NovelToon NovelToon
Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: HaruMini

Warning+++ cerita Dewasa!
Bijaklah dalam memilih bacaan

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat ditunjukkan untuk Valeno Waradhana, yang mengikuti jejak sang daddy di masa mudanya.

Bagaimana tidak, karena setiap malam Valeno selalu ditemani wanita yang berbeda untuk memuaskan nafsunya di atas ranjang.

Tinggal jauh dari kedua orang tua dan juga kedua saudaranya, membuat Valeno leluasa melakukan apa yang di inginkannya.

Hingga Valeno harus menerima perjodohan saat dirinya kembali ke Indonesia, dengan Fillea Abraham gadis yang ditemuinya di club malam. Yang membuat kesepakatan dengan dirinya.

Fillea Abraham gadis arogan yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.

Karena kesepakatan keduanya harus menjadi sepasang suami istri dan terjebak di dalamnya.
Saat keduanya baru menyadari bahwa keduanyalah yang di jodohkan oleh kedua orang tua masing-masing.

Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga karena perjodohan?

Akankah ada cinta yang tumbuh di antara keduanya? Atau sebaliknya?


Cover by Enka Idris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Kabar Baik

"Auh sakit," ucap Valeno dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka saat Fillea menendang tubuh Valeno hingga Valeno terjatuh dari tempat tidur. 

"Kurang ajar kau Leno!" teriak Fillea sambil melempar semua bantal dan guling yang berada di atas tempat tidurnya ke arah Valeno yang masih tergeletak di atas lantai. "Aman, masih melekat ini juga masih aman," ujar Fillea sambil memegang gunung kembarnya saat mendapati masih terbungkus sempurna begitupun dengan piyama yang digunakan juga masih pada tempatnya. 

"Aku tidak melakukan apapun," ujar Valeno sambil menguap dan beranjak dari lantai kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Fillea.

"Tidak melakukan apapun kamu bilang? Aku melihat sendiri kamu memelukku Leno!"

"Apa kamu sudah lupa kalau kamu yang memelukku duluan saat aku memindah mu dari sofa semalam, jangan mengganggu, aku masih mengantuk bangunkan aku dua jam sebelum penerbangan," ucap Valeno yang langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. 

"Apa benar yang Leno katakan? ah tidak mungkin aku tidak sudi kalau harus memeluknya najis," ucap Fillea yang langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. 

"Apa! Tidak mungkin!" teriak Fillea saat dirinya berada di ruang ganti setelah membersihkan diri ketika melihat jam dinding yang berada di ruang ganti menunjukan jam sebelas siang yang artinya dua jam lagi dirinya akan melakukan penerbangan ke Italia. Fillea langsung berlari keluar ruang ganti dengan terburu-buru untuk membangunkan Valeno. 

"Leno bangun ini sudah jam sebelas siang Leno, bangun. Jadwal penerbangan kita jam satu Leno cepat bangun!" teriak Fillea sambil menggoyang goyangkan tubuh Valeno yang masih tertidur pulas, kemudian Fillea menarik selimut yang menutupi tubuh Valeno saat Valeno tetap saja tidak membuka matanya. Membuat Valeno perlahan membuka matanya sambil menggeliat dan matanya langsung terbuka lebar sambil menelan ludahnya sendiri saat melihat Fillea. 

"Jangan menatapku begitu. Cepat bangun dan mandi nanti kita bisa terlambat dan ketinggalan pesawat. Leno kamu mendengarkan apa yang aku katakan atau tidak. Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Fillea sambil menatap tubuh nya sendiri.

"Tidak!" Teriak Fillea yang langsung berlari menuju ruang ganti saat mendapati dirinya hanya menggunakan pembungkus gunung kembarnya dan juga celana segitiga yang menutupi sebagian hutan belantara miliknya yang masih gundul akibat penebangan liar. 

"Sial, kenapa aku lupa mengenakan pakaian dasar bodoh," Fillea merutuki dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sendiri saat sudah berada di dalam ruang ganti. 

"Sial kenapa kau selalu memancingku Lea," ujar Valeno yang langsung masuk kedalam kamar mandi saat juniornya sudah tidak dapat dikendalikan lagi. 

"Leno kamu mandi atau semedi lama sekali di dalam, ayolah Leno kamu sudah setengah jam di dalam dan kamu sudah membuang buang waktu kita. Leno keluarlah,Leno!" teriak Fillea sambil menggedor gedor pintu kamar mandi berulang kali tapi Valeno masih belum juga keluar dari kamar mandi. "Aku dobrak nih pintu, keluar tidak kau Leno!" teriak Fillea lagi sambil menendang pintu kamar mandi membuat Valeno langsung keluar dari kamar mandi. 

"Berisik sekali, kamu membuyarkan konsentrasiku saja," gerutu Valeno yang keluar dari kamar mandi sudah dengan berpakaian rapih. 

"Konsentrasi, kamu kira kamu sedang ujian, ada-ada saja sudah jangan banyak bicara kita sudah terlambat," ucap Fillea yang langsung menarik tangan Valeno untuk keluar dari kamar. 

"Pengantin baru, kesiangan yah sampai rambut basah begitu," ledek Mario yang sudah berada di ruang tamu bersama dengan mommy, daddy Valeno dan juga paman Malik dan bibi Sabila yang sudah berkumpul sadari tadi untuk memastikan Fillea dan juga Valeno berangkat bulan madu.

"Kapan kamu menyusul Mario," sambung daddy Valeno membuat Mario hanya nyengir kuda kearah daddy Valeno. 

"Selamat bersenang-senang sayang selama bulan madu, jangan lupa berikan kami semua kabar baik setelah kepulangan kalian," ujar mommy Valeno sambil mendekat ke arah Fillea dan menggenggam tangan Fillea membuat Fillea hanya tersenyum. 

"Iya Lea, dan bibi sudah menyiapkan sesuatu untuk kamu jangan lupa dipakai, tadi bibi Surti sudah memasukkannya ke dalam koper milikmu, ingat dipakai," sambung bibi Sabila. 

"Baik bi," ucap Fillea yang langsung berpamitan kepada semuanya saat jam di ponselnya sudah menunjukan pukul dua belas siang kurang lima belas menit. 

"Leno kerahkan semua tenagamu, dan buat bibit unggul seperti daddy membuatmu," ucap daddy Valeno dan Valeno hanya mengangkat jarinya membentuk lambang ok. Saat Fillea sudah menariknya masuk kedalam mobil. 

"Lihatlah Hijo anakmu sudah tidak sabaran, kapan kamu akan menyusul anakmu?" tanya paman Malik pada papah Fillea.

"Jangan berkata seperti itu Malik, aku sudah tua tinggal menunggu giliran kapan aku akan dipanggil oleh yang maha kuasa," Jawab papah Fillea menepuk punggung paman Malik sambil melambaikan tangannya ke arah Fillea yang sudah masuk ke dalam mobil.

"Ya ampun aku lupa, Mario hentikan mobilnya!" perintah Valeno saat Mario baru saja melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Fillea.

*

*

*

Bersambung............

1
Hanifah 76
Luar biasa
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🔥🔥🔥🔥🥰
meya
akhirnya terjadi juga😅😅😅
meya
lanjut apa d tendang lagi tuh
meya
lahh malah d tabok🤣🤣🤣
Asiyah
Luar biasa
Mia Sukatmiati
kenapa kesannya disini Le sombong banget Yach,,merendahkan sekali ke Leno,,
Mia Sukatmiati
Ya ampun 20milyardd,,,apa dayaku yg cuma dikasih uang 200rb🤣😭
Vanettapink Fashion
Luar biasa
Yulia Anwar
mantul thor ceritanya😁😁
Pak Yan
MANTUL BUANGET KAK CERITAMU INI..... AKU SUKA.... AKU SUKA..... MANCHAP !!!!!!!! 🤔🤔🤔😲😲😊😊😊😉😉😉😂😂😂😂😂😆😆😆😆👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Yuliana Purnomo
meweek thor😭😭😭
JD ingat kisah hidupku yang ditinggal bercerai orang tua,,aku jg adekku ketika itu msh blm TK,,dan BPK merawat kami berdua
Yuliana Purnomo
halaaaah modus ulat bulu
DG s
😃😃
Puji Rahayu
kok rodo ganjell..yo panggilan nya???
pus kus...kek aneh wae rasane.
IG harumini_12: lebih aneh bapak sama emaknya kak, mataku hatiku, 🤣 udah baca belum kak?
total 1 replies
Puji Rahayu
eh ozaa.....👄👄👄
Puji Rahayu
nih crita leno toh...
kakak ipar mario...👍
Eko pw
❤😘
elita cantik
top markotop
Ti'ana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!