NovelToon NovelToon
Perfect Imperfecta

Perfect Imperfecta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / POV Pelakor / Karir / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Playboy / Tamat
Popularitas:283.3k
Nilai: 5
Nama Author: Etika

Bella sudah berusia dua puluh delapan. Ia masih belum memikirkan soal pernikahan dengan siapapun. Namun, ketika adiknya dilamar orang lain ia dijodohkan dengan seorang yang bahkan tak ia kenal dan sama sekali bukan tipenya.

Bella si perfeksionis harus menikah dengan Aska si urakan. Lantas kehidupan Bella berubah drastis setelah pernikahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Etika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lukisan

Diana menyalakan ponselnya yang kemarin diberikan Aska. Ia mendapat ratusan pesan dari Steven dan puluhan panggilan tak terjawab.

Ia buka satu per satu pesan yang menyuruhnya untuk segera datang ke lokasi casting, menanyai kabar untuk pemotretan dan segala jenis caci-maki yang berujung pemutusan hubungan kerja.

Dari : Steven

****** emang lu ya! udah dibantu malah nggak tahu diri. Besok-besok nggak usah datang lagi ke gua!

Diana membanting ponselnya ke atas kasur yang kosong. Membuat benda itu terpental-pental. Diana merasa tak tahu harus melakukan apa lagi untuk bertahan hidup, di satu sisi ia senang tak ada urusan lagi dengan manajemen model itu, terlebih dengan Steven yang kasar.

Tapi, untuk sekarang, tak ada gunanya ia terlepas dari Steven. Nyatanya satu-satunya orang yang sangat ia cintai sudah menikah. Tak mungkin Ayah Aska rela merestuinya untuk menjadi penghancur rumah tangga anaknya.

Diana menarik napas panjang, dan menahannya sambil memejam. Siapa tahu setelah ini ia akan mati. Tapi, ia tahu jika hidup sangat sulit, mati pun tak akan semudah itu. Benar saja, bukannya mati, Diana malah terbatuk dan segera berlari untuk mengambil segelas air kemudian meneguknya sampai habis.

Napasnya tersengal. Menahan napas untuk mati bukanlah cara yang efektif. Bahkan lompat dari gedung pun, tak akan berarti apa-apa jika memang takdir hidup masih panjang.

Diana mendengar pintu depan diketuk. Segera ia berjalan dan membukanya. Doni berdiri di depan pintu dengan pakaian kasual, membelakanginya. Ketika lelaki itu berbalik, Diana terlihat heran.

" Kok kamu udah pulang?" tanyanya.

Doni tersenyum dan menarik Diana untuk berjalan mengikutinya ke mobil.

" Aku bakal nepatin janjiku semalam."

Masih heran dengan tingkah aneh itu, Diana masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Doni.

" Jadi, kenapa kamu udah pulang?" Diana bertanya lagi. Masih penasaran.

" Aku ngajuin cuti selama tiga hari. Pak Niko membolehkan, soalnya selama ini aku rajin."

" Kenapa harus cuti?"

" Aku tahu kamu butuh teman."

Diana memandang Doni dengan seksama. Lelaki itu sangat baik sekali kepadanya.

" Di, maaf ya kalau semalem aku lancang," Doni merendahkan intonasinya.

Pikiran Diana kembali pada kejadian semalam yang cukup mengejutkannya. Jika Doni salah dan sampai harus minta maaf seeprti itu, artinya ia juga salah karena sudah mengizinkan Doni melakukannya. Namun, Diana sama sekali tak merasa bersalah.

" Di, kok diem? kamu marah ya?"

Diana kembali memandang Doni, " enggak kok. Kamu nggak salah. Kita berdua nggak ada yang bersalah."

Doni menelan ludah. Ia merasa sangat bersalah apalagi ia melakukannya tanpa pengaman. Doni benar-benar merasa bodoh dan tak tahu harus berbuat apa jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Suasana di dalam mobil hening. Hanya ada alunan musik hip-hop yang sering Doni dengarkan ketika sedang suntuk. Hingga mobil Doni memasuki parkiran sebuah pusat perbelanjaan.

" Kita mau apa?" tanya Diana.

Doni tersenyum, " beli baju buat kamu."

Diana membalas senyuman Doni, senang akhirnya ia akan punya baju ganti lagi. Ketika ia ingin membuka pintu mobil, tangannya ditahan oleh Doni. Lelaki itu mencium bibir Diana lama sekali. Ketika Doni menarik Bibirnya, Diana justru pindah ke pangkuan Doni.

Untuk beberapa saat mereka saling pandang, hingga akhirnya Doni buka suara, " Di, aku mau nikahin kamu."

Diana terperanjat. Tak percaya. Namun rengkuhan Doni segera menghilangkan kesadarannya. Kedua kali, mereka melakukannya di mobil.

***

Aska masuk ke apartemennya dan mendapati Bella sedang tertawa-tawa sambil melihat ponselnya. Lelaki itu memicingkan mata, penasaran dengan apa yang sedang dilihat Bella. Kemudian ia ikut tertawa terbahak-bahak dan membuat Bella yang belum menyadari keberadaannya jadi kaget.

" Aska!"

Aska mengambil tempat di sebelah Bella dan merebut ponsel itu, " apaan sih itu? lucu amat!"

Itu kartun humor yang lagi hits. Bella sempat melihatnya sekilas di beranda media sosialnya dan berhasil membuatnya tertawa. Akhirnya, Bella membuka profilnya dan membuatnya tertawa berkali-kali.

" Kamu dari kapan pulang?" Bella bertanya penasaran.

" Barusan," Aska menjawab sambil menekan-nekan ponsel Bella, " kamu udah simpan nomor aku ternyata," ucapnya sambil menekan simbol panggil, membuat ponsel dalam sakunya bergetar dan memutus panggilannya.

" Kamu belum simpan nomorku ya?"

Aska memberikan ponsel Bella kepada pemiliknya dan meraih ponsel miliknya di saku jaket. Mengetik-ngetik sesuatu dan menunjukkan kepada Bella jika ia juga menyimpan nomornya.

" Nih!"

Bella tersenyum membaca satu kata di sana, 'ISTRI'.

" Kok namanya begitu?"

" Karena aku mengakui kamu sebagai istriku. Emangnya kamu!"

Bella terkekeh melihat ekspresi Aska yang seperti anak kecil.

" Jadi? mau kuganti?"

" Nggak usah kalau kamu terpaksa.

Bella menyandarkan kepala pada bahu Aska, mengganti nama 'Aska' pada kontaknya menjadi 'SUAMI'. Kemudian Bella menunjukkan itu kepada Aska.

" Kenapa diganti?"

" Karena aku juga mengakui kamu sebagai suami."

Aska mencium kening Bella. Rupanya ia benar-benar sudah nyaris melupakan Diana.

" Ka, tadi ada urusan apa sama Ayah?"

" Apalagi kalau bukan bisnis."

Bella melingkarkan tangan, memeluk Aska, " bisnis apa lagi?"

" Yah, bisnis baru. Ayah mau aku jadi Manajer di sana."

" Kamu mau?"

" Kamu tahu Ayah kayak gimana? mau nggak mau aku harus mau. Apalagi, sekarang aku udah punya kamu. Aku punya tanggung jawab buat nafkahin kamu," Aska berbicara spontan. Kemudian ia diam, tak sadar dengan ucapannya. Sejak kapan Aska peduli soal tanggung jawab?

" Kamu nggak mau ngelukis lagi?"

Aska tak menjawab. Ia membalas pelukan Bella dan membiarkan kepalanya bergulat. Setelah ia merasa pusing, Aska akhirnya mengajak Bella ke kamar yang disulap menjadi galeri pribadi mininya.

Aska terkejut. Karena setelah pindah kesini, ia baru melihat galeri lukisannya yang tertata sangat rapi. Kemudian, Aska mempersiapkan peralatannya : kanvas, cat air dan kursi.

" Kamu duduk di sana, ya." Aska menunjuk kursi yang ia siapkan. Letaknya lurus dengan keberadaannya.

" Kamu mau apa?"

" Duduk aja."

Bella menurut. Aska merindukan kegiatan ini. Dulu, semasa masih dengan Diana, nyaris setiap malam Aska menggambar wajah Diana. Melakukan itu membuat mood-nya kembali meningkat. Dan sekarang, semenjak hubungannya dengan Diana kacau, semenjak Ayahnya menjodohkannya dengan Bella dan semenjak mereka menikah, ia sama sekali tak pernah menyentuh alat-alat lukisnya.

Aska memejamkan mata sebentar dan mulai menggoreskan cat minyak ke atas kanvas. Menggambar wajah seseorang yang bahkan tanpa melihat pun Aska sudah hafal. Setiap lekuk wajahnya, mata, hidung, bibir bahkan jemarinya Aska tak mungkin salah.

Ketika wajah itu sudah jadi, Aska kecewa. Karena ia berniat melukis Bella, tapi malah wajah Diana yang ia lihat sekarang. Di depannya.

Aska membanting kuasnya dan berdiri, berjalan meninggalkan Bella dengan ketidakpahamannya.

Di dalam ruangan, Bella memandang heran kepergian Aska. Ia ingin mengejar lelaki itu, namun ia justru mendekati kanvas yang dilukis Aska.

Bella nyeri, namun dengan begitu ia jadi tahu jika Aska masih belum bisa melupakan Diana.

Bella kecewa.

***

1
Resti Chaniago
astaga diana, knp ngga lepas kerjaan itu aja dr dulu sih
Yesi Marlina
rugi donk bela dapat Aska yg sudah celap celup sama diana
Rini Haryati
bagus
sukses
.....semangat
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan ❤️
Hello_Clo
Violita Putri
pengen liat azka nyesel karena lebih milih diana
Violita Putri
serakah
Violita Putri
kuat janinnya padahal sempat overdosis
Violita Putri
ntar mutia hamil trs minta tanggung jawab 😏
Violita Putri
jangan Bella dulu dong yg jatuh cinta
Ilan Irliana
y loe buruk lg..celup sana celup sono...wllee
Ilan Irliana
bagus lh aska milih diana...mg mutia nnt dtg trus hamil ank aska....bella bhgia m cnt br'y...aska puyeung m 2 cewek'y...hihi
Ilan Irliana
astaga...mg ktauan y m bella..
widya widya
Bella sama Arya aja.. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Labil bener ga sesuai umur.. aska plin plan pula dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
widya widya
lebih setuju bella dan arya. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Blm lg aska plin plan dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
Aulia Franisti08
semangat
Jeny Chan
like kakak...
Aulia Caem
mntep
J-nee Suho💃
eeeh udah tamat aja.. seneng liat bella akhirnya bahagia.. semoga aska juga bahagia yah thor nanti nya..
Diary Tika: Kita lihat saja nanti hehe. Terimakasih buat dukungannya! 😁
total 1 replies
J-nee Suho💃
yang langgeng ya bella sama arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!