Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Menuju Pinangan #2 end.
Yudha Putra Baskoro.
saat ini mataku terasa sangat berat,Bagus sudah membawakan beberapa minuman kaleng yang bisa membuat mataku terjaga,ya...hanya beberapa jam saja sampai acara ijab dan sapaan selesai kasur lah tujuan utamaku.
kakinya mulai melangkah lebar bersama bagus memasuki ruangan dimana sudah hadir beberapa keluarga ayah dan mamah,keluarga yang selalu mencari muka tentunya dimana saat ini banyak senyuman yang dia terima namun terbalik menjadi cibiran ketika dirinya sudah berjalan jauh,menggelikan.
nuansa elegant peach dan berbagai bunga menghiasi setiap sudut ruangan dan dapat dipastikan ini pasti semua usaha mamanya,diusianya yang sudah menjadi seorang nenek namun masih selalu semangat mengatur acara bahkan sampai saat ini masih ikut mengatur dirinya yang selalu abai,mengagumkan
duduk diapit oleh mama dan ayah seperti ini membuatku mengingat pertama kali aku meminang Chaterine,sial wanita itu lagi..!!!
jantungku mulai berdegub saat mataku terkunci pada sosok gadis belia yang menatapku dengan intens,mungkin dia juga ikut tegang sepertiku kufikir namun jantungku kian berdegub saat sang gadis kembali tertunduk ketika wanita disampingnya seperti membisikkan sesuatu,apa dia kecewa akan menikah denganku?
juntaian tirai bunga yang membatasi kami membuatku tak bisa leluasa melihat sosok gadis yang kini duduk tepat disebrangku,
perlahan kunetralkan semua kegugupanku saat ini sampai diucapan terakhirku untuk melamarnya selesai,hembusan nafas lega mengalir didadaku saat ini padahal belum sampai ijab tapi kenapa bisa selega ini? ayah menepuk bahuku dengan senyuman terkembang diwajahnya sempat kucari arah pandanganku mencoba menemukan sosok yang selalu membuat hariku menyebalkan namun teramat indah untuk dijalani siapalagi kalau bukan Niko,dimana anak itu?
mama sepertinya menyadari kegelisahanku, " niko lagi main sama bi eem dan kedua adik Mutiara ditaman bawah ". ucapan mamah kembali membuatku memandang arah gadis yang bersiap dengan kalimatnya membalas sapaan kalimat lamaran dariku yang sudah kuucapkan cukup baik meski tak ada kata yang kuingat dari secarik kertas yang mamah berikan kepadaku,hebat bukan?
sesaat kudengarkan ucapan salam dari om setyo,mataku semakin berat tak kuasa menahan kantuk beberapa kali kuusap wajahku kasar agar kembali fokus dimana inti acara baru dimulai,damned jangan sekarang.
" Kedatangan dan ucapan dari ananda Yudha Putra Baskoro sungguh telah kami nantikan,karena kami selaku orang tua telah mengamati cukup lama sejak pertama kalianya saya dan ananda Yudha putra Baskoro dipertemukan kembali dimana ikatan persahabatan antara saya dan Danur Mulyo Diningrat selama ini yang sudah terjalin kuat dan kedua keluarga yang sudah cukup mengenal satu sama lain,tentang budi pekerti,dan kesolehan ananda. Demikian pula asal-usul ananda.
Sekali lagi saya atas Ayah beserta Ibu dari anak saya yang bernama Mutiara Kasih menyambut dan menerima dengan baik kehadiran serta lamaran Ananda ".
" Namun untuk itu, agar lebih meyakinkan seyogyanya kita mendengar langsung ketulusan hati Ananda Mutiara kasih dalam menerima lamaran Ananda ".
" Anakku Mutiara kasih,Nak Putra telah datang dan menyampaikan niatnya melamarmu untuk dijadikan istri,apakah kakak menerima lamaran nak putra? ".
hening sesaat sampai, " ehem...hmm tes..tes " . gadis itu mulai berbicara mengetes microfone meski tak ada masalah dari Mic yang dia genggam,mungkin menetralkan kegugupannya saat ini,sama sepertiku ha.
sang gadis mulai berbicara setelah beberapa kata paman setyo utarakan kini giliran sigadis itu yang berucap,kupasang telingaku baik baik berharap dia tak melakukan kesalahan dalam sesi ini.
suaranya terdengar merdu dan lembut mengingatkanku akan suara seorang gadis yang mampu membuatku tak bisa tidur,tidak jangan dia lagi.
" apabila ayah dan ibu merestui,kakak akan menerima lamaran kak Putra,dan teruntuk Ananda semoga Ananda bisa menerima segala kekurangan yang ada pada diri Adinda selama ini,
mudah mudahan Tuhan merestui niat baik ini.
Terimakasih Ayah ibu kakak ucapkan ".
hatiku kian ngilu mendengar suara lirihnya berucap menerima lamaran pinanganku dengan tulus.
" terimakasih anakku kau telah menerima lamaran dari nak putra dengan tulus dan ikhlas.
" Ayah selaku orang tua ingin menyampaikan pesan kepada kalian,jagalah tata krama, akhlak karimah dalam pergaulan kalian berdua ".
puji dan syukur kami panjatkan beserta doa doa berharap semua kebaikan dapat berjalan melingkupi rumah tangga kami nantinya.
terlihat mama meneteskan air matanya,sebahagia inikah ma? fikirku sesaat.
kini kegugupan mulai melandaiku kembali,saat ayah mengajakku berjalan menjauh dari tempat kududuk menuju meja dimana sudah ada om setyo dan para saksi hikmat juga beberapa pihak yang akan menjadi saksi,mataku masih sangat berat untuk terus bertahan.
kupaksakan meski teramat sulit memfokuskan diri agar tak membuat malu keluarga.
lama menunggu dimana para pelaksana pernikahan terlihat masih mempersiapkan beberapa berkas,mataku mulai terasa berat ayah melihat kegelisahanku saat ini,
" perlu kekamar mandi dulu nak? ". tanya ayah yang khawatir melihat kondisiku namun kupastikan semua akan dalam keadaan baik baik saja.
hingga diriku mulai memfokuskan pandanganku,menyambut uluran tangan dingin paman setyo yang mengucapkan kalimat sakral,ayo yudha setelah ini kasur menantimu,gumamku lirih menguatkan hati dengan mencoba beberapa kali mengusap wajahku dengan kasar agar kesadaran kembali menghampiri menghilangkan kantuk yang melanda otak dan mataku saat ini.
mengerahkan konsentrasi penuh agar tetap fokus,hingga Janji suci itu kini terucap dari mulutku dengan lancar.
semua ikut berucap syukur,
.........................................................
" ini tanda tangan dulu nak yudha ". pak penghulu menyerahkan berkas yang harus kutanda tanganni,
" selamat untuk nak yudha semoga menjadi suami yang bijak,suami yang bisa menuntun langkah keluarga menjadi kehidupan yang baik dan sekarang kita panggilkan dulu mempelai wanita agar bisa menyematkan cincin didepan para saksi " . ucap sang penghul memberi selamat dan doa untuknya.
dirinya sempat mendengar riuh dari arah belakang mengetahui bahwa sang gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya sedang berjalan diapit oleh mama dan tante laras menuju meja dimana dia duduk,perlahan yudha beranjak dari duduknya guna menyambut kedatangan sang istri namun....
Bruggghhh ...!
" YUDHAAA....!!!! AAAA...!!!