Tajuk Hendrawan adalah seorang CEO muda yang terkenal akan keuletannya, tapi saat dia jatuh cinta kembali dengan seseorang yang tiga tahun lalu pernah hadir dalam hidupnya, membuat semuanya berubah, bahkan Tajuk yang belum merelakan cinta lamanya memilih untuk mengejarnya kembali, apa lagi perpisahannya dahulu karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, membuat Tajuk tidak bisa menerima kenyataan perpisahan mereka.
sedangkan Rindu adalah seorang wanita biasa, sebagai karyawan biasa tidak ada hal yang menonjol darinya. sampai saat kisah cintanya yang rumit terulang kembali. Kini cinta segitiga yang di alaminya begitu membuat Rindu serba salah.
Alfian orang yang paling peduli akan Rindu, mencintai Rindu dengan setulus hati. Bahkan Alfian dengan sabar menanti kesiapan Rindu menerima cintanya.
Lantas bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Bagaimana kisah asmara mereka???
Silahkan di baca ya!!
PERINGATAN!!!
BANYAK TYPO DIMANA MANA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam panjang
Akhirnya Mitha mengantarkan Alfian menuju ke apartemennya, Alfian yang mabuk ini sulit sekali di kendalikan, mulutnya sulit sekali di kontrol. Namun Mitha dengan sabar membantu Alfian.
Mitha begitu kesulitan dengan sikap Alfian yang sedang mabuk tersebut, karena dia terus bicara tentang Rindu. Dari situlah Mitha tahu jika Alfian, Rindu dan sang big bos Tajuk terlibat cinta segitiga.
"Rind, apa sebenarnya kurangnya diriku? Sehingga kamu terus saja menunda keputusanmu, hah?" Ceracau Alfian yang sedang mabuk.
'Kasihan sekali, ganteng-ganteng gini di tolak oleh Rindu.' Batin Mitha.
Ya benar kini Mitha sedang memapah Alfian untuk memasuki apartemen milik Alfian, dan tentunya Mitha mendapatkan alamat tersebut dari Tajuk. Sekarang Mitha tahu alasan kenapa tadi suasana di club sangat tegang.
Mitha membuka sepatu milik Alfian, melonggarkan dasi yang sedang di kenakan oleh Alfian juga, setelah itu Mitha beranjak untuk meninggalkan Alfian.
"Rindu, jangan pergi, temani aku malam ini, aku mohon." Ucap Alfian mencegah Mitha untuk keluar kamar dengan cara menggenggam tangannya.
Mitha mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin bagi Mitha selancang itu untuk tidur dengan Alfian, belum sempat Mitha untuk melakukan penolakan, Alfian sudah menariknya dalam pelukannya.
Tentu saja Mitha berusaha memberontak terhadap tindakan Alfian tersebut, walaupun Mitha terpesona dengan Alfian, namun untuk tidur dengannya, bagi Mitha tidak boleh terjadi.
"Tuan Alfian bahaya sekali jika sudah mabuk, berapa banyak jumlah gadis yang sudah Tuan perawani jika seperti ini." Gerutu Mitha.
Dengan susah payah Mitha menolak apa yang dilakukan oleh Alfian, setelah berhasil dengan segera Mitha keluar apartemen milik Alfian.
"Benar-benar bahaya, Untung gue bisa selamatkan keperawanan gue, kalau tidak bisa jebol sebelum waktunya, mana Tuan Alfian ganteng lagi," Gerutu Mitha.
"Gila aja tidur dengan dia dalam keadaan mabuk, rugi gue." ucap Mitha lagi.
Dengan langkah terburu-buru, Mitha keluar dari apartemen milik Alfian, dia pun mengendarai mobilnya untuk pulang, walaupun entah kenapa wajah Alfian mengganggu pikiran Mitha saat ini.
**********************************
Sedangkan Tajuk mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen miliknya, sesekali Tajuk tersenyum melihat sang istri yang duduk di sampingnya menceracau karena mabuk.
"Mas Tajuk, kalau mas sudah punya tunangan, kenapa masih saja menahanku, itu membuat hatiku sakit mas sakit." Ceracau Rindu ketika sedang mabuk, sambil tangannya memukul ke arah dada bidang Tajuk.
Ya benar jika saat ini mobil Tajuk sudah sampai di apartemen, dan dengan penuh cinta, Tajuk membopong Rindu untuk menuju ke apartemennya, racauan Rindu hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Tajuk.
Dan kini Tajuk justru merasa senang, dia yang awalnya sangat cemburu ketika melihat Rindu datang ke club untuk menemui Alfian, kini malah berbalik sangat berterima kasih akan kejadian itu, berkat minuman itu, Rindu justru mengakui perasaannya pada Tajuk.
"Tiga tahun mas, tiga tahun ini sangat sulit bagiku untuk melupakanmu, tapi kenapa sekarang malah mas hadir lagi, surat cerai sialan itu membuat aku menderita mas." Suara Rindu benar-benar kini telah hilang kendali.
Dengan geramnya Rindu mencengkram kerah kemeja Tajuk, dan kemudian memukul-mukul dada bidang Tajuk. Bahkan kini Rindu membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang Tajuk.
"Maafkan aku sweetheart, maafkan aku." Ucap Tajuk sambil menundukkan kepalanya mencium kening Rindu.
Setelah sampai di depan pintu apartemennya, dengan segera Tajuk membuka pintu, kemudian Tajuk membawa Rindu ke dalam kamar mereka.
Dengan perlahan Tajuk membaringkan tubuh Rindu di atas kasur king size tersebut, di pandanginya wajah sang istri dengan tatapan penuh cinta.
Ketika akan beranjak menuju ke kamar mandi, pergelangan tangannya di tarik oleh Rindu, sehingga Tajuk menoleh kearah Rindu yang menggenggam tangannya dengan erat.
"Mas mau kemana? Awas aja kalau mas pergi ke tempat wanita itu, sini, sini, cepat temani aku sini." Ucap Rindu yang masih dalam pengaruh alkohol. Dia menarik tangan Tajuk sehingga membuat Tajuk duduk kembali di sisi ranjang.
"Sungguh manis sekali istriku, jangan salahkan aku jika malam aku tidak akan melepaskanmu sweetheart." Ucap Tajuk berbisik di telinga Rindu.
Kemudian Tajuk membaringkan tubuhnya di samping Rindu, memeluk tubuh Rindu dengan sangat erat. Rindu merubah posisi tidurnya sehingga membelakangi Tajuk.
Tajuk pun memeluk tubuh Rindu dari belakang, karena tangan Rindu yang terus menggenggam tangannya, membuat Tajuk seakan tidak bisa berbuat apa-apa.
Tajuk menyandarkan wajahnya ke tengkuk Rindu, melihat leher mulus membuat Tajuk terbakar api gairah, dengan lembut Tajuk mencium leher jenjang Rindu, menyesapnya sehingga meninggalkan tanda merah keunguan di sana.
Entah sadar atau tidak Rindu melenguh pelan, dan itu membuat gairah Tajuk semakin meningkat, dengan pelan Tajuk menyusuri leher jenjang Rindu turun dan semakin turun.
Reaksi tubuh Rindu seakan meminta lebih dari sekedar ciuman, bahkan Tajuk mencium bibir Rindu, melumatnya dengan penuh gairah dan nafsu, ciuman yang semakin menuntut untuk meminta lebih dan lebih.
Desahan demi desahan berhasil lolos dari mulut Rindu, sehingga membuat Tajuk benar-benar di kuasai kabut gairah yang seakan-akan meminta lebih dari sekedar ciuman.
"Tubuhmu seperti heroin bagiku sweetheart, aku tidak akan pernah puas melakukannya lagi dan lagi." Bisik Tajuk dengan suara serak penuh gairah nafsu yang membara saat ini.
"Aku mencintaimu mas, jangan tinggalkan aku lagi." Ucap Rindu sambil merangkulkan tangannya di leher Tajuk.
Tajuk terlihat sangat bahagia mendengar ucapan Rindu, walaupun di bawah pengaruh alkohol, namun Tajuk tidak peduli, karena ini adalah untuk pertama kalinya Rindu mengatakan kata cinta duluan.
Tangan Tajuk bekerja dengan sangat lihai, menyusuri setiap inci bagian tubuh Rindu, mere*mas lembut isi dari dalam br* pun tidak di sia-siakan olehnya.
Tubuh Rindu seakan meminta Tajuk untuk melakukan tugasnya sampai tuntas malam ini, seringaian senyum penuh arti tergambar jelas di wajah Tajuk.
Malam ini sungguh menjadi malam panjang bagi keduanya, mereka berdua benar-benar dalam kondisi yang di penuhi oleh kabut gairah yang tak bertepi, saling berbalas cumbuan demi cumbuan mereka lakukan. Entah sudah ronde ke berapa, yang jelas saat ini mereka tertidur hingga menjelang pagi karena sama-sama kelelahan.
Bersambung..
semangat 💪💪
jgn main potong" ajha 😏😏😏
rindu bilangnya ke Alfian tajuk yg meninggalkan
aku baru terjumpa dgn novel mu
keren sungguh jalan ceritanya.
ada sambungannya tak?