NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:273.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ular yang bermahkota

Perlahan- lahan... Makhluk aneh itu menampakkan wujudnya, kini tidak berupa bayangan lagi.

Tapi...

Wujudnya seperti seekor ular yang lumayan besar dan panjang, di kepalanya ada rambut yang sangat panjang, hampir setengah badannya.

Dengan kepala yang memakai mahkota, yang sangat indah.

Di tengah-tengah mahkota, nampak sesuatu yang bersinar sangat terang, berkilauan menyilaukan mata yang melihatnya.

Seperti intan permata atau berlian.

Bunga menutupi kedua matanya, dengan menggunakan telapak tangannya, dia mencoba untuk menghalangi kilauan benda itu, supaya tidak masuk ke dalam matanya.

" Aaaah.... Tolong... Pergi... Pergi!" Bunga menjerit ketakutan. Bunga mundur sampai ke pojok ruangan, untuk mencari perlindungan dengan tak henti-hentinya menjerit dan berteriak-teriak.

Tapi, tidak seorangpun yang mendengarnya.

Tak seorangpun yang datang untuk menolongnya.

Mungkin karena hari sudah terlalu malam, di tambah hujan yang turun mengguyur bumi dengan sangat derasnya.

Keringat dingin sudah membasahi sekujur tubuhnya.

Di pojok ruangan kamar tidurnya, dia berjuang sendirian menahan rasa takut yang teramat sangat.

Dia berlindung di balik bantal.

Dengan perlahan-lahan, dia coba untuk mengintip makhluk aneh itu, antara ketakutan dan rasa penasaran.

Bunga melihat dengan matanya sendiri, sangat jelas terlihat...

Kepala makhluk aneh itu, perlahan-lahan bergerak masuk ke lengan jaketnya dia, yang tergantung pas di samping kusen pintu kamarnya.

Lengan jaketnya pun nampak menyala dari dalam, sungguh indah dan menakjubkan.

Karena terhalang oleh jaket, sinarnya tidak terlalu menyilaukan mata.

Perlahan-lahan, makhluk aneh itu memasuki lengan jaketnya.

Bunga menyaksikannya Sendiri, dengan jantung yang berdegup sangat kencang.

Tangannya yang memegang bantal dan gagang sapu pun, bergetar tak bisa di kendalikan.

Bunga ingin menggerakkan tangannya yang memegang gagang sapu itu, ia ingin memukul makhluk itu.

Namun, tak sedikitpun tangannya bisa bergerak.

Dia tidak berdaya.

Jangankan mengangkat sapu, sekedar menggerakkan jari telunjuknya pun sangatlah susah.

Rasa terkesima dan terkejutnya serta ketakutannya telah mengalahkan segalanya.

Akhirnya dia hanya bisa menatapnya dengan melotot terkesima.

Dengan seluruh persendian yang terasa kaku.

Sedikit demi sedikit, kepala makhluk aneh itu masuk ke dalam lengan jaketnya Bunga.

Kemudian badannya juga, dan...

lama kelamaan, seluruh tubuhnya hingga ekornya pun masuk ke dalam lengan jaketnya Bunga.

Bunga begitu terkesima menatapnya.

Setelah makhluk aneh itu masuk ke dalam lengan jaketnya Bunga, dia baru tersadar.

Segera di kibaskannya sapu yang dipegangnya itu.

" Prak... Prak..." Gagang sapu itu di pukul-pukulkannya ke lengan jaket yang tadi di masukin oleh makhluk aneh itu.

Tapi, tak terlihat apapun di sana.

Tak nampak ada sesuatu yang mencurigakan.

"Praaak... Praaak..." Bunga memukulkan kembali gagang sapunya itu, hingga berulang-kali.

Namun, tetap tak ada apapun di sana.

Hanya lengan jaketnya saja.

Makhluk aneh yang tadi terlihat masuk, kini tak terlihat lagi.

Sinar yang tadi nampak sangat menyilaukan mata pun, kini raib entah kemana. Hilang dengan begitu saja.

" Haaah?... Kemana...?... Kemana perginya makhluk aneh itu?" Bunga tersentak kaget.

Bunga sangat kaget sekali, karena dia sangat yakin!

Tadi dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, kalau makhluk aneh itu masuk ke dalam lengan jaketnya.

" Sungguh sangat aneh..." Gumam Bunga lagi.

Perlahan-lahan, rasa takut yang tadi menyelimuti dan menyiksanya, kini berubah menjadi rasa penasaran yang mulai menyeruak dari dalam hatinya.

Rasa penasaran kian membuncah di dalam hatinya. Karena perasaan itulah, akhirnya

Bungapun lalu berdiri, dengan perasaan takut dan juga rasa penasaran, berbaur menjadi satu di dalam dadanya.

Bunga berjalan berjinjit dengan perlahan, mencoba untuk mendekati jaketnya yang tergantung di samping kusen pintu itu.

Perlahan-lahan Bunga mendekati kusen pintu itu, dan... Dengan ragu Bunga mengulurkan tangan kanannya, ke arah jaket yang tergantung di samping kusen pintu itu.

Sebelum mengambil jaket miliknya itu, Bunga mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

Matanya mencari-cari di mana makhluk aneh itu berada.

Bunga tak habis pikir dengan semua kejadian yang terjadi sa'at itu. Mana dirinya tengah sendirian berada di rumah, karena, Anjar Suaminya belum pulang juga.

Mana di luar hujan lumayan deras lagi...

Sungguh menambah kelam dan menyeramkannya suasana di malam itu.

Dia memberanikan diri untuk merabanya, walau hanya dengan menggunakan gagang sapu.

Tapi, tetap dia tidak menemukan apapun di sana.

Karena rasa penasarannya yang teramat sangat kuat itu, Keberaniannyapun timbul dalam dirinya, Bunga mengambil jaket yang tergantung itu, dia kibas-kibas kan jaket itu dengan kuat.

Dengan harapan makhluk aneh itu bisa di temukannya di sana.

Karena dia yakin! Tadi dia melihatnya masuk ke lengan jaketnya itu.

" Tidak ada apa-apa..." Gumamnya kebingungan sendiri.

Kemudian Bunga membalikan jaket itu, Bunga menjadi begitu sangat penasaran dengan apa yang dia lihat tadi.

" Kemana perginya makhluk aneh itu?... " Bunga bergumam lagi, dengan rasa penasaran yang kian menyelimuti hatinya.

" Jelas, tadi aku melihatnya kalau makhluk aneh itu masuk ke dalam lengan jaket ku ini... Tapi, kemana dia sekarang?..." Gumamnya lagi.

Dia bertanya untuk ke sekian kalinya, pada dirinya sendiri.

Perasaan takut yang teramat sangat yang dia rasakan tadi, kini hilang sudah, berganti dengan rasa penasaran yang begitu kuat.

Seumur hidupnya, baru kali ini Bunga melihat sosok makhluk aneh seperti itu.

Tak hanya jaketnya saja yang dia periksa, tapi dia mencari-carinya ke seluruh ruangan kamarnya.

Lemari pakaiannya pun tidak luput dari sasaran pencariannya.

Kolong meja dan kolong tempat tidur pun dia periksa dengan teliti. Tapi.. Makhluk aneh itu tidak menampakkan wujudnya lagi.

Padahal, kalau seandainya Makhluk aneh itu menampakkan wujudnya lagi, entah apa yang akan terjadi kepadanya?...

Apakah dia akan kuat melihatnya?...

Apakah dia akan baik-baik saja?...

Apakah dia akan berani menghadapinya?...

Itu semua belum tentu!...

Tak mungkin, Bunga mampu menghadapinya sendiri, karena wujud makhluk aneh itu sangatlah menyeramkan siapapun yang melihatnya.

Setelah Jaketnya dia bolak-balik,

dia kibas-kibas kan sekuat tenaga. Tapi, tetap makhluk aneh itu tidak di temukannya.

Hingga dia merasa cape sendiri.

Akhirnya, Bunga beranjak ke ruang tengah, diapun duduk di sana, dengan menyelonjor kan kedua kakinya.

Punggungnya menyender ke dinding, di tatapnya jam yang tergantung di dinding ruangan itu, jarumnya menunjukkan ke angka sebelas tepat.

Hampir tengah malam, bathinnya.

" Kenapa suamiku belum pulang juga, tidak seperti biasanya. Apa dia baik-baik saja gitu?... Apa dia langsung kerja?.. Atau... Ya Allah.. Lindungi suamiku, jangan biarkan sesuatu yang tidak ku inginkan terjadi padanya." Gumamnya perlahan, dia Berdo'a

kepada Allah SWT.

Bunga mencoba mengusir sepi, dia nyalakan televisi dua puluh satu inci itu. Dia berharap bisa mengusir rasa sepinya malam itu, dengan menonton acara TV, siapa tahu ada acara yang menarik hatinya.

Di luar nampak sangat sepi, tidak terlihat ada orang yang lewat di sana.

Hujan masih setia mengguyur bumi.

Suasana begitu menyeramkan.

Beberapa makam tua yang berderet rapi di samping rumah, semakin membuat suasana malam itu membikin bulu kuduk

semakin merinding.

Bunga celingukan sendiri dalam ketakutan dan kengerian.

Dia bingung, harus bagaimana?...

Untuk mendatangi rumah bu Heni, rumah yang paling dekat, yang ada di belakang rumah kontrakannya itu, tidaklah mungkin di suasana malam yang sudah semakin larut itu.

Bunga tidak mau mengganggu Keluarganya Bu Heni.

Satu persatu saluran tv di lihatnya, tapi tidak ada yang bisa menarik perhatiannya.

Bunga kemudian bangkit dari tempat duduknya. Kemudian dia berjalan ke belakang, dia hendak pergi ke kamar mandi.

Namun...

Belum sampai dia di kamar mandi, dengan tidak sengaja matanya menatap sesosok makhluk yang aneh...

Makhluk aneh yang tadi dia lihat di kamarnya, dan masuk ke dalam lengan jaketnya itu, kini berada di pojok dapur.

Sesuatu benda yang bersinar pada mahkotanya itu, mampu membuat keadaan dapur menjadi sangat terang benderang dan berkilauan.

Semua yang di hadapannya itu membuat Bunga terpaku kembali untuk yang kedua kalinya.

Seluruh tubuhnya kembali kaku, sendi-sendi nya tak lagi bisa bergerak.

Rahangnya mengeras seketika, tak ada kata yang bisa di ucapkan nya.

Matanya melotot terkesima...

Dan...

Akhirnya tubuhnya lemas terkulai , dia tak sadarkan diri dalam kesendirian di malam yang dingin dan sangat mencekam itu.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!