melihat milik Steiner yang kokoh bak Rudal Balistik Rusia. Rudal yang membuat jantungnya seakan meledakan, desiran gelenyar berlarian merayapi seluruh tubuhnya.

Nafasnya serasa sesak saat Steiner menghampirinya dan membentangkan kedua pahanya dengan mengusapnya perlahan, "Kau masih saja malu malu, Lovely" bisik Steiner dengan tatapan lembut. Luigi menegang saat tubuh Steiner merangkak diatas tubuhnya, lalu condong ke arahnya seraya menggenggam rudal balistik yang siap menembus miliknya.

"Steinnn.. Pe..pelaann" bisik Luigi mengangkat kepalanya dan melihat kearah milik Steiner yang mengarah ke miliknya dengan menggigit bibirnya dan tatapan nanar, Luigi terkesima melihat rudal balistik itu melesak perlahan.

"Aahh.. Luii" Steiner mendorong perlahan pinggulnya seraya mendorong lutut Luigi keatas agar terbentang lebar.

"Aaaaa..aaaaahh Steinnn!" mata Luigi membesar saat melihat milik Steiner melesak jauh kedalam dan terbenam perlahan hingga pinggulnya terangkat keatas, hingga milik Steiner semakin tergelincir memenuhi miliknya seutuhnya.

"Aaaarrghh!" de*sah Steiner dengan suara berat.

"Aaa...aahh Steiner!" Luigipun menurunkan kepalanya hingga menengadah keatas saat Steiner mendorong dan menggoyangkan pinggulnya perlahan.

Steinerpun menangkupkan kedua tangannya ke indahnya buah dada Luigi hingga memenuhi jemarinya, lalu meremasnya. Wajah Luihi yang menengadah keatas menarik perhatian Steiner, ia pun menyergap dagu Luigi dan menyusuri leher jenjang yang lembut bak pilar pualam.

"Aaa..aahh.. Stein.. Ughhmm.. Stein.. Aaaa..hh" rint*ihan Luigi seakan menggema memenuhi telinga Steiner yang membuat Steiner terus menghujamkan rudal balistiknya dengan menekannya kuat kuat. Luigi semakin menggeliat dan mengikuti gerakan Steiner hingga pinggulnya terangkat meliuk liuk.

"Ughh.. Lovely.. Shh.. Aaarghh!" Steiner meng*ulum puncak dada Luigi, menghisapnya lembut dengan mere*masnya perlahan. Kedua paha Luigi yang terbentang pun menegang sangat erat, Luigi menjepit rudal balistik itu kian ketat hingga Steiner kalang kabut dibuatnya.

"Kau tidak bisa menahanya lagi, Lovely? Aahhh.. Luiii... Aaarrghh!" Luigi menggeleng dengan wajah memerah, matanya kian redup, bibirnya terbuka seakan tidak cukup menarik oksigen melalui hidungnya.

Melihat bibir Luigi merah merekah, Steiner tersenyum penuh pesona, lalu melu*mat bibir itu seraya berkata lembut "Aku mencintaimu, Lui.. Sangat memcintaimu melebihi hidupku" Steinerpun menghentakan miliknya dengan cepat dan mengerang dimulut Luigi.

"Ngghhh.. Nghhh.." Luigi pun menegang saat merasakan milik Steiner berdenyut, Luigipun mencengkeram punggung Steiner dan meledakan hasratnya. Luigi meliukan pinggulnya dengan nafasnya yang engah engah, sesuatu yang hangat menyembur dan Luigi bisa merasakan di perut bawahnya. Steinerpun melepas pagu*tan di mulut Luigi lalu memandangi wajah lembut dengan kilauan keringat yang menambah kecantikannya.

"Sangat indah. Aku mencintaimu, Luigi" ujar Steiner sambil menyeka wajah Luigi yang masih memerah di sudut pipinya.

"Aku lebih mencintaimu, Steiner.. My Love" balas Luigi dengan mendorong kepalanya kedepan lalu mencium bibir Steiner.

"Lui, cintailah Steiner Volkgaard. Jangan menyerah Lui. Jangan mundur, apapun yang kau lihat, apapun keadaannya, bertahanlah Lui. Karena Steiner tidak bisa hidup tanpa Lui" ujar Steiner sambil menciumi Luigi.

Luigi pun mendorong tubuh Steiner dan memunggunginya, Steiner pun menjatuhkan tubuhnya ke samping sambil menarik bed cover untuk menutupi tubuh Luigi yang tergolek tak berdaya.

"Siapa wanita itu. Kau ingin bertunangan dengannya? Kau ingin menikahinya? Kau tidak amnesia! Kau membohongiku! Apa kau tau perasaanku? Kau membuatku seakan akan wanita kedua yang merebut kekasih orang lain" airmata Luigi berhamburan seketika, Steiner mendekatkan tubuhnya dan memeluk Luigi dari belakang sambil membelai lembut rambut Luigi.

"Lui.. Tidak penting siapa wanita itu. Steiner tidak mencintainya. Steiner hanya mengagumi seperti Penggemar kepada Idolanya. Lui, pegang saja janjiku, jangan pikirkan yang lainnya. Steiner akan menikahi Luigi" bisik Steiner di telinga Luigi dan mengusap pundak hingga lengan Luigi.

"Kau bahkan memecatku!" Luigi menepis dengan menggedikan satu bahunya agar tangan Steiner menyingkir namun justru Steiner mendekap Luigi dan meletakan dagunya yang dipenuhi bulu bulu kasar di pundaknya.

"Lovely, kau akan menjadi pemilik KV. Kau akan menjadi wanita di balik kesuksesan Steiner Volkgaard. Kingdom Volkgaard akan hancur bila Steiner menikahi wanita lain selain dirimu. Lui, KV akan bangkit di tanganmu saat kau berada disisi Steiner Volkgaard" bisiknya lagi.

Luigi menyeka pipinya dan membalikan tubuhnya, Steiner tersenyum lalu merengkuh tubuh Luigi yang masih memberi jarak dengan kedua tangan yang menekuk dan mendarat di dada bidang itu.

"Kau memanfaatkanku?" tanya Luigi dengan menajamkan matanya.

"Tidak Lui, ingatlah 'stop bullying'-- Mereka mengandalkanmu Lui, mereka percaya kepadamu dan mereka butuh perlindunganmu. Lui, pegang saja janjiku. Aku akan membawamu ke altar. Steiner Volkgaard akan menunggumu dengan mata terpana karena kecantikanmu. Jantung serasa akan melompat Lui" ujar Steiner seraya mengecup kening Luigi.

Dan Luigi mendorong dada Steiner. Namun logikanya mencerna bagaimana perusahaan KV berjalan selama ini. Perlu dorongan dan gebrakan agar KV kembali melesat, pikir Luigi.

"Steiner Volkgaard, Steiner Volkgaard! Kau bicara seolah kau orang lain! Mengapa kau tidak mengatakan Aku akan menikahimu.. Mengapa kau selalu mengatakan Steiner Volkgaard akan menikahimu.. Kau seperti dua pribadi yang berbeda! Siapa kau sebenarnya! Aku mau Steinerku di Lembah Parnassus!" Luigipun histeris dan memukuli dada Steiner, ia meledakan tangisnya didada bidang itu dan Steiner memeluknya erat seiring buliran bening mengalir dari sudut matanya.

Seandainya aku bisa membawamu Lui.. Takdir memisahkan kita.. Di ruang dan waktu yang salah..

"Ini aku Lui! Ini Aku! Aku yang kau inginkan!" ujar Steiner parau. Luigi mengurai kedua tangannya dan memeluk erat punggung Steiner.

"Bagaimana jika ini hanya mimpi dan hanya ilusi? Bisakah kau mempercayaiku. Ketakutanku ketika kau berhenti mempercayaiku" ujar Steiner dengan perasaan sedih.

"Jika ini mimpi dan ilusi aku tidak mau bangun lagi. Aku ingin hidup di dalam mimpi dan ilusiku saja! Aku akan tetap mempercayaimu dimanapun kau berada" isak Luigi masih dengan menenggelamkan wajahnya di dada Steiner.

"Sekalipun kau bangun dari mimpimu, apa kau masih--

"Aku mempercayaimu dimanapun! Karena kau milikku!" dengan cepat Luigi memotong pertanyaan Steiner dengan mendongakan wajahnya.

"Iya Lui, aku milikmu dan kau milikku. Milik Steiner Volkgaard!" hati Steiner berantakan seketika saat melihat mata Luigi berlinang linang, ia menyekanya dan menciumi wajah Luigi dengan kelembutannya.

"Apakah kau Steiner Volkgaard?" tanya Luigi membuat Steiner menghentikan semua gerakannya dan tersenyum dengan menyusuri wajah Luigi yang matanya terlihat sembab dan hidungnya memerah.

"Kalau aku mengatakan bukan apa kau mempercayainya?" tanya Steiner dan Luigi menatap dalam wajah Steiner. Ia menyusuri wajah Steiner dengan mata berkaca kaca. Mata biru dengan sebagian wajahnya di penuhi bulu bulu kasar, Luigi tersenyum kemudian.

"Tidak! Kau adalah Steinerku!" Airmata Lui kembali terburai dan ia memeluk Steiner seeratnya. Steiner bahagia rasanya. Dan sakit hati Luigi lenyap seketika. Keraguannya menghilang dan tujuannya hanya satu yaitu membuat Steiner tetap berada disisinya apapun keadaannya!

Apapun keadaannya, kau harus tetap berada di sisiku.. Sekalipun kau menolakku ribuan kali dan menjatuhkanku berulang kali.. Karena aku percaya pada janjimu, Steiner.

"Aahh Lui, My Love.. Kau sangat manis bila bersikap manja begini. Mengapa kau sangat cengeng bila bersamaku" Luigi terkekeh lembut dan Steiner tersenyum di puncak kepala Luigi yang mengeluarkan aroma harum memikat. Tangan Steiner kembali menjalari punggung Luigi, detak jantung Steiner yang berdegup kencang membuat tubuh Luigi memanas. Sepanas permainan di ranjang itu kemudian.

-

-

-

"Aku sudah memeriksa semua cctv tetangga, dan cctv halaman rumah kita, bahkan cctv jalan raya dibantu polisi, Loraine! Tidak ada siapapun yang memasuki kamar Luigi!" seru Foster pada Istrinya yang masih terlihat cemas.

"Lalu bagaimana baju Luigi bisa robek! Apa kau bisa menjelaskan?! Dan punggung Luigi, Foster! Apa kau tahu saat aku menemukannya bersama Scott, kau melihatnya dengan jelas, Foster! Ada bekas telapak tangan di punggung Putrimu! Aku mau polisi menyelidiki ini sampai tuntas! Mereka tidak boleh menghentikan penyelidikan begitu saja, hanya karena tidak menemukan seseorang di semua cctv!" seru Loraine tak kalah lantang.

"Aku tahu aku tahu! Tapi tidak ada kerusakan apapun! Tidak ada tanda tanda pemerkosaan seperti perkiraanmu hanya karena gaun Luigi robek! Bahkan Dokter telah melakukan semua pemeriksaan dan Luigi masih virgin, Loraine! Ada yang salah dengan Putri kita! Kau ingat baik baik cerita Scott barusan bahwa seseorang yang menolong Luigi adalah orang yang merenggut kesuciannya dan dia menjadi kekasihnya! Ternyata itu berbeda dengan pernyataan Dokter! Bahkan semua tim penyelamat mengatakan tidak ada yang menolongnya saat itu! Putri kita butuh Psikiater, Loraine!" ujar Foster dengan menunjuk Loraine dengan kesal.

Scott dan Lui mulai bermain rahasia, ini tidak benar.. Untung Scott kelepasan berbicara. Loraine.

"Aku tahu mengapa Lui tidak mengatakan semuanya dan memendamnya sendiri bersama Scott, itu karena kita tidak mempercayainya-- Bisakah kita mempercayai Lui dan sedikit bisa memahaminya, dia putri kita, Foster! Toh siapa saja tidak bisa menjelaskan bagaimana kalung itu, gaun itu dan telapak tangan di punggung Putrimu! Apa kau bisa menjelaskannya? Putriku tidak butuh Psikiater! Tapi Cenayang! Aku selalu merasakan hawa dingin yang tidak biasanya sejak Luigi datang! Sejak kembali dari Yunani, Lui sering pingsan dan hawa dingin selalu berada di sekitarnya!" ujar Loraine kemudian duduk dan memijat keningnya.

"Loraine? Apa kau sudah kehilangan akalmu?" tanya Foster dan Loraine memilih diam sambil terus memijat keningnya, karena perdebatan itu membuatnya sangat pusing.

Apa yang terjadi dengan Putriku.. Aku harus menyelidikinya.. Tapi aku harus memulai dari mana.. Hmm, kamar Lui.. Aku akan memeriksanya.. Ya, aku akan memulainya dari sana. Loraine.

-

-

-

Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.

Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat. Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐

-

-

-

1
Arlin
kakkk plisss up dongg,, aku udah nungguuuuu,,
sampe ngulang baca lagiii😍
🌛Dee🌜
thor 🙏
Santi Nuryanti
yg ni jg dilnjtin thor...😍🤣
🌛Dee🌜
Lanjutin yg ini jg dg thor 🤭
venus
thor lama banget gak ada kabar nya, bener" gak ada jejak sama sekali.
Queen Yeol
Kak, aku bakal nunggu updetanya kk di novel ini huhuhu sehat-sehat disana ya kak❤️
venus: Aamiin
total 1 replies
bunga diana
baca ulang, terakhir baca 3 thn yg lalu kirain udaa update trnyata blm😄
Fitri Pio
baca berulang-ulang blm ada lanjutannya..
Fitri Pio
bersamaan dengan Luigi ditemikan
Fitri Pio
apakah jiwanya tertukar? apaan sih🤣🤣
Fitri Pio
wahhh .. ada apa d masa lalu ..
Fitri Pio
apakah bunga yg ditemukan d atas batu itu?
Fitri Pio
baca ulang sambil nunggu lanjutan🤣
Fitri Pio
belum ada juga hmm
Nitha Wulan Sari
aku kembali lgi setelah 3 thn. ternyata emang GK d lanjutin sama otor
Shanty Yang
authornya ngilang kemana yak, ga da notif sama skli 😌😌 sampe di tahun brp ini 🤭 tp masih brharap ada kelanjutannya ☺
Shanty Yang: 🤭🤭🤭😅😅😅
total 2 replies
Neneng Jubaedah
pliss lanjutin dong thor,3 tahun aku nunggu kelanjutan nya thor
comel21
bertahun2 nunggu
comel21
kamu kemana Thor kangen banget gara2 u gak update q JD males baca di platform ini udah 1 th lebih kira2
Aisyah Zahra
holla author apakah masih ada dn sehat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!