NovelToon NovelToon
Aku & Kamu Berbeda

Aku & Kamu Berbeda

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Indigo / Mata Batin / Roh Supernatural / Hantu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ummiqu

Menceritakan sisi kehidupan seorang Faiq sebagai anak indigo.

Berbeda dengan saat di novel 'Guna Guna', kali ini kehidupan Faiq akan dikupas secara detail sejak ia kanak-kanak hingga dewasa.

Kisah Faiq menjalani hidup yang harus bersinggungan dengan dunia lain yang baginya antara ada dan tiada.

Juga serunya persahabatan Faiq dengan mekhluk ghaib yang enggan meninggalkannya.

Kisah apa lagi yang akan dijalani Faiq ?.

Penasaran, ikuti kisahnya yuk....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 ( Tumbal Ke Enam )

Dengan mata batinnya Faiq melihat jika sesajen yang diletakkan di pojok kamar Karin nyata adanya dan Karin tak sedang berhalusinasi. Ada seseorang yang meletakkannya di sana secara rutin setiap hari.

Faiq terkejut saat menoleh kearah si Mbok yang merupakan asisten rumah tangga keluarga Karin. Seperti yang dilihatnya tadi dalam pandangan mata batinnya, si Mbok lah yang sudah meletakkan sajen itu di sana.

" Ssstt, ga usah bilang sama si Mbok soal misi Gue sama temen-temen ke sini ya...," pinta Faiq.

" Iya, tenang aja. Gue bilang kalo Kalian cuma mau belajar kelompok di sini...," sahut Karin.

" Ok, ntar malam Gue sama Sakti dan Ibram balik ke sini lagi...," kata Faiq.

" Mau ngapain...?" tanya Karin sambil mengekori Faiq yang kembali ke ruang tamu.

" Ck, Lo mau dibantuin ga...?!" tanya Faiq kesal.

" Mau dong. Tapi ngapain rame-rame sama dua curut ini sih...," protes Karin.

" Eh, Oneng. Lo mau digrebek lagi berduaan sama Faiq di kamar. Tau ga kelanjutannya, Lo berdua bakal diarak keliling kampung karena dikira udah berbuat mesum. Mau Lo kaya gitu...?!" tanya Ibram gemas.

" Oh gitu. Tapi kalo Lo bertiga ada di kamar Gue, apa ga tambah parah dugaan warga sama Gue kalo Kita ketangkep. Gue pasti dituduh cewek maniak s*x karena berani bawa tiga cowok masuk ke kamar Gue di tengah malam buta...!" seru Karin tak terima.

" Kita ga masuk ke kamar Lo Rin...," kata Faiq.

" Terus maksudnya gimana sih...," tanya Sakti bingung.

" Kita tetap ke sini. Tapi Kita ga masuk ke kamar Karin. Kita nunggu di luar jendela aja, gitu maksud Gue. Lo sih pada piktor, jadi hal sederhana kaya gini jadi melebar kemana-mana...," kata Faiq kesal.

" Oh gitu. Sorry, kirain...," kata Sakti sambil nyengir kuda.

" Ih, ngeri Gue. Kalo itu Lo yang datang sih gapapa. Lah kalo pencuri gimana...?" tanya Karin takut.

" Aktifin ponsel Lo, ntar Kita telephon Lo kalo udah deket...," kata Faiq dan diangguki ketiga temannya itu.

" Itu jauh lebih baik...," sahut Karin setuju.

\=\=\=\=\=

Malam harinya.

Faiq, Ibram dan Sakti sudah hadir dan nampak bersembunyi di sudut pekarangan rumah sesuai arahan Karin tadi siang.

Tiba-tiba ponsel Faiq yang dalam mode silent itu bergetar tanpa suara dengan layar ponsel yang menyala berkedip kedip.

" Kenapa Rin...?" tanya Faiq.

" Gue baru mau tidur nih. Tapi kaya biasanya deh, mata Gue berat banget. Ngantuk...," kata Karin sambil menguap.

" Gapapa, Lo tidur aja. Kita di sini ngawasin Lo. Tapi ingat, sisain celah di samping gorden jendela kamar Lo buat ngintip...," sahut Faiq mengingatkan.

Sepi tak ada sahutan. Rupanya Karin sudah terlelap. Faiq, Ibram dan Sakti pun bergeser mencoba mengintip melalui celah jendela. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat pintu kamar Karin terbuka dengan sendirinya. Padahal Karin mengatakan bahwa pintu selalu dikunci. Mereka melihat si Mbok meletakkan piring sajen yang dibawanya di pojok kamar Karin.

Setelah meletakkan piring sajen, lalu si Mbok merapikan selimut Karin sambil menatap Karin lembut. Tampaknya ia menangis. Sesekali ia mengusap wajah Karin dengan iba. Tak ada suara yang terdengar. Tapi dari gerakan bibirnya Faiq tahu jika si Mbok mengucapkan kata 'maaf' berkali-kali kepada Karin.

Setelahnya si Mbok keluar dari kamar dengan hati-hati. Faiq lalu mengetuk jendela kamar Karin perlahan mencoba membangunkan Karin. Tapi nampaknya Karin benar-benar tertidur pulas hingga melewatkan semua kesepakatan mereka siang tadi.

" Wah dasar kebo. Tidur aja sampe ga dengar apa-apa...," gerutu Sakti.

" Dia ada dalam pengaruh ilmu hitam, jadi wajar ga bisa dengar apa pun...," kata Faiq membela Karin.

" Terus Kita ngapain nih Iq...?" tanya Ibram.

" Harus bangunin Karin baru bisa lanjutin. Tapi kalo Karin ga bangun, ya lewat lah satu malam ini. Sia-sia aja Kita ke sini...," sahut Faiq.

" Ok, serahin ke Gue...," kata Ibram lalu mengeluarkan ponselnya. Ia mulai menelephon nomor ponsel Karin berulang-ulang hingga membuat Karin terganggu dengan suara dering ponselnya dan membuka matanya dengan paksa.

Melihat Karin terbangun, Sakti pun melemparkan kerikil ke dalam kamar Karin melalui celah kusen untuk memberi kode. Karin yang tersadar segera menghampiri ketiga temannya dan membuka jendela perlahan.

" Sorry, Gue ketiduran. Gimana, apa Kalian liat sesuatu...?" tanya Karin.

" Buruan Lo ambil piring sajen yang ada di pojokan kamar Lo...!" perintah Faiq.

Mata Karin membulat. Ia terkejut karena merasa 'kecolongan' lagi. Namun Karin bergerak cepat, ia mengambil piring sajen itu lalu menyerahkannya kepada Faiq.

Faiq menerimanya, lalu memercikkan sajen dengan air ruqyah yang dibawanya. Setelahnya Faiq membungkusnya dengan kain putih yang dibawanya.

" Udah, Lo balik tidur aja. Sisanya serahin sama Kita bertiga...," kata Faiq.

" Tapi Kalian hati-hati ya...," kata Karin cemas yang diangguki ketiga temannya itu. Lalu setelahnya Karin menutup jendela rapat-rapat.

" Ayo Kita cabut dari sini...," ajak Faiq kepada Ibram dan Sakti.

Mereka berhasil keluar dari pekarangan rumah Karin sambil mengendap-endap lagi. Lalu mereka naik ke motor dan memacu kendaraan mereka mengikuti Faiq yang sudah lebih dulu menuju ke aliran sungai yang melintas dekat komplek perumahan Karin.

" Ngapain Kita ke sini...?" tanya Ibram.

Faiq hanya diam sambil mengeluarkan bungkusan kain putih yang dibawanya tadi. Lalu Faiq membuang sajen beserta piringnya ke aliran sungai sambil terus berdzikir. Setelah melihat piring sajen itu hanyut bersama aliran sungai, Faiq nampak tersenyum.

" Insya Allah Karin selamat...," kata Faiq.

" Alhamdulillah. Jadi Karin bisa tenang deh. Tapi sebenarnya ada apaan sih...?" tanya Ibram penasaran.

" Insya Allah besok Gue jelasin ya. Biar sekalian di depan Karin. Sekarang Kita balik ke rumah dan istirahat...," sahut Faiq.

" Terus kapan Lo tau di sini ada aliran sungai...?" tanya Ibram lagi.

" Gue liat tadi siang pas pulang dari rumah Karin...," sahut Faiq mulai menstarter motornya lalu meninggalkan Ibram dan Sakti.

" Dasar Bocah gendeng. Bukannya terima kasih malah ninggalin. Awas Lo ya...!" seru Sakti lalu menyusul Faiq diikuti Ibram di belakangnya.

\=\=\=\=\=

Esoknya mereka berempat kembali bertemu untuk membahas kejadian di rumah Karin semalam. Faiq memperlihatkan video rekaman saat si Mbok masuk ke dalam kamar Karin.

" Serius Gue udah kunci pintu. Tapi kok si Mbok masih bisa masuk ya...," kata Karin bingung.

" Kayanya dia cuma disuruh. Coba Lo liat, dia nangis kan...," kata Faiq.

" Iya. Dia juga minta maaf ya ke Gue. Ini ada apa sebenarnya Iq...?" tanya Karin.

" Lo hampir dijadiin tumbal oleh seseorang yang menginginkan kekayaan atau kesuksesan dengan cara instan. Dan Lo adalah tumbal ke enam. Setelah tumbal berjumlah tujuh orang, maka kekayaan dan kesuksesan akan datang dengan sendirinya kepada si penyembah iblis itu...," sahut Faiq.

" Ya Allah. Siapa yang tega jadiin Gue tumbal...?" tanya Karin dengan air mata menggenang saking terkejutnya.

" Orang dekat Lo sendiri...," sahut Faiq datar.

" Siapa...?" tanya Karin dengan suara bergetar.

Faiq menatap Karin lekat seolah ragu memberi tahu kenyataan yang sebenarnya.

bersambung

1
Lisa Yacoub
sekarang nbsp ditambah span span, thor...
any Sulistiani: mohon maaf atas ketidak nyamanan ya kak 🙏🏻🙏🏻
(author udh sampein keluhan ini tp blm direspon smpe skrg)
total 1 replies
Lisa Yacoub
nbsp nya ngganggu bener, thor
Rizky Rahma Aulia Akbar
aku takutnya Anya jadi asha dan asha jadi Anya. masih dugaan sihhh
any Sulistiani: in syaa Allah siaapp ... /Smile/
total 7 replies
Sweett SumMina
Lumayan
andi widya
Luar biasa
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏😊
total 1 replies
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
Thor pelaku dlm cerita kok bisa berubah, seharusnya Fatur kok jadi faiq
Cinta Kedua
Lumayan
Cinta Kedua
Biasa
Cinta Kedua
Buruk
Cinta Kedua
Biasa
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
mantab
Kemlinthi Kemethak Kemlenthus
Biasa
Pamod Raharjo
Bagus membacanya bisa terhanyut persaann penulis membawakan penulisannya dengan bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk 🙏
total 1 replies
Hariyanti Katu
masya Allah thoorr🥰🥰karyax bagus banget👍👍
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya say 🙏😘
total 1 replies
Hariyanti Katu
🥺🥺
Hariyanti Katu
knp banyak kata2 span thor
any Sulistiani: iya, mhn maaf atas ketidak nyamanannya Krn sdg berusaha direvisi 🙏
total 1 replies
Dementor
Luar biasa
Hariyanti Katu
astaga🫢🫢
Dementor
Luar biasa
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya ya kak 🙏😊
total 1 replies
Hariyanti Katu
kasihan jg sm harlan😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!